Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
#67


__ADS_3

Azzam dan Azzura masih di rumah sakit, mereka menunggu kedatangan Pengacara Darel dan Qilla yang sedang mengurus pemakaman Sonya.


"Mas, apa mereka itu langsung mengadakan pengajian?." Tanya Azzura, ia menatap Azzam yang dari tadi sibuk dengan ponselnya.


"Aku tidak tau, sayang. Kita sudah lama disini, lebih baik kita pulang. Tidak baik buat kamu dan Debay kita." Azzam mengelus kepala Azzura.


"Tapi, sayang. Kasihan anaknya Sonya kita tinggalkan." Azzura tidak enak meninggalkan anaknya Sonya di rumah sakit sendirian.


"Biar Andy yang jaga, yuk. Kita pulang." Azzam menggandeng tangan Azzura.


"Ck, kalian ini selalu bikin iri." Kata Andy, ia memajukan bibirnya.


"Makanya cepat nikah sana, jangan kawin mulu kau." Sindir Azzam.


"Ck, sory ya gue bukan tipe seperti itu. Gue tuh..." Azzam dan Azzura sudah pergi, ketika Andy ingin meneruskan pembicaraan.


"Huh, bos luknat." Kesal Andy.


Azzam dan Azzura pulang, mereka membiarkan Andy masih bergumam memaki Azzam.


Setelah Azzam dan Azzura sudah tidak terlihat, Andy duduk di sofa. Anaknya Sonya sudah di pindahkan di kamar VIP, hanya saja bayi itu masih di dalam inkubator. Itulah kuasa Azzam, ia tidak mau Azzura menemani bayi Sonya di luar ruang inkubator. Azzam takut Azzura dan calon anaknya terkena virus.


Andy menatapi langit-langit.


"Hufh!!, aku tidak bisa melupakan mu. My Lovy." Andy menghela napas, ia tidak bisa melupakan tunangannya yang sudah pergi meninggalkan ia selama-lamanya.


Andy memainkan ponselnya, tiba-tiba datang dokter cantik untuk melihat keadaan bayi Sonya. Andy menatap tidak percaya dokter cantik itu mirip dengan tunangannya, tapi bedanya tunangannya tidak berhijab. Kalau dokter cantik berhijab.


Mata Andy terbelalak, ia tidak percaya kalau yang di hadapannya bukanlah tunangannya.


"Masya Allah, Dilla." Kata Andy, ia bingung mau berekspresi bagaimana senang, terkejut, tidak percaya.

__ADS_1


Dokter itu membalikkan tubuhnya menghadap Andy.


"Maaf ada saya kira tidak ada orang, tadi saya lihat tuan muda dan nyonya sudah pergi." Kata Dokter cantik lembut.


"Ya Allah, detak jantung ku berdebar-debar kembali. Suaranya lembut seperti Dilla, aku yakin dia rekanasi Dilla." Kata Andy dalam hati, ia memegangi dadanya.


Tak ada jawaban dari Andy, Dokter itu melambaikan tangannya di depan Andy.


"Hallo, pak. Anda baik-baik saja kan?."


Andy bangun dari melamunnya, lalu ia bersikap biasa.


"Eh! Iya, ini jantung saya berdebar-debar. Tidak biasa seperti ini." Andy masih memegangi dadanya.


"Sini Pak, biar saya periksa." Kata Dokter Cantik.


"No-no, jika anda semakin dekat jantung ini semakin berdetak kencang." Andy menolak di periksa, Dokter cantik nampak bingung dengan ucapan Andy. Lalu ia mendekati bayi Sonya.


"****, kenapa aku menolaknya. Dasar kau bodoh Andy." Maki Andy dalam hati.


"Terimakasih sarannya." Untuk menghindari rasa yang ada di hatinya, Andy memainkan kembali ponselnya. Tapi ia sekali-kali melirik sih dokter cantik itu.


"Oia, nama anda siapa?Saya baru lihat anda?."


"Saya Bilqis, Dokter yang menangani bayi ini. Kemarin saya lagi off."


"Ooo begitu, saya Andy Assisten tuan muda. Anda dokter baru?."


"Iya, Pak. Saya baru sebulan disini, saya sudah tahu anda Asisten tuan muda. Karena semua karyawan disini membicarakan anda."


"Membicarakan saya?."

__ADS_1


"Iya, Pak. Mereka sangat terkagum-kagum sama pesona bapak, udah gitu bapak katanya ramah. Selalu tersenyum kepada semua orang."


"Masa?saya seperti itu, apa mereka tidak salah menilai saya seperti itu."


"Mana saya tau, coba bapak tanyakan saja dengan mereka."


"Kalau menurut kamu saya bagaimana?." Andy mendekati Dokter Bilqis


"Bagi saya bapak emang tergolong manusia tampan, tapi saya tidak tau apa bapak ramah atau bagaimana."


"Jadi saya ini tampan, hm?." Andy menggoda Dokter Bilqis.


Dokter Bilqis menjadi salah tingkah, di tatap dan digoda Andy.


Andy semakin semangat menggoda Dokter Bilqis.


.


.


.


.


.


.


Guys ada yang tau ga cara login k Fb, tapi lupa password, lupa e-mail dan lupa no. hp


kasih tau ya...

__ADS_1


__ADS_2