
"Menyesali tidak ada guna saat ini, karena Azzura tidak tau kemana. Mau minta maaf kemana, Mami hanya bisa mendoakan dimana dirimu berada selalu di beri kesehatan dan kebahagiaan. Maaf selama ini Mami selalu jahat kepada mu, Mami janji jika kita akan di pertemukan Mami akan meminta maaf dan kita mulai kehidupan dari awal, dimana awal Mami yang sangat menyayangi mu. Mami sekarang tidak akan mempermasalahkan lagi kamu hamil atau tidak, yang Mami inginkan kamu mau memaafkan Mami. Azzura kamu pulang ya, Nak." Kata Mami Sella, ia menatap foto Azzura yang di pasang di dinding. Foto pernikahan Saka dan Azzura.
"Untuk menebus kesalahan Mami, Mami akan melakukan apa saja agar kau mau memaafkan Mami. Aku harus mencari Azzura secepatnya, aku ngga bisa berdiam diri. Papi pasti tau dimana Azzura." Mami Sella bangkit dari duduknya, lalu memasukkan foto-foto dan buku diary milik Azzura kedalam lemari. Setelah membaca buku diary Azzura, hati Mami Sella bergetar hebat. Kalau selama 3 tahun lebih ia menyiksa batin dan jiwa Azzura, Mami Sella menjadi mertua yang jahat. Karena cuma Azzura belum hamil.
1 Bulan Kemudian
Azzura dan Saka sudah resmi bercerai, kenapa prosesnya lebih cepat itu karena ada Azzam membantu Azzura. Ia pun juga menyewa pengacara dari pihak Saka agar lebih mempermudah, awalnya dari hakim sempat menunda untuk persidangan. Tapi setelah melihat bukti kalau Saka lebih memilih liburan bersama selingkuhannya dari pada datang pengadilan, akhirnya hakim memutuskan untuk melanjutkan persidangan. Walau ada pro dan kontrak.
Dari pihak Saka hanya di hadiri Papi Revan dan Mami Sella, Azzura dan Mami Sella sudah bertemu sebelumnya dan Azzura juga sudah memaafkan Mami Sella. Tapi Azzura tidak bisa menjadi menantunya lagi, karena sakit hati yang ada di dalam Azzura sangat dalam lukanya. Mami Sella tidak bisa memaksakan lagi.
"Alhamdulillah, Umi, Mas. Akhirnya aku resmi bercerai dari Saka." Azzura memeluk Umi Aisyah.
"Alhamdulillah, Nak. Semoga setelah ini kamu di beri kebahagiaan." Umi Aisyah mengelus punggung Azzura, Mami Sella melihat itu hatinya agak terluka. Azzura lebih memilih memeluk Umi Aisyah ketimbang dirinya.
"Azzura, Papi dan Mami mohon tetaplah menjadi putri kami. Walau kalian sudah bercerai, kami sudah terlanjur menyayangi mu. Nak." Papi Revan mengelus kepala Azzura yang terbungkus oleh Hijab.
"Iya, Pi, Mi. Maafkan Azzura selama menjadi menantu Papi dan Mami, Azzura ngga bisa memberikan yang terbaik." Azzura menatap sedih Papi Revan dan Mami Sella, ia sedih harus berpisah.
"Ngga, Nak. Justru Mami yang salah, kamu sudah memberikan segalanya untuk Mami dan Papi." Mami Sella memeluk Azzura.
"Tetap jaga komunikasi, Papi dan Mami akan merindukan kamu. Nak." Kata Papi Revan.
"Opa, Oma. Kenapa menangis?." Alex sudah pasif berbicara, Alex di ajak Papi Revan dan Mami Sella
"Ini anaknya Mas Saka dan Sonya?." Azzura melepas pelukan.
"I-iya, Nak. Mami sudah pernah cerita, Alex kurang kasih sayang. Kedua orantuanya ngga memperdulikan dia." Mami Sella merasa tidak enak.
"Mami ngga usah enggak enakkan seperti itu, aku sudah bisa menerima kenyataan ini dengan ikhlas. Lagian aku dan Saka sudah bercerai, aku malah kasihan kepada anak ini. Dan juga bersyukur anak ku sudah tiada, kalau anak ku masih ada dan lahir. Aku ngga bisa bakalan bercerai sama Saka dan anakku akan kurang kasih sayang dari ayahnya." Azzura tersenyum.
__ADS_1
"Nak, semoga kelak kamu jadi anak yang berkepribadian yang baik tidak seperti kedua orangtua mu." Azzura menunduk dan mengelus rambut Alex.
"Aunty sangat cantik, boleh aku memeluk?Mumpung aku masih kecil, kalau sudah dewasa aku tidak bisa memeluk Aunty." Alex menatap Azzura penuh harap.
"Kenapa emangnya?." Azzura setengah jongkok agar sejajar dengan Alex.
"Karena kita bukan muhrim, kata Abi dan Umi jika dewasa nanti kita tidak boleh bersentuhan dengan lawan jenis dan tidak di ijinkan pacaran. Maka dari itu aku ingin memeluk Aunty, setelah aku dewasa nanti aku akan melamar Aunty jadi istri ku." Ucapan Alex membuat Azzura tertawa, tapi tidak dengan Azzam ia merasa tidak rela.
"Dasar bocil, mau bersaing dengan ku. Tapi kalau kau besar, aku dan Azzura sudah menikah." Kata Azzam dalam hati, ia tersenyum devil memikirkan dirinya berhasil menikah dengan Azzura.
Azzura memeluk Alex, tapi tiba-tiba Alex meneteskan air mata.
"Alex, kenapa kamu menangis, sayang?Aunty kan sudah memeluk kamu, hm." Azzura menghapus air mata Alex.
"Hiks... Hiks... Hiks... Baru kali ini aku di peluk, Mommy dan Daddy tidak pernah memeluk aku. Mereka tidak pernah memperdulikan aku, apalagi Mommy sering menyiksa ku dan menghina ku anak pengganggu." Isak Alex.
"Hai, jagoan. Anak laki-laki jangan cengeng, kalau kamu mau bisa menganggap kami kedua orangtua mu." Azzam mengelus rambut Alex.
"Benarkah boleh, Om?." Terbinar mata Alex.
"Benar, jagoan. Panggillah kami Mama dan Papa." Azzam memegang bahu Alex.
"Mama... Papa..." Alex memeluk Azzam dan Azzura secara bergantian.
Umi Aisyah sangat tidak percaya akan sifat anak sulungnya itu, sedangkan Papi Revan dan Mami Sella merasa terharu. Anak dari selingkuhan, Azzura begitu menyayanginya.
"Terimakasih, Nak Azzam dan Azzura sudah mau menganggap Alex anak sendiri." Papi Revan menepuk pundak Azzam.
"Iya, Pak Revan. Saya tidak bisa melihat anak kecil bersedih." Azzam bangun dari jongkok, lalu ia memasukkan tangannya di saku.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita makan, ini sudah waktunya makan siang." Azzam melihat jam di pergelangan tangannya.
"Oke, sepertinya Alex enggan berpisah dengan Azzura. Mereka sudah merasa cocok." Kata Papi Revan.
Azzura, Umi Aisyah dan Alex masuk di mobil Azzam. Alex tidak mau lepas dari Azzura. Sedangkan Mami Sella dan Papi Revan di mobil sendiri. Mereka melajukan mobilnya ke restaurant yang tidak jauh dari pengadilan, Alex sangat senang baru kali ini ia merasakan kebersamaan.
"Alhamdulillah, Ya Allah. Aku sekarang memiliki kedua orangtua lengkap yang begitu sayang sama aku, terimakasih Ya Allah Engkau telah kabulkan permintaan aku." Kata Alex dalam hati, Alex sudah melupakan Saka dan Sonya yang sebagai orangtuanya. Ia menganggap dirinya seorang yatim piatu, selama ia di pesantren Saka dan Sonya tidak pernah menghubunginya atau menjenguk dirinya. Jadi beranggapan kalau dirinya itu yatim piatu.
Alex terus bergelayutan manja di tangan Azzura, karena Azzura mengelus sayang kepala Alex.
"Sungguh kau kejam Saka, setelah anak ini lahir. Kau malah tidak perduli, dulu gara-gara aku ngga hamil kau malah kejam kepada ku dan kau berselingkuh. Aku ngga abis pikir dengan pola pikir mu." Kata Azzura dalam hati, ia sangat kesal dengan Saka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1