Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
#39


__ADS_3

Saka sebenarnya haus dengan se*s, setelah menggauli Sonya. Ia mencari pelampiasan kepada beberapa Art, yang ia iming-imingi di beri duit besar. Bagi Saka dari pada ia menyewa wanita malah yang banyak di pake orang, lebih baik ia menyewa Art. Kebanyakan Art yang ia gauli masih muda, lugu dan perawan lagi.


Saka akan memberikan uang 10 juta setiap habis di gauli, karena di Mansion setok perawan sudah tidak ada. Ia penasaran dengan Qilla, karena Qilla belum menikah dan tidak memiliki kekasih. Tapi Qilla begitu sulit ia raih.


Qilla sengaja merekam perbuatannya, karena ada salah satu Art bunuh diri. Art tersebut hamil anak Saka, tapi Saka tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Malah Saka memberikan Art tersebut jumlah uang yang begitu besar yaitu 100 juta.


Awalnya Art tersebut senang menerima uang dari Saka, tapi di lingkungan sekitar rumahnya menghujat dirinya terus menerus hingga dia nekat bunuh diri.


Art lain yang pernah di gauli Saka, ada yang pernah aborsi dan meninggal. Ada juga senang menerima benih di rahimnya, karena Saka memang ganteng. Ia bisa memperbaiki keturunan, walau ia hanya di beri uang 50 juta. Ia terima dengan senang hati, lalu ia pergi dari kehidupan Saka.


Sudah beberapa kali ganti Art dan beberapa kali juga Art pergi begitu saja, tanpa Sonya tau Art datang dan pergi. Sonya tidak mengetahui sifat Saka selama ini, yang ia kira Saka akan setia kepadanya.


Sungguh miris Sonya mendapatkan suami yang tidak tau diri, sudah menumpang hidup dan tidak tau diri. Qilla ingin rasanya memberitahu kepada Sonya, tapi Sonya selalu menempel Saka terus. Seperti perangko yang menempel di amplop.


Saka sangat frustasi mendengar kalau Qilla mempunyai bukti dirinya bermain banyak wanita di Mansion.


"****!!! Kenapa aku bisa ceroboh seperti ini? Bagaimana caranya aku harus mendapatkan bukti itu. Masalah selalu datang kepada ku."


"Ya, Bagaimana pun caranya aku harus cepat mendapatkan bukti itu. Sebelum Sonya tau, bisa gawat nanti aku."


Saka ke ruangan Qilla, kebetulan Qilla sedang tidak ada di ruangan. Ia mencari-cari bukti yang di katakan Qilla, ia mencari di laci, rak maupun lemari. Tapi tidak ada bukti yang di katakan Qilla, di laptop Qilla juga tidak ada. Bahkan di berangkas juga tidak ada.


"Apa Qilla hanya mengancam aku, agar aku tidak melecehkan dia. Hahaha... Kau ternyata pembohong ulung." Saka bernapas lega, karena di pikirannya Qilla telah membohongi dirinya.


Qilla yang berada di ruangan yang tertutup, di lihat dari dalam terlihat jelas. Tapi kalau di lihat di luar hanya tembok cat abu-abu.

__ADS_1


"Hahaha... Sampai lebaran monyet tidak akan ketemu, terserah dia mau gue bohong. Bukti itu ada di tempat aman, loe tidak akan pernah menemukan. Bukti itu akan aku berikan saat waktu yang tepat." Qilla tersenyum devil, ia mempunyai rencana untuk menghancurkan Saka dan Sonya.


Perusahaan yang Sonya miliki sebenarnya punya Qilla, hanya saja waktu itu perusahaan sedang tidak baik-baik saja. Kedua orangtua Sonya membantu Qilla, Daddy Sonya menanam modal tanpa mau di kembalikan. Karena kedua orangtua Sonya sangat baik dan tidak pernah memandang bulu, tapi Sonya dengan egoisnya ingin memiliki perusahaan dirinya. Qilla mengalah, karena kedua orangtua Sonya sangat baik. Beda jauh dengan Sonya, perusahaan Daddynya di handle oleh adiknya Sonya.


"Aku akan merebut kembali perusahaan ini." Kata Qilla.


Qilla masih di ruangan tersembunyi, ia enggan keluar. Apalagi nanti berurusan sama Saka, ruangan itu di lengkapi sofa, tempat tidur, kulkas bahkan ada dapur. Qilla sengaja melengkapi peralatan rumah tangga, karena ia sangat membutuhkan. Apalagi keadaan seperti ini, sangat aman untuk sembunyi dari manusia luknat.


"Bunda, ayah. Qilla sangat kangen sama kalian." Qilla menatap langit-langit. Kedua orangtua Qilla sedang berada di luar negeri, mereka tidak mengetahui masalah yang di hadapi anaknya.


"Maafkan Qilla, belum sempat kesana."


Saka keluar ruangan, ia ingin menghampiri Sonya. Ia meninggalkan dokumen yang masih menumpuk. Qilla melihat Saka keluar, ia pun keluar dari tempat persembunyian.


"Ck, kalau begini terus perusahaan akan bangkrut. Kalau gue membantunya akan enak dianya, kagak kerja sama sekali. Tapi kalau ngga di kerjakan, kapan mau selesai." Qilla mondar-mandir untuk mencari ide.


"Telepon ngga ya, apa Mas Azzam sedang sibuk ngga ya." Qilla mencari-cari kontak Azzam.


"Tapi kan di media dia sedang menggelar pernikahan, lebih baik besok aja. Gue ngga mau mengganggu acara dia, lebih baik gue kirim hadiah buat Mas Azzam." Qilla tidak jadi membeli makanan dan minuman, ia mengarah ke mall. Ia membeli sepasang jam tangan branded dan limited edition.


Kakaknya Qilla adalah teman Azzam satu sekolahan, dulu memang akrab. Tapi semenjak kakaknya Qilla menikah hubungan mereka renggang.


"Semoga mereka menyukai hadiah yang ku berikan." Qilla tersenyum menatap jam tangan yang sudah di hias, agar terlihat indah.


Ketika Qilla ingin keluar dari Mall, ia melihat Saka sedang bergandeng tangan dengan mesra bersama wanita cantik dan seksi. Qilla tidak tau siapa wanita tersebut.

__ADS_1


"Ck, dasar buaya buntung dan tak tau di untung. Katanya dia ingin jemput Sonya di salon, tapi malah asyik bermesraan dengan wanita lain. Gimana nasib Sonya nanti, kenapa gue memikirkan nasib Sonya. Sedangkan dia tidak pernah memikirkan gue."


Qilla pergi begitu saja dari Mall, ia tidak mau terlibat di dalam kehidupan rumah tangga Sonya dan Saka. Yang penting mereka tidak mengusik kehidupan dirinya.


Qilla sudah mengirimkan hadiah ke Azzam, ia pun menchat Azzam.


"Assalamualaikum Mas Azzam, ini Qilla. Aku mengirimkan hadiah pernikahan Mas dengan istri, maaf aku tidak bisa kesana." Isi Chat Qilla. Azzam tidak membalas pesan Qilla.


"Apa mungkin dia sedang sibuk, ya." Pikir Qilla, lalu ia melajukan mobilnya kembali ke perusahaan. Untuk makanan dan minuman akan ia beli di kantin perusahaan.


Tiba di kantor Qilla langsung ke kantin, ia memesan makanan dan minuman.


Saka bertemu dengan mantan nya, ketika ia ingin menjemput Sonya di salon. Tapi di tengah jalan ia melihat sang mantan terhindar berdiri di depan mobil, sedang menghubungi seseorang. Saka menghentikan mobilnya, lalu keluar dan berjalan menuju sang mantan berada.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like, Vote dan komentarnya ya...


See you... 🤗🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘😘


__ADS_2