Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
#27


__ADS_3

Sonya mendapatkan informasi dari anak buahnya, kalau perceraian Saka dan Azzura sudah ketuk palu.


"Akhirnya aku menjadi satu-satunya istri Saka, ternyata Alex selama ini di sembunyikan oleh Papi mertua. Syukur dech aku jadi tenang, sekarang hanya aku dan Saka. ngga akan ada pengganggu lagi, semoga aja aku ngga hamil. Selama berhubungan aku dan Saka tanpa pengaman. Aku ngga mau hamil lagi, ngga mau perutku di belah lagi." Kata Sonya dalam hati.


"Sayang, kita sudah sebulan di sini. Apakah kamu ngga mau pulang?Perusahaan kamu bagaimana?." Saka datang langsung memeluk Sonya dari belakang.


"Perusahaan sudah ada yang handle, aku itu hanya ingin terus bersama kamu." Sonya membalikkan tubuhnya, lalu mengalungkan tangannya di leher Saka.


Saka mengecup bibir Sonya.


"Aku juga ingin seperti ini, kau selalu membuat ku ngga bisa berkutik." Saka mencium leher jenjang Sonya.


"Ahh... Sayang."


"Bagaimana kalau kita bermain di balkon sepertinya seru." Ide konyol Sonya.


"Boleh." Mereka saat ini sedang ada di balkon, Saka membuka celananya, lalu menarik ke atas dress Sonya.


"Siap, sayang. Torpedo siap meluncur." Saka memaju dan mundur pinggulnya.


"Ahh, dengan senang hati." Mereka melakukan di Balkon, suara ******* mereka terdengar bersamaan dengan suara angin dan kendaraan di bawah hotel.


Mereka tidak hanya di balkon melakukannya, di sofa, di dinding dan berakhir di ranjang. Sonya tidak akan cukup bermain satu ronde aja, ia akan merasa puas jika bermain 5 ronde. Baru ia tepar.


"Kau membuat ku gila, sayang. Ngga seperti Azzura." Saka mengecup kening Sonya, ia sudah pelepasan yang ke lima kali. Kakinya terasa lemas.


"Jelas bedalah, aku kan wanita pintar menyenangkan suami." Bangga Sonya.


"Iya, Kamu memang the best. Kenapa ngga dari dulu aja kita bertemu."


"Mungkin dulu kamu sibuk dengan Azzura, jadi ngga memperhatikan sekeliling."


"Kamu benar, Ahh. Aku jadi pengen lagi melihat kau seperti ini." Saka melakukan lagi.


"Ck, kamu ngga lelah sayang. Kita sudah 5 ronde loh."


"Aku ngga akan pernah lelah, kalau soal beginian."


"Sonya... Sonya... Aku sangat ketagihan dengan tubuh mu."


Mereka melakukan kembali.


Azzura dan Azzam sudah kembali ke rumah, Umi Aisyah di jemput Ibrahim. Karena Abi Ismail mencari Umi Aisyah.


"Assalamualaikum." Ucap Salam Azzam dan Azzura.


"Wa'alaikumsalam." Serentak, Umi Aisyah, Abi Ismail dan Ibrahim menunggu kedatangan Azzam dan Azzura.


"Kenapa kalian baru pulang jam segini, hah?." Tegas Abi Ismail.

__ADS_1


"Sssttt, anak kami sedang tidur. Bi." Azzam menaruh tangannya di mulut, Azzam dan Azzura membawa Alex kerumah. Alex merengek tidak mau kembali ke pesantren, ia mau bersama Azzam dan Azzura.


"Mas, biar aku yang bawa Alex." Azzura ingin mengalihkan Alex ke tangannya, Azzam buru-buru menolak.


"Biar Mas aja, kamu tunjukkan dimana kamar kamu."


Abi Ismail melihat interaksi Azzam yang berubah, ia melongo. Merasa tidak percaya yang di hadapannya itu si Sulungnya, lalu ia mendekati istrinya.


"Mi, itu benar anak kita kan." Bisik Abi Ismail.


"Ya, iya lah. Itu Azzam anak kita, emang anak siapa lagi." Umi Aisyah memukul pelan lengan Abi Ismail.


"Aauuww, sakit, Mi. Biasanya Azzam itu selalu cuek tidak memperdulikan sekitar, lah ini dia begitu perhatian terhadap wanita dan anak kecil. Aku rasa Azzam itu kesurupan jin, Mi."


"Ish! Kau ini kalau bicara yang benar."


"Umi dan Abi, kalau bertemu malah bertengkar. Hadeh-hadeh pening kepala awak." Ibrahim mengelus keningnya.


"Walau sering berantem, tapi kamu tetap saling cinta dan saling menyayangi." Abi Ismail memeluk Umi Aisyah, lalu mencium pipi Umi Aisyah.


"Ck, udah tua mengumbar kemesraan." Kata Azzam, ia baru turun.


"Ck, bilang aja iri bos. Oia itu anak siapa?jangan-jangan kalian pulang malam-malam malah berbuat yang enak-enak dan membuahkan hasil." Ucapan Abi Ismail membuat Umi Aisyah kesal.


"Sembarangan kamu bicara, itu Alex anak dari selingkuhan Saka." Umi Aisyah yang menjelaskan.


"APA!!!." Abi Ismail dan Ibrahim terkejut.


"Ck, coba kalian jelaskan ke Abi. Kenapa itu anak bisa bersama kalian?." Abi Ismail tegas, ia tidak mau salah paham.


Azzam menceritakan dari awal pertemuan dengan Alex dan sampai Alex tidak mau kembali ke pesantren.


"Ya Allah, kasihan sekali anak itu. Cepat kamu halal kan Azzura, biar Alex mempunyai orangtua yang lengkap."


"Abi, Azzura itu baru saja bercerai. Azzam harus menunggu masa iddah nya kelar, baru nanti Azzam melamar Azzura."


"Lama juga, ya. Mi, ya udah. Kamu Azzam jangan terlalu dekat-dekat dulu dengan Azzura takut fitnah nanti, biar Alex bersama Azzura."


"Iya, Abi."


"Ya udah, sana kalian pulang. Biar Umi disini, anak laki-laki tidak baik berlama-lama di rumah wanita yang baru berpisah dari suaminya. Apalagi malam-malam kaya gini." Usir Umi Aisyah.


"Loh! Umi usir Abi, emang Umi ngga merindukan Abi." Abi Ismail cemberut.


"Bang, kita pulang aja yuk. Aku sudah pusing melihat tingkah koplak Abi." Ajak Ibrahim.


"Benar, yuk. Abang juga pusing." Mereka pulang lebih dulu, sedangkan Abi Ismail merengek untuk menginap juga. Ia sangat merindukan istrinya.


"Sifat Abi bikin aku merinding, Bang." Kata Ibrahim.

__ADS_1


"Hahaha... Kamu benar, Abi itu sangat menakjubkan tingkahnya. Kadang menjadi serius dan berwibawa kalau sedang serius dengan pekerjaan dan berdakwah. Walau Abi Ismail memiliki perusahaan, ia tetap menjalani dakwah.


"Abang benar, aku juga merasa bangga memiliki orangtua seperti mereka."


"Oia, Hubungan kamu dengan anaknya Pak Haji Jafar bagaimana?."


"Huh, ternyata Zahwa sudah di jodohkan. Bang, sedih rasanya. Makanya Abi bersifat seperti itu tidak mau aku bersedih, ia menyamping dengan pembangunan pesantren. Abi ternyata sudah tau dari awal, mungkin aku belum berjodoh. Bang."


"Sabar, ya. Selalu minta yang terbaik kepada Allah, Abang mau istirahat dulu."


"Iya, bang."


Keesokan pagi harinya, Abi Ismail sangat heboh. Karena melihat Alex mengerjakan Sholat sendiri dan begitu hafal bacaan Sholat.


"Ya Allah, Ya Robb." Abi Ismail heboh.


"Sssttt, jangan berisik. Lagi ada orang Sholat." Umi Aisyah menaruh jari telunjuk di bibirnya.


Abi Ismail diam dan melihat Alex Sholat, ketika Alex sudah kelar Sholat. Abi Ismail memeluk dan mencium Alex.


"Cucu Abba yang ganteng dan Soleh."


"Maaf anda siapa?." Alex bingung karena tiba-tiba ada sesorang memeluk dan mencium dirinya.


"Ini Abba, Abinya Papa Azzam." Abi Ismail memperkenalkan diri.


"Apa benar Umma?." Alex melirik ke Umi Aisyah.


Sebelumnya Umi Aisyah menyuruh Alex memanggil dirinya Umma.


"Benar, Nak." Umi Aisyah menganggukkan kepala.


"Abba." Panggil Alex.


"Masya Allah." Abi Ismail memeluk kembali Alex.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Mana jempolnya 👍👍👍👍...


__ADS_2