
Sebulan kemudian, Saka dan Sonya sudah resmi bercerai. Walau ada pro dan kontrak, karena Saka mempertahankan hak asuh Alex. Ia tidak memperdulikan harta Gono gini milik Sonya. Yang dia inginkan itu Alex, anak kandungnya bersama Sonya. Tapi selama ini dia tidak menginginkan anak.
Sedangkan Azzam dan Azzura sudah pulang dari bulan madu, mereka bulan madu sekalian ibadah. Kemarin selama di Mekkah mereka khusyuk ibadah umrahnya, di bandingkan mereka bulan madu. Semenjak itu Azzam tidak mau menyentuh Azzura, ia takut Azzura sakit kembali.
Pagi ini Azzam dan Azzura membagikan oleh-oleh yang mereka beli di Mekkah.
"Ini Buat Umi, Abi, Ibrahim, Zahwa dan ini Alex. Dimana Alex Umi?." Azzura membagi-bagikan oleh-oleh, tapi ia tidak melihat Alex. Ia baru saja menyadari Alex tidak ada.
"Itu, sayang. Alex bersama Oma dan Opa nya, mereka sedang mengurus hak asuh Alex." Kata Umi Aisyah.
"Loh! Bukannya Alex itu sudah menjadi anak kita?." Azzura bingung.
"Saka dan Sonya bercerai, Sonya menginginkan hak asuh Alex. Tapi Alex tidak mau bersama di antara Saka atau pun Sonya, Alex menginginkan kalian sebagai kedua orangtua. Maka dari pengadilan belum memutuskan hak asuh Alex jatuh ke siapa, kasihan cucu Abah. Menjadi rebutan." Abi Ismail menjelaskan.
"Ish! Abi, Zahwa kan sekarang sedang hamil cucu mu. Ngapain ngurusin cucu yang lain." Kata Ibrahim santai.
"Ck, kamu memang dari awal tidak menyukai itu anak. Kamu tau sendiri, kalau kedua orangtuanya itu kejam. Hingga membuat Alex trauma." Kesal Abi Ismail.
"Sudah-sudah, jangan bertengkar. Biarlah Alex bersama diantara orangtuanya, kita tetap pantau dia. Jika salah satu orangtuanya yang sudah menyakiti Alex, baru kita turun tangan." Azzam menengahkan.
"Benar kamu mas, biar Alex bersama mereka dulu... Ada hadiah juga buat kamu mas dan yang lainnya." Azzura mengambil kotak di tasnya.
"Ini apa, sayang." Azzam bingung.
__ADS_1
"Coba lihat aja."
Azzam membuat kotak, ia melihat sebuah benda persegi panjang yang kecil. Terdapat dua garis merah, ia malah tambah bingung.
"Kamu hamil, Ra." Umi Aisyah berteriak senang.
"I-iya, umi. Alhamdulillah aku langsung cepat di beri momongan." Azzura tersenyum.
"Sayang, ini benaran. Di dalam perut ini ada anak kita?." Azzam mengelus perut Azzura.
"Iya, Mas."
Azzam memeluk Azzura.
"Selamat ya Kakak ipar." Ibrahim memberi selamat.
"Selamat, Kak. Akhirnya aku ada teman untuk makan rujak hehehe." Zahwa memeluk Azzura, ia merasa senang ada teman makan rujak.
Di tempat lain
Alex terus merengek minta ke Azzam dan Azzura, ia sangat merindukan mereka.
"Oma, Opa. Aku mau bertemu sama Mama dan Papa, aku sangat merindukan mereka. Ayo kita kesana." Alex terus merengek.
__ADS_1
"Alex kamu ini kenapa sih merengek minta kesana terus, ini kan Daddy kandung mu. Mereka itu bukan." Saka agak meninggikan nadanya.
"Oma... Hiks... Hiks... Hiks..." Alex memeluk Mami Sella, tubuh Alex gemetaran
"Saka!!! Kamu itu jangan berbicara dengan nada tinggi ke Alex, lihatlah tuh anak mu menjadi ketakutan." Papi Revan memarahi Saka.
"Tapi, Pi. Aku ini Daddy kandungnya, aku sedih Pi. Aku seperti ngga di anggap." Saka berwajah sedih.
"Kamu itu harus paham dengan keadaan anak mu itu, dia itu berbeda dari yang lain."
"Ya, tapi ngga seperti itu."
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.