Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
#55


__ADS_3

"Alex, Daddy minta kamu jangan seperti itu. Aku ini Daddy kandung mu, asal kamu tau. Daddy itu sayang sama kamu, Daddy ngga akan menyakiti kamu." Saka memegang bahu Alex.


Alex menatap Saka dengan senduh, ia ingin mempercayai Saka. Tapi hatinya sedikit ragu, Saka memegang tangan Alex.


"Nak, dengarkan Daddy. Daddy sayang sama kamu dan tidak akan menyakiti kamu." Saka meneteskan air mata.


"Ta-tapi a-aku kangen sama Mama Azzura." Alex menundukkan kepala.


Saka menghela napas dan menarik rambutnya.


"Sudahlah Saka lebih baik kamu nenangin pikiran kamu, biar Alex jadi urusan Mami." Mami Sella menepuk pundak Saka.


"Iya, Mi." Saka langsung masuk ke kamar.


Tiba di kamar Saka berbaring, saat ini tubuhnya merasa lelah dan Joni nya terasa sakit akhir-akhir ini. Entah dirinya sakit apa, ia tidak mau ke rumah sakit.


"Sshh, sakit sekali ini. Aku ngga mau ke rumah sakit, takut aku mempunyai penyakit yang serius. Ya Allah aku mohon sembuhkan penyakit yang berbahaya dari tubuh ku ini." Kata Saka, ia mengadahkan tangannya.


Saka mencoba untuk menutup mata, tapi sakit di Joninya bertambah sakit. Apalagi pas ia ingin buang air kecil, rasanya tambah sakit dan mengeluarkan darah. Saka panik, ia berusaha memanggil Mami dan Papinya. Ia tiba-tiba pingsan.


"Oma, aku akan berusaha menerima Daddy kembali. Tapi aku perlu waktu dan aku ingin menemui Mama Azzura dan Papa Azzam, selama ini mereka yang telah memberikan kasih sayang yang belum pernah aku dapatkan dari Daddy dan Mommy. Mereka begitu tulus dan aku nyaman bersama mereka." Alex memegang tangan Mami Sella.


"Iya, Oma dan Opa mengerti. Oma dan Opa akan berusaha membuat Daddy Saka untuk bersabar menunggu trauma yang ada di dalam diri mu. Kamu juga harus percaya Daddy tidak akan seperti apa yang Mommy mu lakukan, Daddy itu benar-benar sayang sama kamu." Mami Sella mengelus rambut Alex.


"Sudahlah, Mi. Alex jangan terlalu di paksain. Biar dia sendiri yang akan menerima Saka." Kata Papi Revan.

__ADS_1


"Iya, Pi."


Tiba-tiba art menghampiri Mami Sella dan Papi Revan yang masih di ruang keluarga.


"Maaf tuan, nyonya." Art tampak panik.


"Iya, Bi. Kenapa?Kamu terlihat panik gitu..." Papi Revan memperhatikan Art.


"I-itu tuan, Aden Saka pingsan dan banyak darah. Tuan, nyonya."


"Ya Allah, Saka. Mas kita lihat Saka." Mami Sella panik.


"Iya, yuk." Papi Revan menggandeng tangan Mami Sella.


"Alex, kamu bersama bibi inem dulu. Oma dan Opa mau lihat Daddy Saka." Kata Mami Sella, lalu pergi menuju keatas


"Hmmm... Daddy Saka sepertinya sakit, Den. Lebih baik Aden Alex berdoa, agar Daddy Saka di beri kesembuhan." Bi Inem mengelus rambut Alex.


"Iya, Bi."


Papi Revan dan Mami Sella terkejut melihat Saka tergeletak di lantai dan begitu banyak darah di lantai.


"Ya Allah, Saka. Nak, bangun ini Mami. Hiks... Hiks... Hiks..." Mami Sella menangis dan membangunkan Saka, tapi Saka tidak bergerak.


"Mi, Kita bawa Saka ke rumah Sakit." Papi Revan memanggil Satpam dan beberapa anak anak buahnya untuk mengangkat tubuh Saka.

__ADS_1


"Saka, Mas. Hiks... Hiks... Hiks..." Mami Sella menangis di pelukan Papi Revan.


"Doakan saja, Mi. Agar Saka tidak apa-apa." Papi Revan mengelus punggung Mami Sella.


"Iya, Mas."


Saka di bawa ke rumah sakit, Mami Sella masih menangis melihat keadaan Saka.


.


.


.


.


.


.


Kira-kira Saka sakit apa ya...


Penasaran????


Tunggu bab selanjutnya ya...

__ADS_1


Jangan lupa like, Vote dan komentarnya ya...


See you... 😘😘😘😘😘🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2