
Sebelumnya aku minta maaf ya baru up date, karena tidak fokus untuk menulis novel.🙏🙏🙏🙏
Kabar pernikahan Azzura dan Azzam sudah tersebar melalui beberapa media, karena Azzam merupakan pengusaha muda yang terkenal di dalam negeri maupun di luar negeri. Azzura sangat kaget mendengarnya, ia tidak menyangka kalau calon suaminya adalah orang terkenal.
"Masya Allah, ternyata Mas Azzam pengusaha muda itu. Tapi kenapa aku tidak mengenalnya." Azzura masih dalam terkejutnya, ia masih fokus menonton Tv.
"Mama, kenapa menonton berita tentang Papa terus?Aku kan mau menonton film sih kembar botak, Mama." Rengek Alex, dari tadi Azzura tidak membiarkan Alex mengganti chanel. Ia penasaran apa benar yang di TV itu adalah calon suaminya.
"Eh! Iya, sayang. Sebentar lagi, mama masih penasaran ini Benar-benar Papa Azzam atau bukan." Azzura tetap masih menonton TV dan remote TV ia pegang.
"Ya Allah, kenapa Mama jadi lemot begini sih?Itu yang ada di Tv adalah Papa Azzam Mahendra calon suami mu, mama Azzura." Kata Alex kesal, sikap Mama angkatnya agak aneh hari ini.
"Ya Allah, jadi ini benar calon suami aku."
"Bodo amat, lebih baik aku main sama Umma dan Abba dari sama mama yang tidak jelas."
"Ck, anak kecil sekarang sudah bisa menetang orangtua. Rasakan ini." Azzura menelitiki.
"Ampun, Mah." Alex memohon.
"Mau seperti itu lagi tidak?." Azzura sudah dilema.
"No, Mah." Alex menggelengkan kepalanya.
"Bagus, boy." Azzura mengacak-acak rambut Alex.
"Assalamualaikum, calon istri dan anak ku tercinta." Azzam yang baru datang.
"Wa'alaikumsalam... Mas, Papa..." Azzura dan Alex senang. Alex berlari dan memeluk Azzam.
"Jagoan, Papa yang ganteng." Azzam langsung menggendong Alex, lalu mencium pipi gembul Alex. Semenjak tinggal bersama Azzura tubuh Alex menjadi gembul, tidak seperti pertama kali bertemu yang kurus. Azzura sangat begitu menyayangi Alex.
__ADS_1
"Papa, tuh mama. Tidak mau ngalah sama aku, mama selalu nonton berita yang ada papanya." Alex mengadu kepada Azzam.
"Masa sih." Azzam menoleh ke arah Azzura yang tertunduk malu, lalu menghampiri Azzura yang duduk di sofa.
"Benarkah apa yang Alex bilang, sayang." Azzam duduk di samping Azzura.
"I-iya, Mas." Azzura gugup, seperti maling yang ketahuan.
"Hahaha... Kamu gemesin banget sih." Azzam tertawa melihat Azzura yang begitu gugup dan malu.
"Ish! kamu ini semua karena kamu mas, kenapa kamu tidak memberitahu aku, kalau kamu itu pengusaha terkenal."
"Itu kamu tidak bertanya, lagian itu tidak penting yang terpenting itu kita akan segera menikah dan saat di hari pernikahan aku akan memberikan hadiah yang tidak pernah kamu pikirkan."
"Tapi aku merasa minder mas, aku itu hanya wanita miskin dan tidak punya kedua orangtua." Azzura menunduk sedih.
"Kamu tidak boleh sedih, aku menerima kamu apa adanya. Malah aku bersyukur mendapatkan kamu, kamu tidak usah minder ya. Kamu itu bagaikan berlian yang begitu bersinar, karena harga berlian itu mahal jadi tidak semua orang yang mendapatkan berlian itu. Maka aku beruntung segera meminang kamu, takut nanti kamu di rebut orang."
"Sama-sama sayang."
Di sisi lain
Saka sedang mendampingi Sonya rapat dengan dewan direksi, karena memperkenalkan Saka. Salah satu pemegang saham dan untuk sementara Saka yang menggantikan dirinya, awalnya para dewan direksi ragu akan kemampuan Saka. Tapi Sonya menyakinkan kepada mereka dengan kemampuan Saka, para dewan akhirnya menerima Saka.
Kehamilan Sonya kali ini membuat dia tidak berdaya, Sonya begitu mabok. Apalagi mencium bau parfum, ia mengadakan rapat hanya sebentar dan tidak mau berlama-lama.
"Baiklah, semua setuju. Sayang, selama aku cuti. Kamu mengantikan aku untuk memimpin perusahaan, aku yakin dengan kemampuan kamu perusahaan ini tambah maju dan kita dapat menghancurkan perusahaan AM group." Sonya memeluk Saka, karena Sonya sudah tidak kuat dengan bau parfum. Ia langsung memeluk Saka, hanya bau Saka yang ia suka dan tidak membuat ia mual atau muntah.
"Iya, sayang. Terimakasih sudah mempercayai aku. Aku janji akan membuat perusahaan ini maju." Saka tersenyum devil, ia mengelus punggung Sonya.
"Walau hanya sementara menjadi Ceo di perusahaan Sonya, aku akan bisa leluasa mencari Azzura." Kata Saka dalam hati.
__ADS_1
"Sayang, aku lemas nih." Sonya merasa kakinya terasa lemas. Saka langsung menggendong Sonya ala bridal style.
"Kamu hamil anak kedua makin manja, sayang."
"Aku ngga tau, sayang. Pokoknya pengen selalu dekat-dekat sama kamu."
"Melihat Sonya tengah hamil seperti ini, aku jadi ngga bergairah. Salah sendiri dia ngga minum pil KB atau sejenis KB yang lain." Kata Saka dalam hati. Saka memang menerima kehamilan Sonya, tapi dia malah menjadi ngga bergairah. Melihat Sonya bermanja-manja malah ifill dan risih, kalau bukan untuk menikmati kekayaan Sonya. Saka mana mau.
Papi Revan sudah mengharamkan Mansion dan perusahaannya di datangi Saka, semua fasilitas yang pernah Papi Revan berikan untuk Saka di cabut. Tanpa tersisa, agar Saka sadar. Tapi malah Saka menikmati kekayaan Sonya, karena Sonya akan memberikan apa yang Saka mau. Termasuk ia menjadi Ceo sementara, laki-laki itu seperti benalu di kehidupan Sonya. Tapi Sonya sendiri malah sangat menikmatinya, karena Saka sangat memuaskan kebutuhan ranjangnya.
Diam-diam Saka menyerahkan semua anak buahnya Sonya untuk mencari keberadaan Azzura, ia melakukan selagi Sonya tertidur. Ya mereka keruangan Ceo bukan untuk istirahat, tapi Sonya minta yang lebih. Mereka melakukan di beberapa tempat seperti di sofa, kursi, meja dan berakhir di ranjang. Sonya sangat agresif, walau Saka tidak bergairah. Setelah melihat tubuh dan Sonya mengemut lolipopnya, Saka menjadi bergairah kembali. Sonya itu tau untuk membuat Saka tidak berkutik, karena Sonya selalu mengikuti sesuai instruksi di beberapa media di dalam ponselnya. Dan Sonya juga selalu melakukan perawatan untuk daerah intimnya.
Ketika ia ingin membuka laci meja, tapi sayangnya laci itu terkunci. Ia menjadi penasaran, ingin sekali membuka laci itu. Saka mencari di tas Sonya, tidak ketemu. Ia semakin penasaran dan berpikir buruk kepada Sonya.
"Apa Sonya menyembunyikan sesuatu dari ku?Ngga biasanya dia ngga seperti itu, Sonya selalu jujur. Mungkin laci ini ada dokumen yang sangat penting, jadi belum di serahkan ke aku. Takut dokumen penting ini ngga jatuh ke orang lain, yang akan merugikan diri sendiri." Pikir Saka, ia berpikir positif kepada Sonya.
Hari ini belum ada yang harus di kerjakan Saka, ia hanya memperlajari beberapa dokumen. Karena ia ingin Sonya mempercayai dirinya dan dengan senang hati Sonya akan menyerah perusahaan kepada Saka, perusahaan Sonya memang lebih di atas dari milik Papi Revan. Ia ingin membuktikan kepada Papi Revan kalau dirinya bisa berdiri tanpa bantuan Papi Revan.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya...
__ADS_1
See you...🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘😘