
'Kasihan Reyo. Ternyata benar, dia kurang kasih sayang orang tuanya. Meskipun memiliki segalanya, tapi memang kurang lengkap tanpa pehatian orang tua' pikir Keyra.
"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Reyo mengagetkan Keyra.
"Eh, enggak."
"Apa tubuhmu udah agak mendingan?"
"Ya, udah agak lebih baik."
"Lain kali hati-hati. Aku nggak ingin terjadi apa-apa sama kamu."
'Wah, ternyata Reyo orangnya perhatian juga. Aku yakin dia sebenarnya berhati lembut dan baik' Keyra tersenyum.
"Kalo perlu, buang aja sepatu roda itu!" lanjut Reyo
"Apa? Itu punyaku. Dan aku berhak menentukan mau dipake ato enggak. Dan sepatu roda itu nggak boleh dibuang," Keyra menjadi agak kesal.
Baru aja dipuji baik. Sekarang kumat lagi kasarnya.
"Itu bisa bikin kamu ceroboh!"
"Biarin aja."
Mereka berduapun akhirnya asyik mengobrol. Entah apa yang diobrolkan. Terlihat canda tawa bahkan ejekan pun hadir di tengah-tengah mereka.
Dan tak lama kemudian, genk O-I-S lainnya datang. Keyra dan Reyo menghentikan obrolannya.
"Pacar baru kamu, Rey?" tanya Aldi yang tak mengenali Keyra karena Keyra menunduk dan wajahnya tertutup oleh rambutnya yang masih agak basah.
Bagas mendekati Keyra.
"Inikan Keyra. Wah ternyata kalian udah jadian nih," kata Bagas
"Enggak. Aku hanya mengantarkan piyama Reyo yang kemarin aku pake!” kata Keyra sedikit kesal
"Hanya mengantarkan kok pake dandanan yang beda dari biasa," lanjut Bagas
"Aku tadi kecebur kolam."
"Kok bisa?" tanya Anji
Akhirnya Keyra bercerita pada mereka.
"Tapi, cantik juga penampilan loe hari ini," kata Aldi setelah melihat Keyra dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Kamu jangan mikir aneh-aneh ya. Aku laporin ke Bella," Keyra ketus
"Kita cabut," kata Reyo akhirnya
"Eh, kalian mau kemana?" tanya Keyra
"Udah, ikut aja," kata Nico
"Eh, Bi. Baju aku udah kering?" tanya Keyra pada pembantu Reyo yang kebetulan lewat.
"Belum mbak. Masih basah semua. Permisi, mbak."
"Udah, pake baju itu, napa?" kata Aldi
"Aku nggak ikut."
"Udah deh Key, ikut aja. PD aja kali," kata Bagas
Reyo pun menarik lengan Keyra.
"Reyo, aku nggak mau ikut."
"Udah diem!"
__ADS_1
Di dalam mobil.
"Kita mau kemana sih?" tanya Keyra
"Ke distro kita. Kamu belum pernah kan ke sana," kata Bagas
Meoong.. tiba-tiba kucing anggora Bagas yang ada di belakang mengeong.
"Ada kucing di sini?" tanya Keyra
"Wah lucu sekali. Punya siapa ini? Aku keluarkan dari kandangnya ya," kata Keyra
"Jangan Key," kata Bagas
"Punya kamu ya? Aku ingin menggendongnya."
"Ya udah ambil aja," kata Anji
"Hati-hati megangnya," Bagas terlihat cemas
Hari ini ramai banget, parkiran pun penuh. Akhirnya Bagas memarkirkan mobil jauh dari distro. Setelah mobil terparkir, mereka pun segera turun.
"Lucu banget kucing kamu, Gas. Beli dimana?" kata Keyra menggendong kucing itu.
"Hadiah dari nyokap."
"Siapa namanya?"
"Baggo."
"Baggo?"
"Singkatan dari Bagas Anggora," sela Aldi
Keyra pun tertawa dan menimang-nimang kucing itu. Gemas.
"Lihat Baggo, sepertinya papa kamu cemas banget tuh," goda Keyra sambil berlari kecil.
"Papa?? Hati-hati Key!" Bagas mengejar Keyra
"Dasar anak kecil," kata Reyo
Tiba-tiba Keyra menabrak seorang gadis tinggi semampai yang baru keluar dari distro.
"Sorry mbak, aku nggak sengaja," kata Keyra sambil mengambilkan barang bawaan gadis itu yang terjatuh.
"Reyo?" gadis itu pun langsung menghampiri Reyo dan memeluknya.
"Apa kabar kalian?" lanjutnya
'Sial, aku nggak dianggap. Tapi siapa cewek itu? Pacar Reyo??' Keyra bertanya-tanya.
"Siapa gadis ini? Pacar kamu Rey?" tanya cewek itu yang menyadari Keyra berdiri di samping Reyo.
"Masa selera kamu berubah sih Rey? Masa kamu suka sama anak SMP?" lanjutnya
"Mbak kalo ngomong dijaga ya mbak. Emang aku terlihat kayak anak SMP?" Keyra kesal
"Irene lebih baik kamu segera pergi dari sini!" Reyo ketus
"Irene Samirla??" Keyra ragu
"Kok kamu tau namaku?" tanya Irene menatap Keyra.
Nico pun langsung menarik lengan Keyra dan masuk ke distro diikuti lainnya.
"Sekarang kamu lebih baik pulang," kata Reyo yang masih berdiri bersama Irene.
"Siapa dia?" tanya Irene
__ADS_1
"Bukan urusanmu. Pulanglah," Reyo meninggalkan Irene dan segera masuk ke distro.
"Mantan kamu?" tanya Keyra setelah Reyo duduk di sampingnya.
"Bukan urusanmu," Reyo ketus
"Aku cuma nanya. Apakah dia Irene Samirla yang juga mantan Kak Kevin?"
"Kok kamu tahu?" kata Bagas keceplosan.
"Jadi bener dia Irene yang itu? Yang udah bikin kak Kevin menderita waktu itu?"
"Udah lah Key, ngapain ngurusin masa lalu," kata Aldi
"Bentar.. Jadi, kamu yang pernah nonjok kak Kevin waktu SMA cuma gara-gara cewek itu?" tuding Keyra pada Reyo.
"Dulu kak Kevin pernah cerita..." lanjutnya
"Udah lah mending kamu diem," sela Reyo
"Cewek kayak gitu diperebutin. Apa untungnya? Dasar cewek matre," kata Keyra lirih
"Aku mau liat ke sana dulu," kata Keyra akhirnya.
Keyra pun melihat-lihat pakaian yang menggantung di dekat pintu masuk. Keren juga O-I-S punya usaha sendiri. Desainnya juga keren pikir Keyra.
Bosan melihat-lihat, Keyra pun ngobrol dengan cewek penjaga kasir. Di tengah-tengah obrolan mereka, tiba-tiba datang seorang ibu muda yang ingin membayar belanjaannya dan menyapa Keyra.
”Pegawai baru ya mbak?" kata ibu itu
"Bukan bu," Keyra langsung klarifikasi
"O bagus deh kalo gitu. Soalnya mbak ini cantik banget, nggak pantes kalo jadi pelayan sini. Kayaknya cocok berpasangan dengan salah satu pemilik distro ini,” ibu itu terang-terangan.
"Ibu bisa aja," Keyra sedikit malu
"Permisi mbak, saya duluan," kata ibu itu yang kemudian pergi.
"Iya Key ibu itu benar. Kalo aku liat sih kamu tu cocok sama mas Reyo," kata penjaga kasir
"Ngomong apa sih kamu," kata Keyra lirih
"Bener lho. Eh bentar ya ada pengunjung yang mau membayar."
Penjaga kasir sedang melayani pengunjung yang membayar, sementara Keyra berdiri di sebelahnya dan menoleh ke belakang ke arah Reyo yang tengah ngobrol dengan O-I-S lainnya.
'Reyo, sebenarnya kamu tu baik dan keren. Tapi kenapa sih kamu terkadang begitu kasar sama aku' pikir Keyra.
"Kakak yang waktu itu memberiku lollipop kan?" tiba-tiba anak laki-laki kecil mengagetkan Keyra.
"Eh, kamu."
"Kemana sepatu rodanya, kak?"
"Lagi di rumah, sayang," Keyra mengelus rambut anak itu.
"Kakak terlihat cantik. Eh kak, kenalin ini kakak aku," kata anak itu memperkenalkan kakak laki-lakinya.
Keduanya pun bersalaman. 'Cakep juga hehe' pikir Keyra
"Aku berharap kalian bisa pacaran, anak itu cengengesan." Keyra kaget
"Sayang, kamu masih kecil. Jadi jangan ngomong seperti itu lagi ya," kata Keyra lirih
"Maafkan dia. Sekarang kita pulang dulu yuk," ajak kakak pada anak itu.
"Oke deh. Kak, aku pulang dulu ya. Sampai ketemu lagi," anak itu mencium pipi Keyra.
"Hati-hati. Sampai jumpa," Keyra tersenyum geli melihat tingkah anak itu.
__ADS_1