
Di pagi yang cerah, Deru menghubungi Keyra.
Keyra yang masih tertidur langsung terbangun dan mengangkat ponselnya.
"Good morning, yah," sapa Keyra yang masih mengantuk.
"Anak ayah baru bangun ya."
"Hehe iya yah."
"Gimana di sana? kamu suka?"
"Suka banget yah. Ternyata Bali itu indah banget. Keyra senang. O iya Keyra ketemu Abel yah."
"Abel? Sahabat kamu di Singapura dulu?"
"Iya yah. Ternyata dia teman dekat Bagas. Nggak nyangka Keyra bisa ketemu dia lagi. Dia juga titip salam ke ayah."
"Sampaikan salam rindu ke dia ya."
"Pasti Keyra sampaiin yah."
"Ya udah kalo gitu, kamu baik-baik ya disana. Salam buat teman-teman kamu. O iya, cepetan mandi entar nggak kelihatan cantiknya dari sini lho," Deru tersenyum
"Ayah bisa aja. Oke deh. Da ayah..."
Setelah mematikan ponselnya, Keyra bergegas ke kamar mandi karena dia tak melihat Tania di sampingnya.
'Kenapa Tania tak membangunkan ku' pikirnya.
Tak lama kemudian, Keyra keluar dari kamar mandi.
"Aaaa...." Keyra teriak ketika mendapati Reyo yang terlihat mencari sesuatu di tas Tania.
"Apa yang kamu lakukan disini! Cepat keluar!" teriak Keyra lagi yang hanya memakai handuk untuk menutup tubuhnya.
"....." Reyo bengong
"Cepat keluar!" Keyra menarik lengan Reyo
Reyo pun akhirnya keluar.
Teman-teman lainnya segera datang mendengar teriakan Keyra.
Mereka pun tertawa ketika melihat Reyo berdiri mematung di depan pintu kamar Keyra.
"Puas!! Ketawain aja!" Reyo bergegas meninggalkan teman-teman dan merekapun mengikuti Reyo.
Dan kemudian duduk di ruang tengah.
"Sorry, Rey," kata Tania yang memang menyuruh Reyo mengambilkan kamera di tasnya.
"Lain kali aku nggak mau kamu suruh!" ketus Reyo
"Sorry, sorry..."
Tiba-tiba Keyra datang dengan muka cemberut.
Sambil duduk, dia menatap Reyo.
"Lain kali ketuk pintu dulu! Jangan asal nyelonong! Untung aku nggak telanjang! Emang kamunya aja ya yang mau ngintip!" Keyra kesal
__ADS_1
"Ih siapa yang mau ngintip kamu! Body aja nggak ada bagus-bagusnya." Keyra melotot
"Udah udah. Sorry Key. Aku memang tadi yang menyuruh Reyo untuk ngambilin kamera yang tertinggal di tas aku. Aku nggak tau kalo kamu sudah bangun," sesal Tania
"Jadi kamu yang nyuruh dia ngambil kamera kamu. Tumben mau disuruh-suruh. Atau jangan-jangan memang mau ngapa-ngapain aku," tuding Keyra
"Jaga mulutmu itu. Kalo memang aku mau ngapa-ngapain kamu, aku harus berpikir seribu kali lipat. Ngerti!!!" tegas Reyo
"Udah makan dulu yuk nanti keburu dingin," kata Sarah akhirnya
Hari menjelang sore.
Sarah dan Bella yang habis pergi jalan-jalan menghampiri teman-teman lainnya yang lagi santai menikmati pantai.
"Hei," sapa Sarah
"Darimana aja? Apa itu?" tanya Keyra yang melihat Bella membawa kotak kardus.
"Ini gaun dan sepatu untuk kamu. Malam ini ada acara. Yuk aku dandanin," kata Bella
"Gaun?"
"Iya. Malam ini O-I-S diundang ke acara resmi. Jadi harus berpakaian resmi. Aku, Sarah dan Bella sudah membawa gaun dari rumah. Jadi, yang dibawa Bella itu buat kamu," jelas Tania
"Aku nggak mau."
"Keyra, hanya malam ini kok. Kamu pasti terbiasa," kata Sarah
"Udah aku bilang, aku nggak mau! Aku disini aja."
"Keyra, mana mungkin kita ninggalin kamu sendirian di sini?" kata Bagas
"Kok bengong, Key. Yuk kita dandan sekarang," ajak Tania
"Tapi aku...." Keyra gelisah.
"Udah, yuk..." Bella pun menarik lengan Keyra.
Sesampainya di kamar, Bella segera mendandani Keyra.
Tania dan Sarah juga berdandan. Tak lama kemudian wajah Keyra yang dipoles akhirnya selesai.
Tania yang sudah selesai berdandan segera membantu Keyra memakai gaun.
"Wow cantik Keyra," kata Tania setelah gaun terpasang di tubuh Keyra.
"Sudahlah PD aja, kamu cantik kok pakai itu," kata Sarah
"Tapi aku..."
Dan akhirnya mereka berempat selesai merias diri masing-masing.
"Udah yuk. Yang lainnya udah pada nunggu," kata Bella
Merekapun langsung keluar dari kamar dan menghampiri O-I-S yang telah menunggu cukup lama.
O-I-S pun tercengang melihat Keyra yang berdiri diantara lainnya. Memakai gaun warna merah marun dan sepatu cewek warna sepadan dengan rambut terurai dan memakai jepit merah. Keyra terlihat anggun.
"Wah cantik banget kamu Key, terlihat anggun," kata Bagas kagum
"Keyra senyum donk. Dari tadi diem aja. Nggak biasanya deh," kata Tania
__ADS_1
"Kamu akan terbiasa kok, Key. Kamu memang lebih anggun memakai gaun," puji Sarah
'Apa aku cerita aja semuanya ke mereka? Tapi aku tak mau mengingat-ingat itu lagi' Keyra terlihat gelisah.
"Kok malah bengong," Aldi mengagetkan Keyra
"Eh enggak," jawab Keyra singkat
"Yuk kita berangkat sekarang. Nanti telat lho," kata Anji
Merekapun menuju sebuah hotel mewah, tempat acara digelar.
Di sini banyak undangan yang hadir. Terlihat seperti orang-orang kelas atas. Sesampainya di sana, mereka segera bergabung dengan para undangan.
'Wah.. mewah banget tempat ini,' Keyra tersenyum lebar setelah sempat berdiam diri sebelumnya.
Acara dimulai. Pesta dansa pun digelar. Acara semakin romantis dan meriah.
"Reyo, ajak donk Keyra dansa," kata Sarah
"Apa?? Aku nggak bisa dansa," Keyra mengelak
"Yuk aku ajarin. Ayo.." Bagas menarik Keyra di tengah-tengah para tamu.
Bella tertawa ketika melihat Bagas dan Keyra. Bagas malah mengajarkan Keyra tari salsa. Padahal musik terdengar slow.
"Mending kamu samperin tu anak, Rey, sebelum malu-maluin," kata Aldi
Reyo terdiam. Lama-lama dia geram melihat tingkah Bagas dan Keyra.
Akhirnya Reyo menghampiri keduanya dan menarik Keyra.
Reyo pun berdansa dengan Keyra. Merekapun saling pandang. Menikmati alunan musik dansa.
Malam pun semakin meriah. Pesta dansa pun usai, berganti dengan jamuan makan malam.
Reyo dan Keyra menghampiri sahabat-sahabatnya yang sudah dulu berada di meja makan.
"Nah ini mereka baru datang. Pasangan dansa terfavorit malam ini," Bagas cengengesan
"Sialan kamu," kata Reyo duduk di sebelah Nico.
"Kayaknya lagi menikmati sekali ya kalian berdua," goda Aldi
"Udah. Sini Key, kita makan dulu," ajak Tania
Ketika Keyra hendak duduk di sebelah Tania tiba-tiba...
"Keyra Putri Domaja," panggil seseorang di belakang Keyra.
Keyra segera membalikkan badannya seakan tak asing dengan suara yang memanggilnya.
"Jack!!??" Keyra kaget
"Semakin cantik saja kamu memakai gaun itu Key," seseorang tinggi dan tampan yang bernama Jack itu tersenyum lebar melihat Keyra dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"E... Maaf anda temannya Keyra?" tanya Bagas penasaran
"Lebih dari teman," jawabnya singkat
...❤...
__ADS_1