Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 52


__ADS_3

Dua mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. Di hari weekend ini memang ramai sekali. Setelah sampai di tempat tujuan, Bagas tercengang.


"Ngapain ke taman hiburan kayak gini?" tanya Bagas


Sarah, Bella, dan Abel yang memang sudah berada di sana sejak tadi, menghampiri Keyra dan O-I-S.


"Hai apa kabar kalian?" tanya Anji


"Kita baik. Yuk jalan-jalan," kata Abel


"Sudah lama kita nggak naik wahana permainan di sini. Yuk, perlu dicoba," kata Aldi bersemangat.


"Ngapain sih ke sini? Memang Keenan sudah bisa naik roller coaster," kata Bagas


"Bukan Keenan yang naik, tapi kita," Abel menarik lengan Bagas.


"TIDAK!!!"


Yang lainpun tertawa melihat raut wajah Bagas yang terlihat ketakutan dengan wahana roller coaster itu.


Anji, Aldi, Bagas, Sarah, Bella, dan Abel mencoba berbagai wahana yang ada di salah satu tempat hiburan, sementara Keenan yang ada dalam gendongan Keyra, Reyo, dan Nico hanya berkeliling melihat keramaian sekitar.


"Tania sibuk ya?" tanya Keyra pada Nico.


"Iya. Ada pesanan strawberry cake katanya," jawab Nico.


"Ya sudah yuk ke sana. Keenan kayaknya senang di sana," kata Keyra menunjuk wahana kuda putar.


Benar saja, Keenan tertawa ketika melihat kuda putar. Warna-warni lampu yang begitu gemerlap. Kuda yang berputar-putar menambah Keenan semangat. Sepertinya Keenan mau naik wahana itu. Akhirnya Keyra mengajak Keenan juga Reyo naik wahana tersebut.


"Reyo, ayo kita naik," ajak Keyra


"Aku? Naik ini? Jangan gila kamu," kata Reyo


"Ayolah, demi Keenan," Keyra menarik lengan Reyo.


"Nico yuk naik," ajak Keyra pada Nico.


"Aku di sini saja. Akan ku abadikan moment ini," Nico meraih handphone dari sakunya.


"Oh. Oke," kata Keyra


Mereka bertiga pun naik wahana kuda putar. Terlihat Keenan dalam gendongan Keyra tertawa senang. Reyo terlihat cuek. Tak lupa Nico mengabadikan mereka bertiga dengan menggunakan handphone miliknya. Tiba-tiba tawa Nico berubah menjadi wajah yang memendam kemarahan ketika melihat sesosok yang begitu dia kenal. Keyra dan Reyo yang mengetahui itu juga melihat ke arah yang di pandang Nico. Keyra tersentak. Tania dan Erwin bak sepasang kekasih.


Kuda putar pun berhenti. Nico segera menghampiri yang telah membuatnya naik darah. Tapi Reyo segera mencegahnya.


"Reyo! Lepaskan!" Nico memberontak.

__ADS_1


"Tenang Nico. Kita cari tempat lain," kata Keyra


"Apa aku bisa tenang melihat mereka di sini?" tanya Nico geram.


"Aku pernah berada di posisimu. Kendalikan dirimu," bisik Reyo lirih di telinga Nico.


Mereka pun menepi sambil menunggu yang lainnya.


"Kita tunggu yang lainnya di sini," kata Keyra


Beberapa menit kemudian tiba-tiba anak panah menancap di tembok sebelah Nico. Keyra menjerit. Reyo langsung menutup mulut Keyra agar tak terdengar pengunjung lain. Nico dan Reyo memandang di sekitar mereka berdiri tetapi tidak ada siapapun yang bermain busur panah.


"Apa ini!!" kata Nico geram


"Apa ini orang suruhan Erwin!!" Nico menerka-nerka.


"Jangan asal nuduh Nico. Mungkin hanya kebetulan," kata Keyra


"Kebetulan? Bahkan kemarin terdengar suara pistol di dekatku. Sekarang anak panah menancap tepat di dekatku juga. Apa dia berencana akan membunuuhku?" Nico menatap tajam Reyo.


Reyo terdiam.


"Biar Keenan aku gendong," kata Reyo akhirnya dan mengambil alih Keenan dari gendongan Keyra.


Anji, Aldi, Bagas, Sarah, Bella, dan Abel menghampiri Reyo, Keyra, Nico dan juga Keenan.


"Yuk kita pulang," kata Reyo


"Kenapa muka kamu begitu Gas?" tanya Keyra pada Bagas yang begitu pucat karena menaiki berbagai wahana yang memacu adrenalin.


"Puas kamu!!" kata Bagas yang memegang pelipis matanya.


"Yuk kita pulang," Abel menarik lengan Bagas.


Mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Yang terjadi hari ini, tentang anak panah hanya Keyra, Reyo, dan Nico yang tau. Mereka tidak menceritakan yang terjadi pada sahabat yang lainnya.


Rumah Keyra


Reyo menghentikan mobilnya di depan rumah Keyra. Setelah mobil terparkir, Reyo segera membukakan pintu untuk Keyra. Keenan tertidur pulas di pangkuan Keyra.


"Malam ini, Keenan biarkan tidur di sini," kata Reyo


"Di sini?" tanya Keyra


"Ya, apa yang dibutuhkan Keenan sudah aku persiapkan."


"Baiklah. Aku bawa Keenan masuk dulu."

__ADS_1


Keyra segera membawa Keenan masuk ke kamar. Reyo juga membawakan barang-barang yang dibutuhkan Keenan.


"Makasih ya," kata Keyra setelah membawa Keenan ke kamar dan membuatkan minum untuk Reyo.


"Untuk apa?" tanya Reyo


"Sudah menjaga dan menyayangi Keenan."


"Dia anakku. Jadi wajar kan?"


'Aku tak pernah menyangka Reyo begitu sangat menyayangi Keenan. Padahal Keenan bukan darah dagingnya. Dulu, aku pikir dia akan selalu kasar pada anak kecil. Ternyata semuanya berubah' pikir Keyra


"Kok bengong?" tanya Reyo mengagetkan Keyra


"Eh. Enggak."


"Keyra."


"Hah?"


"Apakah kamu masih membenciku?" tanya Reyo menatap Keyra tajam.


Keyra jadi salah tingkah.


'Kenapa sih selalu saja bertanya seperti itu. Aku tuh... '


"Baiklah. Aku akan pulang," Reyo mengacak rambut Keyra pelan.


"Besok pagi Keenan akan kujemput."


Reyo bergegas untuk pergi.


"Reyo!" panggil Keyra


Reyo membalikkan badannya.


"Ada apa?" tanya Reyo


"E...." Keyra terlihat bingung.


Reyo pun seakan mengerti dan memahami isi hati Keyra. Reyo mencoba merentangkan kedua tangannya. Keyra pun tak bisa berkata apa-apa. Keyra segera menghampiri Reyo dan masuk dalam pelukan Reyo. Reyo memeluk Keyra dengan erat. Pelukan yang selama ini mereka rindukan.


'Aku sangat kangen kamu, Reyo!' pikir Keyra


Tak bisa dipungkiri, memang keduanya masih menyimpan rasa yang sama. Dan di malam ini, mereka tumpahkan rasa itu bersama-sama. Ditemani bintang-bintang yang menghiasi langit malam ini.


...❤...

__ADS_1


__ADS_2