Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 49


__ADS_3

Setelah kekacauan terjadi dan sedikit tenang, Keyra bersiap untuk pergi ke kampus dan bekerja. Keyra memakai baju kerja seperti kemarin. Rambut yang tadi berantakan, kini lebih terurai rapi. Dengan jepit hitam menambah manis Keyra.


Semua menatap Keyra.


"Kenapa? Aku terlihat cantik?" Keyra tersenyum melihat mereka yang seakan terpesona padanya.


Semua memalingkan wajahnya.


"Yuk, antar aku ke kampus," Keyra melenggang pergi diikuti O-I-S.


Kampus


"Keyra, kita mau tanya? Kamu bekerja sebagai apa disana?" tanya Bagas penasaran.


"Asisten pribadi pak Erwin," jawab Keyra santai.


"Hah!!!" kata O-I-S bersamaan


"Apaan sih kalian ini?"


"Bukannya dia sudah punya...." kata Bagas


"Jangan kecentilan," potong Reyo


"Siapa yang kecentilan!! Selalu berpikir seperti itu," kata Keyra kesal.


"Aku mau turun. Nanti nggak usah dijemput," Keyra turun dari mobil O-I-S dan berlalu.


...❤...


Hari berganti hari. Tak terasa sudah hampir satu bulan Keyra bekerja di perusahaan. Di sisi lain O-I-S telah menyelesaikan skripsinya dan tinggal menunggu wisuda.


Distro O-I-S


Hari ini, Tania mengajak O-I-S ke rumah Keyra.


"Yuk ke rumah Keyra," kata Tania


"Ngapain? Tumben sekali kamu," kata Bagas


"Kangen aja."


"Biasanya juga ketemu," kata Nico


"Akhir-akhir ini aku jarang bertemu Keyra. Sudah satu minggu dia absen kuliah," Tania terlihat cemas.


"Apa??" kata O-I-S bersamaan


"Aku khawatir terjadi apa-apa sama dia. Keyra juga jarang angkat telphone aku," Tania tertunduk sedih.


"Oke kita ke sana sekarang," kata Anji


Sesampainya di rumah Keyra. Terlihat om Deru duduk di teras depan. Seperti biasanya. Wajahnya terlihat murung. Menunggu kedatangan anak tunggalnya. Ini tidak pertama kali, sebelum-sebelumnya Deru juga menunggu Keyra pulang kerja di teras.


Tania langsung menyapa dan memeluk Deru ketika sampai di sana.


"Malam om," Tania memeluk erat Deru.


"Malam semuanya."


Nico sempat berpikir, ada apa dengan kekasihnya akhir-akhir ini? Seperti ada yang berbeda. Apakah ada yang disembunyikan dari Tania?


Aldi menepuk pundak Nico. Nico terkejut dan tersadar dari lamunannya.


"Keyra belum pulang om?" tanya Tania


"Belum. Sudah satu bulan Keyra kerja sampai malam hari. Om khawatir," Deru tertunduk sedih.

__ADS_1


Tania menghela napas. Dia seakan marah terhadap sahabatnya itu.


"Om tenang saja. Biar Tania yang bicara sama Keyra," kata Tania


"Hey Tania. Memang apa yang ingin kamu sampaikan ke Keyra?" tanya Bagas


"Sekarang om masuk dulu ya. Istirahat dulu. Biar kita yang menunggu Keyra," kata Tania tanpa menghiraukan pertanyaan Bagas.


"Tapi Tania..."


"Tania nggak mau om sakit."


Akhirnya Deru menuruti permintaan Tania. Dia pun masuk ke kamarnya dan beristirahat sejenak.


Terlihat Tania sedang memainkan handphonenya. Raut mukanya seakan marah dan kesal. Semua terdiam melihat keanehan Tania. Hanya melirik Nico yang seakan sedang memikirkan ini.


"Kamu menghubungi siapa?" tanya Nico akhirnya.


"Bukan siapa-siapa."


"Apakah ada masalah?"


"Nggak."


"Tania!!" bentak Nico


"Apa!!" suara Tania tak kalah keras


"Siapa yang kamu hubungi. Berikan handphone kamu!!"


"Enggak!!"


Tania memejamkan mata. Berusaha meredam emosinya. Tak berapa lama Keyra datang. Keyra mendekati lainnya diikuti Erwin.


"Maaf Keyra pulang terlambat. Apa kabar kalian O-I-S?" tanya Erwin


"Kita baik. Pulanglah," kata Bagas sedikit mengusir.


Erwin yang berada di sebelah Tania membisikkan sesuatu ke telinga Tania.


"Ini semua belum berakhir Tania," kata Erwin lirih dan berlalu.


Berlalunya Erwin.


"Keyra, Aku ingin bicara," kata Tania


"Oke," Keyra pun duduk diikuti lainnya.


"Apakah setiap hari kamu pulang jam segini?" tanya Tania pelan.


"Kenapa sih pertanyaannya selalu seperti itu?"


"Keyra sadar dong Key. Kamu bekerja selarut ini. Apa kamu nggak kasihan sama ayah kamu?"


"Kamu kenapa Tania? Nggak biasanya."


"Key berhentilah bekerja."


"Apa maksud kamu Tania. Kamu nggak berhak melarangku."


"Untuk ini aku berhak melarang mu!!" bentak Tania


Nico memegang lengan Tania. Memberikan ketenangan pada Tania.


"Tenanglah Tania. Kita bisa bicarakan ini baik-baik," kata Anji akhirnya.


Tania menghela napas panjang. Entah kenapa emosi selalu bergejolak di dalam hatinya.

__ADS_1


"Maaf kan aku Keyra. Aku tak bermaksud untuk membentakmu," kata Tania pelan


"Apakah ada masalah yang kamu sembunyikan dari kita?" tanya Nico


"Sekarang yang aku khawatirkan kamu, Keyra," kata Tania


"Tania kamu nggak perlu mengkhawatirkan aku."


"Kamu terlalu polos Keyra. Aku tau Erwin itu gimana," kata Tania akhirnya.


Semua menatap tajam Tania.


"Erwin?? Kamu tau tentang Erwin?" tanya Bagas


"Maksud aku, kalian pasti tau Erwin kan? Dari awal juga kalian pasti kaget Keyra bekerja di sana kan?" Tania balik bertanya.


"Sebenarnya kalian ngomongin apa sih? Memang salah aku bekerja di sana?" tanya Keyra


"Salah!!" kata Tania keras


"Tania, mending kita bahas ini besok. Ini sudah malam," kata Reyo


"Tapi Rey..."


"Kita pulang," Nico menarik lengan Tania pelan dan menuju mobil.


"Kamu istirahatlah," kata Reyo pada Keyra.


Keyra mengangguk pelan. O-I-S dan Tania pun berlalu.


Setelah mengantar Tania pulang, O-I-S menuju ke apartemen Reyo. Masalah ini harus segera ditangani. Sebenarnya mereka ingin mengajak Tania karena mereka curiga Tania tau tentang Erwin. Tetapi malam semakin larut, mereka tak mungkin mengajak Tania.


Sesampainya di apartemen Reyo.


"Kenapa semua jadi rumit?" kata Bagas


"Ada hubungan apa Tania dan Erwin?" tanya Aldi


Nico menatap tajam ke arah Aldi.


"Sorry maksud gue, Tania lebih cerdas dibandingkan Keyra. Tania seakan tau bahwa Erwin cuma memanfaatkan Keyra," lanjut Aldi


"Apakah Tania tak pernah bercerita tentang masa lalunya?" tanya Anji


Nico hanya menggelengkan kepalanya.


"Oke untuk sekarang kita harus jauh lebih hati-hati," kata Anji akhirnya.


Keesokan harinya, setelah pulang kuliah, Keyra langsung menuju perusahaan. Tetapi sebelum masuk ke ruangan, Keyra tidak sengaja mendengar percakapan Erwin dan Dion (asisten pribadi asli Erwin) di ruangan Dion.


"Bagaimana dengan Keyra?" tanya Dion


"Dia terlalu manis untuk masuk ke rencana ku," Erwin tertawa


"Kau ini pintar sekali memanfaatkan anak kecil," Dion tersenyum


"Mau sampai kapan?" lanjut Dion


"Sampai Perusahaan R jatuh ke tanganku," kata Erwin sinis


Keyra yang mendengar itu langsung menangis dan segera menuju kamar mandi.


Air matanya tumpah seketika. Kenapa dari awal dia tak mendengar para sahabatnya? Kenapa dia tak memikirkan ayahnya yang setiap hari menunggu kepulangannya di malam hari?


Kenapa aku jadi sebodoh ini? Kenapa aku hanya mementingkan diriku sendiri? Apa yang sebenarnya telah direncanakan Erwin? Dia ingin menguasai Perusahaan R? Perusahaan milik keluarga Reyo.


Keyra segera menghapus air matanya.

__ADS_1


"Oke. Aku akan menghadapi ini semua," kata Keyra lirih


Keyra segera memasuki ruangan. Di sana telah ada Erwin yang sibuk dengan laptopnya.


__ADS_2