
Semua sahabat Keyra menatap Keyra tajam. Keyra hanya diam mematung tanpa kata.
Anji yang mengetahui kalau Keyra seakan membendung air matanya, segera berdiri dan mencoba berbicara dengan Jack.
“Maaf. Sebaiknya anda pergi dan temui Keyra lain waktu," kata Anji
“Kamu mengusirku?"
“Bukannya begitu, tapi...."
“Cukup Jack!!" teriak Keyra
“Aku tidak ingin melihatmu lagi," Keyra mendekati Jack
Para sahabat Keyra langsung berdiri.
Takut sesuatu terjadi pada Keyra, Reyo pun langsung mendekati Keyra dan berada di sampingnya.
"Apakah dia kekasihmu?" tanya Jack yang melirik Reyo.
"Itu bukan urusanmu!" Keyra ketus
"Aku mohon sekarang kamu pergilah," lanjut Keyra
“Oke... Tapi hubungan kita belum putus dan tidak akan pernah putus Keyra," tegas Jack
"Mulai detik ini kita PUTUS," Keyra mempertegas
"Key..."
"Cukup! Sekarang tolong anda pergi dari sini," kata Reyo pada Jack
Akhirnya Jack pergi dari tempat makan mereka.
Semua kembali duduk di tempat masing-masing.
Suasana kembali hening. Semua tanpa kata. Hanya lirikan mata mereka saling beradu.
Sesekali melihat Keyra yang tengah menenangkan pikirannya.
"Key... Kamu nggak papa?" tanya Tania yang merasa khawatir pada sahabatnya itu.
"Nggak papa," kata Keyra berusaha tersenyum
“E... Gas aku mau minta nomor Abel donk. Kemarin kayaknya nggak tersimpan," kata Keyra pada Bagas
"Oke."
"Aku mau ke toilet sebentar ya," kata Keyra setelah mendapatkan nomor Abel dari Bagas.
"Aku temenin Keyra," pinta Tania merasa cemas.
"Nggak usah Tania. Kamu di sini aja," kata Keyra
"Ya udah hati-hati ya Key," kata Tania yang merasa khawatir
Di toilet
Keyra segera menghubungi Abel. Keyra tampak gugup.
"Hallo..."
"Abel ini aku, Keyra."
"Hey Keyra. Apa kabar?"
"Kurang baik Bel," kata Keyra lemas
"Kok gitu. Bukannya kamu sama sahabat-sahabat kamu sedang menghadiri acara di Hotel AAA? Bagas ngasih tau aku.”
"Iya sih. Tapi aku bertemu Jack di sini."
"Apa!!!" Abel kaget
"..."
"Kamu nggak papa Key," lanjut Abel
"..."
__ADS_1
"Oke kamu tenang ya. Nggak usah takut. Banyak sahabat-sahabat kamu yang melindungi kamu Key," lanjut Abel lagi
"Iya Bel. Makasih ya. Sebenarnya aku ingin...."
Tut..Tut..Tut...(Sambungan terputus)
"Hallo Keyra??Hallo?"
'Yah low bat lagi. Ya udah deh mending aku segera kembali. Mereka sudah lama menungguku,' gumam Keyra
Hari semakin gelap, acara pun berakhir meriah. Keyra segera kembali bergabung dengan sahabat-sahabatnya.
Tetapi di tengah-tengah jalannya, dia dihadang oleh Jack. Dia tersentak kaget. Wajahnya berubah pucat.
“Jack???"
"Ya. Sudah lama aku menunggumu di sini," kata Jack
“Tolong kamu pergilah."
”Aku kangen sama kamu Keyra. Aku ingin kamu kembali."
”Kita udah nggak ada hubungan apa-apa lagi! Ngerti kamu!" Keyra pun hendak pergi.
Tapi Jack menahannya.
"Lepaskan," kata Keyra lirih
"Tidak akan."
Jack menarik Keyra dan menutup mulutnya hingga memasuki kamar hotel yang ditempatinya.
Tidak ada orang satupun di sana karena semua fokus pada acara. Jack dengan leluasa menarik paksa Keyra.
"Cukup Jack!" Keyra berontak setelah sampai kamar hotel.
"Key, aku ingin kamu mengerti. Aku sangat mencintaimu," Jack mendekati Keyra
"Apa yang akan kamu lakukan!" teriak Keyra
Disisi lain, teman-teman menunggu Keyra cukup lama.
"Kita berpencar cari Keyra," kata Anji akhirnya
Merekapun berpencar mencari Keyra.
Tak lama kemudian mereka berkumpul kembali. Tapi hasilnya nihil. Mereka tak menemukan Keyra.
"Coba kita telfon Abel. Terakhir, Keyra minta nomornya," Bagas langsung menekan nomor Abel.
"Hallo Abel."
"Iya Bagas, ada apa?"
"Em, aku cuma mau tanya. Apakah Keyra tadi menelponmu?"
"Iya Gas. Emang kenapa?? Apa sesuatu terjadi pada Keyra?? Tadi tiba-tiba Hpnya mati," Abel panik.
“Kamu tenang dulu Bel. Memang saat ini kita sedang mencari Keyra."
“Apa!!! Keyra hilang???" Abel terkejut.
"Gas, tolong cari Keyra sampai ketemu. Aku nggak mau Keyra dibawa Jack," Abel mulai menangis.
"Apa maksudmu?? Kamu kenal Jack??" Bagas panik.
Yang lainnya pun ikut panik dan mendekati Bagas. Bagas menekan Loudspeker agar yang lain ikut mendengar.
"Aku tidak mengenalnya. Tapi aku tau siapa Jack Aspirin."
"Gas, temukan Keyra malam ini juga," lanjut Abel.
“Oke. Kamu tenanglah,” kata Bagas akhirnya dan menutup telephon.
Tanpa pikir panjang Reyo segera bergegas ke ruang resepsionis diikuti lainnya yang menunggu di lobby.
"Adakah tamu hotel yang menginap disini bernama Jack Aspirin?" tanya Reyo pada resepsionis.
"Maaf anda siapanya ya?"
__ADS_1
"Saya kakaknya," Reyo berbohong.
"Sebentar," resepsionis mengecek tamu yang menginap di laptop
"Jack Aspirin di kamar 212," katanya lagi
"Oke. Terima kasih."
Reyo langsung menuju lift diikuti lainnya. Semua harap-harap cemas tanpa kata.
Di depan kamar 212, mereka mendengar pertengkaran.
"Itu suara Keyra," kata Tania panik.
"Aku mohon biarkan aku pergi!!" suara Keyra meninggi.
"Aku sekarang lebih sadar kalo kamu tu sebenarnya sangat cantik," Jack yang setengah mabuk itu berusaha mencium Keyra.
"Lepaskan Jack!!" Keyra berontak
Suara Keyra yang keras membuat Anji segera mengetuk pintu kamar.
Tok..Tok..Tok...
Jack pun membuka pintu itu tanpa mengenakan atasan. Pintu pun terbuka.
"Siapa kalian? Mengganggu waktuku saja!" kata Jack marah.
Tanpa memperdulikan pertanyaan itu, Anji langsung memasuki kamar diikuti lainnya.
Mereka kaget ketika melihat Keyra duduk di atas tempat tidur sambil menangis ketakutan.
Tania, Sarah dan Bella segera menghampiri Keyra. Melihat hal itu, Reyo spontan memukuli Jack.
Nico, Anji, Aldi dan Bagas pun ikut memukulnya hingga babak belur. Setelah Jack tak berdaya, merekapun segera membawa Keyra menjauh dari kamar itu.
"Awas kamu Keyra! Aku akan dapatkan kamu kembali!!" teriak Jack dari balik pintu.
Di villa
Di tempat tidurnya, Keyra sangat ketakutan. Dia selalu menutup kedua telinganya.
Teman-temannya yang melihat itu sangat khawatir.
”Keyra, Jangan takut. Ada kita disini," kata Tania lembut.
”Jangan sebut dia lagi!" teriak Keyra sambil menutup kedua telinganya.
”Ya udah Key, ganti baju dulu yuk. Aku mohon kalian semua keluar ya. Biar Keyra ganti baju," kata Tania
Semuanya pun keluar dan menunggu di ruang tengah.
”Keyra, cerita donk sama aku," kata Tania setelah Keyra selesai mengganti pakaiannya.
”Tania, aku ingin sendiri saat ini," kata Keyra yang sudah mulai tenang.
”Ya udah kalo gitu, aku keluar ya."
Tania menghampiri teman-temannya.
”Gimana? Dia udah cerita?" tanya Reyo.
“Belum. Katanya dia ingin sendiri saat ini.”
”Seharusnya aku bunuh cowok itu tadi," Bagas geram.
"Tania, apakah dia selama ini nggak pernah cerita apapun ke kamu?" tanya Anji
“Dia nggak pernah cerita soal pacarnya. Setiap aku tanya pasti dia mengalihkan pembicaraan. Ya aku kira dia cuma ada hubungan spesial sama kak Kevin waktu itu."
"Berarti hanya Abel yang tau tentang cerita Keyra," kata Bagas.
...❤...
Visual Tokoh
__ADS_1