
Hari berganti hari. Tak terasa O-I-S akan menyelesaikan kuliahnya. Reyo, Nico, Anji, Aldi dan Bagas mengerjakan skripsi bersama-sama.
Di malam hari di rumah Reyo, terlihat geng O-I-S mengerjakan skripsi sekaligus bergantian menjaga Keenan. Meskipun ada baby sister, tapi mereka mencoba terjun langsung merawat Keenan. (Keren juga mereka).
Tiga hari berturut-turut, mereka begadang mengerjakan tugasnya sekaligus menjaga Keenan. Tak lupa, canda tawa selalu menghiasi hari-hari mereka. Menambah semangat dan keceriaan.
Dan di hari ketiga malam hari, Keenan menangis dan agak rewel sampai malam hari. Entah mengapa. Tetapi badannya tidak panas. Akhirnya mereka menghubungi Keyra.
Keyra dijemput sopir pribadi Reyo. Akhirnya tak lama Keyra datang ke rumah Reyo.
"Mana Keenan?" tanya Keyra setelah sampai di ruang tengah.
"Dia tidur," kata Reyo
"Terus ngapain aku disini?"
"Bantu jaga lah," kata Aldi
"Kan kalian bisa menjaganya selama ini."
"Hello... Kita butuh seorang cewek di sini," kata Bagas
"Cewek kalian kan bisa."
"Loe kenapa sih. Sensitif banget hari ini," kata Aldi
"Keenan agak rewel hari ini. Siapa tau dia butuh kamu," kata Anji
"Akhir-akhir ini kamu kemana? Keenan mungkin kangen tuh," kata Nico
"Apalagi dia," kata Bagas menunjuk Reyo
Reyo melotot.
"Aku lagi debat sama dosen," Keyra menghela napas.
"Kita yang skripsi, kenapa jadi loe yang debat?" tanya Aldi
"Aku ingin ikut program akselerasi," kata Keyra
"Mata kuliah satu semester aja belum kelar semua. Mau ikut akselerasi," Bagas tertawa
"Aku nggak bodoh kayak kamu ya."
"O gue tau. Ingin skripsi bareng kita. Lulus. Terus nikah ma Reyo," Aldi tertawa
Reyo melotot.
"Apaan sih. Aku cuma ingin segera menyelesaikan kuliah dan fokus kerja. Lagian aku sudah diterima bekerja," kata Keyra
Semua menatap Keyra.
"Meskipun aku masih dibolehin meneruskan kuliah," lanjut Keyra
"Diterima kerja? Dimana?" tanya Bagas
"Golden Group."
O-I-S saling tatap. Mereka tampak berpikir, kok bisa perusahaan itu memperkerjakan karyawan yang sedang kuliah.
"Perusahaan baru, yang pernah kita datangi waktu pembukaan," lanjut Keyra
__ADS_1
"Sejak kapan kamu bekerja di sana?" tanya Reyo
"Mulai senin depan."
"Keyra, Keyra, kok nggak bilang sih sama kita dulu," kata Bagas
"Emang harus ya semua yang aku lakukan minta ijin dulu ke kalian."
"Ya seenggaknya kita tau lah siapa dan bagaimana pemimpin perusahaan itu," kata Aldi
"Pak Erwin baik kok. Jadi kalian jangan negatif thinking ya."
"Tapi Key..." kata Bagas
"Oke kalau kamu mau bekerja di sana," potong Reyo
"Selamat dan semoga betah di sana," lanjut Reyo
Tiba-tiba Keenan menangis. Mendengar Keenan menangis, Keyra langsung menuju ke kamar Keenan.
"Kok bisa dia bekerja di sana. Perasaanku jadi nggak enak deh," kata Bagas setelah Keyra berlalu.
"Kita ikuti saja permainan Erwin," Reyo mengepalkan jari-jarinya.
"Wah bakal ada saingan nih sama CEO tampan nan berwibawa," Aldi tertawa
"Sialan kamu!!"
Akhirnya O-I-S menuju ruangan di lantai dua untuk melanjutkan skripsi mereka. Sementara Keyra bermain dengan Keenan, karena Keenan terbangun dari tidurnya.
Hari semakin larut, tak terasa O-I-S telah menyelesaikan tugasnya.
"Akhirnya...." Bagas menghela napas
"Aku ke kamar Keenan dulu," Reyo bergegas ke kamar Keenan.
"Ya ampun Keenan, kamu bermain sendiri?" kata Reyo sesampainya di kamar Keenan.
Terlihat Keyra sedang tidur di sebelah Keenan. Keenan bermain bantal kecil miliknya. Lucu sekali. Sungguh imut wajah bayi itu.
"Dasar cewek bodoh. Disuruh jaga malah dia yang tidur," Reyo menggendong Keenan dan mengajaknya keluar kamar.
"Mana Keyra?" tanya Anji
"Tidur."
"Bisa-bisanya dia tidur saat jaga anak," Aldi tertawa.
"Mungkin dia kecapean," kata Anji
Nico datang membawa teh. Melihat Keenan masih belum tidur, Nico mengambil alih untuk menggendong Keenan.
"Apa rencana loe selanjutnya tentang Erwin?" tanya Aldi pada Reyo.
"Kalian tetap awasi Keyra. Aku nggak mau terjadi sesuatu sama dia," kata Reyo.
"Kalau Keyra jatuh hati pada CEO tampan itu gimana?" goda Bagas
"Bisa nggak kamu hapus kata tampan di depanku!"
Semua tertawa kecil.
__ADS_1
"Reyo, Reyo, lagian hubungan loe ma Keyra aja nggak jelas," kata Aldi
"Bagaimanapun hubungan kita, aku yakin Keyra masih mencintaiku. Meskipun dia gengsi tak mau menyatakannya."
"Dan ingat, aku nggak akan melepaskan Keyra," lanjut Reyo
"Kalau gitu buruan ke kamar Keenan. Mumpung Keyra di sini," kata Bagas
"Ngapain?" tanya Reyo
"Tancap gas pol..." Aldi tertawa diikuti lainnya.
"Sialan kamu!!"
Setelah semua meminum teh hangat buatan Nico, Reyo mengambil alih Keenan dalam gendongan Nico.
"Kalian pulanglah," kata Reyo
"Ngusir lagi nih," kata Bagas
"Keenan mau tidur. Dia terganggu gara-gara kalian."
"Jangan lupa Keyra ada di dalam. Dan jangan buru-buru, pelan-pelan saja," Aldi tertawa lepas.
Yang lain pun ikut tertawa.
"CEPAT PULANG SANA!!"
Setelah semua pulang, Reyo segera meminta baby sister untuk membuatkan susu hangat untuk Keenan.
Waktu menunjukkan pukul 02.00 WIB. Reyo memberikan susu untuk Keenan, meskipun dia sangat mengantuk, tapi ditepisnya. Sampai Keenan benar-benar tertidur. Akhirnya Keenan pun tertidur pulas dalam gendongan Reyo.
Reyo segera meletakkan Keenan di ranjang baby. Tetapi Keenan terlihat tak nyaman. Dia pun menangis.
"Kenapa sih kamu menangis terus Keenan. Papa sudah ngantuk nih. Merepotkan!!"
Reyo pun menggendong Keenan kembali. Dilihatnya Keyra yang tertidur pulas. Mau membangunkannya tapi Reyo tak tega. Akhirnya Reyo menidurkan Keenan kembali sampai tertidur.
"Apa kamu mau tidur dekat Keyra, hem," kata Reyo pelan.
Reyo meletakkan Keenan di samping Keyra. Melihat Keenan sudah tenang. Akhirnya Reyo juga tertidur di samping Keenan karena rasa kantuk yang teramat sangat.
Mereka bertiga pun tertidur pulas di satu ranjang di gelapnya malam yang sunyi.
...❤...
Pagi hari bersinar terang. Reyo terbangun dari tidurnya. Tangannya seakan menahan beban berat. Dilihatnya kepala Keyra bersandar di lengannya. Keenan sudah tidak berada diantara mereka. Mungkin sudah bangun dan bermain bersama mbak Ina, baby sister.
Reyo ingin membangunkan Keyra, tetapi diurungkan nya. Dilihatnya wajah imut Keyra yang sedang tertidur membuat Reyo tersenyum lebar.
Tak beberapa lama, Keyra terbangun dari tidurnya. Keyra terkejut melihat Reyo di sampingnya. Keyra ingin berteriak kencang. Tetapi Reyo segera membungkam mulut Keyra dengan telapak tangannya.
"Jangan berisik," kata Reyo dan segera melepaskan tangannya dari mulut Keyra.
"Kenapa kamu di sini? Mau nyari kesempatan?"
"Tuh lihat. Lengan aku kram gara-gara kamu!"
Keyra yang melihat kepalanya bersandar di lengan Reyo langsung menarik kepalanya dan ambil posisi duduk.
"Semalam Keenan nangis. Kamu malah enak-enakan tidur," kata Reyo
__ADS_1
"Sorry aku ngantuk," jawab Keyra
"Cepat mandi. Aku antar kamu pulang," kata Reyo akhirnya.