
Meskipun sekarang tempat itu menjadi tempat umum gara-gara Keyra memasang tulisan itu, tapi mereka juga sering ke sana pas lagi sepi dan tak ada siapa-siapa.
Sampai base camp.
"Ini semua karena Keyra. Kita nggak ada markas untuk kumpul sendiri," kata Bagas asal
"Kok jadi nyalahin aku. Bagus donk mereka semua jadi bisa menikmati tempat ini. Lagian nggak setiap hari ramai," jawab Keyra
"Udah ah kalian ini. Eh ngomong-ngomong mana Anji?" tanya Tania
"Lagi kencan ma Sarah," jawab Nico asal
"Lagi merencanakan pernikahan kali?" sela Keyra
"Sok tau kamu," kata Bagas
"Entahlah."
Keyra mendekati Reyo yang sedari tadi diam.
"Kenapa diam aja dari tadi?" tanya Keyra
"Apa harus aku teriak-teriak juga."
"Ya enggak juga. Setidaknya ngobrol kek. Apa ada masalah?" tanya Keyra pelan
Reyo menatap Keyra dan menggelengkan kepalanya pelan.
"Terus..."
"Bisa nggak kamu diam?"
"Ya nggak bisalah. Kalo aku diam, kamu diam, terus yang ngobrol siapa?? Setan?"
"Heh kamu ngatain kita setan? Hah!!" kata Bagas yang merasa tersindir karena dari tadi dia ngobrol terus sama Aldi.
"Ih kenapa jadi kamu yang marah," kata Keyra santai
"Awas kamu Keyra."
Nico dan Tania hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabat-sahabatnya itu.
"Ya ampun.... Aku lupa menjemput Abel," kata Bagas tiba-tiba.
"Abel? Memang dia ke sini?" tanya Keyra
"Iya sekitar dua minggu dia ada di sini. Ada urusan katanya."
"Yuk antar aku menjemputnya. Udah satu jam nih. Dia pasti menungguku," lanjut Bagas panik
"What! Satu jam?? Kenapa baru bilang sekarang," kata Keyra kesal
Mereka segera menuju bandara. Setelah sampai di bandara, terlihat Abel duduk di kursi cafe sambil menikmati teh hangat. Dilihatnya jam yang melingkar di tangannya.
"Abel!!!" teriak Keyra
"Hey Keyra apa kabar kamu?"
"Baik. Kenapa nggak bilang aku sih kalo mau ke sini. Kalo bilang sama aku nggak mungkin nunggu selama ini," sindir Keyra pada Bagas.
Bagas melotot.
"Hey semuanya apa kabar juga?" sapa Abel pada semuanya.
"Kita baik Bel," kata Tania mewakili lainnya
"Yuk," ajak Keyra meninggalkan bandara
Bagas yang ingin memeluk Abel pun mengurungkan niatnya, karena Keyra dengan cepat menarik lengan Abel.
"Reyo, cewek kamu tu bener-bener ngeselin," kata Bagas pada Reyo.
Reyo hanya tersenyum kecil.
Sebelum mengantar Abel ke apartemen kakaknya, mereka meluangkan waktu untuk makan siang di restoran Veenta.
__ADS_1
...❤...
Hari berganti dengan hari. Evans yang sebentar lagi akan pulang ke Amerika berniat meluangkan waktu seharian mengajak Keyra jalan-jalan bersamanya.
Hari sabtu, Evans menjemput Keyra ke rumahnya.
"Permisi, Keyra ada om?" tanya Evans pada Deru yang terlihat membersihkan kursi tamu.
"Ada. Em.. Ada perlu apa kamu sama Keyra?"
"Maaf om saya Evans, partner kerja Reyo di Amerika. Sebelum saya kembali ke Amerika, saya berniat mengajak jalan-jalan Keyra."
"Sebentar saya panggilkan Keyra," Deru pun menuju kamar Keyra.
Kamar Keyra
"Keyra," panggil Deru
"Iya ayah. Ada apa?"
"Ada tamu. Evans."
"Hah. Ngapain dia ke sini?"
"Apa kamu mengenalnya?"
"Dia partner kerja Reyo yah."
"Kamu tak pernah cerita ke ayah?"
"Oh iya Keyra sampai lupa yah. Terlalu sibuk," Keyra cengengesan.
"Sibuk apa kamu? Ya sudah kamu temui dulu," kata Deru akhirnya.
Ruang tamu
"Hey Vans, ada apa?"
"Aku mau mengajakmu jalan-jalan sebelum aku pulang ke Amerika."
"Hah??"
"Em... "
'Aduh gimana nih? Kenapa dia tiba-tiba mengajakku sih. Apa aku bilang ke Reyo dulu ya?' pikir Keyra
"Kok bengong? Aku sudah bilang ke Reyo."
'Hah? Emang Reyo mengijinkan aku pergi dengan Evans?' pikir Keyra
"Yuk," ajak Evans akhirnya
"Eh iya," Keyra pun mengambil sepatu rodanya tetapi Evans mencegahnya.
"Nggak perlu sepatu roda bisa?" tanya Evans
"Belum terbiasa Vans," Keyra tersenyum
"Lama-lama juga terbiasa kok. Yuk," Evans menarik tangan Keyra.
"Eh."
Mereka pun pamit pada Deru dan segera berlalu.
Taman kota
Evans menepikan mobilnya di sebelah penjual bubur ayam.
"Yuk kita sarapan dulu," ajak Evans
"Wah bubur ayam!! Aku sudah lama tidak memakannya," kata Keyra senang.
Evans pun memesan dua piring bubur ayam dan dua es jeruk. Setelah pesanan datang, mereka langsung menyantap bubur ayam itu hingga habis tak tersisa.
"Gimana? Enak?" tanya Evans tersenyum melihat Keyra yang dengan lahapnya memakan bubur ayam itu.
__ADS_1
"Enak sekali. Makasih Vans."
Setelah sarapan, mereka jalan-jalan sebentar mengelilingi taman kota. Taman kota terlihat begitu sejuk karena adanya pepohonan.
Banyak pengunjung yang berolahraga di sana. Ada anak-anak hingga orang tua berkumpul di sana menikmati teriknya matahari yang begitu hangat.
Keyra dan Evans duduk di salah satu bangku taman.
"Capek ya nggak pakai sepatu roda?" tanya Evans
"Hehe, enggak juga kok," Keyra tersenyum
"Emang sejak kapan kamu pakai sepatu roda?"
"Sejak kecil. Aku tu emang suka pakai sepatu roda. Merasa cepat aja jalannya," Keyra tertawa
"Bisa aja kamu."
Setelah puas mengelilingi taman kota, Evans mengajak Keyra pergi ke mall.
"Capek ya?" tanya Evans di dalam mobil
"Enggak juga kok."
"Beneran nggak papa nih?"
"Nggak papa Vans. Lagian kalo di rumah saja juga suntuk."
Mall
Mall begitu ramai pengunjung. Keyra dan Evans menyusuri mall itu.
Setelah lelah berjalan-jalan, akhirnya jam makan siang pun tiba. Evans mengajak Keyra makan di food court.
Di sisi lain, O-I-S, Tania, dan Abel juga berada di mall yang sama. Mereka selesai mengunjungi cabang distro O-I-S yang berada di mall tersebut.
Tak sengaja Abel melihat Keyra.
"Bukannya itu Keyra?" tanya Abel pada yang lainnya.
Mereka pun menatap Keyra yang sedang menyantap makan siang bersama Evans.
Reyo mengepalkan jari-jarinya. Menahan emosi yang sedang berkecamuk di hatinya.
"Biar aku samperin," kata Abel
"Tidak usah!" kata Reyo tegas
"Kita pulang sekarang!!" lanjut Reyo
"Tapi Rey..."
Bagas pun menarik tangan Abel.
Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan ke distro O-I-S.
Dalam perjalanan mereka semua diam seribu bahasa. Hanya pikiran yang bergelut. Terlebih Abel yang tidak tau menahu soal kedekatan Keyra dan Evans.
Distro O-I-S
"Siapa cowok yang bersama Keyra?" tanya Abel memberanikan diri bertanya pada Reyo.
"Evans namanya. Teman kerja Reyo di Amerika," jawab Bagas
"Tapi kenapa Keyra bisa bersamanya??" Abel semakin geram.
"Dan kamu nggak marah Keyra pergi dengannya, Rey??" lanjut Abel
"Atau jangan-jangan ada niat buruk Evans pada Keyra?" Abel semakin penasaran.
"Diam kamu!!" bentak Reyo
"Seenggaknya kamu cerita ke kita Rey. Sebenarnya apa masalahmu sama Evans?" tanya Anji
"Aku akan menghubungi Keyra," kata Abel tak sabar.
__ADS_1
"Kok nggak aktif??" kata Abel yang sudah menghubungi Keyra berkali-kali.
...❤...