Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 32


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu. Sekarang usia kehamilan Kirani memasuki 7 bulan.


Hari ini Keyra akan menyempatkan diri membantu Kevin dan Kirani belanja kebutuhan si baby K.


Dan di hari ini juga, Keyra mengajak Reyo menemani Kevin dan Kirani berbelanja kebutuhan tersebut di mall.


Kedai teh


"Yuk Rey, anterin aku ke rumah kak Kevin," kata Keyra yang sudah siap tampil cantik tanpa sepatu roda.


"Mana sepatu roda kamu? Lupa?" tanya Reyo melihat penampilan Keyra yang dinilainya semakin cantik.


"Hari ini aku nggak pake deh. Ingin sedikit berbeda aja," Keyra tersenyum manis.


"Yuk," lanjutnya


"Kemana?"


"Ke rumah kak Kevin. Kemarin aku janjian mau bantuin belanja kebutuhan baby K di mall."


"Emang nggak bisa belanja sendiri apa!"


"Ya ampun Rey, aku pengen banget nemenin mereka. Ada kak Kirani juga kok, jadi kita double date hehehe. Ya.. ya...," Keyra memeluk lengan Reyo.


"Oke, tapi ada syaratnya."


"Ada syaratnya segala Rey. Memang apa syaratnya?"


"Hem," Reyo menunjuk pipinya berkali-kali.


"Malu Rey. Nanti kalo ada ayah gimana?"


"Ya udah aku nggak mau nganterin kamu."


"Iya iya."


Keyra mencium pipi Reyo.


"Ehem," suara Deru mengagetkan Keyra.


"AYAH," Keyra melotot


Reyo tampak tenang.


"Mau kemana?" tanya Deru


"E... Mau ke rumah kak Kevin yah," kata Keyra yang masih kaget setengah malu karena ketahuan ayahnya mencium Reyo.


"Kita mau nganterin Kevin dan Kirani belanja kebutuhan babynya," lanjut Reyo yang tampak biasa saja.


"Oke deh kalo gitu. Hati-hati ya," kata Deru


"Permisi om."


"Dah ayah," Keyra langsung menarik lengan Reyo.


"Hahaha," Reyo tertawa di dalam mobil.


"Apaan sih Rey."


"Kayak kepiting rebus kamu."


"Puas kamu!!"


"Hahaha."


"Sialan kamu Rey!!" Keyra mencubit lengan Reyo keras.


"Aauuww."


Reyo pun mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi ke rumah Kevin. Sesampainya di rumah Kevin, mereka pun langsung menuju mall.


Mall


"Terima kasih ya kalian sudah mau mengantarkan kita ke sini," kata Kirani


"Nggak papa kak. Lagian kita juga senang bisa belanja kebutuhannya baby K."


Di baby shop merekapun memilih-milih keperluan yang dibutuhkan seorang baby. Mulai dari tempat tidur baby, kereta dorong baby, baju, bedak, minyak, dll.


"Ih ini lucu deh," Keyra tersenyum memegang salah satu baju baby.


"Mana muat di kamu," kata Reyo asal


"Ih. Ini buat baby bukan untukku," Keyra sebal

__ADS_1


"Mana? Oh iya aku ambil ya," kata Kirani akhirnya.


"Kalo nanti kalian sudah nikah pasti juga sibuk cari keperluan baby," kata Kevin


"Tapi kita kan belum nikah kak, hehehe," Keyra cengengesan.


"Makanya buruan minta calon mu untuk segera menikahi mu," Kevin tersenyum melirik Reyo.


Reyo memalingkan muka.


"Yuk habis ini kita makan yuk. Laper," kata Kirani


"Oke bumil," kata Keyra


Mereka berempat pun menyantap makanan ayam panggang yang ada di food court. Karena Kirani mengidam ayam panggang, semua jadi ikut menyantap ayam panggang.


"Gimana kak makanannya? Enak?" tanya Keyra


"Enak banget Key. Terus kita kemana lagi ya?"


"Emang kak Kirani nggak capek?"


"Enggak. Kan udah makan. Lagian baby K pasti kuat," kata Kirani tersenyum sambil mengelus perutnya yang sudah tampak menonjol.


"Yuk. Nggak papa kan Rey?" tanya Keyra pada Reyo dengan menenteng belanjaan baju baby itu.


Tempat tidur baby dan kereta dorong memang sudah dipesan dan dipaketkan.


"Hem," kata Reyo singkat


Mereka pun lanjut mengelilingi mall.


"Aku ingin ke game zone Vin," rengek Kirani


"Apa nggak capek kamu," Kevin merasa cemas


"Tapi aku ingin," kata Kirani sambil mengelus perutnya.


"Oke deh, yuk."


Sebelum sampai game zone tiba-tiba seorang ibu-ibu terlihat berjalan dengan tergesa-gesa.


Dan BRUUKK!!!!


"Eh mbak kalo jalan lihat-lihat ya," kata ibu itu


"Hah," Keyra bengong


"Bukannya ibu yang menabrak kekasih saya," Reyo membela Keyra.


Ibu itu melihat Keyra.


"Oh kamu yang pake sepatu roda dulu, iya? Kemana sepatu rodanya mbak? Udah dibuang?" Ibu itu nyerocos.


Reyo mengepalkan jari-jarinya.


"Maaf bu," Keyra tertunduk


"Nah gitu. Makanya kalo jalan itu minggir jangan di tengah," Ibu itu langsung pergi.


"Eh," Keyra bengong.


"Sialan tu orang," kata Reyo geram


"Ya udah yuk kita main aja," ajak Kevin akhirnya.


Mereka pun akhirnya masuk ke game zone. Berbagai permainan dicoba Keyra, Kevin, dan Kirani. Mereka terlihat sangat bahagia. Hanya Reyo yang cuma jadi penonton sambil menenteng belanjaan.


'Kayak anak kecil aja!' pikirnya


"Ayo Reyo kita tanding," ajak Kevin


"Hah!"


"Tanding basket."


"..."


"Ayo Reyo, demi baby K," kata Kirani tersenyum


"Siapa yang lebih hebat. Ayah baby K, atau omnya baby K," lanjut Kirani


"Ayo Rey," ajak Keyra


"Ini demi baby K ya."

__ADS_1


"Oke."


Akhirnya Reyo dan Kevin bertanding Basket. Di sini Reyo lebih jago dibandingkan Kevin. Keyra bertepuk tangan riang.


"Yeeyy!!" kata Keyra bersemangat


"Ayo kak Kevin jangan mau kalah sama Reyo!" Keyra memberi semangat Kevin.


Setelah lama bertanding Basket, akhirnya Kevin menyerah.


"Udah ah aku nyerah. Aku tak sehebat Reyo," kata Kevin ngos-ngosan.


"Ih payah kamu. Tapi kamu juga hebat kok Vin sudah menuruti semua keinginan baby kita. Makasih ya sayang," Kirani memeluk mesra Kevin.


"Iya sama-sama sayang. Karena hari sudah mulai sore, yuk kita pulang," kata Kevin akhirnya.


Mereka berempat kembali pulang. Sebelum pulang, Kevin mengajak semuanya makan malam di restoran nya.


Setelah itu Kevin dan Kirani diantarkan pulang oleh Reyo dan Keyra.


"Makasih ya Rey, seharian ini kamu mengantarkan aku jalan," kata Keyra


"..."


"Makasih juga sudah mengantarkan kak Kevin dan kak Kirani belanja."


"..."


"Kok selalu diam sih Rey?"


"Lagi fokus nyetir," kata Reyo


Reyo pun memegang tangan Keyra dan menciumnya.


"Eh," Keyra bengong


"Inikan lampu merah Rey."


"O jadi kamu ingin lebih lama lagi," kata Reyo yang siap-siap menginjak gas mobil karena lampu hijau mau menyala.


"Bukannya gitu."


Setelah lampu hijau menyala, Reyo menginjak gas itu dengan kecepatan tinggi.


"Reyo!!!" teriak Keyra


Sesampainya di depan rumah Keyra. Reyo melepaskan sabuk pengaman Keyra. Kemudian memegang tangan Keyra yang dingin.


"Apalagi sih Rey?" tanya Keyra terlihat deg-degan.


"Kita lanjut yang tadi."


Keyra menggelengkan kepalanya.


Keyra berusaha menjauhi Reyo. Tapi Reyo semakin menggenggam tangan Keyra dengan erat.


Keyra menutup mulutnya dengan menggunakan tangan satunya. Tapi Reyo segera menepisnya.


"Kamu menolakku?" Reyo semakin mendekatkan wajahnya.


"Bukan begitu, tapi..." Keyra terlihat gugup.


Keyra masih menggelengkan kepalanya. Reyo semakin gemas melihatnya.


Akhirnya mereka pun berciuman. Lama...


Tiba-tiba..


Tok.. tok.. tok..


Ciuman itu terlepas. Keyra tampak gugup.


"Ayah!!!"


"Nggak masuk dulu Rey?"


"Langsung aja om. Sudah malam," Reyo tampak tenang setelah membuka kaca mobil.


Keyra turun dari mobil.


'Untung kaca mobil gelap. Kalo enggak bisa dibunuh ayah kamu Rey' pikir Keyra


"Ya sudah hati-hati ya Rey," kata Deru


"Makasih om," Reyo melajukan mobilnya dengan kecepatan normal.

__ADS_1


__ADS_2