
Hari Senin, Keyra memulai aktivitas dengan bangun pagi sekali. Ya, karena Keyra hari ini bekerja di sebuah perusahaan untuk pertama kali.
Dengan memakai tanktop ditutup blazer dan celana panjang, menambah anggun Keyra. Rambut Keyra yang mulai panjang pun dibiarkan terurai.
Untuk sepatu, Keyra menanggalkan sepatu rodanya. Ya jelas saja donk, kan sekarang dia sudah bekerja. Mana mungkin harus memakai sepatu roda. Keyra memilih memakai flat shoes karena kelihatan mudah, simpel dan nyaman dipakai. Keyra juga belum terbiasa kalau harus memakai high heels. Dan nggak mungkin kalau bekerja menggunakan high heels, pikir Keyra. Membutuhkan waktu lama untuk memikirkan itu.
Keyra memasuki perusahaan. Semua menatap padanya. Keyra bingung harus bagaimana, karena di kanan kiri pintu masuk berjejer sebagian karyawan-karyawati seperti mau menyambut kedatangan tamu.
'Ini perusahaan atau resepsi pernikahan sih' pikir Keyra
"Karyawan baru ya? Ayo lekas berbaris keburu CEO datang," kata karyawan lain
Tak beberapa lama, mobil CEO itu datang dan pemimpin perusahaan itu bergegas memasuki ruangan. Semua menyambutnya dengan senyuman. Kecuali Keyra yang hanya bengong menatap CEO itu. Entah menatap ketampanannya atau berpikir 'Memang harus, pemimpin disambut kayak gini?'
CEO itu melirik ke arah Keyra. Dan seakan paham dengan gadis yang di liriknya itu. Dia kemudian bergegas menuju lift diikuti pengawalnya.
Keyra tersadar, ia pun mengikuti CEO dan dua pengawalnya. Keyra ingin berbicara pada CEO itu karena dia belum tau harus bekerja di bagian mana. Dari awal memang Keyra tidak diberi tahu bekerja sebagai apa. Hanya diterima di perusahaan itu aja. (Kok bisa?)
Sampai di depan lift.
"Pegawai baru? Tolong jangan satu lift dengan pak Erwin. Dia pemimpin di sini," kata salah satu pengawal pada Keyra.
'Sombong bener. Emang karyawan nggak boleh satu lift dengan pemimpinnya?' pikir Keyra.
Keyra mundur satu langkah dari tempat berdirinya.
"Biarkan dia masuk," kata CEO yang diketahui bernama Erwin itu.
Keyra tersenyum lebar seakan mengejek pada pengawal itu. Pengawal itu hanya terdiam.
'Kok tumben? Emang siapa gadis itu? Apa pacar pak Erwin?' pikir pengawal itu.
Memang selama ini Erwin terkenal tampan dan cool. Para wanita mengaguminya. Banyak juga beberapa wanita cantik nan seksi mendekatinya. Tetapi semua ditolak Erwin. Dia seakan anti pada wanita.
Pintu lift terbuka.
Erwin dan dua pengawalnya memasuki lift. Tak ketinggalan Keyra juga ikut masuk lift.
Setelah turun lift, Erwin bergegas ke ruangannya.
"E.. Pak Erwin," panggil Keyra
"Ya," Erwin terus berjalan
"Saya ingin bicara dengan anda," kata Keyra mengikuti langkah Erwin.
Sesampainya di depan ruangan. Sekretaris menyambut kedatangan CEO itu dan melirik ke arah Keyra.
"Oke. Tinggalkan kami," kata Erwin pada dua pengawalnya.
Erwin memasuki ruangan diikuti Keyra. Ruangan yang sangat luas dan nyaman. Aroma yang refresh menambah semangat untuk bekerja.
"Silahkan duduk," kata Erwin
"Baik pak."
"Kamu sudah tau akan bekerja di bagian apa?" tanya Erwin
"Belum tau pak. Makanya saya tadi ingin bicara sama bapak."
__ADS_1
Erwin tersenyum lebar mendengar kata bapak.
"Jangan panggil saya bapak. Memang saya sudah tua," kata Erwin
"Terus saya panggil apa dong. Saya kan bawahan anda?"
"Panggil saja Win."
Keyra tampak berpikir.
"Oh iya pak. Eh Win..."
"Oke mulai hari ini kamu akan bekerja sebagai asisten pribadi saya," kata Erwin menatap tajam Keyra.
"Hah?" Keyra terbengong.
Erwin menghubungi nomor Keyra. Keyra mengambil handphone dari sakunya.
"Itu nomor saya. Bila sewaktu-waktu saya panggil, kamu harus datang," kata Erwin.
"Kamu boleh meninggalkan perusahaan kalau ada jadwal kuliah kamu. Selebihnya kamu akan tetap di sini."
"Itu ruangan kamu," tunjuk Erwin
Ruangan itu terletak satu ruangan dengan Erwin, hanya lemari kaca sebagai pembatasnya.
Hari ini pun Keyra memulai bekerja.
Di rumah Keyra
Jam menunjukkan pukul 21.00 WIB. Deru dan O-I-S menunggu Keyra pulang kerja di teras depan rumah. Mereka menjadi khawatir pada Keyra.
"Tenang saja om. Keyra pasti baik-baik saja," kata Anji menenangkan Deru.
"Iya om tenang saja. Sebentar lagi juga pulang om," kata Bagas
Tak berapa lama, sebuah mobil sedan hitam terparkir di halaman rumah Keyra. Keyra mendekati ayahnya dan O-I-S diikuti Erwin.
"Maaf saya terlambat mengantar Keyra," kata Erwin
O-I-S menatap tajam Erwin.
"Kalau begitu saya mohon pamit om," kata Erwin
"Ya," jawab Deru singkat
"Terima kasih," kata Keyra
Erwin telah berlalu. Keyra menyalami Deru. Menatap O-I-S tanpa kata.
"Keyra istirahat dulu yah," Keyra masuk ke dalam rumah.
"Maafkan Keyra," kata Deru setelah Keyra masuk rumah.
"Nggak papa om. Biarkan dia istirahat. Dia terlihat sangat lelah," kata Nico
"Besok pagi kita jemput dia," kata Reyo akhirnya.
Keesokan pagi.
__ADS_1
O-I-S sudah berada di rumah Keyra.
"Pagi om," sapa Aldi
"Pagi semuanya. Om mau ke kedai dulu. Kalau kalian mau sarapan silahkan ambil di meja."
"Keyra masih tidur," Deru akan pergi meninggalkan O-I-S.
"Hah??? Masih tidur om? Jam berapa ini?" kata Bagas melihat jam di tangannya. Pukul 07.00 WIB.
"Kayaknya ada jadwal kuliah nanti. Titip Keyra ya," kata Deru
"Baik om," kata Anji
"Sialan Keyra. Giliran kita yang bersiap-siap dari pagi-pagi sekali, eh dia malah tidur. Menyebalkan sekali," Bagas menggerutu.
"Mending kita makan dulu. Gue lapar," kata Aldi
"Boleh juga. Yuk kita makan. Kita habiskan saja masakan om Deru biar Keyra tau rasa," kata Bagas
Mereka pun menuju meja makan. Beberapa menu masakan sudah tersaji di meja. Sayur asem, tahu goreng, tempe goreng, ayam goreng dan sambal.
"Apa ini?" tanya Bagas
"Coba dulu. Pasti masakan om Deru enak," kata Nico
"Reyo, cepat kamu bangunkan Keyra," kata Aldi
"Kok aku?"
"Apa mau gue yang bangunin dia," Aldi tersenyum nakal.
Reyo menatap tajam Aldi dan bergegas ke kamar Keyra.
Sebenarnya Reyo nggak tega membangunkan Keyra. Tapi apa boleh buat. Reyo mengambil handphone miliknya dan menghidupkan alarmnya. Alarm dengan nada dering paling keras.
Alarm itu didekatkan pas di telinga Keyra. Keyra terbangun. Dia terkejut ada sesosok Reyo didekatnya. Dan...
"AAAAA..."
"Ngapain kamu di sini? Ini kamar cewek!! Keluar!!" Keyra memukul Reyo menggunakan bantal yang dibawanya.
"Keluar!! Siapa yang ngizinin kamu masuk sembarangan!!"
Keyra terhenti ketika melihat O-I-S lain sudah berada di ruang makan.
"Hey, hey, siapa yang ngizinin kalian makan di sini!! Keluar semua!! Keluar!!"
"Tenang tenang. Keluarlah kamu dari mimpi buruk!!" Bagas menyiram sedikit air minum ke arah Keyra.
Semua terdiam.
"BAGAS!!!!" teriak Keyra
Semua menutup telinga masing-masing.
Contoh visual baju kerja Keyra
__ADS_1