Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 7


__ADS_3

Keyra segera menengok ke luar jendela karena tiba-tiba air matanya menetes dan kemudian diusapnya.


Bagas yang sedikit menengok ke arahnya pun tau.


”E.. Kita bahas masalah lain ya," kata Bagas yang sedikit membuat Keyra lega.


”O iya. Aku... belum tau nama kalian masing... masing," kata Keyra lirih


”Loe belum tau nama kita? Kemana aja loe?" tanya Aldi


“Udah tau sih. Tapi aku kan nggak tau yang mana orangnya," Keyra terlihat polos


”Oke aku kasih tau," kata Anji


”Depan kamu itu Reyo, yang megang setir Bagas, aku Anji, belakang kamu Aldi, dan di sebelahnya Nico," Anji memperkenalkan teman-temannya.


Keyra melihat ke belakang.


”Kamu yang namanya Nico?" tanya Keyra


“Emangnya kenapa?" Nico balik bertanya


“Jangan-jangan kamu suka ya," ledek Bagas


”E, enggak. Tania cerita ke aku...”


“Jangan ikut campur urusanku," potong Nico


“Aku nggak ikut campur. Siapa tau aku bisa bantu hubungan kalian," kata Keyra yang sok akrab dengan mereka.


”Mending kamu diam dan kunci mulut kamu!" tegas Reyo


”Emang mulutku sama dengan mulutmu. Yang bisanya hanya diem dan sekali bicara, kayak orang sinting," balas Keyra


Reyo mengepalkan jari-jarinya.


”Udah Keyra, tolong jangan ribut dengan Reyo ya. Bentar lagi kita sampai kampus nih," kata Anji


”Sorry," kata Keyra pelan


Di kampus


Semua mata tertuju pada Keyra dan O-I-S. Apalagi terdengar desas desus tentang Keyra. Keyra pun jadi tak leluasa bergerak.


Tiba-tiba Keyra melihat Tania.


”Tania!" teriaknya


”Aku permisi dulu ya. Makasih tumpangannya," Keyra bergegas meninggalkan O-I-S dan melambaikan tangannya dari jauh ke mereka.


”Nggak sopan!" kata Reyo lirih


Keyra menghampiri Tania.


”Kamu terlihat dekat dengan O-I-S," Tania penasaran


Keyra akhirnya bercerita panjang lebar tentang kedekatannya dengan genk O-I-S. Tania pun paham.


Sore hari tiba. Selesai kuliah Keyra ingin segera pulang. Tapi di halaman kampus, nampak kak Kevin sedang menuntun sepedanya.


Keyra menghampirinya.


”Kak Kevin."


”Hey."


”Kenapa sepedanya kak? Bocor?" tanya Keyra


”Iya nih. Padahal tadi nggak papa. Tiba-tiba sekarang bocor."


”Mungkin ada yang jahilin kak Kevin tuh."


”Kayaknya sih cewek yang lagi berdiri di samping aku nih," Kevin melirik Keyra.

__ADS_1


Keyra pun meninju lengan Kevin.


”Lagian kenapa sih kak Kevin nggak bawa mobil sendiri. Ke kampus malah naik sepeda butut. Emang nggak malu?"


"Ngapain malu. Ini sama dengan olah raga kok. Kamu sendiri ngapain nggak malu pake sepatu roda. Kayak nggak punya kaki aja," ledek Kevin


Keyra menghampiri Kevin dan menggelitikinya hingga sepeda yang dituntunnya terjatuh.


"Keyra udah dong. Awas kamu ya."


Keyra menjauh dari Kevin dan tertawa.


"Ayo kejar!" katanya


”Awas kamu!" Kevin segera mengambil sepedanya dan mengejar Keyra.


”Haha... Sini!" Keyra berjalan mundur.


”Kenapa berhenti! Nggak berani ngejar aku!" lanjutnya


Ketika Keyra berbalik dan ingin menjauhi Kevin, ternyata O-I-S sudah berada di depan matanya bersama mobilnya.


”Cepat masuk mobil," kata Reyo


”Aku nggak ingin pulang dengan kalian. Aku mau mampir ke rumah kak Kevin dulu."


”Keyra. Pulanglah," kata Kevin menghampiri Keyra


”Aku mau menemani kak Kevin pulang. Sepeda kak Kevin kan bocor."


”Aku bisa pulang sendiri, Key."


”Tapi..."


”Keyra," Kevin menatap Keyra tajam.


”Pulanglah. Hari sudah sore," lanjutnya


Genk O-I-S masuk ke mobil diikuti Keyra. Mobil pun melaju.


”Kenapa sih kalian jemput aku," kata Keyra setelah menjauh dari kampus.


”Berangkat kita antar, pulang juga harus diantar," kata Bagas


”Harusnya kalian call me. Kasian kak Kevin pulang dengan sepeda bocornya."


”Apa mau kamu diturunkan di tengah jalan," kata Reyo


”Apa sih istimewanya Kevin loe itu," kata Aldi


”Dia itu baik. Nggak seperti kalian."


”Loe aja yang nganggep dia baik, padahal belum tau aslinya gimana," lanjut Aldi


”Apa maksud kamu! Aku tau, dia dulu....” Keyra tak melanjutkan kata-katanya.


”Dia kenapa?" tanya Aldi penasaran


”E... Enggak papa."


'Ya ampun kenapa aku jadi teringat lagi waktu itu' pikirnya.


”Kamu nggak papa Keyra?" tanya Anji yang tau kalo Keyra agak tak nyaman.


”Nggak papa kok."


*****..*****... HP Keyra berdering. Tania.


”Hallo Tania," kata Keyra lirih


”Lagi dimana?"


”Ini lagi perjalanan pulang. Emang kenapa?"

__ADS_1


”Aku ingin ke rumah kamu sekarang."


”Jangan sekarang!!" bentak Keyra


”E... Sorry Tania bukannya aku bermaksud bentak kamu," lanjut Keyra yang menyesal telah membentak Tania.


”Jangan teriak-teriak di dalam sini," kata Reyo


”Kamu lagi sama O-I-S?" tanya Tania


”Iya. Tapi masalahnya bukan mereka, Tan. Aku lagi tak enak badan, jadi kamu kapan-kapan ya ke rumah aku. Aku janji kamu boleh nginep kapan aja kok, tapi nggak sekarang. Sorry ya," kata Keyra lirih


”Iya nggak papa kok. Sorry ya udah ganggu. Semoga cepat membaik ya. Da.."


“Ya, thanks. Da.. "


“Kamu sakit?" tanya Anji


“E.. enggak. Aku.. ingin cepat sampai rumah."


Setelah mengantar Keyra pulang, O-I-S langsung kembali pulang menuju distro mereka.


Distro O-I-S


”Kayaknya ada yang disembunyikan Keyra deh," kata Bagas sambil meneguk jus jeruk.


”Iya. Tadi aku liat memang agak sedikit aneh sih," Anji mengigat tingkah Keyra.


”Apa ya yang dilakuin Kevin dulu?" Aldi tetap penasaran.


"Kenapa nggak tanya Kevin aja?" Bagas meneguk jus jeruknya lagi dengan cuek.


”Dasar bodoh! Pake otak kamu," bentak Reyo


”Kalian kan tau, kalo Om Deru kayaknya juga menyembunyikan sesuatu," kata Anji


"Dulu dia pernah mengalihkan pembicaraan kita waktu kita tanya kenapa tinggal di Singapura daripada di sini merawat kakek," lanjutnya


"Itu berarti dia belum siap cerita pada kita semua," kata Nico


”Iya juga sih. Gimana kalo dia nggak akan pernah cerita apapun ke kita?" kata Aldi


”Berarti itu masalah keluarga yang serius. Mungkin nggak bisa diceritakan ke siapapun. Dan kita nggak boleh memaksanya," jelas Anji


”Ya udah deh, mending kita bahas masalah lain. Gimana kalo bahas Bali? Aku pengen benget sampai di sana. Di pantai lari-lari. Ketemu bule. Maen selancar," cerocos Bagas.


Semuanya pun meninggalkan Bagas satu persatu.


”Eh kalian mau kemana? Aku belum selesai bicara. Eh tunggu..."


...❤...


Hari berganti hari. Masalah yang ada, telah mereka lupakan.


Kini, Keyra dan O-I-S sering pergi bersama.


Malam minggu ini mereka pergi ke puncak.


Di puncak


”Wah.. rame banget di sini," Keyra kagum


”Emang kamu belum pernah ke sini?" tanya Anji


”Belum sih. Cuma liat di tv," Keyra tertawa kecil


“Mana bisa dia nyampek ke sini dengan menggunakan sepatu rodanya," ledek Reyo


”Heh kamu jangan asal ngomong ya. Sepatu roda ini ajaib. Bisa membawaku kemana aja, meskipun jauh sekali pun," Keyra agak kesal


Reyo menengok ke belakang dan menatap Keyra "Aku nggak peduli."


Keyra mendorong kursi depan yang diduduki Reyo dengan kesal.

__ADS_1


Anji pun hanya geleng-geleng kepala melihatnya.


__ADS_2