Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 43


__ADS_3

Di sisi lain, Keyra bingung mau ngapain. Mondar mandir seperti setrikaan. Akhirnya dia pun mencoba berdandan ala kadarnya. Pelembab, bedak dan lipgloss menghiasi wajah imutnya. Meskipun begitu, Keyra tetap cantik alami.


Dipakainya gaun pemberian Kevin dulu. Sebenarnya gaun itu di pakai untuk menyambut kelahiran baby K. Tetapi entah mengapa Keyra ingin mengenakannya saat ini. Gaun itu terkesan simpel dan elegan. Gaun itu cocok juga untuk dipakai di pesta pernikahan. Keyra begitu suka dengan gaun itu.


Setelah semuanya beres, Keyra melihat penampilannya di kaca besar di kamar.


"Aku harus kuat!! Demi kalian semua. Aku harus kuat!! Kamu bisa Keyra!!" Keyra menyemangati dirinya sendiri.


Keyra bergegas mengambil tas selempang nya dan pergi terburu-buru.


Keyra meminta salah satu pelayan kedai teh untuk mengantarnya.


Sesampainya di jalan besar.


"Ya ampun mbak Keyra. Kita lupa nggak pake helm," kata pelayan itu panik


"Ya ampun kok bisa sih. Aku sendiri juga lupa ngingetin lagi. Terus gimana?" Keyra mulai panik


"Saya pesankan taxi saja ya mbak," pelayan itu merogoh sakunya tapi handphone itu ada di tasnya. Dan tas itu ketinggalan di kedai.


"Handphone saya ketinggalan mbak."


"Handphone saya juga pak," Keyra ikut merogoh handphone di tas miliknya.


"Ya sudah pak, apa boleh buat. Saya akan jalan kaki sampai ada angkutan lewat. Lagian di sana banyak petugas yang berjaga malam minggu. Saya nggak mau menyerahkan diri."


"Beneran nggak papa mbak? Maaf banget ya mbak."


"Ya sudah nggak papa pak."


'Kenapa tadi nggak berangkat bareng ayah aja sih kalau tau begini jadinya. Lagian ayah juga buru-buru amat nggak mau nunggu Keyra.'


Keyra menyusuri jalanan yang ramai oleh kendaraan.


'Kenapa belum-belum aku sudah apes gini sih. Percuma nunggu angkutan. Tas yang aku bawa ternyata kosong lagi. Handphone, uang, undangan semua ketinggalan. Terus gimana nih? Dasar ceroboh!' Keyra mengomel sendiri.


Tin tin...


Tiba-tiba sebuah mobil sport merah berhenti di samping Keyra. Keyra terkejut.


"Siapa ya?"


Kaca mobil terbuka.


"Evans??"


"Yuk, naiklah," kata Evans tersenyum


"Tapi..."


"Keburu acara selesai nih."


Mau tidak mau Keyra pun masuk ke dalam mobil Evans.


Suasana hening. Evans melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Dia fokus ke depan menyusuri jalanan yang ramai. Jas hitam yang melekat di tubuhnya menambah keren postur Evans.


"Sorry, terlambat ya," Evans membuka pembicaraan.


"Aku tadi dari rumah kamu. Ternyata kamu sudah berangkat," lanjutnya

__ADS_1


"Em, siapa yang menyuruhmu ke sini?" tanya Keyra ragu


"Om Deru. Dia tadi minta tolong untuk menjemputmu."


"Ayah?"


"Ya. Karena yang lain pada sibuk."


"Apakah kamu tidak sibuk? Saudaramu mau menikah. Apakah kamu tidak membantunya?" tanya Keyra


"Keyra, Keyra, apa sih yang tidak untuk kamu?" Evans tersenyum.


Suasana kembali hening.


"Apa benar kamu sudah siap saat ini? Atau kita mencari udara segar saja?"


"Evans jangan bercanda. Acara mau dimulai," Keyra melirik jam yang ada di mobil.


"Oke. Semoga hari ini hari terbaik untuk kita," Evans cengengesan.


Keyra menatap tajam Evans.


'Kenapa dia menjadi menyebalkan?' pikir Keyra


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Reyo.


Di dalam mobil, Keyra terlihat grogi.


"Apakah kamu yakin mau masuk ke dalam?" tanya Evans pelan.


Keyra menghela napas panjang dan membuangnya pelan-pelan.


"Aku yakin!"


Mereka berjalan beriringan. Keyra memegang lengan Evans.


"Evans aku lupa tidak membawa undangan," bisik Keyra pelan sebelum masuk ruangan.


"Oke baiklah. Kamu tenang saja."


"Dia datang bersama saya," kata Evans pada orang yang berjaga.


"Baik pak. Silahkan masuk," kaya penjaga itu


Ketika memasuki ruangan, entah mengapa Keyra menjadi lemas. Kakinya seakan tidak bisa digerakkan. Melihat foto prewedding yang terpasang, air matanya seakan ingin tumpah.


'Ya Tuhan... Apakah aku kuat berdiri di depan mereka? Aku menjadi seperti orang asing disini. Apakah aku bisa mengucapakan selamat pada mereka. Ya Tuhan... Berikanlah cahaya mu untukku saat ini'


Mereka menyusuri tamu undangan. Keyra memegang lengan Evans dengan erat. Evans hanya bisa mengelus tangan Keyra yang memegangnya. Memberi kekuatan untuk Keyra.


Evans mengantar Keyra menemui sahabat-sahabatnya yang duduk di tempat yang tersedia.


"Keyra!!" kata mereka bersamaan.


Keyra menganggukkan kepalanya pelan.


"Kamu orang yang kuat Keyra. Aku yakin! Kamu akan mendapatkan yang terbaik," bisik Evans sebelum meninggalkan Keyra.


"Evans. Terima kasih," kata Keyra

__ADS_1


"Oke semuanya. Aku ke sana dulu," pamit Evans


"Ya."


Berlalunya Evans, Abel dan Tania langsung memeluk Keyra erat. Air mata Keyra seakan tumpah tapi dia hanya bisa membendungnya. Hanya tetesan yang tumpah di pipinya. Abel segera menghapusnya.


"Kita yakin kamu kuat Keyra," kata Tania


"Yuk duduk dulu," kata Anji


Mereka pun mengobrol sembari menunggu acara dimulai.


"Sudah jam 7 lebih, acara kok belum dimulai? Seharusnya jam 19.00 WIB," kata Nico melirik jam yang melingkar di tangannya.


"Ya biasalah pasti molor. Mungkin acara diundur 19.30 WIB," kata Aldi


Keyra tiba-tiba berdiri.


"Mau kemana Keyra?" tanya Sarah


"Aku mau ketemu Reyo sebentar."


"Apa?? Ngapain sih ketemu dia??" tanya Bagas


"Bagas plis. Ini urusan aku sama dia. Aku harus menyelesaikan ini semua," tegas Keyra


"Oke. Kalau itu yang bisa membuat hatimu lega. Temuilah dia," kata Nico


Keyra segera meninggalkan sahabat-sahabatnya itu dan menyusuri tamu undangan untuk menemui Reyo.


Terlihat Reyo yang tengah mengobrol dengan tamu undangan. Keyra menghela napas panjang dan mendekatinya.


Deg.. Deg..


Jantung Keyra terasa tak karuan. Tetapi dia berusaha sekuat tenaga mendekati Reyo.


Ditepuk nya pundak Reyo pelan. Reyo berbalik badan dan terkejut.


"Keyra," kata Reyo menatap lekat mata Keyra


Tatapan yang penuh dengan rasa rindu. Rindu ingin memeluk gadis yang ada di hadapannya sekarang.


Keyra pun juga ikut merasakannya. Rindu sekali. Setelah sekian lama dia mencampakkan nya. Menghilang entah kemana.


Reyo tersadar dan segera memalingkan wajahnya.


"Bisa bicara sebentar?" Keyra memberanikan diri untuk bertanya pada Reyo.


Reyo mengangguk pelan. Reyo pun segera menjauh dari para tamu undangan diikuti Keyra.


Sesampainya di dekat kolam renang, Reyo menghentikan langkahnya. Berbalik badan dan menatap Keyra.


"Bicaralah," kata Reyo


"Puas kamu!! Sekian lama kamu meninggalkan aku tanpa satu kata pun," Keyra menatap tajam Reyo.


Reyo terdiam.


"Aku selalu menunggumu. Untuk berbicara dengan baik masalah ini. Tapi tak ada niatan kamu untuk menemuiku sampai detik ini!! Tega kamu Rey!!"

__ADS_1


"Kamu dan kak Kirani yang telah hadir dalam hidupku selama ini. Begitu kompak untuk menghancurkan ku!! Puas kamu Rey!!"


Reyo terdiam dan tertunduk.


__ADS_2