
Setelah menjemput Keyra, Reyo langsung membawanya ke restauran. Hidangan pun tersaji.
Suasana begitu hening. Reyo segera menyantap makanannya tanpa kata.
"Dari tadi diem aja sih," kata Keyra yang merasa dicuekin sedari tadi.
"..."
"Kamu benar-benar kelaparan ya?" lanjutnya
"Udah deh, habisin makanan itu dulu."
"Huh! Selalu begitu," Keyra kesal
Akhirnya mereka pun menyantap makanan yang tersaji dengan tenang.
"Yuk," ajak Reyo setelah menyantap habis makanannya.
"Hah!! Kamu tuh bego ato gimana sih. Aku tuh belum minum. Pelan-pelan kenapa sih," Keyra semakin kesal karena Reyo terlihat buru-buru dari tadi.
"Ya udah. Cepetan!!!"
'Ni orang kesambet ato gimana sih. Ngeselin banget' pikir Keyra
Selesai makan, Reyo segera mengajak Keyra ke taman. Kebetulan di taman itu diadakan pesta kembang api. Suasana menjadi meriah.
Muda-mudi berkumpul menjadi satu untuk menyaksikan pesta itu.
Reyo dan Keyra duduk di salah satu bangku taman.
"Wah.. kamu buru-buru ternyata mau mengajakku kesini," kata Keyra terlihat senang.
"Apa benar kemarin malam kamu berlari ke rumahku?" kata Reyo tiba-tiba.
"Aku..aku..." Keyra gelagapan
"Kenapa kau lakukan itu?"
"Itu sudah terbiasa Reyo..." Keyra asal
"Dan ini. Apakah kamu yang membuat ini sendiri untukku?" Reyo mengambil syal pemberian Keyra waktu itu dari balik jaketnya.
"Itu..itu... Dulu aku sempat belajar dari kakekku."
"Kenapa kau melakukan ini semua untukku," ulangnya
Reyo menatap Keyra tajam. Keyra meliriknya dari sudut mata.
"Bulan depan aku akan berangkat ke Amerika," kata Reyo akhirnya.
Keyra langsung menatap Reyo. "What??"
"Aku sudah memikirkannya matang-matang. Dan aku putuskan untuk berangkat meluangkan waktu satu bulan bersama orang tuaku di sana."
Mata Keyra seakan berkaca-kaca. 'Kenapa aku jadi sedih gini? Seharusnya aku senang Reyo bisa berkumpul dengan keluarganya. Tapi kenapa aku seperti akan kehilangan seseorang. Aku nggak mau itu.'
__ADS_1
"Key?" tangan Reyo membuyarkan lamunan Keyra.
”Makasih kamu telah menyadarkan ku. Dan sorry aku selalu membuatmu kesal ataupun marah. Dan makasih juga kamu telah melakukan ini semua untukku..."
"Udah lah Rey, jangan berlebihan," potong Keyra
"Dan aku sadar kalo aku benar-benar mencintaimu," Reyo menatap Keyra.
Keyra tersentak. 'Apakah benar yang dikatakan Reyo??'
"Aku tau ini sulit dipercaya. Tapi inilah kenyataannya. Dan aku tau ini pasti tak akan terbalaskan olehmu karena kamu tak mungkin pernah mencintaiku," Reyo menerawang
"Apa artinya kalo aku berhari-hari begadang untuk membuatkan syal itu untukmu. Dan apa artinya kalo aku rela berlarian ke rumahmu sampai larut malam.
"..."
"Siapa bilang aku tak memikirkan mu? Dan siapa bilang aku tak mencintaimu?" mata Keyra mulai berkaca-kaca.
Reyo menatap Keyra. "Jadi?"
Keyra tersenyum tipis. Reyo segera memeluk Keyra erat dan mencium bibir lembut itu.
Kembang api pun meluncur di atas langit yang begitu gelap, begitu indah.
...❤...
Akhir bulan November, Reyo bergegas menuju bandara. Dengan ditemani Keyra, Tania, Nico, Anji, Aldi, dan Bagas, ia segera meluncur.
Sesampainya di bandara Reyo berpamitan pada semuanya. Dia pun meminta waktu sebentar pada Keyra.
"Heh harusnya kamu tuh. Inget ya kalo kamu di sana selingkuh dengan cewek-cewek bule,” Keyra sedikit cemberut.
"Udah Rey cepat sana. Keburu pesawatnya terbang," kata Anji
"Iya nih. Lagian kayak di tinggal sepuluh taun aja," timpal Bagas
"Tolong jaga Keyra ya," kata Reyo pada O-I-S lainnya.
"Beres bos," Bagas cengengesan
Reyo pun mencium kening Keyra dan segera menuju pesawat yang akan siap berangkat. Dengan syal pemberian Keyra yang melingkar di lehernya, ia pun melambaikan tangannya pada sahabat-sahabatnya.
Keyra menatapnya dengan senyum di wajahnya. Mata Keyra pun berkaca-kaca. Tania segera merangkul Keyra erat.
Hari-hari pun dilalui Keyra tanpa Reyo. Ke kampus, hangout bersama, terlebih-lebih sabtu malam minggu tanpa Reyo. Sesekali Keyra iri melihat Anji dan Sarah, Nico dan Tania, Aldi dan Bella, Bagas dan Baggo (eh kalo yang terakhir, Keyra kayaknya nggak iri deh, nggak sama sekali hehe).
Emang sih Abel tinggalnya jauh, jadi Bagas dan Abel jarang bertemu. Kayaknya memang mereka udah jadian sebelum Reyo dan Keyra.
Jadi lumayan deh Keyra ada temannya. Kadang-kadang Baggo juga jadi rebutan Keyra dan Bagas lho (kayak anak kecil aja).
Keyra pun tak merasa sedih meskipun tanpa Reyo karena masih ada sahabat-sahabatnya yang selalu menghibur dan membuatnya tertawa.
Hari berlalu dengan cepat. Di akhir bulan Desember, kampus mengadakan acara khusus menyambut tahun baru.
Malam itu Keyra pergi ke kampus diantar Kevin dan Kirani.
__ADS_1
Sesampainya di kampus, Keyra segera mencari sahabat-sahabatnya yang lain.
"Kak Kevin, kak Kirani, Keyra duluan ya. Makasih tumpangannya kak," Keyra cengengesan.
"Iya. Hati-hati," kata Kevin
Keyra yang terlihat cantik dan anggun dengan gaun hitam, menjadi pusat perhatian.
'Idih anak-anak ini kenapa sih. Kayak nggak pernah liat cewek aja' pikirnya.
"Keyra ya?" tanya teman sekelas Keyra.
"Ini bener Keyra?" kata teman lain
"Cantik banget. Terlihat anggun."
"Sepatu rodanya nggak dipake neng? Atau ketinggalan?"
"Pake aja ndiri!" Keyra kesal dengan pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari mulut mereka.
Keyra pun segera bergegas dan mendapati sahabat-sahabatnya yang sedang memperhatikannya.
"Cantik banget Key," kata Bella
"Ah udah deh. Aku sebel sama mereka-mereka tuh. Kayak nggak pernah liat cewek aja," Keyra sebal.
"Emang nggak pernah liat kamu yang berubah jadi seanggun gini," kata Abel tersenyum.
"Keyra menatap Abel. "Abel?"
"Kapan datang kesini?" Keyra memeluk Abel
"Kemarin. Bagas yang nyuruh aku."
"O... jadi giliran ku nih yang disuruh ngejagain Baggo," Keyra melirik Bagas yang tengah menggendong Baggo.
"Menurut kamu?" Bagas tersenyum nakal
"Sini!" Keyra merebut Baggo dari tangan Bagas.
"Pelan-pelan Key," Bagas terlihat khawatir.
"Kalo pun Reyo ada di sini, mungkin Baggo udah aku buang kali ya," Keyra memancing kecemasan Bagas.
"Ja...Ja...Jangan Key. Masak kamu tega sih."
"Khawatir banget sih. Sekarang kan udah ada Abel. Jadi nggak perlu khawatir sama Baggo donk," Keyra tersenyum geli.
"Udah. Kalian ini kayak anak kecil aja," kata Anji
"Kita kesana yuk," ajak Sarah
Di tengah-tengah kerumunan anak-anak lain, mereka ikut bernyanyi mengikuti band yang sedang pentas.
Lama kelamaan Keyra bosan dan merasa sedih karena musiknya begitu slow, mengingatkannya pada Reyo.
__ADS_1
Akhirnya Keyra membawa Baggo keluar dari kerumunan anak-anak lain. Ia pun duduk di salah satu bangku yang sudah tersedia. Sesekali ia melihat sahabat-sahabatnya yang terlihat ceria. Beberapa lama kemudian...