Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 26


__ADS_3

"Tuh," Reyo menunjuk lantai teratas. Base camp O-I-S memang terlihat dari bawah.


Keyra melihat arah yang ditunjuk Reyo.


"Oh itu...."


"Pasti kamu kan yang ngelakuin itu??"


"So..Sorry Rey.."


"Dan ini apa!" Reyo memberikan kertas yang tadi diambilnya dari pintu base camp.


'Tempat ini khusus buat teman-teman kampus! Buat yang lagi senang, sedih, ingin bercanda tawa bersama, ingin menyendiri, dan ingin mengekspresikan diri, tempat ini cocok buat kalian. Silahkan bergabung di ruang ini'


Dan di bawah kanan pojok tertulis O-I-S / Keyra ^_^


"Sorry Rey. Aku nggak bilang sama kamu dulu. Kamu pasti marah ya sama aku," Keyra tertunduk.


"..."


Tak berapa lama, Reyo memeluk Keyra seeratnya. Keyra tersentak.


"Kamu nggak marah sama aku?" tanya Keyra dalam pelukan Reyo.


"Buat apa aku marah sama anak bawel yang semaunya sendiri kayak kamu."


"Kamu tuh yang semaunya sendiri. Keras kepala pula."


Nico, Anji, Aldi, Bagas, dan Tania menghampiri mereka.


"Kenapa Keyra tak kamu tampar aja Rey," kata Bagas asal.


"Kalo kamu ngomong sekali lagi, aku tampar kamu," kata Reyo pada Bagas.


"Aku bisa cekik Keyra," balas Bagas


"Kamu berani cekik aku? Hah! Ayo cekik. Berani kamu!" Keyra mendekati Bagas.


"Gampar aja si Bagas, Key," kata Aldi


Bagas pun bersembunyi di balik punggung Nico.


"Kalo kamu macem-macem sama aku, aku nggak akan biarin Abel pacaran sama sodaranya kucing," Keyra berusaha mengejar Bagas.


Nico tak kuasa menahan Bagas yang sudah menggoyang-goyangkan badannya.


"Bagas udah donk. Aku pusing nih," kata Nico


"Sini kamu!" teriak Keyra pada Bagas yang masih bersembunyi di belakang Nico.


Aldi yang geregetan melihat itu, membantu menangkap Bagas. Bagas tertangkap. Keyra pun menggelitiki tubuh Bagas.


"AMPUN KEY!!"


"Masih berani kamu sama aku, hah!!" Keyra kembali menggelitiki Bagas.


"KEYRA!!"


Reyo, Nico, Anji, Aldi, dan Tania hanya tertawa melihat mereka.


...❤...


Rumah Keyra


"Anak ayah kok senyum-senyum sendiri," kata Deru menghampiri putrinya yang terlihat senyum-senyum sendirian melihat layar handphone.


"Eh ayah. Nggak kok yah. Ini Reyo kadang nyebelin banget tu anak," kata Keyra


"Semoga dia bisa selalu menyayangi dan menjagamu kelak," Deru tersenyum


"Iya yah. Makasih ya atas semuanya. Mereka semua sangat menyayangi Keyra. Keyra senang bisa bertemu dengan mereka meskipun awalnya ngeselin dan menakutkan, hehe."

__ADS_1


"Apakah kamu bahagia?"


"Bahagia ayah."


Malam pun semakin larut diterangi bintang-bintang gemerlapan.


...❤...


Satu tahun kemudian.


Distro O-I-S


Terlihat Keyra, Reyo, Nico, Tania, Aldi, Bella, Anji, Sarah, dan Bagas sedang asyik mengobrol. Ditemani teh hangat dan keripik kentang menambah kehangatan suasana pagi ini.


"Key, aku heran deh sama kamu," kata Bagas tiba-tiba


"Memang kenapa aku??" Keyra heran


"Memang sepatu roda kamu tu nggak bisa di lepas ya. Emang nggak bosen pake itu," kata Bagas iseng


"Terserah aku donk. Aku yang makai kenapa kamu yang repot."


"Sekali-kali jalan pake kaki. Seperti cewek normal lah," Bagas cengengesan


"Jadi kamu ngatain aku nggak normal, hah!" Keyra melotot.


Bagas mengangguk tanpa rasa bersalah.


"Rey, kamu kok diem aja sih," kata Keyra pada Reyo yang dari tadi cuma mantengin layar handphone.


"Hem."


"Cewek kamu dikatain sama tuh anak."


"Mending buang aja sepatu kamu tuh biar nggak dikatain," kata Reyo.


Keyra melotot.


"Reyo!!! Kamu sama dia sama saja. Sama-sama ngeselin."


Tak lama kemudian tiba-tiba datang seorang cowok tampan menghampiri mereka.


"Hai Rey," sapanya


Reyo pun berjabat tangan dan memeluk cowok itu.


"Evans?" tebak O-I-S yang lainnya


"Ya," kata cowok yang diketahui bernama Evans.


Semua berdiri dan menyalami Evans. Ya, Evans adalah partner kerja Reyo di Amerika. Para anggota O-I-S pun mengenal Evans, kecuali Keyra dan Tania. Meskipun jarang bertemu tapi O-I-S tau siapa Evans.


Dia ke Indonesia karena ada keperluan pribadi di sana. Dan menyelesaikan keperluan bisnis dengan Reyo tentunya.


"Yuk silahkan duduk," kata Anji


"Keyra tolong ambilkan minum ya," kata Reyo


"Jangan Keyra, nanti terpeleset lagi," ledek Bagas


"Apa-apaan sih Gas. Awas kamu ya," tuding Keyra


"Udah deh kalian ini selalu ribut saja. Biar aku yang bikinkan teh," kata Sarah akhirnya dan bergegas pergi.


"Aku temenin Sarah," kata Keyra mengikuti Sarah.


"Kalian masih sering kumpul bersama seperti ini?" tanya Evans setelah Keyra dan Sarah berlalu.


"Pasti lah," kata Bagas


"Kompak banget ya kalian. Jadi iri deh."

__ADS_1


"Ngomong-ngomong siapa cewek loe sekarang?" tanya Aldi


Evans tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Masa cowok sekeren kamu belum punya cewek sih?" tanya Bella tak percaya


"Belum Bella. Makanya cariin donk," Evans tersenyum.


"Gampang lah banyak stok," Bella tertawa kecil


"Stok makanan kali," sela Bagas


"Ini tehnya, silahkan diminum," kata Sarah


"Terima kasih."


"Oh iya Vans. Kamu pasti belum mengenal Keyra dan Tania," kata Anji


"Oh iya."


"Ini Tania, ceweknya Nico," kata Bagas memperkenalkan Tania. Tania tersenyum.


"Ternyata Nico sudah ada yang punya," sela Evans


"Iya mereka CLBK," tambah Bagas


"Dan itu Keyra, ceweknya Reyo. Cewek paling aneh sedunia," lanjutnya


"Apaan sih Gas!" Keyra melotot


'Jadi dia ceweknya Reyo? Cantik. Keren juga gayanya. Perfect' pikir Evans.


"Dan kamu Gas. Mana cewek kamu?" tanya Evans


"Tinggal di Bali."


"Nembak aja belum. Ngaku-ngaku pacarnya," sela Keyra


"Eh sekarang ini pacaran nggak harus nembak, tapi jalanin."


"Abel banyak banget yang naksir. Dia butuh status. Kalo cuma TTM an aja ya ogah," Keyra tersenyum tipis.


"Jangan gitu Keyra. Jadi mikir kan dia. Bagas bisa gantung diri sekarang. Haha," Aldi tertawa


"Sialan loe."


Mereka pun hanyut dalam obrolan-obrolan kecil. Di sela-sela canda tawa, Evans terlihat selalu melirik ke arah Keyra.


Reyo pun merasa tak nyaman dengan itu. Merasa Evans akan mengambil Keyra dalam hidupnya.


"Keyra. aku antar kamu pulang," kata Reyo akhirnya.


"Kok sekarang? Katanya mau makan siang bersama."


"Cepetan!!"


"Selalu seperti itu."


Keyra akhirnya berpamitan pulang pada yang lainnya. Dan segera bergegas mengikuti Reyo.


Dalam perjalanan suasana hening. Hanya terdengar musik slow. Sebelum pulang, Reyo mengajak Keyra ke restoran Veenta milik Kevin.


"Kamu mengajakku ke sini," kata Keyra setelah memilih tempat duduk.


"Ya. Pesanlah yang kamu suka."


"Sudah lama aku tidak ke sini. Gimana kabarnya kak Kevin ya?" kata Keyra setelah memesan makanan.


"Kamu belum menghubunginya?" tanya Reyo


"Belum. Jadi kangen sama kak Kevin," Keyra melirik Reyo.

__ADS_1


Reyo menatap tajam Keyra. Keyra hanya tersenyum melihat tatapan Reyo.


...❤...


__ADS_2