Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 51


__ADS_3

Hari ini Keyra mengerjakan tugas-tugas kuliah yang sempat tertunda karena pekerjaannya. Hari ini harus sudah selesai. Keyra menyempatkan dua hari ini dengan sebaik mungkin. Kuliah, kerja dan Tania. Ya, karena Keyra sangat penasaran dengan sahabatnya itu. Apalagi sejak mendengar percakapan Erwin dan Dion yang ingin menguasai perusahaan R, menambah rasa penasaran Keyra.


Di sore hari, Keyra mengajak Tania ke markas.


"Tania," panggil Keyra


"Ya," jawab Tania


"Sibuk nggak?"


"Em.. Enggak. Memang kenapa Key?"


"Ke atas yuk. Sudah lama kita nggak ke sana."


"Kamu nggak kerja?"


"Lagi libur dua hari."


"Oh, yuk."


Mereka berdua akhirnya menuju markas yang lama tidak mereka kunjungi. Tania duduk di bangku dan meminum teh botol yang dia beli di kantin. Keyra berdiri menatap senja sore.


"Tania, aku ingin bertanya padamu," kata Keyra menatap Tania


"Bertanya tentang apa Key?"


"Kemarin kamu pernah menyuruhku berhenti bekerja di tempat Erwin. Kenapa?"


"Ya... Karena dia keterlaluan menyuruhmu kerja hingga malam."


"Itu saja?"


"Ayo lah Keyra buka mata kamu. Apakah kamu nggak berpikir kamu dimanfaatkan?" tanya Tania mendekati Keyra yang sedang berdiri di dekat pagar.


Keyra menggelengkan kepalanya.


"Tapi aku asisten pribadinya."


"Dia sudah memiliki asisten pribadi," potong Tania


"Hah!!"


'Apakah Dion asisten pribadi Erwin? Aduh kenapa aku nggak berpikir sejauh itu sih. Bego banget aku.' (Gara-gara kesenangan diterima bekerja tuh Keyra).


"Oke deh nggak papa kok Key. Ini pengalaman kerja pertama kamu. Wajar aja kalau kamu nggak tau yang seperti itu," kata Tania akhirnya.


"Iya juga sih," Keyra menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Lain kali bicaralah dulu sama O-I-S untuk pertimbangan."


"Tapi mereka pasti nggak ngebolehin aku."


"Setidaknya mereka tau tentang seluk beluk perusahaan Key."


Keyra mengangguk pelan.


Mereka menatap langit yang semakin senja.


"Tania."


"Hem. Apalagi?"


"Em.. Apakah kamu memiliki hubungan dengan Erwin?" tanya Keyra pelan.


Tania menatap tajam Keyra.


"Kenapa kamu berpikir begitu?"


"Aku menemukan foto kamu di file Erwin."


"Apa!!" Tania tersentak. (mulai emosi).


Wajah Tania seakan berubah seperti memendam emosi.

__ADS_1


"Tania?"


"Aku nggak mau bahas ini Keyra!"


"Kenapa?? Aku sahabat kamu. Apakah kamu menyembunyikan sesuatu dariku?"


"..."


"Bicaralah Tania."


"Aku nggak akan bahas ini Keyra. Dan tak akan pernah membahasnya."


"Kenapa? Kalau kamu ingin aku berhenti di perusahaan Erwin, maka katakanlah padaku. Apa yang sebenarnya terjadi??"


Tania terdiam. Entah bagaimana dia harus bercerita. Tania sebenarnya ingin Keyra berhenti bekerja di perusahaan itu karena dia nggak ingin Keyra berada dalam masalahnya. Di sisi lain Tania memang tidak ingin membahas tentang Erwin.


"Aku adalah cinta pertama Erwin," kata Tania akhirnya.


Keyra menatap Tania. Tania kembali duduk di tempat dia duduk tadi.


Tiba-tiba O-I-S datang. Keyra tau itu. Tetapi Reyo mengisyaratkan dengan jari telunjuk ke mulutnya agar Keyra diam dan melanjutkan percakapannya dengan Tania.


"Aku mengenalnya jauh sebelum aku bertemu O-I-S. Dia teman sekolahku. Kita selalu bersama. Hingga akhirnya dia menyatakan perasaannya padaku."


"Terus?? Kalian berpacaran?"


"Tidak. Aku hanya menganggapnya sebagai kakak."


"Apakah kamu pernah mencintainya?" tanya Keyra pelan.


"Aku tidak pernah mencintainya."


"Bagaimana dengan Erwin? Apakah dia marah waktu kamu tolak?"


"Aku tidak tau isi hati seseorang. Tapi sekarang aku begitu takut."


"Takut kenapa?"


"Pliss Keyra, aku tak mau bahas ini," Tania memohon pada Keyra.


"Em.. Kalau begitu, siapa cinta pertamamu?"


"Apa perlu aku menjawabnya, Keyra? Bahkan kamu juga sudah tau kan."


"Nico?" Keyra tersenyum


"Ya. Dengannya aku mulai mengerti apa itu cinta."


"Oh, Nico cinta pertama kamu," kata Bagas tiba-tiba.


Tania tersentak. Dia membelalakkan matanya. Dia menoleh ke belakang. O-I-S berdiri di sana.


Tania menghela napas panjang.


"Sejak kapan kalian di situ?" tanya Tania


"Dari tadi," kata Aldi


"Kenapa nggak bilang, Keyra," Tania membelalakkan matanya pada Keyra.


Keyra hanya tersenyum.


Nico menghampiri Tania. Memeluk dan mencium kening Tania.


"Sweet banget deh kalian," Keyra tersenyum.


"Iya nggak kayak kamu ma Reyo," Bagas melirik Reyo.


"Mulai lagi deh," Keyra menghela napas.


"Ternyata saingan berat CEO tampan tuh kamu Nico, bukan Reyo," Aldi cengengesan.


"Sialan kamu," kata Nico

__ADS_1


"Jangan gitu dong. Aku sama Erwin nggak ada apa-apa," Tania menatap Nico.


Tiba-tiba handphone Tania berdering. Tania terkejut dan segera mengambil handphone dari tasnya. Tania menjauh dari yang lain. Setelah menutup handphone, Tania berpamitan pulang.


"Aku pulang dulu ya," kata Tania


"Yuk, kita pulang sama-sama," kata Keyra


"Jangan!" teriak Tania


"Ada apa Tania? Kita pulang sama-sama. Aku yang sudah ngajak kamu ke sini. Lagian ini hampir malam," kata Keyra


"Nggak papa Keyra, kalian lanjut aja dulu," Tania pun bergegas meninggalkan lainnya.


"Tania," Nico pun mengikuti Tania


"Tania!" Nico menarik lengan Tania sesampainya di halaman kampus.


"Nico plis jangan ikuti aku," kata Tania


"Aku kekasihmu. Aku antar kamu pulang," kata Nico


DOR!!!


Tiba-tiba terdengar suara tembak. Tania menjerit histeris. Nico langsung memeluk Tania.


"Apa kamu nggak papa Nico?" tanya Tania dengan nada bergetar.


"Nggak papa," kata Nico


Keyra dan O-I-S menghampiri Nico dan Tania.


"Ada apa ini? Kalian nggak papa??" tanya Keyra cemas.


"Kita nggak papa," kata Nico


"Sepertinya ada yang sengaja mengawasi kita," Anji melihat di sekeliling halaman.


Tania yang mulai tenang langsung melepaskan pelukan Nico.


"Tolong jauhi aku sampai semuanya beres," kata Tania pada Nico.


"Apa maksud kamu?" tanya Nico


"Jaga diri kamu," Tania menatap Nico dan segera menjauhi lainnya.


"Tania!!" teriak Nico


Reyo menarik lengan Nico agar tidak mengikuti Tania.


"Biarkan dia. Dia tau apa yang dia lakukan," kata Reyo


...❤...


Hari minggu yang cerah, Reyo berencana mengajak Keenan jalan-jalan. Setelah menjemput Keyra, mereka segera menuju distro.


"Cie cie pasangan muda. Mau kemana bawa anak segala," kata Bagas melihat Reyo dan Keyra yang sedang menggendong Keenan.


"Yuk kita pergi," kata Reyo


"Mendadak banget. Memang mau kemana?" tanya Aldi


"Ajak Keenan jalan-jalan," kata Reyo


"Kalian bertiga kan bisa," potong Bagas


"Terserah kalau nggak mau ikut. Sarah, Bella, dan Abel sudah di sana," Reyo nyelonong pergi.


"Mereka sudah di sana? Dimana?" tanya Bagas.


"Mau ikut nggak? Kalau nggak mau ya sudah," kata Keyra mengikuti Reyo pergi.


Mau tak mau Nico, Anji, Aldi, dan Bagas pun mengikuti Reyo dan Keyra.

__ADS_1


Dua mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. Di hari weekend ini memang ramai sekali. Setelah sampai di tempat tujuan, Bagas tercengang.


__ADS_2