
Hari Senin. Kuliah pun sudah aktif setelah libur ujian semester. Keyra menghampiri sahabatnya, Tania yang sedang duduk di bawah pohon sambil terlihat mencorat-coret kertas.
Kedatangan Keyra membuat Tania kaget.
"Eh Keyra. Ngagetin aja," kata Tania
"Serius amat sih. Mana yang lainnya?" tanya Keyra
"O-I-S belum datang. Mungkin sebentar lagi."
"Oke kita tunggu mereka di sini," Keyra duduk di samping Tania.
"Ya."
Tiba-tiba saja Kevin datang.
"Key, maafin aku," kata Kevin.
"Udah lah kak, ngapain sih kak Kevin kesini?" Keyra sedikit kesal.
"Key, aku mau minta maaf. Aku janji nggak akan memberitahu keberadaan mu sama Jack lagi. Aku menyesal. Aku bener-bener nggak tau kalo dia ke sana juga."
"Udah lah kak, aku udah maafin kak Kevin," kata Keyra yang akan meninggalkan Kevin.
Kevin pun langsung memegang tangan Keyra dan berlutut di hadapan Keyra.
"Keyra tolong maafin kakak," kata Kevin
O-I-S pun datang dan melihat kejadian itu.
"Kak Kevin kenapa sih pake berlutut segala. Malu tuh, diliatin yang lain," Keyra pun bingung.
"Aku tau kamu masih marah sama aku. Sekarang aku benar-benar minta maaf sama kamu, Key. Aku janji nggak akan nyakitin hati kamu lagi.”
"Bangun kak. Banyak yang lihat," kata Keyra panik.
"Aku nggak akan bangun sebelum kamu memaafkan ku.”
"..."
Keyra menatap O-I-S dan Tania yang sedang memperhatikannya.
Mereka pun mengangguk, memberi tanda agar Keyra memaafkan Kevin.
"Sekarang, aku benar-benar memaafkan kak Kevin. Kak Kevin berdiri ya," Keyra tersenyum.
"Bener Key? Makasih, Key," Kevin segera berdiri dan memeluk Keyra.
"Aku janji akan selalu membuatmu senang, Key. Aku janji akan selalu melindungi mu. Kakak janji."
"Jangan lama-lama memeluknya!" kata Reyo tiba-tiba.
"Kak Kevin kan juga sahabat aku," kata Keyra
Kevin pun akhirnya juga meminta maaf atas prasangka buruknya pada O-I-S.
Sore hari setelah pulang kuliah, O-I-S, Keyra dan Tania berkumpul di tempat biasa. Di lantai atas. Mereka menyusuri tangga.
Sesampainya di sana, Reyo terkejut melihat anak kecil perempuan yang hendak mengambil bunga matahari yang tumbuh di sana.
"Apa yang kamu lakukan di sini!" bentak Reyo
"A.. Aku..."
__ADS_1
"Adek kecil, siapa nama kamu?" tanya Keyra tanpa mempedulikan Reyo.
"Lu..Lucy.." katanya gugup
"Kamu ingin memetik bunga ini! Hah!!" Reyo menarik lengan Lucy.
"Reyo! Jangan kasar sama anak kecil," kata Keyra.
"Kamu ingin bunga matahari itu? Bentar ya, aku petik kan untukmu!" lanjut Keyra
"Keyra!" Reyo sedikit kesal.
"Nih ambil dan segera pulanglah. Hari sudah sore," kata Keyra setelah memetik bunga itu.
"Makasih, kak," Lucy tersenyum dan segera pergi.
"Udah gila kamu ya!" kata Reyo setelah anak kecil itu pergi.
"Kamu yang gila. Kenapa sih kamu nggak bisa bersikap lembut sama orang. Apalagi anak kecil. Kebiasaan yang sangat buruk!" kata Keyra.
"Aku nggak peduli."
"Bertengkar terus... Lama-lama jatuh cinta ya kalian berdua," kata Bagas gemas.
"Benci jadi cinta," lanjut Aldi
"Diam!!!" kata Keyra dan Reyo bersamaan.
"Udah deh kalian ini," Tania menggelengkan kepalanya.
”Udahlah jangan ribut terus. Mending kita nikmatin udara sore ini," kata Anji akhirnya.
...❤...
Hari itu mama dan papa Reyo datang. Reyo terlihat muram, bahkan ketika teman-temannya datang.
"Wah, sahabat-sahabat kamu tambah banyak ya ternyata," kata mama Reyo.
"Reyo, kenalin donk sama papa dan mama. Kayaknya yang itu mama belum pernah lihat," mama Reyo menunjuk Keyra.
"Kenalan aja sendiri," Reyo cuek
"Reyo! Kamu tu memang nggak sopan ya!" sahut Keyra kesal.
"Siapa nama kamu?" papa Reyo tersenyum pada Keyra.
"Keyra, om. Maaf saya berkata lancang pada Reyo," Keyra menunduk
"Nggak papa kok. Yuk kita langsung ke ruang makan," ajak mama Reyo sambil menggandeng Keyra.
Di meja makan.
"Wah! Pasti tante yang masak ya," kata Bagas
"Iya, Gas. Tadi Reyo juga bantuin masak lho," mama Reyo tersenyum.
"Emang Reyo bisa masak, tante?" ledek Aldi
Semua tersenyum geli. Reyo manyun.
"O iya. Keyra tinggal dimana?" tanya mama Reyo.
"Dekat perkebunan teh, tante."
__ADS_1
"Keyra cucunya kakek Teyo," sahut Bagas
"O.. jadi kamu cucunya kakek Teyo?" tanya papa Reyo. Keyra mengangguk.
"Cantik ya pa," kata mama Reyo sambil melirik Reyo.
"Ah tante bisa aja," kata Keyra
"Mending kita cepat makan. Nanti keburu dingin," Reyo ketus
"Pinter juga Reyo nyari pacar," lanjut mama Reyo.
Keyra tersedak dan segera mengambil minum.
"Saya bukan pacar Reyo, tante," Keyra segera membenarkan.
"O. Tapi cocok kok. Kalian berdua pasti..."
"Mama!" bentak Reyo
"Ya sudah kita selesaikan makan malamnya," kata mama Reyo akhirnya.
Mereka pun menyantap makan malam dengan suasana hangat.
Setelah selesai makan, mama dan papa Reyo akan pergi ke toko mereka. Tapi sebelum pergi, mereka menyampaikan sesuatu pada Reyo.
"Reyo, bulan depan kamu harus menyusul mama dan papa ke Amerika. Papa membuka toko sport di sana. Kita akan segera meresmikannya. Kita butuh kehadiranmu," kata papa Reyo
"Untuk apa Reyo ke sana! Apa benar aku dibutuhkan!"
"Mama mohon sama kamu Reyo. Kamu satu-satunya anak mama dan papa. Kamu harus hadir ke acara itu ya. Menginaplah di sana kurang lebih satu bulan," kata mama Reyo.
"Reyo nggak janji ma."
"Tolong usahakan ya. Ya udah, papa dan mama mau pergi dulu," papa Reyo tersenyum dan menggandeng istrinya. Mereka pun pergi.
Reyo menghampiri teman-temannya yang tengah asyik menonton film. Wajahnya begitu murung. Tapi teman-temannya tau itu. Mereka semua mendengar pembicaraan Reyo dan orang tuanya.
"Udah lah, Rey. Mending kamu datang ke sana," kata Anji pelan.
"Bisa nggak sih kalian nggak ngomongin hal ini."
"Kita hanya nyaranin aja, Rey," kata Sarah
"Udah deh. Males aku dengernya," Reyo nyelonong pergi.
Sahabat-sahabatnya pun tak berani mengikutinya. Akhirnya mereka membiarkan Reyo menyendiri dan meredam emosinya.
"Kemana Reyo?" tanya Keyra pada sahabat-sahabatnya setelah Reyo pergi.
"Mungkin bertapa di dalam kamarnya," Bagas cengengesan. Keyra tertawa kecil.
"Dasar kamu, Gas," kata Nico
"Biarkan dia sendiri. Dia butuh waktu," kata Anji akhirnya.
"Oh," kata Keyra singkat.
Tak lama kemudian, Keyra meminta ijin pada sahabat-sahabatnya ke toilet. Padahal dia tak ingin ke sana.
Terus apa yang dilakukan oleh Keyra?
Ternyata dia pergi mencari Reyo. Dia pun menemukan Reyo yang sedang duduk di teras depan lantai dua.
__ADS_1
Menatap langit yang bertabur bintang dengan tatapan kosong.