Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 6


__ADS_3

Keyra pun terpaksa duduk bersama mereka. Ini membuatnya sangat penasaran sekaligus kesal.


Dilihatnya pintu ruangan itu berkali-kali, tapi ayah tak kunjung datang.


'Apa sih maksud ayah seperti ini' pikirnya sedikit cemas.


5 menit berlalu tanpa kata diantara mereka semua.


”Jadi kamu cucunya Teyo Domaja?" Reyo membuka kata


”Apa mau kalian? Hingga ayah aku terlihat tunduk pada kalian. Jangan kira aku takut sama kalian ya!”


”Eits, tenang dulu. Emang kamu nggak pernah diceritain kakek kamu?" tanya Bagas


Tiba-tiba Keyra ingat sesuatu ketika dia masih kecil waktu ditinggal ibunya.


“Keyra cucu kakek, jangan bersedih. Kamu masih punya sahabat-sahabat kecil yang akan menjagamu," kata Teyo Domaja


”Keyra hanya punya seorang sahabat. Kak Kevin. Dia baik sekali sama Keyra. Dia bisa membuat Keyra tersenyum lagi meskipun ibu pergi," Keyra tak tahan membendung air matanya.


"Bukan hanya Kevin. Tapi juga Reyo."


”Siapa dia, kek?"


”Umurnya di bawah Kevin. Dia anak pelanggan teh disini. Anak orang kaya di pusat kota. Tapi dia jarang ke sini karena harus bersekolah. Katanya dia mau jadi sahabat kamu dan menghiburmu. Dia anak yang baik seperti Kevin."


”Kapan Keyra bisa bertemu dengannya kek?" tanya Keyra


”Kakek nggak tau. Dia terlalu sibuk sekolah. Tapi kakek yakin kamu akan bersahabat dengannya kelak."


”Siapa tadi namanya?"


"Re..yo," Keyra tersentak, Reyo menatapnya tajam.


”Nggak mungkin kamu. Kakek nggak mungkin menyuruhku bersahabat dengan orang berotak batu kayak kamu."


”Aku juga nggak akan mau bersahabat kalo ternyata, orang itu kamu!" balas Reyo


”Sudah cukup. Kalian berdua nggak bisa seperti ini terus. Reyo kamu bisa kan bertindak lebih baik lagi," kata Anji


“Maaf ya agak lama," tiba-tiba Deru masuk dan duduk di sebelah Keyra.


“Maklum malam minggu, banyak yang datang," lanjutnya.


“Nggak papa Om," kata Anji


“Loh anak ayah kok diam aja, senyum dong," Deru melirik Keyra yang terlihat masam.


“Ayah...," ucap Keyra memelototi ayahnya.


“Ini Keyra, anak semata wayang saya," lanjut Deru memperkenalkan Keyra.


“Iya om. Maaf kami baru tahu," kata Bagas


“Saya harap kalian bisa berteman baik dengan anak saya."


“Nggak perlu, ayah. Ayah nggak tahu mereka siapa," kata Keyra kesal

__ADS_1


“Kamu kan belum mengenal mereka, Key..."


“Pokoknya Keyra nggak mau. Cukup Kak Kevin sahabat Keyra," Keyra berdiri dan pergi meninggalkan ruangan itu.


“Keyra...." Deru hendak mengikuti Keyra tapi Anji mencegahnya.


“Biarkan dia sendiri dulu Om," cegah Anji


“Ya. Maafkan Keyra. Dia memang keras kepala," kata Deru


“Nggak papa Om. Dia cuma butuh waktu," kata Nico


“Kamu benar Nico. Keyra memang agak sulit menerima orang baru. Apalagi kalian cowok semua. Mungkin dia merasa canggung," kata Deru tersenyum kecil.


“Dan maafkan Keyra, Reyo. Mungkin selama ini dia membuatmu tidak nyaman," lanjut Deru


Reyo yang dari tadi hanya terdiam akhirnya membuka suaranya,"Iya Om."


“Cuma gitu doang??" Bagas menimpali


“Tenang saja Om, lama-lama Reyo pasti nyaman kok sama Keyra, hehe," lanjut Bagas cengengesan.


Reyo menatapnya tajam.


...❤...


Keesokan hari di rumah Reyo.


”Aku tak habis pikir. Kenapa harus cewek itu yang jadi cucunya kakek," Reyo terlihat kesal.


”Diem kamu. Ini serius."


”Kita mau berbuat apa lagi?" tanya Nico


”Emang seberapa benci kamu sama dia?" tambah Aldi


”Lagian kamu udah janji pada kakek untuk mencari dan menjaganya. Begitu juga dengan kita semua yang akan menjaganya. Inget itu Reyo," Anji mengingatkan.


Semua terdiam tanpa kata.


Sementara di kamar Keyra.


Keyra termenung atas kejadian kemarin. Deru pun mendekatinya.


”Ayah tau kamu marah. Tapi apa salahnya kamu mencoba berteman dengan mereka.”


”Ayah nggak tau gimana kasarnya mereka pada Keyra."


”Kevin udah cerita ke ayah. Kevin awalnya juga tak setuju dengan sikap mereka, terutama Reyo.”


“Kak Kevin sudah tahu siapa mereka? Dan bercerita ke ayah?" tanya Keyra


”Ayah yang menyuruh Kevin menceritakan hari-harimu bertemu O-I-S.”


“Jadi ayah tahu semuanya. Dan ayah tidak cerita sama Keyra?”


“Kamu sudah dewasa Keyra. Ayah yakin kamu bisa menyelesaikan masalahmu sendiri dengan siapapun."

__ADS_1


“Tapi mereka..."


”Kakek pernah bilang ke ayah. Suatu saat kamu akan menemui orang-orang yang akan menyayangi dan menjagamu, selain ayah dan Kevin."


"Mereka orang yang baik di mata kakek. Kakek sudah menganggapnya seperti cucu sendiri."


"Mereka selalu membantu, menghibur dan mengobrol bersama kakek ketika dia sendiri."


"..."


"Mereka mampu mengusir kesepian yang dialami kakek. Mereka pula yang membantu proses pemakaman kakek ketika kakek meninggal..." Deru menerawang, Keyra pun memeluk erat ayahnya dan mencoba memahami kata-kata ayahnya.


'Ternyata mereka baik juga pada kakek' pikirnya.


...❤...


Tin..Tin...


Pagi hari yang cerah, mobil O-I-S berhenti di depan rumah Keyra.


Keyra dan ayahnya muncul di depan pintu. 5 cowok itu sudah berdiri di dekat mobil.


”Keyra berangkat ayah," kata Keyra lirih


”Anak ayah jangan muram begitu dong. Baik-baik ya sama mereka," Deru tersenyum pada ke 5 cowok itu.


Ya. Hari itu Keyra dijemput genk O-I-S untuk pergi ke kampus.


Ini karena permintaan mereka karena mereka sudah berjanji pada kakek, apabila bertemu cucunya, mereka akan menjaganya.


Setelah berpamitan pada Deru, merekapun masuk ke dalam mobil.


Keyra masuk paling akhir setelah melambaikan tangannya pada ayah.


Aroma parfum mobil yang alami dipadukan dengan aroma parfum ke 5 cowok itu, membuat Keyra menarik nafas panjang (segarnya...).


Keyra duduk di tengah bersama Anji. Nico dan Aldi duduk di belakang. Sementara Reyo di depan dan Bagas yang menyetir.


Dalam perjalanan suasana begitu sunyi, hanya alunan musik mellow terdengar menyentuh hati.


Keyra menengok ke luar jendela.


'Mimpi apa aku, hingga akhirnya aku bisa bersama mereka' pikirnya.


”Selamat bergabung dengan kita, Keyra!" suara Bagas memecahkan keheningan.


”Eh iya.." Keyra gelagapan


”Bisa nggak sih suara loe pelan dikit," kata Aldi yang terlihat kaget juga.


”Keyra, sekali lagi maafin sikap kami yang kurang baik sama kamu," kata Anji akhirnya


”E.. Keyra juga minta maaf dan ingin berterima kasih karena kalian sudah menjaga kakek dengan baik," Keyra sedikit tak tegang.


”Kakek kamu baik. Kita nggak nyangka bisa ketemu beliau yang begitu penuh kasih sayang. Kalau nggak Reyo yang memperkenalkannya, kami nggak mungkin bisa sedekat itu sama kakek kamu," lanjut Anji


Keyra segera menengok ke luar jendela karena tiba-tiba air matanya menetes dan kemudian diusapnya. Bagas yang sedikit menengok ke arahnya pun tau.

__ADS_1


__ADS_2