Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 35


__ADS_3

Acara pun dimulai. Setelah Erwin berpidato, acara dilanjut dengan jamuan makan malam.


Suasana pun semakin meriah. Canda tawa hadir di semua penjuru ruangan.


Tak terasa malam semakin larut. Semua para undangan pun bergegas untuk pulang.


Mobil Reyo


Tit.. Tit.. Tit..


Handphone Keyra berdering. Kak Kevin.


"Hallo kak Kevin?"


"Hallo Keyra, sudah pulang?"


"Ini lagi diparkiran kak. Sebentar lagi keluar hotel. Kakak dimana?"


"Aku lagi di seberang Key. Tadi Kirani ngajak makan siomay di luar. Nanti tunggu di seberang ya."


"Oke kak."


Tut.. tut..


"Dari kak Kevin Key?" tanya Tania yang satu mobil dengan Reyo, Keyra, dan Nico.


"Iya. Mau ngasih sesuatu katanya."


Setelah keluar dari hotel, mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. Jalan raya masih terlihat ramai meski hampir larut malam.


Lalu lalang kendaraan masih terdengar bising.


Sekitar kurang lebih satu kilometer dari hotel, Keyra melihat mobil Kevin di parkir di seberang.


"Itu kak Kevin," tunjuk Keyra


Reyo menepikan mobil berseberangan dengan mobil Kevin.


Kevin yang melihat Keyra dan Reyo keluar mobil, segera mengambil kotak yang akan diberikan pada Keyra.


"Sayang sebentar ya. Kamu tunggu di sini. Aku mau berikan ini pada Keyra," Kevin mencium kening Kirani.


"Iya sayang hati-hati ya," Kirani memeluk Kevin.


Kevin segera keluar mobil. Di lambaikan tangannya pada Keyra yang tersenyum di seberang jalan.


Ketika akan menyeberang jalan yang tadinya sepi, tiba-tiba muncul mobil sport yang melaju dengan kecepatan tinggi. Dan...


BRRAAAKK...


Kevin terpental.


"KAK KEVIN!!!!" teriak Keyra histeris yang melihat kejadian itu.


"KEVIN!!" kata Kirani lirih karena begitu terkejut dan akhirnya pingsan di dalam mobil.


Nico dan Tania langsung keluar mobil. Tania memeluk Keyra yang masih syok.


Mobil yang dikemudikan Bagas pun berhenti.


Mobil ambulans datang.


Reyo yang mengetahui kondisi Kirani yang pingsan di dalam mobil langsung mengambil alih kemudi dan mengikuti mobil ambulans yang membawa Kevin.


Nico pun mengambil alih kemudi mobil Reyo.


Di rumah sakit.


Kevin ditangani dokter di ICU, sedangkan Kirani ditangani dokter kandungan di ruang pemeriksaan.

__ADS_1


"Kenapa semua ini terjadi?" Keyra menangis dalam pelukan Tania.


"Sabar ya Key. Pasti semua baik-baik saja," Tania menenangkan Keyra.


"Semua akan baik-baik saja Keyra," Abel memeluk Keyra.


Tak berapa lama, dokter yang menangani Kirani keluar dari ruang pemeriksaan.


"Kirani akan dipindahkan ke ruang perawatan. Malam ini dia harus menginap disini untuk perawatan dia dan janinnya. Sebentar lagi dia akan siuman," kata dokter


"Iya makasih dok," kata Reyo


Kirani pun dipindahkan di ruang rawat inap.


Beberapa menit kemudian, dokter yang menangani Kevin keluar dari ruangan ICU.


"Keluarga Kevin bisa ikut saya ke ruangan," kata dokter


"Ya," Reyo mengikuti dokter bersama Keyra.


Sesampainya di ruangan dokter.


"Ada pendarahan hebat di sekitar kepala Kevin," kata dokter


"Kita akan melakukan penanganan intensif untuknya," lanjut dokter


"Apakah kak Kevin bisa sembuh dok?" tanya Keyra


"Kita akan berusaha semaksimal mungkin meskipun sangat tipis."


"Maksud dokter??" Keyra terlihat lemas


"Saya berharap kalian terus mendoakan Kevin. Cuma keajaiban yang menyatakan dia bisa sembuh total," kata dokter mengakhiri pembicaraannya.


Keyra menangis dalam pelukan Reyo. Mereka pun menghampiri yang lainnya.


"Bagaimana keadaan Kevin?" tanya Anji lirih


Semua terdiam tanpa kata. Hanya isak tangis Keyra yang terdengar dalam pelukan Reyo.


Di pagi hari yang cerah, tetapi tidak bagi Keyra. Keyra terbangun dari tidurnya.


Dia berharap kejadian kemarin malam hanya mimpi. Tapi kenyataannya, dia terbangun di rumah sakit. Menggenggam tangan Kirani yang begitu lemah.


"Sudah bangun Key?" sapa Kirani


"Kak Kirani sudah siuman?"


"Iya kemarin malam."


"Kok kakak nggak bilang?"


"Kamu terlalu lelap tidurnya. Aku takut ganggu tidur kamu."


"Tapi kak Kirani nggak papa kan?"


"Aku nggak papa Keyra. Cuma aku kepikiran sama Kevin. Dokter bilang, dia masih belum sadar sampai sekarang," Kirani menitikkan air mata.


Deg... Jantung Keyra seakan berhenti.


'Ya Tuhan selamatkan kak Kevin,' batin Keyra


"Kak Kevin pasti sembuh kak. Kak Kirani tenang ya. Aku mau jenguk kak Kevin dulu."


Kirani mengangguk pelan.


"Terima kasih Keyra," kata Kirani pelan


"Sama-sama kak."

__ADS_1


Keyra pun menuju ke tempat dimana Kevin dirawat.


Dilihatnya Reyo yang sedang duduk menunggu Kevin. Keyra mendekati Reyo. Reyo pun segera keluar ruangan, karena harus bergantian kalau mau menjenguk pasien di ICU.


Keyra mendekati Kevin. Kevin yang terpasang oleh beberapa alat medis menambah Keyra semakin sedih. Air mata pun mengalir deras dari mata Keyra.


Di genggamnya tangan Kevin erat.


"Maafin Keyra kak," air mata Keyra mengalir semakin deras.


"Seandainya Keyra tak berhenti di seberang jalan, pasti kak Kevin tak mengalami kejadian seperti ini. Apa yang harus Keyra lakukan agar kak Kevin bisa sembuh," Keyra semakin tak kuasa membendung air matanya.


Diciumnya tangan Kevin dengan isak tangis yang tak terbendung.


Lama...


Tiba-tiba tangan Kevin bergerak. Keyra terkejut bukan main. Dia pun segera memanggil dokter atau suster yang lewat di depan ruangan.


Reyo mendekati Keyra dan memeluknya.


Dokter segera memeriksa Kevin.


"Kak Kevin tangannya bergerak Rey. Itu berarti ada kemungkinan dia akan segera sadar," Keyra terlihat senang.


Beberapa menit kemudian, dokter keluar dari ruangan.


"Gimana dok?" tanya Reyo


"Syukurlah kondisinya semakin membaik. Meskipun masih ada beberapa hal yang harus ditangani. Setelah siuman dia akan kita pindahkan ke ruang rawat inap," kata dokter


"Terima kasih dok," kata Keyra dan Reyo bersamaan.


"Aku akan memberitahu kak Kirani tentang ini."


"Kirani tertidur. Aku sudah ke sana tadi. Sekarang lebih baik kamu ganti baju dan segera sarapan," kata Reyo


Keyra mengikuti perkataan Reyo.


Setelah ganti baju dan sarapan, Keyra dan Reyo segera kembali ke ruang ICU.


Ternyata Kevin sudah dipindahkan. Tetapi alat medis masih tetap terpasang di tubuh Kevin.


Keyra dan Reyo masuk ke ruangan setelah dokter memeriksanya.


"Kak Kevin?" kata Keyra pelan


"Keyra," kata Kevin lirih


Keyra mendekati Kevin yang terbaring lemah.


"Seluruh tubuhku tidak bisa digerakkan Key," kata Kevin menitikkan air mata.


"Kak Kevin istirahat aja dulu. Pelan-pelan kak Kevin pasti sembuh," Keyra berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh.


Digenggamnya tangan Kevin yang begitu lemah sampai dia tertidur.


"Kita keluar Keyra," kata Reyo akhirnya setelah Kevin tertidur.


Di luar ruangan.


"Apakah kak Kevin akan sembuh Rey?" tanya Keyra pada Reyo.


"Aku tak tau Keyra. Doakan saja dia."


"Sekarang aku antar kamu pulang. Istirahatlah," kata Reyo


"Tapi aku ingin di sini," rengek Keyra


"Aku nggak mau kamu sakit. Nanti biar anak-anak yang gantian jaga."

__ADS_1


...❤...


__ADS_2