Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 31


__ADS_3

"Aku akan menghubungi Keyra," kata Abel tak sabar.


"Kok nggak aktif??" kata Abel yang sudah menghubungi Keyra berkali-kali.


"Mungkin mereka lagi kencan," kata Bagas menyindir Reyo, karena geram Reyo hanya diam saja saat tau kekasihnya bersama orang lain.


Reyo menatap Bagas tajam.


"Kita tunggu aja Keyra," kata Anji


"Awas aja kalo cowok itu macam-macam ma Keyra," Abel merasa tak tenang.


"Udah Bel, jangan mikir yang macam-macam ya. Pasti Keyra baik-baik aja kok," kata Tania menenangkan Abel.


Sore menjelang malam tiba. Handphone Keyra dari tadi sudah nggak aktif. Nggak ada kabar sama sekali. Bahkan Reyo pun tak dihubungi Keyra sama sekali.


Reyo semakin gelisah. Yang lainpun tau itu. Mereka jadi ikut nggak tenang.


'Kemana Evans membawa Keyra?? Shiitt!!'


Reyo menggedor meja yang ada di depannya dengan keras. Semua kaget dan terdiam. Menatap Reyo penuh tanya.


"Apa perlu kita cari Keyra sekarang?" tanya Nico yang seolah tau perasaan sahabatnya itu.


Tit.. Tit.. Tit..


Handphone Reyo tiba-tiba berdering.


"Evans," kata Reyo lirih


Reyo menjauh dari yang lain.


"Apakah kamu tidak mencari kekasihmu?Hahaha." kata Evans dari seberang.


"Kemana kamu membawa Keyra!!"


"Ayo tebak? Keyra terlihat bahagia bersamaku seharian. Dan kamu mencampakkannya. Hah!!"


Reyo menahan emosinya yang memuncak.


"Jadi terserah kamu. Sebentar lagi aku akan mendapatkannya. Dan dia pasti menerimanya!"


Tut.. tut.. tut..


'Shiitt!!'


Reyo mendekati Bagas dan meminta kunci mobil.


"Mau kemana Rey?" tanya Bagas


"Apakah itu Keyra?" tanya Aldi


Pertanyaan Bagas dan Aldi pun tak digubris oleh Reyo. Reyo pun bergegas pergi.


"Kita ikut Rey," kata Bagas


"Ini urusanku!!" Reyo segera pergi dari distro.


"Kita ikuti Reyo," kata Anji


"Tapi mobilnya di bawa Reyo. Masa kita nge-grab?" tanya Bagas


Satu jitakan Aldi mendarat di kepala Bagas.


"Tuh mobil apa gunanya," tunjuk Aldi pada mobil Alphard O-I-S lain yang terparkir di depan distro.


Aldi pun segera mengambil kunci dan mengemudikan mobil itu. Terlihat Tania dan Abel mencemaskan Keyra.


Di sisi lain, Evans dan Keyra menikmati angin malam di base camp kampus. Kampus memang sepi, tetapi ada beberapa mahasiswa mengadakan kemah di kampus.


"Ternyata indah ya kalo malam di sini," kata Keyra


"Iya. Emang Reyo tak pernah mengajakmu ke sini malam hari."

__ADS_1


"Ya enggak lah. Lagian biasanya kalo malam hari di kampus sepi. Untung tadi pas ada mahasiswa yang kemah."


"Iya juga sih."


"Oh iya Vans, ngomong-ngomong kenapa kamu mengajakku ke sini?"


"Ada yang perlu aku omongin ke kamu," kata Evans


"Apa?"


"I love you."


"Hah!!"


"Sejak pertama kita bertemu, Aku mulai jatuh hati padamu."


Deg...


Keyra menatap Evans, "Tapi Vans..."


"Aku tau kamu menjalin kasih dengan Reyo. Tapi apakah aku bisa merebut hatimu dari Reyo?" Evans mendekati Keyra.


"Sorry aku nggak bisa, Vans."


"Kenapa? Seberapa besar kamu mencintainya?" tanya Evans keras


"..."


"Aku ingin memilikimu seutuhnya," Evans semakin mendekati Keyra.


"Tinggalkan Reyo!!" bentak Evans


"Aku nggak bisa."


"Kamu tak bisa menolakku!!!" Keyra pun berada dalam pelukan Evans.


"Apa yang akan kamu lakukan padaku, Evans??"


"Aku ingin memilikimu!!" Evans hendak mencium bibir Keyra.


BBRAAAKK!!!!


Pintu terbuka. Reyo dengan cepat menghampiri Evans. Dengan penuh emosi, Reyo memukul Evans hingga tersungkur.


Evans membalas pukulan Reyo. Baku hantam pun terjadi.


Tak berapa lama kemudian, O-I-S, Tania, dan Abel datang.


Tania dan Abel segera menghampiri Keyra yang sedang terisak.


Aldi dan Bagas ikut memukul Evans. Nico dan Anji berusaha melerai mereka.


Setelah sekian lama terjadi baku hantam, mereka terlihat kelelahan.


Evans duduk di salah satu bangku yang tersedia. Mengambil nafas panjang dan tertawa.


Reyo menatapnya tajam. Lama...


Dan akhirnya Reyo pun tertawa.


Yang lain pun hanya mengerutkan dahi mereka. Apa-apaan ini?? Mereka bergelut dengan pertanyaan di kepala masing-masing.


"Kamu memang tak pernah terkalahkan saudaraku," kata Evans tersenyum dan merangkul Reyo.


"Sialan kamu," kata Reyo sambil memegang bibirnya yang berdarah.


"Apa maksud kalian??" tanya Keyra geram


"Kalian mempermainkan ku???" lanjutnya


"Sorry Keyra. Tapi aku benar-benar pernah mencintaimu," Evans tersenyum


"Pergi sana!!" bentak Reyo

__ADS_1


"Oke. Tapi aku ingin bicara pada Keyra sebelum aku kembali ke Amerika."


"Maaf Keyra, bukannya aku menakuti mu. Tapi aku cuma mengetes seberapa besar Reyo mencintaimu. Beruntung kamu mendapatkan Reyo yang benar-benar tulus padamu," kata Evans


"Dan sejak mengenalmu, sedikit demi sedikit dia bisa menjaga emosinya. Buktinya waktu aku mengajakmu kencan pertama di mall. Dia tidak marah padaku," lanjut Evans tertawa kecil.


"Kencan?" tanya Keyra mengingat waktu itu.


"Dasar bodoh!!" kata Reyo


"Dan untuk semuanya, mungkin kalian tidak suka caraku seperti ini. Tapi memang dari dulu aku dan Reyo selalu bersaing dalam berbagai hal. Karena aku adalah kakak angkat Reyo."


"Kakak angkat Reyo???" kata semua bersamaan


"Oke. Besok aku akan kembali ke Amerika bersama orang tua Reyo. Lagian keperluan ku di sini juga sudah selesai."


"Sorry Reyo, tapi aku banyak belajar lebih darimu," Evans memeluk Reyo.


Kepergian Evans membuat semuanya menatap Reyo tajam.


"Sejak kapan kamu punya kakak angkat?" tanya Bagas


"Loe nggak pernah cerita ke kita," kata Aldi


"Evans memang anak angkat papa dan mama. Sebelum aku lahir mereka telah mengangkatnya, karena orang tua Evans meninggal dalam kecelakaan."


"Kok kamu nggak pernah cerita ke kita Rey," tanya Keyra


"Untuk apa aku cerita hal pribadi ke kalian."


"Ya setidaknya kita tau sedikit lah tentang Evans," kata Nico


"Sejak kecil kita selalu bersaing dalam hal apapun. Evans remaja sudah mulai merampas apa yang aku miliki. Terutama kasih sayang orang tuaku," Reyo menerawang


"..."


"Orang tuaku memang sangat menyayanginya dibanding denganku, anak kandungnya."


"Dia iri padamu," kata Bagas


"Ya begitulah. Evans juga sempat ingin membunuhku!!"


"Apa!!" Keyra kaget


"Waktu itu hanya kakek Teyo yang aku percaya. Dia memberikan kasih sayangnya kepadaku."


"Eh," Keyra menatap Reyo


"Dan aku begitu takut kehilanganmu Keyra," Reyo membalas tatapan Keyra. Lama...


"Cie cie kalian ini bucin banget sih," kata Bagas mengagetkan Keyra dan Reyo.


Keyra dan Reyo sama-sama membuang muka.


"Kalian lanjutin juga nggak papa kok," Bagas cengengesan.


Keyra dan Reyo menatap tajam Bagas.


"Obrolannya maksudnya," Bagas tersenyum.


Jitakan Aldi pun mendarat di kepala Bagas.


"Kenapa sih Al, kamu selalu menjitakku," kata Bagas kesal


"Itu tanda sayang dari gue," Aldi cengengesan


"Sialan loe."


"E... Terima kasih ya semuanya. Kalian memang sahabat yang terbaik yang selalu ada apa pun yang terjadi," lanjut Keyra


Abel dan Tania memeluk Keyra erat.


"Dan semoga kita bisa selalu bersama-sama seperti ini," Keyra tersenyum lebar.

__ADS_1


...❤...


__ADS_2