
*****..*****... handphone Keyra berdering.
Kak Kevin.
"Malem Key. Kamu belum tidur?"
"Belum kak," suara isak Keyra mencemaskan Kevin.
"Kamu kenapa Key? Kamu nangis??"
"Keyra nggak papa kok."
"Bohong! Cerita sama kakak donk."
"Keyra... Keyra ketemu Jack, kak!” Keyra pun kembali menangis.
"Apa!! Jadi dia menyusul kamu kesana?"
"Apa maksud kak Kevin??”
"Keyra, kemarin dia ke rumahku. Dia menanyakan mu. Aku bilang kamu sedang liburan ke Bali...”
"Jadi kak Kevin yang menyuruhnya kemari!!!" teriak Keyra.
Teman-teman Keyra pun kaget mendengar teriakannya itu. Tapi mereka hanya terdiam.
Hanya mendengarkan pembicaraannya dengan Kevin dari luar kamar.
"Enggak Key. Dia ngotot pengen ketemu kamu."
"Kak Kevin udah tau kan kalo aku nggak mau lagi ketemu dia!! Kenapa kak Kevin memberitahu keberadaan ku!!"
"Key, tenang Key. Aku tak memberi tau dimana posisi kamu di Bali. Teman-teman kamu itu pasti membawa kamu di tempat yang digemari Jack kan!! Di diskotik. Kamu pasti pergi ke diskotik lagi kan!! Hingga ketemu sama Jack”
"Kenapa kamu jadi menyalahkan teman-teman Keyra!! Kak Kevin jangan asal ngomong! Mereka justru yang menolong Keyra!"
"Mereka pasti pura-pura baik sama kamu!"
"Apakah kak Kevin juga merasa baik setelah apa yang dilakukan Jack terhadapku??”
"Key, itu masa lalu. Jangan ungkit-ungkit lagi. Maafiin aku Key."
"Cukup kak!! Ini yang kedua kalinya kak Kevin mengecewakanku. Dan aku peringatin, tolong jangan berprasangka buruk lagi tentang teman-teman aku."
"Tapi Key..."
"Aku nggak ingin lagi ketemu sama kak Kevin!!"
"Keyra!!"
Tut..tut.. Keyra mematikan ponselnya dan membuangnya.
Keyra teriak dengan histeris. Tania yang tak tega mendengar itu berniat hendak menghampirinya. Tapi Reyo mencegahnya.
”Biarkan dia sendiri," kata Reyo.
__ADS_1
”Tapi dia butuh kita. Aku khawatir sama Keyra," Tania cemas.
”Dia sendirian saat ini, itu jauh lebih baik," kata Nico.
”Apa sebenarnya yang terjadi malam ini? Apa kaitannya dengan Kevin dan cowok itu? Pasti ada rahasia yang disembunyiin Keyra. Kenapa dia tak pernah cerita," Anji terlihat serius.
“Aku nggak nyangka Keyra bisa sehisteris seperti itu. Selama ini dia selalu terlihat begitu ceria, bawel, selalu tertawa," Tania tersenyum mengingat Keyra yang biasanya.
”Kita harus cari tau soal ini. Apakah perlu kita menghubungi ayahnya?" kata Sarah.
“Jangan. Aku nggak mau ayah Keyra menjadi kepikiran dan khawatir," kata Reyo.
“Abel," tiba-tiba Bagas mengingat Abel.
"Hubungi saja dia," kata Nico.
Bagas pun segera menghubungi Abel.
Beberapa saat kemudian, Abel datang dengan perasaan cemas. Dia pun segera menghampiri Keyra. Sementara yang lain tetap menunggu di luar.
Abel terkejut melihat keadaan Keyra sekarang. Dia pun mendekati Keyra.
"Keyra, ada apa?" tanya Abel lembut.
"Abel," Keyra memeluk Abel erat sambil menangis.
Keyra pun menceritakan semuanya yang terjadi malam ini. Abel ikut merasakan kesedihan yang dialami sahabatnya itu.
Dia sangat menyesal tak datang bersama mereka saat itu karena ada acara lain yang harus dihadirinya.
Hingga akhirnya Keyra tertidur di pangkuan Abel.
Setelah menyelimuti tubuh mungil Keyra, Abel segera keluar dan bergabung bersama yang lain.
"Gimana, Bel?" tanya Bagas
"Dia tertidur. Biarkan dia istirahat."
“ E.. Apa kamu mengetahui tentang laki-laki yang bernama Jack?" tanya Sarah pelan.
"Apakah selama ini Keyra tak pernah cerita sama kalian?"
"Dia nggak pernah cerita apapun," kata Anji
'Jadi benar, Keyra pasti sudah mengubur dalam-dalam kejadian itu. Dia tak mau mengungkitnya lagi. Apalagi menceritakan pada orang lain. Tapi haruskan aku menceritakan semuanya pada mereka? Aku takut Keyra marah dan trauma lagi' pikir Abel
"Kok kamu jadi bengong," kata Bagas mengagetkan Abel.
"E.. sebenarnya dia adalah mantan pacar Keyra," akhirnya Abel mulai bercerita.
"Mantan pacar? Terus kak Kevin?" tanya Tania
"Kak Kevin memang sahabat terdekat Keyra. Dia yang mengenalkan Jack pada Keyra saat itu," lanjutnya
"Kok Kevin bisa kenal sama Jack?" tanya Bagas
__ADS_1
"Mereka bertemu saat ada perlombaan basket antar negara."
"Jadi dia pemain basket," kata Aldi
"Semakin lama mereka menjadi akrab. Meskipun tempat tinggal mereka berjauhan, tapi tetap berhubungan lewat email. Akhirnya kak Kevin mengenalkannya pada Keyra. Kak Kevin bermaksud mengenalkan pada Keyra agar Keyra memiliki teman yang bisa menjaganya di sana..." lanjut Abel
"Akhirnya Keyra dan Jack pacaran. Waktu itu Keyra baru manjadi siswa SMP. Keyra teman sekelas ku. Dia juga menjadi sahabat terbaikku," Abel menerawang
"... "
"Hingga akhirnya, di sebuah pesta perpisahan kelulusan sekolah Jack, Keyra pun diundang. Acara digelar di hotel mewah. Keyra memakai gaun yang begitu cantik. Tapi dengan kecantikannya itu, Jack memanfaatkannya. Dia mengajak Keyra ke kamar hotel dan menyuruhnya menanggalkan pakaian."
"Apa??" Reyo kaget.
"Jack ingin merekamnya. Jack melakukan ini, katanya untuk kenang-kenangan dirinya. Tapi Keyra menolaknya keras. Tapi Jack tetap memaksa."
"Keterlaluan!! Harusnya kita bunuh saja dia!" kata Bagas geram.
"Tapi untungnya, aku melewati kamar itu. Aku tau itu suara Keyra. Awalnya aku tak tau Keyra bakal datang ke acara itu. Karena dia bilang mau pergi bersama ayahnya. Akhirnya aku pergi bersama kakakku yang juga mengikuti acara perpisahan itu."
"..."
"Hingga akhirnya aku memanggil satpam untuk mendobrak pintu itu. Keyra sangat ketakutan. Aku segera mengeluarkannya dari kamar. Jack pun ditangani satpam itu. Tapi sebelum aku dan Keyra keluar. Keyra menunjuk handycam di atas tv. Aku pun mengambilnya tanpa sepengetahuan Jack."
"Apa isi handycam itu?" Bagas penasaran
"Sejumlah video bugilnya bersama beberapa cewek ada di situ. Dan beberapa video itu udah masuk situs!" Abel menjadi kesal mengingatnya.
“Keyra histeris. Dia melempar handycam itu hingga hancur lebur. Dia stres. Akhirnya ayahnya membawanya pulang ke rumah kakek waktu itu. Dia sempat membenci kak Kevin, karena dia menganggap mengapa seorang sahabat yang dinilainya baik tega memperkenalkannya pada orang yang begitu jahat," Abel mulai meneteskan air matanya.
"Tapi itu tak lama. Kak Kevin datang pada Keyra dan benar-benar minta maaf. Keyra pun memaafkannya. Dia sadar kalo semua yang dialaminya juga bukan kesalahan kak Kevin sepenuhnya. Akhirnya dia dan ayahnya kembali Singapura," lanjutnya
"Minum dulu, Bel," Anji menyerahkan botol mineral kepada Abel.
"Makasih."
Mereka semua terdiam. Abel segera menghapus air matanya yang membasahi parasnya.
Dia begitu sedih mengingat kejadian yang dialami sahabatnya itu. Dia pun kembali bercerita.
"Sejak saat itu, dia begitu trauma memakai gaun. Dia takut. Akhirnya dia memutuskan berpenampilan seperti sekarang."
"Pantes aja tadi dia sempat menolak," kata Tania
"Jadi tadi, dia memakai gaun?" tanya Abel
...❤...
Visual tokoh
__ADS_1