Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 25


__ADS_3

"Nggak gabung sama mereka," kata Reyo mengagetkan Keyra.


"Kamu??" Keyra terlihat bingung


Pesta dansa dimulai. Reyo mengajak Keyra bergabung dengan yang lainnya. Musik mengalun indah. Mereka berdua pun berdansa di tengah-tengah lainnya.


"Kapan kamu datang? Kok bisa?" tanya Keyra penasaran


"Kemarin. Aku minta ijin ke mama-papa untuk menikmati tahun baru di sini."


"Kok kamu nggak bilang sama aku."


"Kalo aku bilang, bukan kejutan namanya."


Keyra tersenyum.


"Makasih ya. Karena kamu, aku bisa menikmati kebahagian bersama orang tua aku. Di sana mereka memberi kejutan untuk ulang tahunku. Aku selalu pergi seharian bersama mereka. Bercerita, canda tawa bersama. Makasih ya," lanjut Reyo


"Aku yakin kamu bisa mendapatkan kebahagiaan itu kembali dari diri kamu sendiri. Asalkan kamu nggak lagi cuek, keras kepala, dan juga egois."


Keyra dan Reyo pun tertawa kecil.


"Keyra, kamu kemanain Baggo?" tiba-tiba Bagas datang.


"Oh itu..." Keyra berusaha mengingat


"Pokoknya sekarang kamu harus bantu nyari dia sampe ketemu."


"Iya, iya."


Keyra dan sahabat-sahabatnya berusaha mencari Baggo.


"Tadi kamu taruh mana sih si Baggo itu?" tanya Reyo yang ikut mencari.


"Waktu kamu datang, Baggo aku taruh di kursi sini. Sekarang Baggo nggak ada. Ini gara-gara kamu tau!" kata Keyra


"Kok jadi aku yang disalahin."


"Udah ketemu?" Tania dan Nico menghampiri mereka.


Reyo dan Keyra menggeleng. Sahabat-sahabat lainnya pun menghampiri mereka.


"Gimana?" tanya Bagas cemas


"Gas, maafin aku ya. Aku nggak sengaja. Aku nggak bermaksud ninggalin Baggo. Aku janji aku akan menggantinya kalo pun Baggo nggak ketemu," Keyra menyesal


Bagas tiba-tiba meninggalkan sahabat-sahabatnya ketika matanya tertuju pada seorang cewek gendut yang sedang menggendong seekor kucing. Baggo. Bagas segera menghampirinya. Yang lain pun mengikutinya.


"Kembalikan si Baggo!" Bagas berusaha merebut Baggo dari cewek itu.


"Ih, siapa sih kamu? Jangan sakiti kucing aku," cewek itu sewot


"Kamu nggak kenal aku?? Denger ya, aku Bagas salah satu anggota O-I-S yang terkenal di kampus sini, Ngerti! Sekarang balikin kucing itu!" bentak Bagas

__ADS_1


”Oh, O-I-S itu. Memang ya sekarang sudah berubah. Bener sih agak galak-galak dikit. Tapi nggak kayak dulu. Ternyata penyayang kucing juga ya. Jadi gemes nih, cewek itu mencubit pipi Bagas"


"Auww," pekik Bagas


"Balikin sekarang!"


Yang lainnya tersenyum kecil melihat tingkah cewek itu.


"Sebenernya aku tadi nemu sih. Kasihan dia jalan sendiri. Jadi aku temenin deh. Berhubung pemiliknya adalah salah satu O-I-S, ya udah deh aku balikin. Nih, cewek itu menyerahkan Baggo pada Bagas."


Tapi sebelum cewek itu pergi, dia sempat mencium pipi Bagas dan sempat berkata


"Kucingnya imut seperti yang punya," cewek itu tersenyum dan segera berlari.


"Awas kamu ya!!!" teriak Bagas.


Sahabat-sahabat lainnya tertawa lepas.


"Abel nggak usah jealous ya. Malam ini Bagas dapet rejeki gede tuh," Keyra cengengesan


"Puas kamu Keyra!" Bagas sebal sambil mengusap-usap pipinya yang kena lipstik cewek itu.


Tiba-tiba... DUUEEERRR...DUUEEERRR... kembang api meluncur di atas langit.


"Selamat Tahun Baru!!!" semuanya berteriak serempak.


...❤...


Minggu pagi, Keyra dan ayahnya pergi ke makam kakek, nenek, dan ibu Keyra.


"Bu, aku bawa Keyra kesini. Dia sekarang tampak lebih dewasa dan cantik seperti kamu. Kayaknya dia juga sudah menemukan jodohnya," kata Deru


"Ih ayah apaan sih. Nggak usah ngadu sama ibu deh soal ini."


"Ibumu harus tau donk."


"Keyra ngerti. Ibu pasti juga udah tau kok. Jadi ayah nggak usah bilang keras-keras di depan Keyra," Keyra sewot


"Tuh bu. Kalo kayak gini, Keyra lebih jelek dari mak lampir," ayah tersenyum geli


"Ayah!!"


...❤...


Keesokan harinya, O-I-S berkumpul di distro mereka. Hari ini jadwal kuliah lagi kosong.


"Hei, gimana rencana pernikahan lo ma Sarah?" tanya Aldi pada Anji.


"Iya nih. Katanya kalo masing-masing dari kita sudah punya pasangan, kalian mau nikah," kata Bagas


"Inginnya sih begitu. Tapi kayaknya terlalu terburu-buru kalo sekarang."


"Yah ngeles. Bilang aja kalo kamu masih ingin ngumpul-ngumpul bareng kita kemanapun," kata Bagas

__ADS_1


"Kamu kira married nggak butuh pemikiran matang. Kalo kamu juga jadi married sama Abel, kamu pasti juga mikir, mau dikemanain kucing anggora kamu itu. Tiap harinya aja tidur bareng. Masa iya kalian mau tidur bertiga. Pasti Abel nggak mau lah tidur ama kucing. Haha," Anji tertawa diikuti lainnya.


"Eh kenapa jadi Baggo dibawa-bawa. Apa urusannya sama kamu!"


Tak beberapa lama, Reyo berdiri.


"Mau kemana Rey?" tanya Nico


"Ke kampus. Udah jarang kita kumpul di base camp. Yuk kita ke sana," ajak Reyo


Semuanya saling menatap.


"Lagian aku mau jemput Keyra untuk mengajaknya jalan-jalan."


"Tapi Rey..." Bagas sedikit khawatir


"Kalo kalian nggak mau ikut ya udah. Kebetulan aku bisa berduaan sama Keyra," Reyo meninggalkan tempat.


Otomatis yang lainnya pun mengikuti Reyo.


Sesampainya di kampus, Reyo, Nico, Anji, Aldi dan Bagas segera menuju base camp mereka.


Tapi sebelum sampai di lantai teratas, mereka mendengar suara ramai di atas sana.


Reyo segera menyusuri tangga. Di depan pintu, dia membaca tulisan di kertas, kemudian merobek dan membawanya.


Reyo membuka pintu itu dan matanya terbelalak.


Tempat itu menjadi berubah. Tembok yang dulunya bersih, menjadi tercorat-coret oleh gambar artistik.


Meja dan kursi menjadi bertambah. Lampu hias juga bertambah dan menghiasi sudut-sudut ruangan.


Dan yang terakhir, anak-anak lain bebas keluar masuk ke tempat itu. Berkumpul di sana. Ada yang ngerjain tugas, ada yang menyendiri, ataupun ada yang sekedar bercengkerama dengan sahabat-sahabatnya.


Reyo begitu marah. Ia pun segera meninggalkan tempat itu diikuti sahabatnya.


Reyo bergegas menuju ke salah satu laboratorium. Dilihatnya Keyra yang tengah asyik membuat sesuatu di depan komputer.


Reyo langsung menarik lengan Keyra. Tak peduli ada dosen di situ. Tania yang duduk di sebelah Keyra terpaksa meminta ijin dosen untuk keluar laboratorium juga.


Reyo menarik Keyra hingga ke tengah halaman kampus. Tania, Nico, Anji, Aldi, dan Bagas menjauh dari mereka dan menyaksikan mereka dari depan salah satu kelas.


Mereka terlihat cemas melihat Keyra. Keyra yang hampir tergelincir oleh sepatu rodanya, berhasil menyeimbangkan tubuhnya.


"Reyo! Kamu tuh apa-apaan sih? Aku masih ada jadwal kuliah. Apa kamu nggak malu dengan dosen aku."


"Ngapain harus malu."


"Kamu ternyata tetap aja ya. Nggak berubah. Bisa nggak sih kamu benar-benar bersikap lembut sama aku. Aku ini cewek kamu. Jangan bandingin dengan yang dulu donk. Sekarang kamu maunya apa?" Keyra sedikit kesal


❤❤❤


Maap banget ya kakak-kakak yg sdh lamaaaa nunggu up-nya🙏🙏🙏. Author jg kepingin up terus setiap hari sampe brp bab gitu tp kenyataannya😭😭😭. Author lg ngurus anak-anak nih yg pada hiperaktif semua. belum lagi kalo rebutan hp sama anak🤭😭😂 (tuh kan jadi curhat).

__ADS_1


tapi bukan alasan untuk author tetap semangat melanjutkan hobi menulisnya.


Ayo SEMANGAT!!!!! 💪🥰


__ADS_2