
"Kita kan nggak tau kalo bakal gini jadinya," sela Bagas.
"Aku harap, kalian nggak memaksanya lagi sebelum dia yang memutuskannya sendiri."
"..."
"Aku senang Keyra bisa kembali ceria dan penuh tawa, sejak Jack tak pernah mengganggunya lagi. Kita dengar Jack juga masuk rehabilitasi karena narkoba."
"Dia ternyata juga pecandu," kata Bagas
Hari semakin gelap, Abel mengakhiri ceritanya.
"Udah malam Bel. Kenapa nggak nginep sini aja?" kata Bagas
"Aku harus pulang, Gas. Besok pagi aku akan ke sini. Kita akan mengajak Keyra jalan-jalan."
"Jalan-jalan? Apa nggak bahaya buat Keyra? Kalo bertemu Jack kembali dan dia mengikutinya?" Tania cemas
"Tenang aja. Ada kabar apa besok."
"Maksud kamu?" tanya Reyo
"Kita lihat aja besok. Aku tau caranya agar Keyra tak sedih lagi," Abel tersenyum.
Mereka pun mengernyitkan keningnya masing-masing.
Keesokan harinya, di pagi hari. Abel dan lainnya sudah berkumpul di ruang tengah.
"Keyra udah bangun?" tanya Abel pada teman-temannya.
"Kayaknya dia lagi mandi," kata Tania.
"Ada kabar apa Bel? Katanya kemarin kamu mau menyampaikan sebuah kabar," Aldi penasaran.
"Kemarin Jack ditangkap."
"Kamu serius? Kok kamu tau?" tanya Sarah
"Kakakku bekerja di surat kabar. Jadi dia tau berita hari ini."
"Kenapa dia ditangkap?" tanya Nico
"Dia sudah lama menjadi buronan polisi karena dia ternyata adalah bandar besar sekaligus pecandu narkoba."
"Apa kamu bilang!!" tiba-tiba Keyra datang dengan wajah sembab dan sinis.
"Keyra. Kamu udah di sini? Kita jalan-jalan yuk," kata Abel lembut.
"Siapa yang jadi bandar narkoba?" tanya Keyra lagi.
"Yuk Key, kita jalan-jalan," Abel segera menarik lengan Keyra tanpa mempedulikan pertanyaan Keyra. Lainnya pun mengikuti keduanya keluar villa.
Abel mengajak mereka ke tempat yang begitu indah dan sejuk. Sesampainya di tempat, mereka segera turun.
"Wah... seger banget tempat ini," kata Bagas
Abel mengeluarkan sepatu roda dari bagasi mobilnya. Dia pun segera memakainya.
Keyra terkejut melihatnya.
"Kamu bisa main sepatu roda?" tanya Keyra tak percaya karena dulu Abel pernah jatuh saat memakai sepatu roda dan mengalami trauma.
"Siapa bilang aku berhenti latihan setelah dulu kamu pernah mengejekku," Abel tertawa.
"Sekarang, tunjukkan padaku," kata Keyra
"Oke. Aku tantang kamu sampai sana. Tuh, tunjuk Abel pada pohon besar di depannya.
Abel pun bergegas, Keyra merasa tertantang. Merekapun melaju kencang.
"Hei tunggu! Kalian meninggalkan kita!" teriak Bagas.
__ADS_1
Lainnya tertawa dan kemudian mengikuti Keyra dan Abel. Keduanya terlihat santai dan ceria.
Keyra akhirnya bisa kembali tertawa.
"Kenapa Abel tak bilang kalo mau bersepatu roda. Tau gitu aku juga beli tadi," Bagas manyun
"Cerewet loe. Emang loe bisa," ejek Aldi
"Loe belum tau ya. Dulu aku pernah juara tau."
"Juara kalo kaki loe diperban gara-gara sepatu roda itu," Aldi tertawa
"Sialan loe."
"Udah ah, kalian ini. Kita gabung yuk sama Keyra dan Abel," ajak Sarah
Mereka akhirnya bergabung. Senda gurau terlihat diantara mereka.
Abel kembali ke mobilnya untuk mengambil sepatu roda yang dia sewa. Ternyata Abel mempersiapkannya.
Merekapun mencoba bersepatu roda, kecuali Reyo. Dia lebih memilih duduk sambil melihat pemandangan di sekitarnya.
Keyra pun menghampirinya.
"Kenapa tak gabung dengan mereka?" tanya Keyra
"Emang penting banget?"
"Terserah kamu!"
Keyra pun kembali memandang teman-temannya yang sedang bersepatu roda.
Dia pun tertawa ketika melihat Bagas yang dari tadi terjatuh ketika bersepatu roda.
"Dasar Bagas! Payah loe!" teriak Keyra menirukan gaya bahasa Aldi dan kemudian tertawa lagi.
Tiba-tiba Keyra berhenti ketawa ketika tak sadar Reyo sedang menatap dirinya.
"Aku senang kau bisa kembali ceria lagi."
"Kamu pasti udah tau kan tentang kejadian yang pernah aku alami."
”Aku tak mau bahas masalah itu," sela Reyo
"Aku mencintaimu Keyra," kata Reyo pelan
"Apa??" Keyra kaget.
Reyo pun gugup dan langsung memalingkan wajahnya.
"Kamu mencintaiku? Serius?" tanya Keyra menahan tawa.
"Dasar bodoh! Jangan mimpi kamu."
Keyra tertawa "Bilang aja Rey. Sebenarnya kamu suka kan sama aku?" tanya Keyra
"Dasar berisik."
Reyo pun langsung menutup mulut Keyra. Yang lainnya tersenyum melihat tingkah mereka berdua.
...❤...
Malam harinya mereka mengadakan makan malam di resto dekat pantai. Ini adalah acara terakhir mereka sebelum kembali ke Bandung. Banyak pengunjung yang datang.
Pelayan pun menghampiri mereka dan membawa menu makanan. Pelayan itu segera mencatat apa yang dipesan mereka.
Keyra terlihat bingung memilih minuman.
"Pesan apa ya enaknya?" tanya Keyra
"Jus leci aja mbak. Nanti saya kasih es krim di atasnya deh mbak. Rasanya segar dan manis kok. Kayak mbak, sama manisnya," kata pelayan itu.
__ADS_1
Reyo menatap tajam pada pelayan itu. Pelayan itu langsung menundukkan kepalanya.
"Maaf," kata pelayan itu singkat.
"Dia pesan sama persis kayak saya," kata Reyo ketus.
"Kayaknya aku mau coba jus leci itu aja deh," kata Keyra akhirnya.
"Enggak," bentak Reyo
"Tapi aku ingin itu Rey," Keyra memelototi Reyo.
”Ya udah mas, jus leci satu," kata Anji akhirnya.
Pelayan itu segera pergi.
"Dasar kecentilan," Reyo ketus
"Apa kamu bilang?? Maksud kamu tu apa sih Rey," Keyra kesal
"Tau," Reyo cuek
"Kamu tu kenapa sih Rey? Tiap kali ada cowok yang dekat dan memujiku, kamu selalu kasar," Keyra semakin kesal.
"Kamu masih nggak ngerti juga?" tanya Nico menatap Keyra.
Keyra menggeleng.
"Dasar bodoh," kata Reyo menatap Keyra.
"Jangan bilang bodoh lagi ke aku. Atau..."
"Udah. Kita tunggu makanannya datang ya," potong Tania akhirnya.
Tak lama kemudian makanan mereka datang. Keyra terlihat sumringah.
"Wah jusnya sangat menggoda sekali. Pasti enak," kata Keyra
"Cepat minum. Atau ku buang," ketus Reyo
"Reyo!!" teriak Keyra yang kesal karena Reyo memegang gelas milik Keyra dan ingin membuangnya.
Mereka yang menyaksikan adegan ini hanya bisa menggelengkan kepalanya.
...❤...
Pagi hari yang cerah, Keyra dan teman-temannya sudah berada di bandara. Hari ini mereka akan pulang ke Bandung.
Abel yang sudah mulai kenal dengan mereka begitu muram ketika akan ditinggalkan.
"Abel, kita pamit dulu ya. Makasih atas semuanya. Sampai jumpa lagi. Kita akan merindukanmu selalu," kata Keyra
"Iya Keyra, lupakan kejadian yang sudah berlalu," Abel memeluk erat Keyra.
Keyra mengangguk dan meneteskan air mata.
"Terima kasih Abel."
"Iya Key. Makasih juga ya, kalian udah menjadi teman yang baik buat aku. Aku juga akan merindukan kalian semua," kata Abel pada yang lainnya.
Bagas pun memeluk Abel erat.
"Ayo Gas, kita nanti telat lho," ajak Anji akhirnya.
"Kalian hati-hati ya. Jaga Keyra baik-baik," Abel tersenyum.
Beberapa jam kemudian, mereka telah sampai di kota tempat tinggal mereka. Reyo pun mengantar Keyra pulang.
Keyra dan teman-teman lain tak akan pernah menceritakan apa yang telah dialaminya sewaktu di Bali pada Deru. Ini memang kesepakatan bersama. Keyra tak ingin ayahnya khawatir.
...❤...
__ADS_1