
Pagi hari telah tiba. Semua disibukkan dengan aktivitas masing-masing. O-I-S yang sudah memasuki semester akhir, disibukkan dengan skripsinya.
Di kantin kampus terlihat Keyra dan Tania duduk di sana. Jam pertama mereka kosong karena memang tidak ada dosen yang mengajar.
"Hai Keyra, Hai Tania," Kevin duduk di sebelah Keyra.
"Kak Kevin!"
"Hai kak," sapa Tania
"Nggak ada dosen nih?" tanya Kevin
"Iya nih dosen lagi ke luar negeri. Eh kakak gimana skripsinya?" tanya Keyra
"Iya ini sudah jalan mau bab akhir. Doain ya cepat lulus biar bisa nemenin baby K lahir," Kevin tersenyum.
"Oh iya kurang dua bulan ya kak lahiran?"
"Wah selamat kak Kevin. Semoga lancar semuanya," Tania tersenyum.
"Iya terima kasih Tania. Kalian harus hadir ya nanti waktu lahiran."
"Pasti kak," kata Keyra dan Tania bersamaan.
"Oh iya kak. Kak Kevin diundang nggak sama Golden Group nanti malam?" tanya Tania
"Kalian juga diundang?"
"Bukannya diundang. Tapi O-I-S mengajak kita ke acaranya," kata Tania
"Oh. Iya nanti aku ajak Kirani juga kok. Keyra ikut kan?" tanya Kevin yang merasa Keyra diam dari tadi.
"Entahlah."
"Kamu kenapa Keyra? Ada masalah?" tanya Kevin khawatir.
"Nggak papa kok kak."
"Ya sudah sampai ketemu nanti malam ya. O iya Keyra, aku bawakan kamu sesuatu nanti malam," Kevin memeluk Keyra erat.
"Eh."
'Kenapa begitu hangat sekali pelukan kak Kevin,' pikir Keyra
"Yuk Keyra kita kembali ke kelas," kata Tania akhirnya.
Sore hari Keyra dan lainnya sudah berada di distro O-I-S. Ya, mereka memang merias diri di sana sebelum menghadiri acara yang digelar Golden Group dimulai.
Terlihat Abel juga terlihat di sana. Karena kakaknya dipindah tugaskan kerja di Bandung, jadi Abel juga lebih sering ke Bandung. Terkadang Abel juga bekerja di surat kabar membantu kakaknya.
Semuanya sudah siap. Giliran Keyra yang masih bingung memilih gaun.
"Mau pake gaun yang mana Key?" tanya Bella menunjukkan beberapa gaun yang dibawanya.
"Ini ya," Bella menunjukkan gaun yang terlihat punggung.
"Nggak. Itu sih kelihatan punggungnya," kata Keyra.
"Kalo yang ini Key," giliran Abel yang menunjukkan gaun pada Keyra.
"Itu kelihatan pahanya," Keyra menggelengkan kepalanya.
Reyo yang mendengar keributan di kamar pas akhirnya mendekat.
"Ada apa ini?" tanya Reyo
"Ini Rey, Keyra masih bingung mau pake gaun yang mana. Nggak cocok semua," kata Tania
"Ini ada satu lagi Reyo. Tapi apa mau Keyra memakainya?" kata Bella
__ADS_1
Reyo mengambil gaun yang dipegang Bella dan menyerahkan pada Keyra.
"Cepat pake!!" kata Reyo
Keyra pun mengambil gaun yang dipegang Reyo. Setelah melihatnya Keyra terkejut. Gaun itu terlalu sexy.
"Kamu gila apa Rey!! Aku nggak mau pake gaun yang kelihatan dadanya!!" teriak Keyra di dalam kamar pas.
Reyo melotot ke arah Bella.
"Sorry," kata Bella lirih
Akhirnya Reyo menelpon seseorang di toko baju miliknya.
Sambil menunggu pesanan baju datang mereka berkumpul di ruang tengah.
"Kamu tuh mau pake baju model apa sih Key, ribet amat," kata Bagas
"Semua modelnya seperti itu. Aku nggak suka."
"Emang bener-bener ribet nih anak," kata Aldi
"Biarin."
Tak berapa lama pesanan datang. Reyo langsung menyerahkan ke Keyra.
Keyra pun langsung membuka isi pesanan gaun itu. Gaun berwarna biru navy.
"Ih ini pundaknya kelihatan Rey," kata Keyra cemberut.
"Kamu mau ikut apa nggak? Kalo nggak, biar aku sama yang lain!!"
"Iya iya," Keyra menuju kamar pas.
"Cepetan!! Aku nggak mau telat!!"
"Iya."
"Wajarlah Gas, mungkin dia masih mengingat Jack," kata Abel keceplosan dan menutup mulutnya.
Semua menatap Abel tajam. Terlebih Reyo melotot ke arah Abel.
"Sorry Rey," katanya lirih
Beberapa menit kemudian Keyra datang.
"Gimana?" tanya Keyra
"Perfect," kata Abel
"Yuk. Nanti telat lagi," kata Anji
Mereka membawa dua mobil dan segera meluncur ke lokasi acara Golden Group di gelar.
Sesampainya di hotel mewah, tempat acara digelar. Mereka memasuki lokasi.
Banyak pengunjung di acara tersebut. Terlebih lagi banyak pengusaha-pengusaha muda yang sukses bergabung di sini.
"Hai Rey. Terima kasih telah datang di acara ini," sapa Erwin, pemilik Golden Group.
Reyo dan lainnya berjabat tangan dengan Erwin satu persatu.
"Cewek kamu?" tanya Erwin melihat Keyra yang terlihat anggun.
"Ya."
"Pinter juga kamu nyari cewek."
Reyo tersenyum simpul.
__ADS_1
"Silahkan ke sana dulu," Erwin menunjukkan tempat VVIP pada O-I-S.
Mereka pun segera menuju tempat yang ditunjuk Erwin.
Pelayan membawakan jus jeruk dan makanan ringan untuk mereka.
Sebelum duduk di kursi yang telah tersedia, ada seseorang yang diketahui bernama Dilla, pemilik butik yang berpenampilan sexy menyapa Reyo.
"Hai Reyo," sapa Dilla mencium pipi kanan dan kiri Reyo.
"Eh," Keyra melotot
"Hai semuanya," sapa Dilla lagi pada O-I-S yang lain.
"Hai Dilla, apa kabar?" Aldi membalas sapaan Dilla.
"Baik. Kalian lanjutkan dulu ya. Aku mau ketemu sama yang lain," pamit Dilla.
Berlalunya Dilla.
"Mantan kamu?" tanya Keyra pada Reyo.
"Bukan."
"Emang harus cipika cipiki di depan kekasih," Keyra cemberut.
"Kamu sih kalah sexy," Bagas tertawa, Abel segera mencubit lengan Bagas.
"Aku juga bisa lebih sexy dari dia," kata Keyra menggebu-gebu.
"Oh ya?" Reyo menatap Keyra intens.
"Ih," Keyra memalingkan wajahnya karena risih juga dengan tatapan Reyo.
"Hai Keyra," tiba-tiba Kevin datang.
"Kak Kevin! Mana kak Kirani?"
"Tuh ada di sana," tunjuk Kevin
"Maukah kamu berdansa denganku?" tanya Kevin
"Aku??"
"Hanya malam ini. Nggak papa kan Rey?" tanya Kevin pada Reyo.
"Jangan lama-lama!!"
Keyra dan Kevin akhirnya berdansa di tengah-tengah pengunjung lain.
"Kok tumben kakak ajak Keyra dansa? Apa kak Kirani nggak marah?" tanya Keyra merasa tak enak sama Kirani.
"Aku sudah bilang kok sama Kirani. Malam ini aku ingin bersamamu."
'Entah kenapa malam ini aku merasa kak Kevin begitu tampan,' pikir Keyra
"E... katanya kakak mau kasih aku sesuatu. Apa?" tanya Keyra
"Oh iya. Masih di mobil. Nanti pulang ya. Pokoknya kamu harus pake pas lahiran baby K," Kevin tersenyum manis.
Tiba-tiba Reyo datang dan mengambil alih Keyra. Kevin pun kembali bersama Kirani yang sudah menunggu di tempat duduk.
"Reyo. Nggak sopan tau," kata Keyra melanjutkan dansanya dengan Reyo.
"Dia yang nggak sopan sudah beristri tapi berdansa dengan orang lain."
"Jealous kamu?"
"Siapa yang jealous. Bukannya kamu tadi yang jealous. Hem," Reyo semakin mempererat pelukannya.
__ADS_1
"Reyo, kamu mau ngapain? Jangan macam-macam banyak orang."