Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 50


__ADS_3

"Baru datang?" tanya Erwin


"Iya Win. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Keyra terlihat seperti biasanya.


"Ini tolong kamu pindahkan data-data di laptop satunya. Pastikan berada di file yang aman. Jangan sampai terhapus."


"Baik Win."


"Nanti aku akan mengantarmu sore hari."


"Bukannya anda biasanya mengantarkan saya malam hari?"


"Ya, hari ini ada banyak urusan yang tidak bisa saya tinggalkan. Ada pertemuan rapat dengan clien baru juga."


Keyra menganggukkan kepalanya.


Sore hari Erwin mengantarkan Keyra ke distro O-I-S. Ini memang permintaan Keyra karena ingin meminjam laptop Tania. Dan Tania sedang berada di distro.


"Apakah kalian sering bertemu seperti ini?" tanya Erwin dalam perjalanan ke distro.


"Ya, kita selalu menyempatkan waktu untuk bersama," kata Keyra


"Sungguh luar biasa persahabatan kalian."


"Ya begitulah."


"Bagaimana hubungan kamu dengan Reyo?"


"Kita baik-baik saja."


"Beruntung Reyo mendapatkan mu," kata Erwin menatap Keyra sejenak.


"Hah?" Keyra bengong


Distro O-I-S


Setelah Erwin mengantarkan Keyra, Keyra bergegas memasuki distro.


"Wah mbak Keyra semakin terlihat dewasa ya," kata salah satu pegawai distro yang melihat Keyra memakai baju kerja dan terlihat berbeda.


"Kamu bisa aja deh. Terima kasih ya," Keyra tersenyum dan berlalu meninggalkan pegawai itu.


"Keyra," Tania memeluk Keyra.


"Tumben sekali nih," sindir Bagas


"Apaan sih."


"Oh iya ini laptopnya Key. Emang buat apa?" tanya Tania


"Buat kerja," jawab Keyra singkat


"Masih aja. Emang sana nggak punya laptop?" kata Bagas


Mereka pun hanyut dalam obrolan-obrolan kecil.


Tak berapa lama Reyo datang membawa Keenan.


"Keenan," Keyra langsung mengambil Keenan dari tangan Reyo.


"Pelan-pelan!" kata Reyo


'Bahkan aku hampir tak memikirkan mu, Keenan' Keyra menitikkan air mata.


Keyra mencium pipi gembul Keenan. Keenan tertawa melihat Keyra. Kini usia Keenan sudah tujuh bulan. Keenan juga sudah mulai merangkak.

__ADS_1


"Wah semakin mirip kak Kevin aja kamu Keenan," Keyra tersenyum.


"Kamu hampir melupakannya," kata Bagas


"Loe nggak tau, gimana Reyo kerepotan menjaganya waktu sakit," Aldi menambahkan.


"Iya maaf. Makasih Rey," kata Keyra


"Ma... ma... " kata Keenan


Semua melihat Keenan terkejut.


"Keenan, kamu bisa ngomong??" tanya Keyra gemas.


"Ma... ma.. ma... ma."


"Mama Keyra maksud kamu?" tanya Tania geli


"Ma.. ma.." Keenan tertawa


Semuanya ikut tersenyum gemas melihat Keenan.


Malam hari, di kamar Keyra.


Keyra langsung menyalakan laptop yang ia pinjam dari Tania. Flashdisk milik Keyra sendiri yang dibawanya dari perusahaan langsung dibukanya. Ya, Keyra mengcopy data-data Erwin ke flashdisk miliknya.


Dilihatnya isi flashdisk itu. Banyak file di sana. Keyra pun harus membuka satu persatu file tersebut.


Keyra terkejut ketika melihat ada foto Tania di dalam salah satu file Erwin. Seperti foto lama. Foto Tania masih sekolah juga ada. Tetapi tidak ada foto mereka yang sedang berdua. Keyra menganggap Tania dan Erwin adalah sepasang kekasih waktu duduk di bangku sekolah.


'Tania? Ada hubungan apa Tania dan Erwin? Apakah mereka pernah berpacaran? Tania juga seakan marah aku bekerja di tempat Erwin. Ada apa ini?' pikir Keyra


Keyra segera mengcopy file-file dari flashdisk nya ke dalam laptop Tania.


Mentari pagi yang cerah, Keyra bergegas untuk kembali ke kampus dan bekerja. Sepulang kuliah, Keyra langsung menuju tempat dia bekerja.


"Keyra," panggil Erwin


"Ya."


"Besok sama lusa kamu mendapatkan cuti. Saya akan pergi ke luar kota selama dua hari. Jadi, jaga diri kamu baik-baik," kata Erwin menatap tajam Keyra.


"Eh."


Distro O-I-S


"Kita perlu liburan deh," kata Bagas


"Masih ada masalah, liburan melulu di otak loe," jawab Aldi


Tit... Tit... Handphone Reyo berdering.


"Hallo pa. Ada apa?" tanya Reyo


"Reyo, Perusahaan R mengalami kemerosotan ekonomi. Banyak pegawai yang berpindah perusahaan," kata papa


"Kok bisa pa?"


"Ada seseorang yang berusaha mencuri data perusahaan dan sertifikat perusahaan."


"Apa!! Kok bisa. Bagaimana dengan keamanan perusahaan kita pa!"


"Ada orang dalam yang terlibat dalam hal ini. Besok Evans akan ke Indonesia untuk membantu kamu. Papa harap kamu bisa memimpin perusahaan. Sudah saatnya kamu memimpin Perusahaan R, Reyo."


"Aku pikirkan nanti pa. Papa tenang aja. Masalah ini akan cepat selesai."

__ADS_1


"Aku percaya padamu Rey."


Setelah menutup telfon, Reyo bergabung dengan yang lainnya. Reyo menghela napas panjang.


"Ada masalah?" tanya Anji


"Ada seseorang yang mencuri data dan sertifikat perusahaan," kata Reyo


"Apa!!" kata O-I-S lainnya bersamaan.


"Kok bisa?" tanya Bagas


"Papa menyuruh aku memimpin perusahaan," Reyo menekan pelipis matanya.


"Sudah saatnya kamu memimpin perusahaan keluarga Rey," kata Anji


"Ya, jadi CEO keren yang digemari cewek-cewek," Bagas tertawa geli


"Kamu juga bisa bersaing dengan CEO yang tampan itu, haha," Aldi menambahkan.


"Sialan kamu."


"Bukan hanya Reyo. Tapi kita semua suatu saat pasti akan terlibat dalam perusahaan keluarga," kata Nico


"Benar juga tuh. Tapi untuk saat ini tempat ternyaman kita..." Bagas memotong kata-katanya.


"Distro," kata mereka bersamaan dan tersenyum.


"Ya, dengan bekerja di sini kita bisa bersantai. Tanpa ada atasan tanpa ada bawahan. Semua sama. Dan tidak terikat," kata Nico.


"Benar. Tapi kalaupun suatu saat nanti kita harus terjun ke perusahaan keluarga dan terjadi masalah yang rumit, kita akan saling bantu. Ya kan," kata Bagas.


"Ya. Karena masalah kita, masalah bersama," kata Aldi tersenyum.


"Dan untuk masalah ini, kita akan bantu kamu Reyo. Kita hadapi ini bersama," kata Anji.


"Terima kasih," kata Reyo


Di malam hari, O-I-S pun menyusun rencana. Entah apa yang direncanakan mereka untuk membantu Perusahaan R.


Di sisi lain, Keyra bersama ayahnya duduk di teras depan rumah. Menatap langit yang bertabur bintang.


"Ayah. Maafin Keyra selama ini ya," kata Keyra.


"Ayah merindukan kamu, Keyra. Gadis kecil yang sekarang telah menjadi dewasa. Ayah sangat merindukanmu," Deru memeluk erat putri semata wayangnya itu.


"Ayah... Keyra juga sangat rindu ayah."


Mereka pun saling memeluk. Taburan bintang pun semakin bercahaya.


'Maafkan ayah juga Keyra. Ayah tau kamu merindukan sesosok ibu selama ini. Masalah yang kamu hadapi begitu banyak. Semoga kamu tetap kuat Keyra, meskipun tanpa ibu di sisimu. Ayah hanya bisa mendukung dan mendoakan mu.'


Suasana hangat pun menyelimuti keduanya.


Malam yang begitu dingin seakan terasa hangat.


"Keyra sayang ayah," Keyra memeluk Deru.


"Ayah juga menyayangimu Keyra. Tetaplah menjadi anak yang periang dan kuat," Deru mencium kening Keyra.


"Sudah malam. Yuk kita istirahat," ajak Deru akhirnya.


"Iya yah."


Mereka pun masuk ke dalam rumah dan beristirahat. Berharap besok akan menjadi lebih baik dari kemarin.

__ADS_1


__ADS_2