
"Ternyata kamu di sini," kata Keyra
"Ngapain kesini!"
"Nemenin kamu. Boleh kan?" Keyra segera duduk.
Reyo memalingkan wajahnya.
"E.. Aku dengar perkataan orang tua kamu," kata Keyra pelan.
"Mending kamu pergi kalo ngomongin hal ini!"
"Aku nggak akan pergi sebelum kamu menuruti orang tua kamu untuk menemaninya meresmikan toko itu."
"Jangan ikut campur urusan aku!”
"Aku sahabat kamu. Dan aku nggak ingin salah satu dari sahabat aku punya masalah buruk sama orang tuanya. Mereka itu papa dan mama kamu, Reyo. Tolong hargai ajakan mereka."
"Kamu nggak tau, Key!"
"Aku tau! Kamu harusnya senang punya orang tua yang masih lengkap. Mereka sangat menyayangimu."
"Sayang?"
"Ya. Buktinya mereka masih mengharapkan mu hadir ke peresmian toko itu. Dan memintamu membantunya. Mereka masih perhatian sama kamu. Kamu sadar nggak sih?"
"Apanya yang perhatian."
"Kamu memang nggak pernah ngerti ya. Seandainya kamu nggak bersikap seperti ini. Reyo yang cuek, pemarah, egois, dan hanya mikirin diri sendiri. Pasti kamu bisa merasakan kasih sayang itu."
"..."
"Harusnya kamu juga senang, mereka bisa pulang dan menemanimu di sini. Kalo aku, sejak dulu aku berharap ibuku bisa pulang dan membawakan ku sebuah boneka yang sangat besar. Tapi kenyataannya itu nggak mungkin kan?" air mata Keyra mulai menetes.
"Meskipun dari kecil kamu jauh dari orang tuamu, tapi kamu masih bisa mendengarkan suaranya meskipun hanya lewat handphone. Sedangkan aku?? Aku tak bisa lagi mendengarkan suara lembutnya. Aku tak bisa lagi merasakan belaiannya," Keyra berdiri, menatap langit dan air matanya terus mengalir.
Reyo terdiam, menatap hiasan kaca yang berada di meja.
"Dan kamu nggak akan pernah tau. Gimana rasanya kalo seorang gadis remaja yang hampir saja direnggut keperawanannya oleh pacar yang dicintainya, yang dipercayainya. Hanya untuk sebuah situs. Dan ibunya tak pernah ada di samping gadis itu. Padahal dia sangat membutuhkannya," Keyra menerawang
Reyo menatap Keyra yang sedang berdiri menatap langit.
"Ketika orang tuamu jauh, kau masih punya sahabat-sahabat terbaik yang selalu menemanimu. Yang selalu menyayangimu. Tapi gadis itu, dia hanya mempunyai ayah dan kakek disampingnya waktu itu. Dan hanya dua sahabat yang menyayanginya. Tapi salah satu seorang sahabatnya telah mengkhianatinya. Kamu nggak akan pernah tau rasanya kan!!" Keyra menatap Reyo tajam.
"Kamu pasti tau siapa gadis itu. Ya, gadis itu kini berdiri di hadapanmu. Gadis yang mempunyai trauma besar di masa lalunya. Dan dia berusaha menutupi ketakutannya hanya untuk seorang ayahnya. Kamu tau? Padahal dalam hatinya dia begitu takut, begitu cemas. Dan dia tak pernah menyangka kejadian itu hampir terulang lagi. Mungkin dia tak akan pernah bisa melupakannya," air mata Keyra kembali menetes.
"...."
__ADS_1
"Aku sangat merindukan ibuku. Aku tau kamu pasti juga rindu pada mereka. Seandainya saja kamu bisa menghilangkan sikap egoismu itu," Keyra ketus.
"Kalian ternyata di sini," Nico mengagetkan Keyra.
Keyra segera menghapus air mata yang membasahi pipinya.
"Keyra kamu kenapa? Kamu habis nangis?" Tania mendekati Keyra.
"E.. Enggak kok. Angin malam ini begitu kencang, membuat mataku pedih," Keyra kembali mengusap matanya.
"Kalian disini," Bagas dan lainnya menghampiri mereka.
"Kamu udah mutusin untuk bulan depan? Jadi pergi nggak?" kata Aldi pada Reyo.
Reyo menatap Keyra yang sedang berdiri. Keyra pun membalas tatapan itu dan kemudian memalingkan wajahnya.
"Kita liat aja nanti," kata Reyo sembari meninggalkan sahabat-sahabatnya.
...❤...
Di pertengahan bulan, Kevin akan menikah dengan Kirani. Keyra pun ikut sibuk membantu mereka. Sebagai sahabat yang baik, Keyra wajib membantunya.
Hari ini, sepulang kuliah, Keyra menginap di rumah Kevin. Malam itu, Kirani mengajak Keyra untuk mengambil gaun yang telah di pesannya. Mereka berdua segera menuju butik.
Sesampainya di sana, Kirani mencoba gaun itu.
Cantik sekali. Sembari menunggu Kirani mengganti bajunya, Keyra melihat-lihat gaun lainnya.
"Ayo Key kita pulang," kata Kirani akhirnya.
"Eh. Iya kak."
Keesokan harinya. Langit yang begitu senja, mengantarkan Keyra ke sebuah butik gaun. Keyra pun memilih-milih gaun yang akan dikenakannya pada pernikahan sahabatnya.
Dan pilihannya jatuh pada gaun berwarna putih dengan hiasan bunga warna pink muda. Keyra segera mencobanya.
Dia melihat dirinya di depan kaca kamar pas. Bayangan Jack tiba-tiba muncul di hadapannya. Keyra menutup wajah rapat-rapat.
'Aku nggak ingin dia ada di sini lagi! Aku harus membunuh bayangan itu! Aku harus melupakannya! Aku nggak boleh trauma lagi!' Keyra membuka wajah dan matanya.
Bayangan Jack menghilang.
’Selamat tinggal Jack. Aku akan melupakanmu selamanya!'
Setelah mencoba gaun itu, akhirnya Keyra membelinya. Dan dia pun segera pulang.
Ketika menunggu pak Anjar, yang disuruhnya untuk menjemput, Keyra melihat teman-temannya sedang berkumpul di sebuah cafe.
__ADS_1
Bagas yang juga melihat Keyra dari balik kaca di tempat itu, melambaikan tangannya. Keyra pun masuk ke cafe dan menghampiri mereka.
Keyra terdiam ketika melihat sesosok cewek yang terlihat dekat dengan Reyo.
"Hei Key. Darimana aja?" Tania memeluk Keyra
"Dari toko sebelah."
"Duduk Key," kata Sarah
"Siapa lagi sih dia?" tanya cewek yang duduk di sebelah Reyo.
Jenny namanya.
"Dia Keyra salah satu sahabat kita juga," kata Anji
"Sahabat? Anak kecil kayak dia kalian anggap sahabat?" kata Jenny sombong.
"Tutup mulut kamu! Jangan mentang-mentang kamu tinggi, cantik, terus seenaknya ngatain orang," Keyra kesal
"Jenny cukup," kata Reyo tegas.
"Kok jadi marah sama aku sih Rey," Jenny memegang lengan Reyo.
"Dasar cewek genit!" maki Keyra
"Kamu yang genit," balas Jenny
"Kalo kamu nggak genit, ngapain pegang-pegang Reyo kayak gitu.”
"Terserah aku dong. Emang kamu siapa? Pacar Reyo? Bukan kan?"
Keyra memalingkan wajahnya dengan rasa kesal.
"Jenny, kamu pulang sekarang deh," kata Reyo
"Aku besok udah pulang ke Amerika, Rey. Masak kamu nggak kangen sama aku. Aku di sana BT banget nggak ada teman curhat. Masih banyak yang ingin aku ceritain ke kamu."
"Oke deh. Nanti kalo sampai rumah aku temenin kamu. Aku mau kumpul sama mereka dulu. Kamu pulang duluan ya," kata Reyo
Jenny pun segera berdiri. Dia berjalan dan menyenggol lengan Keyra. Keyra kesal. Jenny pun berlalu.
"Emang dia siapa sih! Sombong banget," Keyra kesal
"Lagian maksudnya apa kamu mau nemenin dia kalo sampai rumah. Emang dia nginep di rumah kamu?" tanya Keyra penuh selidik pada Reyo.
"Kalo jealous bilang aja," kata Reyo santai.
__ADS_1
"Siapa yang jealous! Jangan ngarep kamu!"
...❤...