
Distro O-I-S pagi hari
"Kapan kalian mau married?" tanya Bagas pada Anji dan pacarnya, Sarah.
"Emang penting buat kamu?" Anji nyengir
"Penting dong. Kalian kan sahabat aku," kata Bagas sambil mengelus kucing kesayangannya.
"Kita mau married kalo kalian semua juga sudah mempunyai pasangan," senyum cewek yang berpenampilan dewasa ini.
"Nah lo," Anji tertawa kecil, Sarah pun memeluk kekasihnya itu.
"Ih, kalian ngaco deh," Bagas cemberut karena sampai sekarang dia masih trauma pacaran sejak diputusin ceweknya waktu SMP.
"Napa loe? Makanya cepat nyari biar sahabat loe ini bisa cepat-cepat married," ledek Aldi
Bagas semakin gerah, sahabat-sahabatnya pun menertawakannya.
"Cabut ke kampus yuk," kata Nico akhirnya
"Sarah, kamu nggak ada kuliah kan? Kamu masih di sini?" tanya Anji pada Sarah
"Iya aku di sini aja sambil liat-liat karya kalian. Aku tunggu sampai kamu selesai kuliah ya," kata Sarah
"Ya udah hati-hati ya," kata Anji
"Sarah aku nitip Baggo (nama kucing anggora Bagas) ya," Bagas cengengesan
Dalam perjalanan ke kampus.
"Itu bukannya Keyra? Katanya nggak ada dosen hari ini," kata Anji yang melihat Keyra.
Tin tin.. mobil pun berhenti di sebelah Keyra.
"Cepat masuk!" kata Reyo
"Kalian duluan aja deh."
"Apa perlu aku tarik kamu?" Reyo menatap sinis.
Keyra pun masuk ke dalam mobil.
"Katanya nggak ada dosen," selidik Aldi
"Memang nggak ada. Aku... janjian sama kak Kevin," kata Keyra lirih
"Ada perlu apa kamu sama dia?" tanya Reyo
"Aku mau nganterin dia beli sesuatu."
"Emang dia nggak bisa beli sendiri," tegas Reyo
"Aku pengen nganterin aja. Pengen ngobrol sama dia. Lagian akhir-akhir ini aku jarang ketemu kak Kevin. Aku kangen sama dia."
"Kangen? Emang kamu bener-bener pacaran sama dia?" tanya Bagas penasaran
”Enggak. Dia kan sahabat aku, jadi wajar dong."
"Tapi kamu pernah suka sama dia? Sahabat memang bisa jadi pacar," kata Aldi
Akhirnya sampai kampus.
Keyra sedikit lega karena bisa bebas dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan padanya.
Keyra segera turun dari mobil.
__ADS_1
"Makasih ya. Nanti aku pulang bareng kak Kevin," Keyra segera menjauh dari O-I-S.
"Selalu seperti itu. Apa hebatnya Kevin sih," kata Reyo sedikit kesal.
"Jealous kamu ya," tebak Bagas
"Sialan kamu," Reyo meninju lengan Bagas.
Sepulang dari kampus, Keyra dan Kevin segera ke pusat pertokoan.
Canda tawa menghiasi mereka. Keakraban mereka tak sengaja di ketahui O-I-S dari seberang jalan ketika mereka keluar dari sebuah toko.
"Mereka berdua dari toko perhiasan," kata Aldi penuh selidik.
"Mungkin beli cincin pernikahan mereka," Bagas tak kalah penasarannya.
"Kalian ini. Beli apapun itu, itu urusan mereka. Kok kalian jadi ingin tahu gitu," sela Anji
"Siapa tahu mereka nikah diam-diam dan tidak mengabari kita," Bagas asal
"Tutup mulut kamu itu, Gas," Reyo menatap tajam pada Bagas.
"Cepat parkir mobilnya, belakang banyak yang antri," kata Nico akhirnya.
Bagas memarkirkan mobilnya di depan distro.
Merekapun keluar dari mobil ketika Keyra dan Kevin berlalu dan kemudian memasuki distro mereka.
...❤...
Hari berganti demi hari. Kebersamaan O-I-S dan Keyra semakin tampak. Hari yang mulai gelap ini, O-I-S mengajak Keyra ke cafe.
"Om, besok kan kuliah libur. Jadi, bolehkan kita ngajak Keyra ke cafe? Ya cuma makan-makan aja kok om," tanya Bagas ketika sampai di rumah Deru.
"Ya udah biar Keyra ganti baju dulu ya. Sana Key," kata Deru
"Lho kok tumben ayah ngizinin Keyra ke cafe?" Keyra bingung
"Sayang, sekarang ayah yakin kamu pasti bisa jaga diri. Apalagi kamu ada yang jagain.
Jadi ayah tak perlu khawatir," Deru seolah tau keinginan Keyra dulu untuk pergi ke cafe bersama teman-temannya.
Setelah Keyra ganti baju, merekapun segera berangkat.
"Om, kami pergi dulu ya," Anji berpamitan
"Ya hati-hati. Tolong jaga Keyra."
"Pasti om," kata Bagas
Setelah sampai di tempat, Keyra bingung ketika memasuki ruangan.
Alunan musik keras dan lampu diskotik menyapanya.
Keyra segera memegang lengan Bagas erat.
"Kenapa nggak bilang kalo ke diskotik!" Keyra mengeraskan suaranya.
"Kita ke cafe yang ada diskotiknya. Hehehe," kata Bagas
Sampai di tempat yang agak sepi oleh hingar bingar orang, mereka disambut oleh tiga cewek cantik.
Salah satunya menghampiri dan memeluk Aldi.
"Kok baru sampai? Duduk dulu yuk," kata Bella yang diketahui sebagai pacar Aldi
__ADS_1
"Tadi masih jemput Keyra," kata Aldi
"Hei, kenalin aku Bella," Bella memberi salam pada Keyra.
Kedua temannya juga memberi salam pada Keyra. Keyra pun membalas salam mereka.
"Silahkan duduk," kata Bella
"Bella, kita turun dulu ya," kata kedua teman Bella. Bella mengangguk.
'Seksi juga ceweknya Aldi. Aku aja baru tahu satu, belum yang lainya' pikir Keyra
"Hei kenapa bengong?" tanya Aldi mengagetkan Keyra.
"Minder melihat cewek gue?" lanjutnya
"Enggak. Mana yang lainnya? Belum tampak?" Keyra asal
"Hus..." Bagas memberi isyarat pada Keyra.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang. Mereka segera menyantap makanan dan minuman itu.
Canda tawa pun hadir di tengah-tengah mereka.
"Habis ini kita turun yuk," ajak Bagas setelah selesai menyantap makan malamnya.
"Aku mau ke toilet," kata Keyra
"Gimana sih Key? Kita tu disco ya di panggung diskotik, bukan di toilet," kata Bagas
"Tapi aku bener-bener nih. Anterin ya, aku takut sendirian," kata Keyra pada Bagas.
"Aku?" Bagas terlihat panik
"Ya udah deh, biar aku yang antar Keyra," kata Bella akhirnya. Bagas menghela nafas.
"Bikin repot aja," kata Reyo
Toilet wanita
Setelah Keyra selesai dari kamar kecil. Di depan kaca wastafel terlihat Bella membenahi make-up nya. Keyra pun mendekatinya.
"Udah selesai, Key," tanya Bella
"Udah."
"Emang Aldi masih seperti itu?" tiba-tiba Bella bertanya tentang apa yang dikatakan Keyra awal jumpa tadi.
"Maksud kamu?" Keyra tampak berfikir
"Apa Aldi masih sering jalan sama cewek lain?"
"Kata teman-teman sih begitu. Dia itu playboy," Keyra polos
"Dulu dia memang begitu, Keyra. Ketika ketemu aku, dia langsung nembak aku. Tapi aku selalu menolaknya," Bella terang-terangan.
"Lho memang kenapa?"
"Apa kamu mau jadi pacar yang ke berapa jumlahnya?"
"Iya juga sih."
”Dia terus mengejar- ngejar aku sampai akhirnya dia menyerah. Dan akhirnya dia memutuskan semua cewek-ceweknya. Tapi aku nggak langsung menerimanya."
'Terang-terangan banget dia cerita ke aku. Padahal baru ketemu. Tapi aku lihat Aldi juga jarang jalan sama cewek lain. Meskipun dia sering hanya menggoda cewek-cewek cantik' pikir Keyra.
__ADS_1