Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 41


__ADS_3

FLASHBACK ON


"Reyo bisakah aku bicara denganmu?" kata Kevin yang terbaring lemah.


"Aku?"


"Ya."


Keyra, Kirani dan O-I-S lain keluar dari ruangan dimana Kevin dirawat. Hanya ada Reyo yang menemani Kevin.


"Ada apa? " tanya Reyo pelan


"Maaf sebelumnya. Dulu aku pernah mencintai Keyra," kata Kevin lirih


Reyo menatap Kevin.


"Dia adalah cinta pertamaku. Tapi Keyra tak pernah tau. Aku tak pernah mengungkapkan perasaanku ke dia. Hingga akhirnya dia memilih Jack, yang ternyata brengsek," Kevin menitikkan air mata.


"Keyra trauma, hatiku terluka. Sejak saat itu aku takut mengungkapkan perasaanku kepadanya. Aku tau Keyra hanya menganggap ku sebagai kakak," Kevin menghela napas panjang.


"Apakah saat ini kau masih mencintainya?" tanya Reyo


"Sejak bertemu Kirani semuanya berubah. Aku merasa Kirani adalah cinta sejati ku. Sejak saat itu aku menganggap Keyra adalah adikku. Aku menyayanginya."


"...."


"Aku tau kamu dan Keyra sangat mencintai. Apapun yang terjadi nanti. Aku mohon jangan lepaskan Keyra," lanjut Kevin


"Maksud kamu?"


"Aku ingin pergi jauh. Baby yang ada dalam kandungan Kirani juga membutuhkan seorang ayah pengganti."


"Aku nggak ngerti maksud kamu apa. Memang kamu mau kemana?"


"Waktuku nggak banyak Reyo. Aku mohon nikahi Kirani demi baby kami," kata Kevin tersengal-sengal


"Apa??"


"Hanya kamu yang pantas menjadi ayah baby K nanti."


"Tapi... "


"Berjanjilah padaku untuk menikahi Kirani," keadaan Kevin semakin memburuk.


"Kevin??"


Tidak ada pilihan lain untuk Reyo. Dia bingung harus menjawab seperti apa. Dia sangat mencintai Keyra dan tak ingin membuatnya sedih. Tapi di sisi lain dia kasihan sama baby yang dikandung Kirani. Bagaimana kalau dia lahir tanpa ayah? Sedangkan Kevin kondisinya semakin memburuk.


"Janji?" kata Kevin yang mulai lemah.


"Aku janji akan menikahinya."


"Terima kasih," napas Kevin semakin tak menentu.


Kesehatan Kevin menurun. Reyo segera memanggil dokter.


FLASHBACK OFF


Keyra yang mendengar cerita Reyo tak bisa membendung air matanya. Tapi dia berusaha agar tak terdengar oleh Reyo dan Nico.


"Kapan kamu akan menikahinya?" tanya Nico


"Satu minggu lagi."


"Apa? Apakah itu tak terlalu cepat?"


"Kehamilannya akan memasuki 9 bulan. Aku akan menikahinya sebelum dia melahirkan."

__ADS_1


"Apakah ada cara lain? Kamu bisa mengadopsi bayi itu setelah lahir. Kamu nggak perlu menikahinya," kata Nico


"Kamu tau aku nggak bisa mengingkari sebuah janji yang sudah ku buat meskipun dengan orang yang sudah tiada."


Reyo dan Nico terdiam. Lama...


"Bagaimana dengan Keyra?" tanya Nico pelan


"Apakah kamu sudah bertemu dengannya?" lanjut Nico


"Belum."


"Dia butuh penjelasan darimu Reyo? Jangan kamu campakkan dia seperti ini. Kasihan dia."


"Aku... aku tak sanggup menatapnya. Kamu tau aku begitu mencintai Keyra sampai kapanpun," Reyo menangis.


Apa yang dipendamnya selama ini tumpah begitu saja. Air mata mengalir deras di pipi Reyo.


Nico terdiam. Sementara Keyra juga tidak kuasa menahan air matanya.


Reyo menghapus air matanya.


"Jika dia memang jodohku, kita akan bertemu kembali. Sekarang aku hanya ingin menjalankan takdirku."


"Baiklah. Aku akan selalu mendukung apapun yang menjadi keputusanmu."


...❤...


3 hari menjelang hari H. Papa dan mama Reyo kembali ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan putranya.


Ruang keluarga


"Apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu Reyo?" tanya papa


"Apa nggak ada cara lain Rey?" tanya mama ragu


Awalnya papa mama Reyo memang tak setuju dengan pernikahan ini. Bagaimana tidak? Putra semata wayangnya akan menikahi perempuan yang lagi hamil tua. Apa kata keluarga dan rekan-rekan bisnisnya?


Reyo berusaha menjelaskan berbagai alasan. Dan akhirnya kedua orang tua Reyo menyerahkan keputusan yang terbaik untuk Reyo.


Undangan menyebar. Hanya keluarga dan teman dekat saja yang mereka undang.


Base camp O-I-S


"Reyo beneran mau nikahi Kirani?" tanya Bagas setelah menerima undangan pernikahan dan meletakkannya di meja.


"Iya benar," jawab Nico singkat


"Benar-benar tuh anak ya. Nggak mikirin perasaan orang lain apa," Bagas jadi geram


"Aku nggak bakalan datang ke pernikahannya," lanjutnya


"Jangan begitu dong. Dia kan sahabat kita. Apapun yang terjadi kita harus tetap mendukungnya," kata Anji


"Aku tau. Tapi aku masih marah sama dia. Dia itu keterlaluan," Bagas semakin geram.


"Anggap saja ini takdir dan jalan hidup Reyo. Kita tidak bisa mencegahnya," kata Nico.


"Bagaimana dengan Keyra. Apa dia nggak mikir?" lanjut Bagas


"Kalau mereka memang tak berjodoh, apa kita harus menentang takdir Tuhan?" Nico balik bertanya.


Bagas terdiam.


Tiba-tiba Keyra dan Tania bergabung.


"Hai..." sapa Keyra dan Tania bersamaan.

__ADS_1


"Kenapa mukanya ditekuk gitu sih Gas?" tanya Keyra


"Masih bisa-bisanya kamu bercanda ya."


"Memang kenapa?"


"Memang kenapa? Kamu bilang memang kenapa??" Bagas masih terlihat emosi.


"Udah lah Gas, kok jadi kamu yang sewot," kata Aldi


"Iya nih. Memang kenapa?" tanya Tania


"Lagi dapet kali," Keyra tertawa


"Sialan kamu."


"Apa nih?" tanya Keyra melihat ada undangan di atas meja.


Bagas terkejut melihat undangan yang diletakkannya di meja tadi. Ketika Keyra akan mengambilnya, tiba-tiba Bagas langsung merebutnya dan menyembunyikan di punggungnya.


"Apa itu Gas??" tanya Keyra lagi


"Nggak penting."


Keyra mendekati Bagas dan berusaha merebutnya kembali.


"Udah lah Keyra. Nggak usah. Nggak penting tau."


Keyra berhasil merebut dari tangan Bagas. Dibacanya undangan itu. Keyra memejamkan mata dan menghela napas panjang dan membuangnya kasar.


"Jadi mereka tak mengundangku?"


"Udah lah Key. Lagian nggak penting juga kan," kata Bagas


"Nggak penting? Mereka berdua sudah hadir dalam hidup ku. Apakah mereka menganggap ku sudah mati? Hah!!" Keyra penuh emosi.


"Keyra...," Tania memeluk Keyra erat.


Meskipun menyakitkan bagi Keyra, tetapi setidaknya Reyo dan Kirani ada itikad baik menemuinya. Tapi sampai sekarang pun mereka tak pernah menemuinya. Sungguh kompak sekali mereka. Mungkin mereka memang berjodoh.


"Benar-benar kan tuh anak. Memang keterlaluan Reyo," kata Bagas


"Memang apa loe mau datang ke pernikahan Reyo?" tanya Aldi pada Keyra penasaran.


"Entahlah."


"Ya misalkan Reyo tak mengundang jangan datang. Kalau dia mengundang itu tergantung loe mau datang atau enggak," lanjut Aldi


"Mereka berdua tak pernah menemui ku sama sekali. Apakah aku pantas datang ke pernikahan mereka?"


"Mending nggak usah datang sekalian," kata Bagas.


"Tapi... "


"Kita nggak ingin terjadi sesuatu pada mu Keyra," kata Tania khawatir


"Aku nggak butuh kasihan dari kalian. Tapi aku butuh kekuatan dari kalian," tegas Keyra


"Semoga ada hikmah setelah kejadian ini. Apapun yang terjadi kita selalu ada untukmu," kata Anji


"Kita akan selalu mendukung keputusanmu," Nico tersenyum


"Terima kasih semuanya."


Senja itu terlihat begitu indah meskipun hati Keyra sedang tak menentu.


...❤...

__ADS_1


__ADS_2