
"Malah balik tanya. Nggak penting tau. Mana Reyo??" ulang Keyra lagi.
"Iya iya. Tuh di sana."
"Anterin."
"Dasar manja."
Sampai di tempat Reyo dan yang lainnya berada.
Reyo, Nico, Anji dan Aldi sedang bersantai menikmati minuman beralkohol yang di pesannya.
Terlihat di samping kanan dan kiri Reyo ada cewek-cewek seksi yang menggoda. Aldi juga terlihat asyik mengobrol dengan seorang cewek di sebelahnya.
Ini membuat Keyra naik darah.
"Reyo!!!"
Semua yang berada di ruangan terdiam dan menoleh ke sumber suara.
"Keyra??" kata Reyo, Nico, Anji dan Aldi bersamaan.
"Iya! Emangnya kenapa!!"
"Eh mbak ke sini mau dugem atau mau ke pemakaman," sindir cewek di sebelah Reyo.
Memang diketahui Keyra memakai jaket tebal warna hitam dipadukan dengan legging hitam dan rok mini warna maroon. Semuanya terlihat gelap dan tertutup.
Keyra mendekati Reyo.
"Minggir loe," kata Keyra ke cewek itu
"Ih emang kamu siapa?"
"Gue ceweknya Reyo!! Puas!!" Keyra melotot ke arah cewek itu.
"Norak banget. Mana mau Reyo sama cewek dengan gaya seperti loe."
"Emang gue nggak bisa kayak loe. Gue bisa banget, nih!!" Keyra melepaskan jaket tebalnya.
Keyra membuang jaket ke arah Reyo. Keyra hanya memakai tanktop yang lumayan seksi berwarna merah cerah. Itupun tanktop branded pemberian dari Bella waktu ke Bali.
Semua yang ada di ruangan menatap Keyra. Reyo yang tersadar langsung menutup tubuh Keyra dengan jaket yang dibuang ke arahnya.
Anji memberi kode agar cewek-cewek yang berada di ruangan segera keluar semua. Mereka pun keluar ruangan.
"Kamu gila ya!!" kata Reyo
"Kamu yang gila!!" Keyra membalas Reyo
"Duduk dan pake jaket itu!!"
"Udah. Nggak usah ditutup. Keren kok," Bagas cengengesan.
Reyo menatap tajam Bagas.
Keyra pun segera memakai jaketnya.
"Kamu ngapain ke sini?" tanya Reyo pelan
"Aku nggak suka kalo kamu tu deket-deket ma cewek-cewek itu," Keyra cemberut
"Lagian ngapain sih ke sini? Kayak nggak ada tempat lain aja," lanjutnya
Keyra mengambil gelas Reyo dan akan meminumnya. Tapi Reyo segera mengambilnya kembali.
"Aku haus Rey," kata Keyra
"Kamu sudah dipesankan."
"Emang itu apa? Air putih kan?"
"Dasar bodoh," kata Aldi dan Bagas bersamaan
Tak lama kemudian minuman yang dipesankan untuk Keyra datang. Keyra langsung meminumnya.
Mereka pun hanyut dalam obrolan.
__ADS_1
"Kita antar Keyra pulang sekarang?" tanya Nico pada Reyo
"Nggak. Kita di sini sampai pagi," jawab Reyo
"Apa?? Kamu gila Rey," kata Keyra
"Siapa suruh kamu datang kesini," Reyo meneguk habis bir yang di pesannya.
"Reyo kamu terlalu banyak minum," kata Anji mengingatkan.
Karena diketahui Reyo dari awal masuk sampai saat ini sudah berulang kali meneguk bir itu.
"Minuman apa ini? Kamu mabuk Reyo??" Keyra terlihat cemas.
"Diam kamu!!" bentak Reyo yang sudah setengah sadar.
Kepala Reyo bersandar di pundak Keyra.
"Reyo, ih!!!" Keyra berusaha menyandarkan kepala Reyo di sofa tapi dia malah memeluk erat Keyra.
"Reyo, kamu tuh bau racun tau nggak!"
"Hahaha sebentar lagi mati donk," kata Bagas
"Busyet. Kenapa lagi tuh anak?" tanya Aldi
"Kayaknya ada masalah tuh anak," kata Anji
"Masalah apa? Dia nggak pernah cerita ke aku," jawab Keyra
"Entahlah. Yuk kita pulang," kata Nico akhirnya.
Sesampainya di rumah Reyo.
Reyo dibopong Aldi dan Bagas sampai lantai dua. Anji dan Nico menunggu di ruang tamu.
Setelah sampai di depan kamar Reyo. Aldi dan Bagas menyerahkan Reyo pada Keyra yang kebetulan ikut ke lantai dua.
Keyra yang kaget berusaha menyeimbangkan tubuhnya karena takut tergelincir memakai sepatu roda.
"Bawa dia masuk," kata Aldi
"Kok nggak sekalian sih. Bantuin Gas. Berat tau!"
"Kalo masuk kamar itu urusan kamu. Siapa tau Reyo lagi ingin. Kamu kan kekasihnya," kata Bagas menyunggingkan senyumnya.
"Ingin apa maksudnya??"
"Udah cepetan kita tinggal. Bye," Aldi dan Bagas mau melangkah pergi.
"Hey kalian mau kemana? Aku pulang sama siapa? Hah!!"
"Loe nginep sini. Siapa tau Reyo butuh sesuatu," kata Aldi
"Aku nggak mau."
"Reyo itu kalo udah mabuk. Ngeri. Barang-barang bisa dibanting kemana-mana. Dan pergi entah kemana," Bagas menahan tawa. (Berusaha berbohong pada Keyra).
"Masa sih??"
"Makanya kamu di sini aja oke. Yuk Al," Bagas dan Aldi meninggalkan Keyra.
"Ih kalian ini."
Di dalam kamar Reyo.
Keyra berusaha membopong Reyo sampai ke tempat tidur.
'Sial!! Mereka tega banget sih sama aku. Mana berat lagi'
Setelah berhasil membaringkan Reyo. Keyra pun segera berdiri. Tapi tiba-tiba tangan Reyo menarik Keyra. Keyra tersentak.
"Reyo!!"
Keyra pun berada di bawah Reyo.
"Apa mau kamu Rey?"
__ADS_1
Reyo membisikkan sesuatu ke telinga Keyra.
"Bisakah aku memilikimu seutuhnya."
Keyra pun terdiam.
Tiba-tiba Reyo terlelap di pundak Keyra. Keyra segera memindahkan tubuh Reyo dari tubuhnya.
'Berat tau!!'
Keyra melepaskan sepatu yang dikenakan Reyo dan segera menyelimuti tubuhnya.
Tok tok tok...
"Maaf mbak, kamar tamu sudah saya siapkan," kata Bibi
"Jadi mereka meninggalkanku??"
"Mereka sudah pulang. Tadi juga sudah menghubungi ayahnya mbak. Permisi," bibi meninggalkan kamar Reyo.
Kamar tamu.
Keyra melepaskan jaketnya. Dia segera berbaring. Melihat langit-langit kamar.
'Apa maksudnya, bisakah aku memilikimu seutuhnya?'
Keyra masih penasaran dengan kata-kata itu dan akhirnya dia terlelap dalam gelapnya malam.
Keesokan harinya, Reyo terbangun dengan sedikit pusing di kepalanya. Dia bersiap-siap akan berenang untuk melepas penat.
"Bi tolong buatkan teh hangat," kata Reyo pada bibi yang kebetulan lewat di sekitar kolam renang.
"Iya Den. O iya di kamar tamu ada mbak Keyra Den. Kemarin menginap di sini. Permisi," Bibi itu pergi.
'Kenapa tidak di antar pulang. Dasar mereka!!'
Reyo pun meninggalkan kolam renang dan menuju ke kamar tamu. Dibukanya pintu kamar. Tidak terkunci.
Reyo masuk ke dalam kamar dan menutupnya kembali pintu kamar itu.
Terlihat Keyra yang masih tertidur pulas.
Reyo mendekati Keyra. Diciumnya kening Keyra. Lama...
Keyra terbangun. Reyo memalingkan wajahnya.
"Rey, ngapain ke sini!!"
"Ini rumah aku."
"Iya maksud aku, kamu bisa tunggu di luar."
"Kamu sengaja menggodaku. Hem," Reyo melirik tanktop yang dikenakan Keyra dan mendekatinya.
Keyra dengan cepat menyilang kan kedua tangannya menutup tubuh bagian depan.
"Kamu mau ngapain Rey! Jangan macam-macam! Aku bisa teriak!"
"Teriak aja," Reyo yang mendapatkan Keyra langsung menggendongnya.
Mereka keluar kamar.
"Rey, lepasin!! Mau dibawa kemana aku! Reyo!!"
Dan
BBYYUURR
Mereka berdua masuk ke dalam kolam renang.
Keyra berpegangan Reyo erat.
"Reyo!! Aku nggak bisa berenang."
"Makanya pagi-pagi itu mandi jangan tidur mulu."
"Heh, kalo nggak gara-gara kamu kemarin, aku juga nggak akan bangun jam segini."
__ADS_1