
Di dalam perjalanan ke rumah Keyra.
"Rey, kamu percaya kan sama aku?" Keyra masih terisak.
"..."
"Aku nggak mungkin mengkhianati mu Rey," kata Keyra sedih.
"..."
"Sorry waktu itu memang aku nggak sengaja ketemu Evans di mall. Tapi kita beneran nggak janjian Rey."
Reyo masih terdiam.
"Memang waktu itu Evans mengajakku jalan pas bertemu di mall. Tapi cuma jalan-jalan aja Rey. Cuma sekedar teman dan nggak lebih."
"Sorry, kamu pasti marah ya sama aku," Keyra menatap Reyo sedih.
"..."
"Rey, jawab donk."
"Bisa diem nggak!"
Keyra tertunduk sedih.
"Sorry"
Reyo terdiam selama perjalanan. Suasana pun begitu hening. Reyo melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di halaman rumah Keyra, Reyo pun mematikan mesin mobil dan segera melepaskan sabuk pengaman Keyra.
Tiba-tiba...
Cup!! Reyo menarik tengkuk leher Keyra dan mencium bibir Keyra.
Lama...
"Reyo, kamu nggak marah sama aku?" tanya Keyra setelah Reyo melepaskan ciuman itu.
"Cepat keluar!!"
"Rey..."
Reyo menghidupkan mesin mobil.
Mau tak mau Keyra segera keluar dari mobil dengan perasaan senang bercampur jengkel.
Senang, karena Reyo terlihat tidak marah sama Keyra. Jengkel, karena Reyo mengacuhkannya sedari tadi.
'Huh menyebalkan' pikir Keyra
Reyo pun segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hatinya sedang berkecamuk. Reyo terus fokus mengendarai mobilnya.
Reyo segera menuju apartemennya. Ya selain memiliki rumah, Reyo juga memiliki apartemen. Meskipun jarang dihuni tetapi Reyo selalu menyempatkan mampir ke apartemennya.
Dengan perasaan yang kesal dan berkecamuk, Reyo membuka pintu apartemennya.
Dilihatnya Evans yang tengah makan malam.
"Hey Rey, mau makan?" Evans menawari Reyo
"Apa maumu?!!"
"Hey santai aja kali. Yuk duduk dulu," kata Evans
"Aku nggak banyak waktu!!"
"Reyo.. Reyo... tenang dulu lah," kata Evans santai
Terlihat Reyo menahan emosinya.
"Pasti soal Keyra. Iya??" tanya Evans sinis
__ADS_1
"Aku mohon jauhi Keyra!!"
"Hahaha. Memang kamu siapa melarangku mendekatinya? Hah!!"
"Kamu tau dia kekasihku."
"Dari awal ketemu dia, aku juga mencintai gadismu!!"
Reyo menatap tajam Evans. Jari-jarinya mengepal. Reyo mencoba menahan emosi.
"Dari lahir kamu telah memiliki apa yang aku inginkan, Rey. Kamu pasti juga tau kan??"
"..."
"Meskipun sekarang aku dan kamu partner kerja di perusahaan papa. Tapi kita akan bersaing dalam hal cinta," Evans tersenyum sinis
"..."
"Sekarang kita mulai persaingan ini. Siapa yang akan mendapatkan Keyra!!" senyum Evans mengembang.
Reyo mengepalkan jari-jarinya. Dan kemudian pergi meninggalkan apartemen itu.
"Shiitt!!" Reyo memukul setir mobil
Reyo pun melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi menuju sebuah diskotik.
'Aku tak akan melepaskan mu Keyra' batin Reyo
Diskotik
Reyo berjalan menuju kursi sofa yang telah tersedia. Suara hingar bingar memekakkan telinga. Reyo pun memesan bir. Dua wanita yang menghampirinya, diacuhkannya.
Malam pun semakin larut. Reyo menghubungi O-I-S.
Beberapa menit kemudian O-I-S datang. O-I-S terkejut melihat Reyo duduk di sofa tak berdaya. Anji dan Aldi langsung membopong Reyo.
Mereka pun langsung menuju ke rumah Reyo.
Di rumah Reyo.
"Kenapa lagi tuh anak?" tanya Bagas setelah mereka berkumpul di ruang tengah.
"Mungkin lagi tengkar ma Keyra," jawab Nico asal
"Bener juga tuh. Tadi kan pulang ma Keyra," kata Aldi
"Apa perlu kita telfon Keyra?" tanya Bagas
"Ini udah larut malam. Keyra pasti udah tidur," jawab Anji
"Pokoknya besok kita cari tau ada apa dengan Reyo?" kata Bagas bersemangat
"Ada apa dengan cinta kali," Aldi menjitak kecil kepala Bagas.
Keesokan harinya langit begitu cerah. Matahari bersinar menyelinap masuk diantara kelambu kamar Reyo.
Reyo terbangun. Dengan cepat dia segera pergi ke kamar mandi.
Selesai mandi, Reyo bergegas ke ruang makan. Reyo terkejut ketika para O-I-S lainnya sudah terlihat duduk rapi di ruang makan.
"Kalian ngapain kesini? Nggak pulang?" tanya Reyo sembari mengambil tempat duduk.
"Terlalu larut malam untuk pulang. Lagian kita butuh penjelasan dari loe," kata Aldi
"Penjelasan?"
"Jangan pura-pura bego. Semalam kamu mabuk berat. Sudah lama kamu nggak seperti ini," kata Bagas
"Oh."
"Kamu tengkar ma Keyra?" tanya Bagas
Reyo menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Ini urusanku!!"
"Seenggaknya kamu cerita ke kita," kata Nico
"Nggak ada apa-apa," tegas Reyo
"Bohong. Kita kenal loe. Dan nggak mungkin loe mabuk seberat itu kalo nggak ada apa-apa," kata Aldi
"Reyo..." teriak Keyra tiba-tiba
Semua menatap Keyra.
"Kalian juga di sini?" tanya Keyra setelah bertemu dengan O-I-S.
"Sudah aku bilang kemarin-kemarin, jangan teriak-teriak," kata Reyo
"Namanya juga manggil Rey, kalo nggak keras nggak dengar," jawab Keyra mendekati Reyo.
"Kenapa kamu ke sini?" tanya Reyo setelah mencium kening Keyra.
"Nih aku bawakan martabak telor untuk sarapan," Keyra tersenyum
"Yuk kita makan sama-sama," lanjutnya
"Mau nyogok?" kata Bagas yang masih kesal.
"Apaan sih Gas. Aku kan udah minta maaf. Lagian Reyo pasti udah nggak marah sama aku. Ya kan Rey??"
Reyo mengangguk kecil.
"Jadi kamu nggak selingkuh?" Bagas keceplosan
"Ih siapa yang selingkuh? Hah!!" Keyra mendekati Bagas.
"Mau apa kamu Key?"
"Sini kamu," Keyra mengayunkan sepatu rodanya mendekati Bagas.
"Jangan aneh-aneh Keyra." (Berusaha menghindari Keyra).
"Sini nggak."
"Nggak."
"Sini nggak."
"Nggak akan."
Setelah mendapatkan Bagas, Keyra berusaha menjejalkan martabak telor yang dia bawa ke mulut Bagas. Bagas pun terus menghindari Keyra. Dan berhasil.
"Dasar cewek tengil!!"
"Apa kamu bilang?"
Bagas menggelengkan kepalanya.
"Apa yang kamu bilang tadi," Keyra mengulang pertanyaannya.
"Enggak..." Bagas pun lari menghindari Keyra.
Mereka pun tertawa bersama.
Meski melupakan sejenak kejadian yang sudah berlalu, tetapi masih saja ada yang mengganjal dalam hati para O-I-S. Apa yang sebenarnya terjadi pada Reyo? Apakah dia baik-baik saja?
Reyo yang tengah menatap Keyra tertawa, membuat hatinya merasa tenang.
'Akankah aku bisa membuatmu bahagia selamanya Keyra? Aku begitu takut, takut akan kehilanganmu.'
...❤...
Hari sabtu kampus libur. Reyo, Nico, Aldi, Bagas, Keyra dan Tania mengisi waktu mereka di kampus. Itu juga karena mereka kangen sama base camp mereka. Sudah lama mereka tak mengunjungi base camp tersebut.
Meski kampus libur, tetapi ada beberapa dosen maupun mahasiswa yang terlihat. Entah mengerjakan tugas, ataupun sekedar main.
__ADS_1
Mereka menyusuri tangga menuju tempat base camp mereka dulu.
Meskipun sekarang tempat itu menjadi tempat umum gara-gara Keyra memasang tulisan itu, tapi mereka juga sering ke sana pas lagi sepi dan tak ada siapa-siapa.