
"Apa?? Kamu serius Key!! Jadi benar?"
"Apa maksudmu Tania? Kamu sudah tau?"
"E... Belum tau sih. Hanya penasaran saja sama mereka tadi," kata Tania asal
"Aku ingin menemui Reyo sekarang."
"Jangan sekarang," sela Tania
"Memangnya kenapa?"
"Ya... ini kan sudah malam Key. Besok saja ya."
"Tapi perasaanku nggak enak Tania. Aku takut terjadi apa-apa sama dia."
Aldi yang duduk di sebelah Tania merebut handphone Tania.
"Keyra. Mulai hari ini jangan pernah menemui Reyo. Dia bukan sahabat kita lagi. Ngerti!!"
"Aldi?? Kalian bersama Tania? Jadi kalian belum pulang dari tadi??" Keyra merasa kaget.
"Ya kita menemui Reyo."
"Apa!!! Kalian apakan Reyo??"
"Kamu masih membela dia, hah!! Mikir deh kamu!!" Bagas terbawa emosi lagi.
Tania merebut handphone nya kembali.
"Keyra, maaf..."
"Tania kamu bohong sama aku," sela Keyra
"Bukan maksud aku seperti ini Key. Aku cuma...."
Tut.. Tut.. Tut..
Handphone dimatikan Keyra.
"Kamu sih Al, main rebut HP aku segala. Keyra jadi marah kan sama aku," kata Tania
"Ya udah besok kita samperin Keyra," kata Anji
Sementara di apartemen Reyo.
"AARRGGHHH!!!" Reyo membanting benda-benda yang ada di ruang tengah.
Pikirannya sedang kacau balau sekarang ini. Dia melampiaskan kemarahannya dengan membanting apapun yang ada di ruangan tersebut.
Semua jadi berantakan. Luka di bibirnya diacuhkannya.
Diambilnya bir yang ada di lemari. Reyo menghabiskan minuman itu hingga bersih tak tersisa.
Keesokan harinya, Keyra absen dari kuliahnya. Dia ingin menenangkan pikirannya dengan membantu ayahnya di kedai teh.
Sebenarnya dia ingin sekali bertemu dengan Reyo. Tapi diurungkannya. Dia lebih memilih menghabiskan waktu bersama ayah tercintanya saat ini.
"Nggak kuliah kamu Keyra?" tanya Deru
"Libur yah," Keyra berbohong
"Beneran libur?"
"E... Sebenarnya nggak sih yah. Tapi Keyra ingin di sini sama ayah."
"Kuliah kamu?"
"Absen satu hari saja yah," Keyra memohon pada Deru.
"Ya sudah. Yuk duduk sini. Ini teh kamu."
"Makasih yah."
Keyra duduk di samping ayahnya.
"Lagi ada masalah ya?" tanya Deru pelan
__ADS_1
"Sedikit," jawab Keyra singkat
"Ya sudah kalau nggak mau cerita ke ayah sekarang. Tapi apapun masalah kamu, kamu harus kuat. Sabar dan yakinlah pasti akan segera berlalu."
"Ayah," Keyra memeluk Deru erat dan menitikkan air mata.
Deru pun memeluk erat Keyra.
Sore ini Nico, Tania, Anji, Aldi dan Bagas menemui Keyra di rumahnya.
"Keyra ada om?" tanya Tania ketika sampai di kedai teh.
"Oh, Keyra ada di rumah. Silahkan langsung ke rumah saja ya," kata Deru
"Baik om, Terima kasih," kata Nico
Mereka pun menuju rumah Keyra.
Pintu rumah terbuka tetapi terlihat sepi. Mereka memanggil Keyra dan tidak ada jawaban.
"Langsung ke belakang kali ya," kata Tania
Mereka pun menuju belakang rumah.
Dilihatnya Keyra sedang duduk di kursi yang tersedia. Memejamkan mata menikmati sejuknya udara perkebunan teh yang terbentang luas.
"Keyra," sapa Tania pelan
Keyra membuka mata dan menoleh ke sumber suara.
"Kalian. Ngapain kesini?"
"Kita mau minta maaf sama kamu Key. Bukannya kita mau bohong sama kamu," Tania mendekati Keyra
"Kita hanya nggak mau terjadi sesuatu yang buruk sama kamu. Kita sayang sama kamu Keyra," Tania memeluk Keyra erat.
Keyra dan Tania berpelukan dalam tangis.
"Udah jangan nangis kayak anak kecil aja," kata Bagas
"Ke kedai yuk," ajak Aldi akhirnya
"Yuk kita berpesta malam ini..." kata Bagas penuh semangat.
"Apaan sih Gas," kata Keyra
Canda tawa pun pecah di tengah-tengah mereka. Suasana seperti ini memang sengaja mereka ciptakan untuk menghibur Keyra agar sejenak melupakan masalahnya saat ini.
...❤...
Siang hari begitu panas. Pulang kuliah, Keyra berkeinginan pergi ke rumah Reyo. Dia meminta pak Anjar untuk mengantarnya.
"Mau diantar kemana mbak Keyra?" tanya pak Anjar setelah Keyra masuk ke dalam mobil.
"Ke rumah Reyo pak," jawab Keyra singkat
"Baik mbak."
Pak Anjar mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang.
"Lagi ada masalah ya mbak?" tanya pak Anjar di perjalanan.
"Sedikit pak," jawab Keyra singkat
"Memang setiap hubungan pasti ada percikan-percikan mbak. Tapi semoga cepat terselesaikan."
"Iya pak Anjar. Doakan Keyra kuat ya pak."
"Pasti mbak. Semoga mbak Keyra kuat menghadapi semuanya dan segera mendapatkan jalan keluar."
"Makasih pak."
"Sama-sama mbak."
Tiba-tiba di perempatan lampu merah Keyra melihat mobil tak asing baginya. Mobil Reyo.
"Pak, bukannya itu mobil Reyo?" tanya Keyra
__ADS_1
"Iya mbak. Kita putar balik ya mbak."
"Iya kita ikutin Reyo pak."
Pak Anjar segera berbelok kiri dan putar arah. Untungnya jalanan pas lagi sepi.
Reyo melajukan mobilnya setelah lampu hijau.
Sementara Keyra masih di lampu merah.
"Semoga masih bisa diikuti," kata Keyra cemas.
"Pasti bisa mbak."
Tak berapa lama, lampu hijau. Pak Anjar segera berbelok kanan. Pak Anjar melaju dengan kecepatan tinggi.
"Tenang saja mbak. Pasti bisa diikuti," kata pak Anjar
"Itu pak mobil Reyo," Keyra menunjuk mobil Reyo.
Reyo ternyata melaju dengan kecepatan pelan.
"Jangan dekat-dekat pak."
"Bukannya kita mau menghentikan mobilnya mbak. Katanya mau ketemu mas Reyo."
"Nggak usah pak. Kita ikuti saja dulu. Dia mau kemana."
"Oh. Siap mbak."
Lama mengikuti akhirnya sampai tempat yang di tuju.
Terlihat mobil Reyo masuk di halaman sebuah gudang kosong.
"Ini kan gudang kosong. Ngapain sih dia ke sini," kata Keyra
"Kayaknya ketemu sama seseorang mbak."
"Iya Pak. Ya sudah pak, Keyra turun sini aja."
"Saya tunggu saja ya mbak."
"Ditinggal saja pak nggak papa."
"Nanti pulangnya?"
"Gampang pak."
"Baik mbak."
Keyra langsung masuk ke halaman gudang setelah melihat Reyo masuk ke dalam gudang kosong itu.
'Mobil siapa tuh? Reyo mau ketemu sama siapa sih?' pikir Keyra yang melihat ada mobil lain yang terparkir di halaman.
Keyra langsung melajukan sepatu rodanya kencang dan bersembunyi di balik jendela yang berlubang.
Diintipnya isi gudang itu dari balik jendela tersebut.
'Nico??' Keyra terkejut
"Ngapain kamu ngajak ketemuan di sini?" kata Nico pada Reyo.
"Aku ingin mengenang waktu kamu pasca putus dari Tania waktu itu. Kamu menceritakan semuanya di sini."
"Apa maksud kamu? Itu sudah lama Reyo. Aku nggak mau bahas soal itu lagi. Dan nggak mau mengenangnya."
"Aku tau. Tapi sekarang aku ingin menceritakan semuanya masalah yang ku hadapi saat ini bersama Keyra di sini."
Keyra semakin mendekatkan telinganya ke jendela.
Nico menatap tajam Reyo.
"Oke. Ceritakan padaku."
"Kamu tau aku akan menikahi Kirani?"
"Ya."
__ADS_1
"Aku menikahinya hanya untuk menepati sebuah janji."
"Janji??"