Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 53


__ADS_3

Keesokan harinya, Reyo menghubungi Keyra pagi-pagi karena ada urusan mendadak yang tidak bisa ditinggalkan. Jadi, dia tidak bisa menjemput Keenan. Reyo menyuruh sopir pribadi untuk menjemput Keenan, tetapi Keyra menolaknya. Keyra berniat untuk mengajak Keenan ke kampus.


"Apa kamu nggak keberatan mengajak Keenan ke kampus?" tanya Reyo dalam telpon.


"Nggak papa. Nanti ke kampus juga sebentar kok."


"Kamu nggak kerja?"


"Erwin tadi menghubungiku, kalau hari ini masih libur. Ada urusan juga katanya."


"Oke deh kalau begitu jaga Keenan ya. Sampai ketemu lagi. I love you," Reyo segera menutup telponnya.


Keyra tersenyum malu mendengarnya.


"Apaan sih, Rey," Keyra menutup telpon sambil tersenyum.


Setelah menutup telpon, Keyra bersiap-siap. Keenan yang dari tadi sudah siap, menyunggingkan senyumnya pada Keyra.


Keenan duduk di kursi sambil mengunyah biskuit favoritnya. Ditemani botol susu di sebelahnya.


"Yuk sayang kita berangkat," Keyra bersemangat.


Seperti biasa, pak Anjar mengantarkan Keyra dan Keenan. Selama perjalanan Keenan terlihat diam. Ini membuat Keyra kepikiran.


"Keenan kenapa diam saja sih? Apa kamu tidak senang naik mobil pak Anjar? Iya?" Keyra tersenyum kecil.


"Iya kali mbak. Kan biasanya naik mobil mewah papanya. Mungkin dikira Keenan, naik gerobak dorong ini mah," kata pak Anjar.


Keyra tertawa. Keenan menunjukkan ekspresi ingin menangis. Tetapi Keyra semakin gemas.


"O... Kamu ingin menangis ya," Keyra mencium pipi gembul Keenan.

__ADS_1


"Apa Keenan panas, mbak?" tanya pak Anjar


Keyra memegang kening Keenan.


"Tidak kok pak. Mungkin sedikit lebih cepat pak jalannya agar cepat sampai kampus."


"Baik mbak."


Setelah sampai kampus, Keyra segera masuk ke kelasnya. Semua yang melihat Keenan, akan sangat gemas padanya. Apalagi senyum yang mengembang dari wajah Keenan. Sangat lucu dan imut.


Akhirnya satu mata kuliah hari ini selesai. Sebelum pulang Keyra mengajak Keenan ke markas. Keyra menyuapi Keenan bubur yang dibawa dari rumah.


"Keenan. Di tempat ini aku pertama kali bertemu dengan papa angkat kamu. Reyo," kata Keyra mengenang masa dulu.


"Aku kira papa kamu begitu kejam. Tapi ternyata dia sangat menyayangi dan menjagamu. Dan di sinilah papa kandungmu, Kevin menolongku dari papa Reyo," Keyra tersenyum mengingat kejadian dulu.


"Semakin hari kamu semakin mirip dengan papa Kevin. Tumbuhlah menjadi anak yang baik, Keenan. Setelah dewasa nanti, aku akan menceritakan papa dan mama kamu. Mereka pasti bangga memilikimu Keenan."


Terik matahari semakin tinggi, Keyra segera bergegas membawa Keenan pulang ke rumah Reyo. Tetapi sampai di halaman kampus, Keyra dihadang oleh mobil mewah.


Keyra tampak berpikir.


Tak lama kemudian, dari arah belakang, Keyra dibekap oleh orang tak dikenal. Keyra ingin berteriak. Tapi bius yang membekap nya membuat Keyra tumbang. Keenan menangis. Mereka pun membawa Keyra dan Keenan.


Di sisi lain, pak Anjar yang sedari tadi menunggu Keyra di pintu gerbang kampus mulai gelisah. Kemana perginya Keyra? Sudah satu jam pak Anjar berada dalam mobilnya menunggu. Handphone Keyra tidak aktif. Akhirnya dia memutuskan untuk mencari Keyra di dalam kampus.


Setelah lama mencari Keyra dimana-mana, hasilnya nihil. Pak Anjar mencoba menghubungi Reyo. Tetapi panggilan dialihkan. Akan menghubungi Deru, tapi takut Deru kepikiran dan sedih.


"Dimana kamu mbak Keyra?" kata pak Anjar dalam hati.


Beberapa menit kemudian, Handphone pak Anjar berdering. Reyo.

__ADS_1


"Maaf pak Anjar baru selesai meeting. Ada apa pak?" tanya Reyo


"Mas Reyo, kayaknya mbak Keyra sama Keenan diculik," kata pak Anjar cemas.


"Apa!! Jangan bercanda pak," Reyo terkejut


"Saya sudah lama menunggu di kampus mas. Saya mencari dimana-mana, tapi tidak ada. Handphone mbak Keyra juga tidak aktif," kata pak Anjar khawatir


"Baik pak, saya akan segera mencarinya."


Reyo mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.


"Nico mana?" tanya Reyo setelah sampai distro dan tidak melihat Nico.


"Dia ada urusan. Memang kenapa?" tanya Aldi


"Ada masalah?" tanya Anji


"Keyra dan Keenan....," kata-kata Reyo terpotong karena ada pesan yang menampilkan Keyra dalam masalah.


Reyo segera bergegas mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia menuju ke alamat yang diberikan penulis pesan tanpa nama itu.


Sementara Keyra diikat di sebuah kursi di tempat yang cukup luas. Di belakang terdapat rumah mewah. Tak berapa lama Keyra tersadar.


'Dimana aku? Rumah siapa ini? Mewah. Tapi kenapa aku dibawa ke sini? Bukannya kalau diculik di tempatkan di gudang kosong atau semacamnya? Tapi kenapa aku diculik di rumah mewah?" batin Keyra


"Aarrgghh! Masa bodoh! Siapa yang berani menculik ku? Dimana Keenan?" Keyra mulai cemas.


"Sudah sadar kamu?" tanya pemilik suara dari arah belakang Keyra.


Keyra menoleh ke sumber suara.

__ADS_1


"Erwin??" Keyra terkejut.


__ADS_2