Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 38


__ADS_3

Reyo menepikan Keyra yang mulai menggigil.


"Aku mau mandi."


"Sendiri atau barengan," Reyo tersenyum


"Gila!!"


Keyra dan Reyo sudah berpakaian rapi. Mereka menyantap sarapan pagi yang sudah di sediakan bibi di dekat kolam.


Setelah sarapan selesai mereka terlihat canda tawa sambil menikmati teriknya matahari pagi.


"Keyra Putri Domaja," kata Reyo


"Hem. Lengkap amat manggilnya," Keyra tersenyum.


"Aku mau ngomong sesuatu."


"Serius atau bercanda nih?"


"Serius," Reyo menatap Keyra


Keyra membalas tatapan Reyo. Memang Reyo terlihat serius tapi mengapa seperti ada kesedihan di matanya.


"Mau ngomong apa?" tanya Keyra pelan


"Aku.. Aku mau menikahi Kirani," Reyo memalingkan wajahnya.


Bagaikan disambar petir. Keyra sangat terkejut mendengar itu. Hatinya bagai disayat pisau tajam.


"Apa!! Apa maksud kamu? Kamu bercanda kan Rey??"


Reyo terdiam.


"Ini nggak lucu Rey. Tolong jelasin ke aku," lanjut Keyra


Reyo masih terdiam.


"Hai semuanya!!!" Bagas datang tiba-tiba bersama O-I-S lain.


Keyra mengurungkan pertanyaannya.


"Cie.. Mereka keramas tuh," goda Bagas


"Akhirnya," Aldi menambahkan


"Maksudnya apa sih? Aku nggak ngerti."


"Emang dasar bodoh loe," kata Aldi


"Kenapa sih selalu mengatakan bodoh ke aku. Sebel tau nggak. Kalian sendiri juga bodoh tau," Keyra sewot


"Iya iya maaf deh, gitu aja marah," Bagas cengengesan.


"Maaf mbak Keyra ini sepatu rodanya," kata Bibi yang telah selesai membersihkan kamar tamu.


"Oh iya bi. Makasih ya."


Keyra segera memasang sepatu rodanya.


"Kita antar kamu pulang," kata Nico


"Nggak perlu Nic. Pak Anjar kayaknya udah di depan."


"Beneran kamu?" tanya Anji


"Iya beneran. Pak Anjar tadi udah aku hubungi. Sampai ketemu lagi," Keyra pamit pada semua.


"Reyo, aku masih butuh penjelasan dari kamu," Keyra meninggalkan semuanya.


Reyo memalingkan wajahnya.


Berlalunya Keyra mengundang pertanyaan dari diri O-I-S.


"Ada masalah sama Keyra?" tanya Bagas


memberanikan diri bertanya pada Reyo.


"Nggak ada," jawab Reyo singkat.


Sore hari setelah Nico, Anji, Aldi, dan Bagas pulang, Reyo berniat ke restoran Veenta untuk menemui Kirani.


Sepeninggalnya Kevin, memang restoran Veenta telah dikelola Kirani.


Restoran Veenta

__ADS_1


"Apakah Kirani ada?" tanya Reyo pada pelayan resto.


"Iya, bu Kirani ada di dalam," kata pelayan itu.


Reyo segera menemui Kirani.


"Hai," sapa Reyo setelah masuk ke ruangan Kirani.


"Hai Reyo. Sendirian aja. Keyra mana?" tanya Kirani


"Dia nggak ikut."


"Oh. Silahkan duduk," Kirani mempersilahkan duduk Reyo.


Reyo duduk di sofa yang telah tersedia di ruangan.


"Ada perlu apa kamu datang ke sini?" tanya Kirani yang duduk di sebelah Reyo.


"Aku... akan menikahi mu," Reyo to the point


"Apa kamu bilang? Kamu jangan bercanda Rey. Ini nggak lucu."


"Aku serius Kirani."


"Kamu tidak mencintaiku. Apakah kamu sedang mempermainkan hati Keyra. Hah!!" Kirani terlihat emosi.


Reyo menggenggam tangan Kirani dan menatapnya.


"Ini semua demi baby yang kau kandung."


"Tapi bukan seperti ini caranya Rey," Kirani melepaskan genggaman tangan Reyo.


"Aku nggak mau baby itu lahir tanpa ayah."


"Aku tau ayahnya memang meninggal. Tapi bukan seperti ini caranya. Kamu bisa mengadopsinya setelah dia lahir."


"Lagian aku nggak mau Keyra terluka. Kamu mikir donk perasaanku dan Keyra," lanjut Kirani


Reyo terdiam.


"Maaf Rey, tapi aku masih mencintai Kevin. Bahkan sampai saat ini aku belum bisa melupakannya."


"Cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu."


"Aku tidak mempermainkannya. Tapi aku harus menepati sebuah janji."


"Janji??"


"Ya. Sebelum Kevin meninggal, aku berjanji akan menikahi mu demi baby yang kamu kandung."


"Apa!!" Kirani menghela napas panjang


"Janji itu sudah ku buat. Akankah aku mengingkarinya? Hah!!" Reyo terlihat emosi.


Kirani terdiam.


"Aku sudah memikirkannya matang-matang. Dan aku akan menepati janjiku pada Kevin," Reyo tertunduk.


"Nikahi aku. Tapi setelah baby ini lahir ceraikan aku," kata Kirani menitikkan air mata.


"Apa maksudmu? Aku tak akan pernah berniat menceraikan siapapun yang akan jadi istriku nanti."


Kirani pun menangis di dalam gelapnya malam.


...❤...


Sejak saat kejadian di rumah Reyo. Reyo jarang menghubungi Keyra. Keyra pun berusaha menghubungi Reyo. Tetapi Reyo tidak pernah mengangkat panggilan dari Keyra.


Kampus


Keyra mencoba menghubungi Reyo. Tapi lagi-lagi tak diangkatnya.


'Rey, plis.. Aku hanya butuh penjelasan darimu. Jangan cuekin aku seperti ini Rey.'


"Hai Keyra," tiba-tiba Tania datang mengagetkan Keyra.


"Bikin kaget aja deh."


"Lagi mikirin apa sih? Cerita donk," Tania tersenyum


"Nggak papa kok. Kelihatannya ada yang seneng tuh."


"Iya nih. Strawberry cake aku diakui enak sama restoran B. Dan menjadi menu favorit di restoran itu," Tania tersenyum lebar.


"Wah hebat donk. Mending kamu jadi koki aja deh Tan."

__ADS_1


"O iya nanti pulang kuliah, aku undang kamu dan O-I-S ke restoran itu ya. Kita coba menu dari aku."


"Oke deh."


Sepulang kuliah, Keyra dan Tania di jemput O-I-S.


"Reyo mana?" tanya Keyra setelah masuk mobil.


"Nggak ikut. Ada urusan katanya," jawab Bagas.


"Oh."


Mall


"Kok ke mall?" tanya Keyra setelah sampai mall.


"Emang restorannya ada di mall Key," kata Tania


"Kamu nggak bilang sih."


"Sorry deh."


Restoran B


"Yuk pesan. Kali ini aku yang traktir deh," Tania tersenyum lebar.


"Makasih ya," Nico membelai rambut Tania.


"Ehem. Dunia ini serasa milik berdua ya," goda Bagas


"Romantisnya," Keyra tersenyum.


"Iya lah nggak kayak kamu. Bagaikan kucing dan tikus, haha," Bagas tertawa


"Sialan kamu."


Mereka pun memesan makanan.


"Ngomong-ngomong Reyo ada urusan apa sih kok dia jarang kumpul bareng kita akhir ini. Nggak biasanya seperti ini," kata Bagas


"Jadi kalian nggak pernah ketemu Reyo?" tanya Keyra


"Enggak," Bagas menggelengkan kepalanya.


Keyra tampak berpikir.


"Ada masalah sama Reyo?" tanya Anji pelan.


"Nggak ada."


"Ih kalian ini jawabnya sama," sela Bagas


"Maksudnya?"


"Terakhir aku tanya Reyo. Apakah ada masalah sama kamu? Jawabnya nggak ada, titik," kata Bagas


"Oh. Ya... emang nggak ada," Keyra menjawab sekenanya.


Padahal di dalam hatinya menyimpan pertanyaan besar pada Reyo. Kenapa dia mencampakkannya seperti ini.


"Bohong kamu," sela Aldi menatap Keyra.


"Hah??" Keyra kaget


"Tuh kan jadi tulalit," kata Aldi


"Apaan sih Al."


Tak lama kemudian pesanan datang.


"Wah strawberry cake nya menggoda banget," kata Keyra senang.


"Pinter kamu Tania," puji Bagas


"Apaan sih Gas," Tania tertawa geli


"Pinter kamu Nico pilih cewek yang jago bikin cake. Lama-lama nih wajah kamu kayak tepung terigu Nic," Bagas tertawa.


Semua ikut tertawa.


"Sialan kamu."


"Udah yuk. Selamat mencoba," kata Tania akhirnya.


Semua menyantap makanan yang dipesan dengan lahap dan semua habis tak tersisa.

__ADS_1


__ADS_2