Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 36


__ADS_3

Hari berganti hari, belum ada perubahan dalam diri Kevin. Meskipun dia tersadar dan bisa bicara tetapi seluruh tubuh masih belum bisa digerakkan.


Kirani pun setia menunggu Kevin pulih dari sakitnya.


Sepulang kuliah, Keyra selalu menyempatkan datang ke rumah sakit menjenguk Kevin.


Dilihatnya Kirani yang selalu mendampingi Kevin.


"Hai kak Kirani. Ini aku bawakan makan siang untuk kakak," kata Keyra setelah masuk ruangan.


"Hai Keyra, Terima kasih ya kamu selalu repot-repot membawakan makan untukku. Dan Terima kasih juga selalu menyempatkan datang ke sini."


"Iya kak nggak papa. Kalian kan sahabat Keyra, jadi wajar donk kalo Keyra selalu datang kesini."


"Keyra ya," kata Kevin terbangun dari tidurnya


"Kak Kevin udah bangun?" tanya Keyra


"Hai sayang, ini Keyra membawakan makan siang untukku. Pas aku lagi kepingin makan mie ayam," kata Kirani


"Makasih Keyra," kata Kevin


"Sama-sama kak."


"Maaf sayang aku belum bisa membelikan apa-apa yang kamu pingin," kata Kevin pada Kirani.


"Nggak papa sayang. Sekarang yang penting kesehatanmu dulu," Kirani mencium kening Kevin.


"Apakah aku bisa mendampingi mu melahirkan?" kata Kevin tiba-tiba


"Ssttt.. Kamu nggak boleh bicara seperti itu Vin."


"Iya kak. Kak Kevin nggak boleh ngomong seperti itu. Pasti kak Kevin bisa sembuh dan bisa mendampingi baby K lahir," Keyra tersenyum


" Oh iya Keyra, gaun yang aku kasih ke kamu masih ada kan?"


"Em, masih kak pihak kepolisian yang menemukan barang itu dan memberikan ke Keyra. Maaf kak gara-gara itu kakak mengalami kecelakaan seperti sekarang ini," Keyra tertunduk sedih.


"Ini sudah takdir Key. Jangan lupa dipake ya pas lahiran baby K nanti. Oh iya apapun yang terjadi nanti, kamu harus janji ya untuk ikut merawat dan membesarkan baby K," kata Kevin tersenyum.


"Janji kak."


...❤...


Hari demi hari berlalu. Kesehatan Kevin mulai menurun. Terlihat jelas raut wajah Kirani yang begitu sedih. Keyra pun ikut cemas.


"Reyo bisakah aku bicara denganmu?" kata Kevin yang terbaring lemah.


"Aku?"


"Ya."


Keyra, Kirani dan O-I-S lain keluar dari ruangan dimana Kevin dirawat. Hanya ada Reyo yang menemani Kevin. Entah apa yang mereka berdua obrolkan. (kita tunggu di flashback ya, hehe).


Obrolan Reyo dan Kevin sangat lama. Hingga akhirnya kesehatan Kevin menurun. Reyo segera memanggil dokter. Semua yang menunggu di luar jadi panik.


Dokter pun datang dan segera memeriksa Kevin.


Beberapa menit kemudian...


Dokter keluar dari ruangan.


"Bagaimana keadaan Kevin dok?" tanya Reyo cemas


"Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Tapi Tuhan berkehendak lain. Kevin meninggal dunia."


"Apa!!!" kata Keyra kaget

__ADS_1


"Ini nggak mungkin kan dok," Keyra mulai menitikkan air matanya.


"Dua hari ini kondisinya memang sangat drop. Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin," kata dokter


"Permisi," dokter itu berlalu


Keyra tak kuasa membendung air matanya. Keyra menangis dalam pelukan Reyo. Kirani yang syok dan pingsan segera dirawat di ruang rawat.


Pemakaman Kevin


Semua terlihat sedih ketika Kevin mau dimasukkan ke liang lahat.


Kirani menangis dalam pelukan Keyra.


"Sabar ya kak," kata Keyra berusaha membendung air matanya.


"Aku nggak bisa Key."


"Kak Kirani pasti kuat."


Pemakaman selesai.


Dua minggu berlalu setelah kepergian Kevin. Semua kembali normal. Aktifitas berjalan seperti biasa.


Distro O-I-S


Siang hari Keyra dan O-I-S berkumpul di distro mereka.


"Malem ke diskotik yuk," ajak Bagas semangat


"Lama nih nggak clubbing," lanjutnya


"Ngapain lagi sih ke sana," jawab Keyra


"Kita nggak ngajak kamu ya," Bagas nyengir


"Sialan kamu, Gas," Keyra menjitak kepala Bagas


"Ih nyebelin," kata Keyra


"Cewek-cewek nggak usah diajak nanti ngerepotin," kata Aldi melirik Keyra


"Terus loe mau enak-enakan sama cewek-cewek bohay di sana. Iya!! Awas aja aku bilangin Bella."


"Bilangin aja, gue nggak takut."


"Oke nanti malam kita ke sana!!" kata Reyo


"Kamu ikut Rey?" tanya Keyra


"Iya! Kamu nggak usah ikut!!"


"Nggak mau. Aku akan ikut!!"


"Terserah!!" Reyo nyelonong pergi


"Heh mau kemana Rey?? Kamu nggak nganterin kekasihmu ini pulang. Hah!!" Keyra terlihat marah


"Dasar pasangan bego," kata Bagas lirih


"Apa loe bilang?? Loe yang bego!!" Keyra mengacak rambut Bagas penuh emosi.


"Ampun Key..."


Malam hari di rumah Keyra.


Waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB. Keyra terlihat mondar-mandir di ruang tamu menunggu kedatangan O-I-S. Lama...

__ADS_1


Semua handphone mereka nggak aktif. Kayaknya sengaja deh.


'Sialan!! Kayaknya mereka ninggalin aku deh. Dasar Reyo!!! Awas aja kalo dia bersama cewek-cewek bohay itu,' Keyra geram


"Tapi aku harus ke sana. Bodo amat jam berapa ini," Keyra segera memesan taksi.


Taksi datang.


"Ayah, Keyra pergi dulu ada urusan," pamit Keyra ketika ayahnya pulang dari kedai teh.


"Ini sudah malam Key," kata Deru


"Sebentar aja yah. Da ayah..." Keyra mencium pipi Deru.


'Dasar anak muda. Apa nggak bisa urusannya ditunda besok,' Deru menggelengkan kepalanya.


Diskotik


Setelah Keyra membayar taksi. Dia segera turun dari taksi.


Sesampainya di depan pintu diskotik, Keyra terlihat mondar-mandir. Dimainkannya sepatu roda miliknya.


"Masuk nggak ya? Masuk nggak ya?" Keyra bingung sendiri


'Ih kenapa harus ke sini sih!! Mereka di dalam nggak ya? Kenapa jadi takut gini sih. Ah masuk aja deh.'


Keyra pun masuk ke dalam diskotik. Musik yang begitu menggelegar menusuk sampai ke jantung. Suaranya begitu memekakkan telinga.


'Kenapa orang-orang senang sekali ke sini. Bikin gendang telinga pecah sih iya,' Keyra terlihat mengomel sendiri.


Keyra terus menyusuri ruangan yang gelap. Hanya lampu warna-warni sebagai penerangannya.


"Hai cantik," sapa cowok muda


'Ih,' Keyra segera menghindar


"Boleh pinjem sepatu rodanya neng?" sapa cowok muda lain.


"Imut juga tuh cewek," sapa cowok yang satunya.


"Boleh juga tuh," kata cowok yang lain lagi


Keyra geram. Tapi dia cuek. Keyra tetap terus menyusuri ruangan.


Keyra pun akhirnya terhenti ketika melihat cowok yang tak asing baginya.


Dia menari dengan cepat mengikuti alunan musik dikelilingi cewek-cewek. Ya cowok itu adalah Bagas.


Keyra pun mendekatinya. Menepuk pundak Bagas dengan kencang. Bagas menoleh. Dia terkejut bukan main.


"Keyra??"


"Hem."


"Ngapain ke sini??"


"Pertanyaan yang sangat bodoh!! Mana Reyo??" teriak Keyra karena memang suara musik yang keras.


Keyra menarik lengan Bagas menghindar dari cewek-cewek itu.


"Mana Reyo?" tanya Keyra lagi


"Tenang donk. Emang kamu ke sini sama siapa?" Bagas celingukan karena cuma ada Keyra sendiri.


"Malah balik tanya. Nggak penting tau. Mana Reyo??" ulang Keyra lagi.


"Iya iya. Tuh di sana."

__ADS_1


"Anterin."


"Dasar manja."


__ADS_2