Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 45


__ADS_3

Pemakaman Kirani.


Kirani dimakamkan di dekat makam Kevin. Tangis Keyra pecah saat jenazah dimasukkan ke liang lahat.


Setelah semua selesai, para pelayat pergi satu persatu. Kecuali Keyra dan para sahabatnya.


"Yuk Keyra, kita pulang," kata Bagas


"Sebentar Gas, aku masih ingin di sini sebentar saja. Kalian duluan saja," kata Keyra


"Ya sudah kita tinggal ya," kata Bagas


"Jangan lama-lama," kata Reyo


Semua pergi meninggalkan Keyra. Keyra duduk termenung.


'Kak Kevin, kak Kirani terima kasih ya sudah hadir dalam hidupku selama ini. Kalian mengajarkan aku banyak hal. Terima kasih, Kak Kevin pernah mencintaiku. Selamat jalan kak. Semoga cinta kalian abadi. Dan kalian bahagia di sana. Aku akan menjaga baby K untuk kalian.'


Cahaya dari makam Kevin dan Kirani bersinar. Keyra terkejut.


'Aku tau kalian pasti mendengar dan melihatku dari sana. Selamat jalan kak.'


Keyra tersenyum dan segera meninggalkan makam tersebut.


...❤...


Tiga hari telah berlalu. Sebelum mama (Rani) dan papa (Revan) Reyo balik ke Amerika, mereka dan Evans menyempatkan menemani Reyo untuk menjemput baby K di rumah sakit.


"Gimana keadaan baby K Reyo? Apakah sudah bisa dibawa pulang?" tanya Rani (mama Reyo).


"Bayinya sehat dan hari ini bisa pulang ma," kata Reyo


"Ya sudah yuk kita ke rumah sakit. Mama nggak sabar ingin melihatnya," kata Rani


"Selamat jadi ayah. Meski belum menikah," Evans cengengesan


"Sialan kamu!"


Rumah Sakit


Reyo, Evans, mama dan papa Reyo segera menuju ruang bayi.


Sesampainya di ruang bayi, terlihat Keyra sedang menggendong baby K ditemani ayahnya.


"Itu bukannya teman kamu Rey?" tanya Revan (papa Reyo) menatap Keyra.


"Bukan teman pa, tapi kekasih atau mantan kekasih?" sindir Evans


"Sialan!"


Mereka pun mendekati Keyra dan Deru.


"Keyra," panggil Evans


"Evans."


"Eh, om dan tante," Keyra menyalami papa dan mama Reyo.


Deru juga bersalaman dengan mama dan papa Reyo.


"Wah ini pasti baby K ya. Sini biar mama yang gendong," Rani mengambil alih baby K dari gendongan Keyra.

__ADS_1


"Lucu sekali. Ganteng ya dia," kata Rani


"Iya tante. Ganteng seperti papanya, Kevin," Keyra tersenyum.


"Gantengan papa kandungnya atau papa angkatnya?" Rani melirik Reyo dan tersenyum.


"Apaan sih ma," kata Reyo sewot


Baby K memang diadopsi oleh Reyo meskipun pernikahannya dengan Kirani batal.


Kevin dan Kirani juga anak yatim piatu. Jadi mau tak mau Reyo harus merawat dan membesarkan baby K demi perkembangan dan kelangsungan hidupnya.


Setelah Reyo mengurus semua kebutuhan baby K di rumah sakit, akhirnya baby K bisa dibawa pulang hari ini.


"Keyra," panggil Rani


"Iya tante," jawab Keyra


"Kamu ikut aja dengan kita. Nggak papa kan pak Deru?"


"Oh iya nggak papa. Lagian Keyra tadi masih ingin dekat dengan baby K," kata Deru


"Tapi ayah,"


"Nggak papa Keyra. Temanilah baby K dengan keluarga barunya dulu. Kalau gitu saya permisi pulang dulu ya," pamit Deru


"Iya pak Deru. Hati-hati," kata Revan


"Hati-hati ayah," kata Keyra


"Titip Keyra ya," Deru mencium kening Keyra


"Iya om tenang aja," kata Evans


Deru mendekati Reyo.


"Om pulang dulu. Titip Keyra ya," Deru tersenyum.


"Iya om. Nanti Keyra saya antarkan pulang."


Setelah Deru berlalu dan diantar pak Anjar, Reyo dan keluarga juga Keyra melaju ke rumah Reyo.


Rumah Reyo


Keyra berdiri di samping mobil. Menatap rumah Reyo yang megah.


Di malam itu, rumah Reyo pernah berubah menjadi istana megah dan elegan. Tapi sekarang rumah itu terasa sepi meski terlihat sangat megah.


Banyak kenangan di rumah itu. Semua yang telah berlalu terlintas di pikiran Keyra.


'Akankah aku menginjakkan kakiku di rumah ini kembali? Ya Tuhan semua masih terlintas jelas di pikiranku....'


"Kok bengong. Yuk bawa baby K masuk," ajak Rani.


"Eh iya tante."


"Oh iya Keyra. Tolong kamu tidurkan di kamar sebelah kamar Reyo ya. Kamu tau kan kamar Reyo?" tanya Rani


"Hah, saya?"


"Apa perlu saya antar?" tanya Evans

__ADS_1


"Nggak usah! Biar dia sendiri," jawab Reyo


Keyra pun mengayunkan sepatu rodanya membawa baby K ke kamar lantai dua yang bersebelahan dengan kamar Reyo.


"Tidur yang nyenyak ya baby K. Ini rumah barumu. Semoga kamu suka," Keyra meletakkan baby K di kasur dan tak lupa mencium keningnya.


Keperluan baby K memang sudah dipersiapkan di rumah Reyo sebelum pernikahan berlangsung. Namun takdir berkata lain pernikahan itu batal karena Kirani meninggal setelah melahirkan baby K di hari pernikahan mereka.


Keyra segera turun ke bawah bergabung dengan lainnya. Terlihat mama dan papa Reyo dan juga Reyo sedang asyik mengobrol di ruang tengah.


"Keyra, yuk duduk sini," kata Rani


Keyra segera duduk bersebelahan dengan mama Reyo.


"Keyra, besok tante, om dan Evans akan kembali ke Amerika," kata Rani


"Kok cepat tante," kata Keyra


"Iya Keyra. Masih ada urusan yang belum terselesaikan di sana. Untuk itu, tante minta tolong sama kamu."


"Minta tolong apa tante?"


"Kalau kamu ada waktu luang. Tolong bantu Reyo merawat baby K ya. Meski nanti ada baby sister."


"Oh pasti tante."


"Kalau kamu mau, kamu bisa tinggal di sini juga."


"Mama!!" Reyo menatap mamanya tajam.


"Maksud mama kan kalau sewaktu-waktu baby K bangun di tengah malam. Kan kamu bisa gantian jaga sama Keyra dan baby sister. Lagian kalau cuma mengandalkan baby sister kan kasihan bayinya."


"E... nanti Keyra pikir-pikir dulu ya tante," kata Keyra


"Oh iya nggak papa. Nggak sekarang juga nggak papa kok."


"Yuk sekarang kita makan siang dulu," kata Rani akhirnya.


Setelah makan siang, Keyra pamit untuk pulang ke rumah.


"Om, tante, Keyra pulang dulu ya. Terima kasih makan siangnya," kata Keyra tersenyum


"Iya sama-sama. Biar Reyo yang antar. Sering-sering ke sini ya Keyra. Menjenguk baby K dan juga ayahnya," Rani tersenyum geli.


"Mama!"


"Kamu nggak pamit sama aku?" tanya Evans mendekati Keyra.


"Eh Evans, terima kasih ya. Dan semoga perjalanan balik ke Amerika besok lancar dan selamat sampai tujuan," kata Keyra


"Oke. Terima kasih."


"Cepat masuk mobil!" Reyo menatap tajam Keyra. Dan berlalu.


Keyra pun mengikuti Reyo ke mobil yang terparkir di depan rumah.


'Selalu seperti itu' pikir Keyra.


Di dalam perjalanan, Keyra dan Reyo diam seribu bahasa. Mereka hanya melihat satu sama lain dengan melirik dari sudut mata mereka masing-masing.


Alunan musik slow mengiringi perjalanan mereka.

__ADS_1


'Aduh, kok jadi deg-degan gini sih. Dia selalu cuek lagi. Ngomong donk Rey' pikiran Keyra tak tenang.


__ADS_2