Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 15


__ADS_3

Malam hari yang begitu dingin membuat Keyra tak bisa tidur. Apalagi jauh dari ayahnya.


Ini sudah tengah malam. Keyra melihat jam dinding di kamar. Keyra melihat Tania yang sekamar dengannya bisa tertidur begitu pulas.


'Gara-gara udah balikan sama Nico nih, hehe' Keyra tersenyum.


Dia pun keluar kamar dan menuju dapur. Ya, mencari makanan ringan.


Setelah mendapatkan makanan, Keyra kembali ke kamar.


Tapi sebelum sampai kamar, Keyra mendapati pintu luar masih terbuka. Keyra pun mendekat.


Dilihatnya Reyo yang tengah duduk sendiri dengan ditemani secangkir teh hangat.


Keyra pun menghampirinya.


"Nggak bisa tidur ya?" tanya Keyra memecahkan keheningan.


"Ngapain kamu kesini. Cepat tidur!"


"Aku nggak bisa tidur. Boleh kan aku menemanimu di sini?" pinta Keyra


Reyo hanya terdiam. Keyra segera duduk di samping Reyo.


"Aku senang Tania dan Nico akhirnya balikan. Selama ini Tania kan masih cinta sama Nico dan mengharapkannya kembali. Akhirnya kesampaian deh. Menurut kamu gimana?" tanya Keyra sambil melahap makanan ringan yang dibawanya.


"Biasa aja."


"Kok kamu gitu sih. Harusnya kamu seneng banget donk. Nico kan sahabat kamu. Masa kamu biasa aja nanggepinnya. Harusnya kamu kasih ucapan spesial ato apa kek ke mereka."


"Itu urusan mereka. Kamu bisa diem nggak sih.”


"Kok kamu selalu gitu sih. Kadang baik, kadang ngeselin, kadang jahat, kad... Eh Reyo mau kemana? Ini sudah malam," kata Keyra yang melihat Reyo hendak meninggalkannya dan menuju pantai.


Tapi mau tak mau Keyra mengikuti Reyo.


"Mau kemana sih? Kamu marah ya sama omongan aku tadi? Aku minta maaf deh."


"Ngapain sih kamu ngikutin aku? Mending kamu kembali dan tidur."


"Nggak mau. Kamu aja masih di sini."


Reyo menatap Keyra kemudian berpaling ke pantai. Reyo pun duduk di pasir pantai yang lembut. Menerawang ke pantai.


Keyra berdiri dan tersenyum menatap bulan yang begitu terang. Mereka berdua terdiam.


Suara ombak meramaikan pantai. Dengan mendekap tubuhnya yang terasa dingin, Keyra pun mendekati Reyo.


"Kamu ada masalah?" tanya Keyra pelan


"Aku hanya ingin menenangkan pikiran," kata Reyo


Lama


Reyo menatap Keyra yang terlihat kedinginan.


Cemas, Reyo pun segera berdiri. Melepaskan jaket tebalnya dan kemudian menelungkup kan ke tubuh Keyra.


"Ayo kembali ke villa," kata Reyo akhirnya


"Hem."


Reyo mendekap Keyra dan menuntunnya kembali ke villa.


Sampai di villa,


"Kamu nggak papa, Key?" tanya Reyo yang cemas melihat wajah Keyra yang sedikit pucat.

__ADS_1


"Nggak papa kok."


"Aku buatin teh hangat dulu ya?”


"Enggak usah Rey. Makasih. Ini jaket kamu. Aku mau ke kamar aja."


"Ya udah. Segera tidur ya."


"Ya. Makasih," Keyra tersenyum


...❤...


Esok paginya mereka segera sarapan dan akan mengelilingi tempat wisata di Bali.


"Hatchii..." tiba-tiba Keyra bersin.


"Kamu sakit, Key?" tanya Tania


"Enggak kok, cuma hidung ini sedikit gatal."


"Yuk kita sarapan. Nggak sabar ingin ketemuan aku," kata Bagas girang


"Ketemuan? Sama siapa?" tanya Aldi


"E... adalah seseorang."


"O ternyata sembunyi-sembunyi ya kalo udah punya cewek. Sahabatnya aja sampe nggak diberi tau," kata Aldi


"Ini aja belum resmi," Bagas manyun


"Cie... Orang mana Gas? Kalo sekarang udah ada yang nemenin, berarti Bago buat aku ya," goda Keyra


”Jangan Key, itu satu-satunya teman terbaikku.”


Setelah menyantap sarapan, mereka pun bergegas menuju Garuda Wisnu Kencana.


Ramai sekali. Setelah puas berkeliling, mereka istirahat sejenak.


"Katanya mau ketemuan, Gas?" tanya Keyra


"Dia masih perjalanan kemari."


"Cantik nggak orangnya," goda Bella


"Ya liat aja nanti."


*****..*****... ponsel Bagas berdering.


"Yuk. Dia sudah ada di parkiran," kata Bagas semangat


"Kalian duluan aja. Aku mau beli minum dulu. Aku haus. Nanti aku nyusul," kata Keyra


"Jangan lama-lama, Key," kata Bagas


"Oke."


Setelah sampai di parkiran, Bagas langsung menghampiri seorang cewek berparas cantik dengan rambut panjang terurai dan memakai bando.


Cewek itu imut sekali. Bagas pun mengenalkannya pada sahabat-sahabatnya.


Cewek yang bernama Abel ini tersenyum manis ketika menyapa sahabat-sahabat Bagas.


"Pinter juga loe nyari cewek," bisik Aldi pada Bagas


"Jangan macem-macem ya sama dia," selidik Bagas


"Sahabat-sahabat kamu baik ya, Gas. Aku senang bisa kenal sama kalian semua," kata Abel ramah

__ADS_1


"Ya itulah mereka. Anggap saja mereka juga sahabat kamu. Masih ada satu lagi sih. Tapi mana ya?" Bagas celingukan


"I'm comming... mana cewek kamu, Gas?" tiba-tiba Keyra datang


"Keyra?" Abel kaget


"Abel??" Keyra tak kalah kagetnya.


Keyra pun langsung memeluk Abel yang merupakan sahabatnya waktu di Singapura.


Lainnya pun saling pandang.


"Kemana aja kamu? Aku kangen tau nggak sih," Keyra meneteskan air matanya.


"Sorry Key. Aku sekarang pindah disini. Aku juga kangeeen banget sama kamu," Abel pun memeluk Keyra erat.


"Kalian saling kenal?" tanya Bagas penasaran


"Dia yang aku ceritain kemarin. Sahabat SMP aku waktu di Singapura. Aku nggak nyangka bisa ketemu dia lagi."


"Oke. Kebetulan sekali Keyra. Sekarang kita bisa kan lanjut acara kita?" tanya Bagas


"Kamu kenal dari mana cowok manja kayak dia?" tanya Keyra pada Abel


"Apa kamu bilang Key? Jangan sembarangan ngomong ya," sela Bagas


"Tapi bener kan. Tidur aja minta ditemenin Bago," ledek Keyra


"Keyra awas kamu ya," Bagas mengejar Keyra.


Yang lainnya pun tertawa geli.


Sesampainya di salah satu tempat wisata, mereka pun bermain permainan air.


Tapi tidak dengan Keyra. Dia lebih memilih ngobrol dengan sahabatnya itu, Abel.


"Kenapa selama ini kamu tidak bisa dihubungi?" tanya Keyra


"Handphone aku dicuri, Key. Jadi aku tak bisa menghubungi kamu lagi."


"Oh iya, kok kamu ada disini? Dan kenal dengan Bagas dan sahabat-sahabatnya itu?" Abel penasaran


Lulus SMA aku pindah ke Bandung. Kakekku meninggal. Dan ayah harus meneruskan usaha kakek.


"Sorry Key. Aku tidak tau kalo kakek kamu meninggal."


"Nggak papa kok. Disini aku jadi lebih aman dan senang karena ada sahabat-sahabat yang selalu menjaga dan perhatian sama aku."


"Setidaknya aku sedikit bisa melupakannya," Keyra menerawang


"Sudahlah Key. Sekarang kamu beruntung memiliki sahabat yang baik kayak mereka," Abel tersenyum


"Sekarang gantian aku yang ngobrol sama Abel. Temenin Reyo tuh," tiba-tiba Bagas datang


"Iya iya. Awas kalo kamu sampe ngecewain Abel," Keyra pun lekas pergi


"Sok perhatian kamu."


Setelah seharian mengelilingi tempat wisata di Bali dan hari pun semakin gelap, mereka segera kembali ke villa.


Mereka pun berpisah dengan Abel, karena dia harus pulang ke rumahnya.


"Abel, sampai ketemu lagi. Aku selalu merindukanmu. Sering-sering telfon sama aku ya karena masih banyak yang ingin aku ceritakan sama kamu," Keyra memeluk Abel erat.


"Pasti Keyra. Salam ya buat ayah kamu," kata Abel akhirnya


...❤...

__ADS_1


__ADS_2