
Setelah mobil terparkir, O-I-S turun. Kecuali Keyra.
”Keyra ayo turun," kata Bagas
”Kenapa kalian mengajakku ke sini? Tempat apa ini?" Keyra sedikit ragu
”Kita makan jagung bakar di sana," kata Aldi
”Tapi.. tempatnya kok agak gelap. Kalian jangan macam-macam ya sama aku," tuding Keyra
“Keyra, percaya deh sama kita," kata Nico
“Emang kita mau ngapain kamu. Dijual aja mana laku," kata Reyo asal
Keyra melotot dan Reyo pun menarik lengan Keyra hingga keluar.
”Jaga ya mulut kamu! Kasar banget sih jadi orang!" Keyra memegang lengannya yang sakit.
”Udah. Kita ke sana yuk. Keyra, percaya sama kita," kata Anji
Akhirnya mereka berjalan menuju ke penjual jagung bakar. Keyra dan Bagas penuh canda.
Sebelum sampai di tempat, langkah Keyra terhenti. Dia melihat sepasang kekasih duduk menyendiri. Dan tanpa sengaja Keyra melihat mereka kissing.
Keyra pun menghampirinya.
”Heh kalian nggak malu apa!" Keyra ketus
“Apa-apaan loe? Siapa sih loe?" kata pasangan itu
”Kalian ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan!” lanjut Keyra
”Keyra udah dong," kata Bagas
Reyo pun segera menarik lengan dan menutup mulut Keyra sampai ke penjual jagung bakar.
”Sakit tau!" kata Keyra setelah duduk.
”Tindakan kamu tadi, sangat memalukan!" ketus Reyo
”Laki-laki itu yang memalukan," bantah Keyra
”Keyra, kamu nggak perlu urusin mereka. Itu urusan mereka sendiri," kata Anji
”Aku nggak mau laki-laki itu hanya manfaatin ceweknya untuk kejahatan," Keyra sinis
”Maksudnya? Pengalaman tuh kayaknya," Aldi cengengesan
”Aldi yang super playboy, mending loe putusin cewek-cewek loe itu," Keyra semakin berani meledek
”Gue nggak playboy ya."
”Nggak playboy, tapi suka ngoleksi cewek. Haha.." Bagas tertawa lepas, Aldi nyengir.
Jagung bakar pun datang...
”Selamat menikmati!!" kata Keyra dan Bagas bersamaan.
Beberapa saat kemudian, Keyra melihat sesosok mirip Tania.
”Bagas, itu Tania bukan?" tanya Keyra penasaran
”Mana? Eh kayaknya iya sih. Tapi sama siapa tu?" kata Bagas
Keyra melirik Nico yang terlihat sedang menatap Tania serius.
”E.. boleh kan aku menghampiri Tania," kata Keyra pada O-I-S.
”Iya nggak papa. Itu kan sahabat kamu," kata Anji
Keyra pun bergegas menghampiri Tania.
__ADS_1
”Tania!"
”Eh Keyra. Sama O-I-S ya?" tanya Tania
”Ya biasa lah. O iya siapa nih?" tanya Keyra yang penasaran dengan cowok di sebelah Tania.
“Oh ini Dimas, sepupu aku. Tadi tunangannya merayakan ulang tahun. Jadi aku menemaninya," kata Tania
”Sekarang tunangannya mana? Kok nggak kelihatan."
”Iya ini lagi nunggu dia. Dia masih ngobrol ma teman-teman lamanya."
”Eh mending kita nunggu di sana yuk," ajak Keyra
”Di sini aja Key.”
”Emang kenapa kalo di sana? Nggak ingin ketemu Nico?" tebak Keyra
“Nico?" tanya Dimas yang seolah paham akan nama itu.
“Iya. Yuk kita kesana," Keyra menarik lengan Tania.
"Keyra... "
“Boleh kan mereka gabung?" tanya Keyra setelah sampai di meja O-I-S.
”Boleh kok," kata Bagas
”Kalian kan udah kenal Tania. Jadi aku ingin mengenalkan Dimas pada kalian," kata Keyra mengenalkan Dimas.
”Salam kenal semuanya," kata Dimas santun
O-I-S pun bersamaan menatap Dimas tajam. Dimas jadi salah tingkah.
“Dia sepupunya Tania," Keyra langsung menjawab tatapan O-I-S yang penuh arti.
”Kalian nunggu di sini aja dulu," lanjut Keyra
”E.. Tania, kamu nanti nginap rumah ato langsung pulang?" tanya Dimas pada Tania.
”Gimana kalo bareng sama kita aja, Tan," sela Keyra
”Enggak Key, aku...."
”Boleh kan Tania bareng kita nanti?" tanya Keyra menatap Nico dengan senyuman penuh arti. Nico pun cuek.
”Ya udah. Lagian rumah Tania kan sejalur dengan rumah kita," kata Anji
”Aku takut ngerepotin kalian. Ini kan acara kalian," kata Tania ragu
”Tania, aku kan nggak ada temennya. Aku cewek sendirian. Kalo ada kamu, aku kan jadi lebih tenang," kata Keyra beralasan.
”Anggep aja kamu bisa nyenengin cewek bawel satu ini, Tania," Bagas melirik Keyra. Keyra melongo.
”Ya udah kalo gitu, aku pamit dulu ya. Tolong titip Tania. Aku percayakan pada kalian semua," pamit Dimas
“Okey deh," Keyra tersenyum
“Gimana kabar loe?" tanya Aldi pada Tania setelah Dimas berlalu.
”Seperti yang kamu liat. Aku baik," jawab Tania
”Nico kangen tuh," ledek Bagas.
Nico menatap Bagas tajam.
”E... masih bikin kue, Tan?" Bagas mengalihkan pembicaraan.
"Masih," jawab Tania singkat
”Aku pernah bikin kue sama Tania. Tapi kalian hampir menghancurkannya," Keyra kesal mengingat kejadian yang lalu.
__ADS_1
”Kapan tuh?" Bagas tampak mengingat-ingat.
"Saat kamu nyetir dengan mata di dengkul!" kata Keyra keras.
Bagas tampak mengingat sesuatu dan akhirnya tertawa kecil.
”Kita cabut yuk. Udah malam," ajak Anji akhirnya.
Sebelum menuju ke mobil, mereka menyempatkan jalan-jalan sebentar sekedar menghirup udara malam.
Tiba-tiba ponsel Keyra berdering.
”Sebentar ya," Keyra menjauh dari mereka.
"*Hallo Key, lagi dimana?"
"Lagi di puncak Kak,"
"Ini udah larut malam Key, kok belum pulang."
"Iya ini mau perjalanan pulang. Emang ada apa kak?"
"Lusa bisa nganterin kakak beli sesuatu?"
"Bisa dong kak."
"Ya udah kalo gitu. Cepat pulang ya."
"Oke kak*."
Tak lama kemudian, Keyra kembali.
“Dari siapa, Key?" tanya Tania yang berjalan sejajar dengan Keyra. (O-I-S di belakang mereka).
”Kak Kevin. Besok lusa ia menyuruhku menemaninya membeli sesuatu."
”O... " jawab Tania singkat.
”Wow, bulannya terang banget. So beautifull," kata Keyra yang sedang menatap bulan di langit.
“Biasa aja deh," kata Reyo
“Kamu tu emang nggak ngerti keindahan alam ya. Sama orang aja nggak tau sopan santun," Keyra sedikit kesal
”Kalian tu kayaknya ribut terus ya. Lama-lama kalian bisa jatuh cinta, tau nggak," kata Bagas
”Tutup mulut kamu," Reyo kesal
”Tania, mending kita duluan yuk. Siapa yang duluan sampai mobil, akan dapat ini," Keyra mengambil tas Tania dengan cepat dan melambaikannya.
”Keyra itu tas aku. Balikin," Tania mengejar Keyra
”Ayo Tania kejar aku!"
”Kamu curang Key. Lepas dulu sepatu roda kamu itu," teriak Tania
Mereka berdua tertawa bersama.
“Terlihat bahagia banget mereka," Anji tersenyum
”Kayak anak kecil, tau," kata Reyo cuek
Dalam perjalanan pulang, Keyra terlihat kelelahan. Akhirnya ia tertidur di pundak Tania.
”Keyra. Pasti dia kecapekan," Tania tersenyum melihat sahabatnya itu.
”Biar saja. Dari tadi dia terlihat bersemangat. Dari berangkat hingga tadi ini," kata Anji
”Dia selalu seperti itu. Kalian pasti juga tau. O iya akhir-akhir ini katanya kalian sering pergi bersama. Terima kasih ya, kalian bisa menjaganya dengan baik," kata Tania
”Kok jadi kamu yang berterima kasih?" tanya Bagas
__ADS_1
”Karena dia adalah sahabat terbaikku," Tania tersenyum lebar..
...❤...