Keyra, Miss Sepatu Roda

Keyra, Miss Sepatu Roda
Keyra 14


__ADS_3

Keesokan hari di malam yang penuh bintang, Reyo menuju ke rumah Keyra. Malam itu Reyo pergi sendiri karena sahabat lainnya ada urusan masing-masing.


Sesampainya di kedai, Reyo menemui Deru dan menanyakan Keyra. Tapi sayang Keyra baru saja pulang ke rumah yang berada di samping kedai itu.


Reyo pun langsung menuju rumah Keyra.


Tok..tok..tok... pintu pun terbuka. Keyra kaget melihat Reyo berdiri tegap di hadapannya.


"You.. mana yang lainnya," Keyra celingukan


"Aku ingin ngomong," Reyo berjalan keluar teras diikuti Keyra.


Reyo berjalan menuju tempat yang luas yang diterangi bintang-bintang.


"Sebenarnya kamu mau ngomong apa sih?" kata Keyra kesal yang dari tadi dicuekin.


"Aku mau minta maaf soal kemarin."


'Ini beneran Reyo yang ngomong? Tumben amat mau minta maaf. Biasanya aja masa bodo' pikir Keyra heran.


"Kok malah bengong?"


"Eh enggak. Seharusnya kamu minta maaf langsung ke kak Kevin."


"Kamu mau aku berubah pikiran!" Reyo ketus


"Oke oke. Tapi lain kali kalo mau berbuat sesuatu dipikir dulu, jangan asal dan merugikan orang lain."


"Dasar bawel."


"Yuk kita ke kedai. Minum teh dulu," ajak Keyra


"Bukannya kamu baru pulang dari sana."


"Nggak papa. Sambil nemenin ayah."


Sesampainya di kedai teh, merekapun mengambil tempat duduk di luar ruangan.


Tempat yang menjadi tempat favorit Keyra karena berada di luar dan bisa melihat bulan serta bintang-bintang di langit.


"Joni, tolong ambilkan teh 2 ya," Keyra memesan pada pelayannya yang kebetulan lewat.


"Eh mbak Keyra. Bukannya tadi sudah pulang?" tanya Joni


"Iya ini ada teman aku. Jadi aku ajakin ke sini aja."


"Oh iya. Bentar ya mbk," Joni berlalu


"Seberapa sering dulu kamu ke sini?" tanya Keyra pada Reyo


"Lumayan sering kalau nggak sibuk."


"...."


"Key..."


"Hmm..."


"Kenapa kamu dulu pindah ke Singapura?" tanya Reyo penasaran.


(Penasaran juga nih cowok)


'Aduuuhhh... kenapa sih Reyo tanya soal itu. Berarti kakek nggak pernah cerita ke siapapun. Aku belum siap cerita ke dia' pikir Keyra


"Ini tehnya mbak," Joni tiba-tiba datang


"Eh iya terima kasih," kata Keyra


"Kamu belum jawab pertanyaanku tadi," lanjut Reyo setelah Joni pergi.


"E... karena... ayah di terima bekerja di sana," jawab Keyra asal

__ADS_1


"Bohong kamu," tuding Reyo


“Rey, please.... aku belum mau menceritakan ini semua sama kamu. Aku mohon kamu mengerti," kata Keyra akhirnya


Reyo pun mengangguk mencoba memahami Keyra.


Tak berapa lama Nico datang di tengah-tengah mereka.


Reyo menatap Nico tajam.


"Mau apa kau kemari malam-malam??" tanya Reyo ketus


"Kau sendiri kenapa ke sini. Kencan?" Nico tersenyum kecil


"Udah udah kalian kok jadi bertengkar. Nico silahkan duduk. Aku bikinkan teh dulu," kata Keyra.


"Ngapain kamu kesini?" tanya Reyo setelah Keyra berlalu.


"Bukan urusan kamu."


"Kamu!!" Reyo geram


"Mau deketin Keyra??" lanjut Reyo penuh tanya.


"Bukannya kamu yang mau deketin dia. Kalo cemburu bilang aja," kata Nico cuek


"Nico!!"


"Tehnya datang... Spesial untuk Nico," tiba-tiba Keyra datang membawa teh yang dibuatnya tadi.


"Terima kasih."


"Ngomong-ngomong ngapain kamu datang kesini, Nic?" tanya Keyra setelah duduk.


Melirik Reyo "Mau kencan," jawab Nico


"Uhuk uhuk," Reyo yang tengah minum teh jadi tersedak.


"Kamu nggak papa Rey?" tanya Keyra


Nico meneguk teh.


'.....'


"Aku cuma mau tanya, apakah Tania memiliki kekasih?" tanya Nico akhirnya


Reyo bernafas lega.


"Belum," jawab Keyra cepat


"Dia selalu memikirkan mu," Keyra tersenyum


"Kamu mau balikan sama Tania?" tanya Reyo


"Bukan urusanmu," jawab Nico sambil berdiri dan mau meninggalkan Keyra dan Reyo.


"Dasar bodoh," umpat Reyo


"Mau kemana Nic?" tanya Keyra


"Pulang. Terima kasih tehnya," Nico pun berlalu


'Cuma nanya gitu doang? Dasar cowok aneh' pikir Keyra


...❤...


Di akhir ujian akhir semester, O-I-S berniat pergi liburan ke Bali. Ini merupakan rencana yang sebelumnya sempat tertunda.


O-I-S pun mengajak Keyra, Tania, Sarah dan Bella agar liburan mereka jadi tambah seru.


Mereka pun tiba di bandara dan segera menuju Bali. Canda tawa menghiasi raut muka mereka.

__ADS_1


Tak terasa, pesawat pun mendarat. Akhirnya siang hari itu mereka tiba di pulau yang sangat indah ini.


Mereka langsung menuju villa milik ayah Reyo. Sesampainya di villa, mereka beristirahat sejenak di ruang tengah.


"Wah indah banget pantainya. Terlihat dari sini," Keyra kagum


"Kamu belum pernah ke Bali?" tanya Tania


"Jangankan ke Bali, ke Jakarta aja jarang."


"Oh ya. Tapi kamu kan sudah keliling Singapura," Tania tersenyum


"Iya sih. Aku jadi merindukan satu-satunya sahabatku sejak SMP di sana,” Keyra menerawang


"Kenapa nggak kamu hubungi aja," sahut Sarah


"Sejak dia pindah, kami lost contact," Keyra tertunduk


"Ya udah sekarang mending kita ganti baju, lalu ke pantai..." Bagas terlihat girang


Siang itu akhirnya mereka jalan-jalan di tepi pantai.


Kemesraan terlihat diantara Anji dan Sarah serta pasangan Aldi dan Bella.


Nico dan Tania terlihat saling diam seribu bahasa.


Pertengkaran dan saling olok terlihat diantara Reyo dan Keyra.


Dan Bagas sibuk dengan kameranya.


Tak terasa hari sudah mulai sore. Mereka kembali ke villa.


Setelah membersihkan diri, Sarah yang jago masak memulai aksinya membuat makanan. Dibantu dengan Keyra, Bella dan Tania, mereka bersemangat.


Sementara O-I-S mengobrol ditemani musik slow. Tak lama kemudian, di sela-sela masakan yang hampir jadi, Nico mengajak Tania keluar.


"Baik-baik Tania," kata Keyra dengan senyum nakalnya.


"Apaan sih Key."


"Aku mau ngomong sama kamu," kata Nico yang telah membawa Tania keluar dari villa.


"Mau ngomong apa lagi?"


"Sudah lama kita jarang ketemu dan bertatap muka seperti ini. Dan untungnya ini terjadi lagi. Aku sangat senang Tania. Aku kangen saat-saat dulu."


"Maksud kamu?"


"Mungkin ini waktu yang tepat. Aku ingin kembali dengan kamu."


"Apa! Nggak mungkin. Kamu sudah dijodohkan pilihan ayah kamu dan akan segera menikah."


"Itu tak akan pernah terjadi Tania. Ayah tau, kalo cewek itu ternyata hanya memanfaatkan aku dan ingin merampas harta ayah."


Tania menerawang.


"Kenapa kamu nggak pernah cerita ke aku?"


"Untuk apa aku cerita ke kamu kalo kamu terus-terusan menghindar bertatap muka sama aku."


Tania terdiam.


"Aku tak bisa melupakanmu, Tania. Kamu cewek yang terbaik yang pernah aku kenal. Aku mohon, kembalilah padaku. Ayah telah merestui kita. Dia selalu menanyakan mu."


Tania terdiam. Lama... dan akhirnya Tania memeluk Nico erat.


"Jaga Tania baik-baik. Jangan sampai kau mengecewakannya lagi," tiba-tiba Keyra datang diikuti lainnya. Keyra tersenyum nakal.


Mereka pun tertawa bersama.


"Yuk kita santap masakan mereka," Bagas bersemangat

__ADS_1


"Ayuk," kata mereka bersamaan


Akhirnya merekapun menyantap makanan yang telah dibuat tadi dengan lahap. Seperti pada kelaparan semua. Canda tawapun menghiasi ruangan tersebut.


__ADS_2