Kisah Kasih Keluarga Dampit

Kisah Kasih Keluarga Dampit
K3D 16


__ADS_3

Anjani ke store nya yang terletak tak jauh dari masjid tempat dia sholat tadi.


"Jen, tadi lo dicariin sama mantan lo." kata Zalva, sahabat Anjani.


"Ngapain dia kesini?" tanya Anjani.


Zalva hanya mengangkat bahunya.


Anjani yang sudah tidak respek dengan mantannya itu, tak menghiraukan apa maksud kedatangan mantannya itu. Anjani langsung masuk gudang pengiriman untuk mengecek ada berapa paket yang akan dikirim hari ini.


"Assalamualaikum. Selamat siang mbak." sapa seorang laki-laki yang singgah di store nya.


Seketika Zalva terkesima dengan wajah baru dari seorang kurir yang datang ke store nya untuk mengambil paket.


"Mbak..." sapa Laki-laki yang mengenakan tanda pengenal di d ada nya tertulis nama 'JUNA'


"Eh, Wa'alaikum salam. Ya mas, mau ambil paketan ya?" tanya Zalva yang sudah tau, karena seragam pria dihadapannya adalah seragam kurir yang biasanya mengambil paket ke storenya.


"Iya mbak." kata Arjuna.


"Sebentar ya mas. Saya ambilkan dulu." kata Zalva.


"Ya mbak." jawab Arjuna.


Tak berapa lama kemudian, Zalva kembali membawa bebrapa paket yang sudah dikemas dengan rapi, bersama seorang temannya.


"Ini mas paketnya." kata Zalva menyerahkan beberapa paket.


"Kamu?" Anjani yang melihat kehadiran Arjuna terkejut, karena baru saja mereka bertemu di depan masjid, kini bertemu lagi di store nya.


"Eh, mbak... eh maaf. Maksud saya, Jeni." kata Arjuna.


"Ngapain kamu ke sini?" tanya Jeni.


"Ambil paket Jen. Eh, kalian udah saling kenal ya?" kata Zalva yang bingung dengan mereka berdua yang ternyata sudah saling kenal.


"Iya mbak, tapi cuma sekedar kenal saja." kata Arjuna.


"Owh, kamu karyawan baru ya?" tanya Anjani.


"Iya. Saya baru mulai kerja mandiri hari ini." kata Arjuna.


"Oh ya, nama saya Zalva mas. Mas nya siapa?" tanya Zalva sambil mengulurkan tangan sebagai awal perkenalan mereka.


"Juna." kata Arjuna menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


"Salam kenal ya mas." kata Zalva dengan sedikit malu, karena ternyata tangannya kembali nganggur, tidak mendapat sentuhan hangat dari pria tampan dihadapannya. Zalva menatap Arjuna dengan tatapan dan tingkah yang genit. Rambut panjangnya dipilin, sambil menggoyang-goyangkan badannya. Sedangkan Arjuna hanya mengangguk.


"Ish, lo nih Va, norak tau ga." kata Anjani mengomentari tingkah sahabatnya.


"Apaan sih Jen." tepis Zalva.


"Okey, jadi ada lima belas paket ya mbak." kata Arjuna mencatat jumlah paket yang diterimanya.


"Iya mas. Alhamdulillah, hari ini lumayan banyak mas." kata Zalva masih dengan senyum-senyum.

__ADS_1


Anjani yang melihat tingkah sahabatnya berasa geli sendiri. Diapun memutuskan untuk kembali ke dalam dengan tanpa permisi.


"Jeni, mau kemana?" panggil Arjuna.


"Gue mau ke dalem dulu, ngecek stok dulu." kata Anjani.


"Owh." jawab Arjuna yang sebenarnya masih ingin berlama-lama dengan gadis jutek itu.


"Nanti urusan bayar membayar sama aku kok mas." kata Zalva genit.


"Oh, ya mbak." kata Arjuna.


Setelah transaksi selesai, Arjuna mohon pamit, yang kemudian diikuti tatapan oleh sepasang mata Zalva yang merasa sangat rugi jika tidak dimanfaatkan dengan baik.


Sepeninggal kurir tampan itu, Zalva masuk menyusul Anjani.


"Jen." panggil Zalva.


"Hm?" tanya Anjani.


"Itu cowok keren banget lho. Lo kenal dimana sama dia? Kok ga cerita?" tanya Zalva penasaran.


"Kepo." jawab Anjani masih dengan mengecek barang dagangannya.


"Ish, ga asik banget sih lo Jen." omel Zalva.


"Eh, Jen,,,bay the way, kalo gue berhijab kaya lo gitu, kira-kira cantik ga Jen?" tanya Zalva.


"Ya cantik lah, masa' ganteng?" jawab Anjani sekenanya.


"Gue juga serius kali." kata Anjani masih sambil serius mengabsen stok dagangannya. Sambil sesekali memvideo.


"Hm... mulai besok, gue mau pake hijab ah." kata Zalva.


"Kalo mau memutuskan berhijab, awali dengan niat yang lurus, dan usahakan untuk tetap istiqomah." kata Anjani.


"Sejak kapan lo berubah jadi ustadzah gini?" komentar Zalva.


"Sejak gue kenal sama calon kakak ipar gue, hahaha." jawab Anjani.


"Eh, wait wait. Kakak ipar? Maksud lo, bang Gusti mau punya bini gitu?" tanya Zalva penasaran.


"Ya, do'ain aja lah." kata Anjani sambil melangkah mengambil ranselnya.


"Mau kemana lagi lo?" tanya Zalva.


"Kuliah lah. Hari ini gue ada jadwal kuliah. Lo tunggu store nya ya. Jangan suka genit samaa customer ataupun kurir, awas lo!" ancam Anjani.


"Ih, apaan sih, siapa juga yang mau genit-genit." kata Zalva tak terima.


"Elo lah. Siapa lagi? Kaya tadi itu, gue ga suka ya." kata Anjani.


"Karena elo cemburu?" tanya Zalva menyelidik.


"Ih, ya engga lah. Bukan tipe gue." kata Anjani sambil memakai sepatu sport nya.

__ADS_1


"Eh, btw, lo ga telpon mantan lo? Nanyain mau apa dia kesini gitu?" kata Zalva mengingatkan.


"Ga. Biarin aja. Urusan dia." kata Anjani.


"Hm... ya udah what ever lah." kata Zalva melenggang keluar menuju kasir.


Kemudian Anjanipun pamit berangkat ke kampus, karena ada jadwal siang.


💞💞💞


Setelah menjalankan tugasnya, Arjuna kemudian pulang ke rumahnya.


"Assalamualaikum." sapa Arjuna saat masuk rumah.


"Wa'alaikumussalam. Juna, kamu baru pulang nak?" tanya umi Ulfa.


"Iya umi. Alhamdulillah, mulai hari ini, Juna ada kerja sampingan mi." kata Arjuna.


"Kerja sampingan?" tanya umi Ulfa penasaran.


"Iya mi. Kan Juna ngajar ngaji cuma kalo malem sama pagi. Kalo pagi kuliah, kalo siang daripada nganggur, Juna ngambil kerja sampingan mi, jadi Kurir pengantar paket." kata Arjuna.


"Yaa Allah Juna, harusnya kamu tu fokus aja sama kuliah kamu." kata umi Ulfa.


"Gapapa umi, buat nambah pengalaman aja." kata Arjuna sambil mengambil segelas air putih di galon.


"Juna." panggil Umi Ulfa.


"Ya umi?"


"Tadi mbak Hima bilang, kalo kamu sudah pulang, kamu diminta untuk menyusul mbak Hima ke rumah sakit." kata Umi Ulfa.


"Lho, emang siapa yang sakit, Umi?" tanya Arjuna.


"Rama." kata umi Ulfa.


Seketika, Arjuna terdiam. Dia teringat oleh kata-kata Hima pagi tadi, yang cerita kalau dia kepikiran Rama, putra tunggalnya.


"Juna?" panggil umi Ulfa.


"Eh, iya umi. Nanti Juna segera nyusul ke rumah sakit. Rumah sakit mana umi?" tanya Arjuna.


"Kasih Ibu." jawab Umi Ulfa.


"Okey umi. Jazakumullaah atas infonya, Juna mandi ganti baju dulu." kata Arjuna beranjak ke kamarnya.


"Ya Juna. Dampingi kakakmu, dia butuh kamu." kata umi Ulfa yang mengerti keadaan keponakannya itu.


"Ya umi. InshaaAllah." jawab Arjuna.


Arjunapun segera mandi dan berganti pakaian. Dia melihat ponselnya, ada notif pesan dari mbaknya.


📩Mbak Hima


Juna, tolong kamu segera nyusul mbak ke RS ya. Penting

__ADS_1


Pesan dari Hima membuat Arjuna menyegerakan kegiatannya.


__ADS_2