Kisah Kasih Keluarga Dampit

Kisah Kasih Keluarga Dampit
Jaga Imej


__ADS_3

"Hai mas Juna." Sapa Zalva.


"Eh, Hai Zalva." jawab Arjuna.


"Ini minum sama snacknya ya mas." kata Zalva sambil memberikan dua buah gelas teh panas dan dua piring snack kepada Arjuna, yang kemudian dilanturkan pada sohibnya Zulfi, yang diam-diam menatap takjub Zalva.


"Terimakasih ya Va." kata Arjuna dengan tersenyum.


"Ya mas, sama-sama. Diminum mas!" kata Zalva mempersilakan.


"Kok bukan petugas catering yang ngantering? kenapa Zalva yang nganterin?" tanya Arjuna.


"Yah, gapapa mas. Petugas catering baru sibuk nyiapin sup sama nasi." kata Zalva.


"Owh, gitu?" komentar Arjuna, yang kemudian dia disikut Zulfi, memberikan kode, untuk dia bisa berkenalan dengan gadis yang membawakannya minum.


"Oiya Va, kenalin, ini sahabat saya di pesantren, namanya Zulfi. Zul, kenalin, ini Zalva, sahabatnya Jeni." kata Arjuna memperkenalkan keduanya. Zalva dan Zulfi saling menatap dan mengangguk tanda perkenalan.


"Oya mas, kenapa mas Juna telat? Bukannya mas Juna ini adiknya mbak pengantin ya? Harusnya kan datang awal mas." tanya Zalva.


"Iya, ini tadi ada hal urgen yang ga bisa saya tinggal, jadi saya milih nyusul aja." jawab Arjuna.


"Jadi, tadi tu ada santriwati di pesantren kami, yang lagi kejang mbak, pas rombongan mau berangkat. Jadilah mas Juna menolong santriwati itu dulu, sampai dokter datang, Lalu santriwati itu diminta untuk dibawa ke rumah sakit. Jadilah kita nganter ke rumah sakit dulu mas." jelas Zulfi.


"Owh, gitu ya mas?"


"Eh, tau ga sih mas, daritadi tu ada yang nyariin mas Juna lho." kata Zalva.


"Nyariin? Siapa Va?" tanya Arjuna.


"Itu, yang duduk di meja kado." kata Zalva sambil menunjuk keberadaan sahabatnya, Anjani.


"Jeni?" tanya Arjuna tak percaya.


Zalva hanya mengangguk, sedangkan Zulfi tersenyum senang, melihat temannya diperhatikan seorang cewek.


"Cie cie..." goda Zulfi.


"Apaan sih Zul? Apa aku ada utang kali ya sama dia, sampe dia nyariin aku." kata Arjuna malu-malu.


"Ya ga mungkinlah mas." kata Zalva.


"Kayaknya, si Jeni tu suka sama kamu mas." kata Zalva lagi.


"Ah, masak iya seorang Jeni suka sama cowok kaya saya." kata Arjuna tidak PeDe.


"Jangan salah mas, Jeni tu beda. Dia emang cewek jutek, suka jaim, jadi ya gitu deh. Tapi dia suka baperan lho mas." kata Zalva lagi.


"Gitu ya?"


"Ehem, di perjuangin bro. Deketin, perjuangin, Halalin. Ajib dah pokoknya!" kata Zulfi memberi semangat.


"Dasar kamu Zul, kenapa ga kamu aja? Kamu kan juga jomblo." kata Arjuna.

__ADS_1


"Yah, aku mah gampang brow. InshaaAllah." kata Zulfi dengan PeDenya sambil melirik Zalva.


"Eh, yaudah ya mas, aku permisi dulu, nanti Jeni curiga." kata Zalva.


"Okey Va, thank's ya." kata Arjuna.


Zulfi dan Arjunapun berbincang sambil sesekali melihat ke arah mempelai di panggung.


Zalva sudah sampai di dekat Anjani lagi.


"Lama bener nganterin minum sama snack doang." komentar Anjani.


"Ya, sekalian cari informasi, kenapa mereka terlambat, biar nona cantik samping gue ini ga berburuk sangka." kata Zalva sambil melirik Anjani.


"Eh, apaan? Kenapa jadi bawa-bawa gue?" protes Anjani.


"Biar lo ga mrengut terus dari tadi. Ni ya, asal lo tau, Mas Juna itu telat karena ada sesuatu yang urgen bersifat kemanusiaan." kata Zalva.


"Bahasa lo ketinggian. To the poin aja kenapa?" tanya Anjani.


"Hahaha, kepo juga kan lo?" tebak Zalva.


"Hem, terserah lo aja lah." desah Anjani mulai bad mood lagi.


"Dia tadi nolongin santriwatinya di pesantren dulu. Tadi ada santriwati yang kejang, dan butuh pertolongan. Terus mas Juna ngurusin itu dulu, sampe dibawa ke rumah sakit." kata Zalva menjelaskan.


"Oh." kata Anjani hanya ber Oh saja.


"Terus, tadi kenapa lo liatin gue? Jangan-jangan lo gosipin gue ya?" introgasi Anjani.


"Ya udah, awas aja lo, kalo lo nge gosipin gue, bakal gu bikinin infotainment khusus buat lo." kata Anjani.


"Hahaha, ya seneng lah gue, bakal jadi terkenal."


"Dasar lo!"


💞💞💞


Acara selesai, Tinggal berfoto ria. Kaisar tampak sibuk dengan teman-teman lamanya yang sengaja diundang Gusti untuk sekalian reuni.


"Widih, pak komandan, gimana kabarnya? Lama ga jumpa ya." tanya Faldi.


"Ya beginilah. Sehat." kata Kiasar.


"Kai, bini lo mana?" tanya Dian.


"Bini? Hahaha, gue masih jomblo kali Yan." kata Kaisar.


"Serius lo Kai?" tanya Dian.


"Bukannya dulu sebelum lo tugas keluar pulau, lo udah tunangan ya?" tanya Faldi.


"Iya, emang. Tapi ga jadi." jawab Kaisar enteng.

__ADS_1


"Kenapa Kai?" tanya Dian.


"Ya, ga cocok aja." jawab Kaisar.


Karena khawatir menyinggung Kaisar, akhirnya Faldi dan Dian serta teman yang lain mengalihkan pembicaraan, mereka menceritakan kisah masa lalu mereka. Meski mereka juga membawa pasangan masing-masing, tetapi beberapa pasangan sibuk mengikuti anak-anak mereka yang bermain.


"Juna, kamu pulang sekarang apa nanti?" tanya Abi Ilyas.


"Nanti aja Bi, lagian Juna masih pingin foto bareng juga sama Zulfi. Tadi kan belum." kata Arjuna beralasan.


"Sama mas Zulfi, apa sama mbak Cantik?" goda Aisywa.


"Mbak Cantik? Siapa?" tanya Zulfi pura-pura tidak mengerti.


"Hem, pura-pura ga ngerti dia bi." kata Aisywa, dan abi Ilyas hanya tersenyum mengomentari kata-kata putrinya.


"Ya udah, tapi jaga diri baik-baik. Nanti kalau sudah selesai, langsung pulang. Kalau mau mampir-mampir, kasih kabar ya." kata Abi Ilyas yang mengerti maksud dari anak angkatnya itu. Anak Muda, abi Ilyas pun pernah muda, sehingga dia paham maksud putranya itu.


Sedangkan Anjani yang sedari tadi duduk di kursi kado, dia menatap kakaknya dan mbak Hima dengan terharu.


"Ehem." deheman seseorang mengejutkannya.


"Elo? Ngapain lo di sini?" tanya Anjani.


"Engga. Aku cuma mau kasih ini aja buat kamu, biar ga bengong." kata Arjuna sambil memberikan es krim pada Anjani.


"Eh, ehm, makasih." kata Anjani jutek.


"Elo masih disini? Bukannya rombongan besan udah balik?" tanya Anjani.


"Aku dateng telat, pulang juga telat aja. Lagian kita bawa motor sendiri kok." kata Arjuna.


"Oya, Kemarin, kamu ngajak aku untuk foto bersama, gantian ya. Sekarang aku yang ngajak kamu foto bareng." kata Arjuna sambil menyiapkan es krim ke mulutnya.


"Eh, ehm. Ya." jawab Anjani singkat.


"Kenapa tadi nyariin aku?" tanya Arjuna lagi.


"Ih, siapa yang nyariin elo?" protes Anjani.


"Katanya sedari pagi tadi, kamu nyariin aku?" tanya Arjuna.


"Siapa yang bilang?" tanya Anjani.


"Ya ada." jawab Arjuna.


"Emang aku ada utang ya sampe dicariin?" tanya Arjuna bercanda.


"Eh, lagian siapa juga yang nyariin elo? Gue ga nyariin kok. Dan elo ga ada utang sama gue. Jelas?" kata Anjani.


"Oh, ya udah kalo gitu. Ayo foto." ajak Arjuna yang es krim nya ternyata sudah habis.


"Sekarang?" tanya Anjani.

__ADS_1


"Emang mau kapan? Keburu pengantinnya pulang." kata Arjuna sambil jalan menuju panggung yang diikuti Anjani dengan senyum malu-malu tetapi dia mengubah mimik wajahnya ketika Arjuna menoleh ke belakang.


"Akhirnya dia ngajakin gue foto. Tau aja lu Jun." batin Anjani dengan tersenyum di belakang tubuh Arjuna.


__ADS_2