Kisah Kasih Keluarga Dampit

Kisah Kasih Keluarga Dampit
Kotak biru


__ADS_3

Hari berlalu, semua persiapan sudah diselesaikan oleh Arjuna. Pagi itu, sebelum Arjuna berpamitan untuk berangkat ke Kairo, Arjuna sudah menyiapkan sesuatu untuk orang yang dia cintai. Diapun meniatkan diri pagi itu berkunjung ke store milik Anjani.


"Mas Juna. Mau kemana? Rapi banget?" tanya Aisywa saat melihat mas nya hendak pergi.


"Oh, ini mas mau ada perlu keluar dulu." kata Arjuna.


"Ke mana mas? Kan nanti kalo abi sama umi nanyain, Asiy bisa jawab dengan jelas." jawab Aisywa.


"Ehm, mas Juna mau ke rumah temen dulu dek." kata Arjuna.


"Owh. Ya mas." jawab Asiywa.


"Emang, umi kemana?" tanya Arjuna.


"Ngajar." jawab Asiywa.


"Oh ya udah. Nanti pamitin ya."


"Okey mas."


💞💞💞


Sesampainya di store Anjani, Arjuna menghentikan motornya, lalu masuk ke store Anjani.


"Assalamualaikum." salam Arjuna.


"Wa'alaikumsalam." jawab Zalva dari dalam.


"Eh, mas Juna." sapa Zalva dengan tersenyum.


"Iya mbak. Oya, Jeni ada ga?" tanya Arjuna.


"Wah, sayang sekali mas, Jeni hari ini lagi kuliah mas. Kemungkinan pulang nya nanti siang mas. Kenapa emang mas?" tanya Zalva.


"Oh, kuliah ya?" tanya Arjuna tampak berfikir.


"Kenapa emang mas? Ada pesan?" tanya Zalva.


"Ehm. Iya. Ehm, saya nitip ini ya buat Jeni." kata Arjuna menyerahkan paperbag kepada Zalva.


"Apa ini mas?" tanya Zalva sambil menerima paperbag itu.


"Ehm, tolong bilang aja, ini dari saya." kata Arjuna.


"Oya, sama titip salam sama Jeni, saya mau pamit." kata Arjuna.


"Pamit? Pamit kemana mas?" tanya Zalva.


"InshaaAllah nanti siang saya mau berangkat ke Mesir mbak." kata Arjuna.


"What? Mesir?" tanya Zalva tak percaya.


"Iya mbak. Saya mau lanjut kuliah ke sana." kata Arjuna.


"Kuliah? Lho, bukannya mas Juna kuliah di universitas negeri?" tanya Zalva.


"Iya mbak, tapi saya mutasi. Saya akan melanjutkan study ke Al-Azhar Kairo Mesir." kata Arjuna.


"Ya ampun mas, jauh amat. Bakal kangen dong gue mas." kata Zalva.

__ADS_1


"Hahaha, kalo mbak Zalva kangen saya, bagaimana dengan mas Zulfi mbak?" goda Arjuna.


"Ups, iya juga sih. Ya udah, hati-hati ya mas. Nanti gue sampein deh ke Jeni." kata Zalva.


"Apa dia masih marah sama saya?" tanya Arjuna.


"Engga kok mas. Dia itu sedari kemarin nanyain mas Juna terus, kenapa engga ke store, kayaknya dia udah kangen deh sama mas Juna." kata Zalva.


"Hahaha, masa' sih mbak? Kalau boleh tau, emang dia kenapa marah sama saya mbak?" tanya Arjuna kepo.


"Kalau dari cara bicaranya sih, kayaknya Jeni tu cemburu deh mas sama mas Juna."


"Cemburu?"


"Iya, jadi Jeni tu sebenernya suka sama mas Juna, tapi dia itu gengsi mas." kata Zalva ember.


"Sungguh? Jeni suka sama aku? Kalau iya, berarti, hadiah ku nanti akan dia terima." batin Arjuna.


"Oya, mas Juna ga nunggu Jeni aja mas?" tanya Zalva.


"Ehm, engga mbak, saya langsung aja ini, masih harus mengurus yang lainnya." kata Arjuna.


"Oh. okey mas. Hati-hati ya mas." kata Zalva.


"InshaaAllah mbak. Ya sudah, saya pamit dulu. Assalamualaikum." kata Arjuna sambil menaiki motor supra nya.


"Wa'alaikumsalam., jawab Zalva.


💞💞💞


Siang itu, sepulang kuliah, Jeni mampir ke masjid tempat dia biasa menunaikan sholat Dzuhur, masjid tempat dia bertemu untuk yang kedua kalinya dengan pria idaman nya. Lalu. Anjani segera keluar dari masjid, lalu menuju store nya yang tak jauh dari masjid itu.


"Wa'alaikumsalam. Jen." jawab Zalva.


"Jeni, tadi mas Juna ke sini. Nyariin elo." kata Zalva.


"Juna? Ngapain?" tanya Anjani heran.


"Nyariin elo." jawab Zalva sambil membawa paperbag berwarna coklat.


"Ngapain dia nyariin gue?" tanya Anjani masih ketus.


"Sebenarnya dia itu salah apa sih Jen sama elo, sampe elo gitu banget sama dia." tanya Zalva.


"Hm... Eh, itu apaan?" tanya Anjani, saat melihat Zalva memegang paperbag.


"Elo cerita dulu deh sama gue, kenapa dulu elo ga suka sama Mas Juna. Juna salah apa sama elo?" tanya zalva lagi.


Anjanipun memutar bola matanya.


"Kepo banget sih lo?"


"Elo cemburu sama mas Juna? Emang mas Juna kenapa?" tanya Zalva sambil merangkul sahabatnya itu.


"Harus banget ya gue cerita."


"Iya lah, daripada elo nyesel. Eli mau ga paperbag ini?" kata Zalva.


"Hm Okey. Yang jelas, dulu itu, gue liat Juna senyam senyum dan sok romantis banget sama cewek anak masjid, yang dulu juga jadi panitia pengajian remaja di masjid waktu itu. kata Anjani.

__ADS_1


"Elo cemburu?"


"Entahlah."


"Itu namanya cemburu, Jen. Nah, sekarang, ini buat elo. Ini ada titipan dari mas Juna, buat elo." kata Zalva menyodorkan paperbag dari Arjuna.


"Apaan nih?" tanya Anjani.


" yang boleh ngebuka cuma yang berangkutan." kata Zalva.


"Dari mas Juna, karena mas Juna mau pamitan, siang ini dia mau berangkat ke Mesir." kata Zalva. Yang seketika membuat Anjani terkejut.


"What? Mesir? Ngapain?" tanya Anjani.


"Kuliah."


"Bukannya dia udah kuliah?"


"Udah, tapi dia mutasi, katanya dia tetap memilih ke Al-Azhar."


"Yaa Allah, terus, kapan berangkatnya?" tanya Anjani mulai panik.


"Siang ini." kata Zalva santai.


"Whaat?" Lagi-lagi anjani terkejut sambil melihat jam tangannya.


"Titip store, gue susul Juna dulu." kata Anjani yang langsung keluar dari storenya.


"Eh, paperbagnya?" kata Zalva.


"Oiya, lupa. Thank's." kata Anjani sambil menyaut paperbag dari Arjuna.


Di dalam mobil, Anjani membuka paperbag itu. Ada satu set busana muslimah, lengkap dengan dres dan khimarnya. Dan ada sebuah kotak kecil berwarna biru muda dengan hiasna pita di atas nya. Anjanipun membuka kotak itu.


"Apa ini?"


[Dear Jeni


Assalamualaikum Jeni. Semoga Allah senantiasa melindungi mu dengan perantara do'a do'a orang yang menyayangimu.


Jeni, maafkan setiap kataku, maupun perilakuku yang membuatmu sakit hati Atau apapun itu. Hanya kata maaf yang bisa ku ucapkan.


Jeni, aku harus melanjutkan studyku ke Mesir, dan menjemput mimpiku disana selama empat tahun lamanya. Mohon tambah do'anya ya, agar aku bisa kembali ke tanah air dengan selamat, dan dengan membawa prestasi yang bisa membanggakan orang-orang terdekatku dan negeriku.


Jeni, sebelum aku berangkat ke Mesir, ijinkan aku untuk menyampaikan isi hatiku kepadamu.


Jujur, Aku menyukaimu sejak awal kita bertemu. Ijinkan hatiku memilihmu, meski kau tak menginginkan itu.


Aku tak memintamu menungguku


Aku tak memaksamu untuk memilihku


Namun, ijinkan aku menjaga rasa ini, untukmu, hingga aku kembali ke tanah air.


Ini, ada sedikit kenang-kenangan dariku untukmu, semoga kau menyukianya, dan berkenan untuk memaikainya. Semoga bermanfaat ya. Dan, jika kau menerima ku, tolong pakailah cincin ini.


Salam dariku


Arjuna]

__ADS_1


__ADS_2