Kisah Kasih Keluarga Dampit

Kisah Kasih Keluarga Dampit
Kepulangan


__ADS_3

Waktu terus berlalu, tak terasa sudah empat tahun lamanya Arjuna belajar di negeri para nabi.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu sampai di Indonesia juga nak." kata abi Ilyas sambilmemeluk dan menyambut Arjuna di bandara.


"Iya abi, alhamdulillah." kata Arjuna.


"Dan ini bukan akhir dari perjalananmu nak, ini adalah awal perjalananmu. Semangat ya." kata abi Ilyas.


"InshaaAllah abi."


"Oya, sudah banyak santriwati yang menanyakanmu lho Jun." goda Abi Ilyas.


"Santriwati?"


"Iya, ada Diah dan Mira." kata Abi Ilyas sambil tersenyum menggoda.


"Ehm, mungkin karena Juna belum bayar hutang bi." jawab Arjuna Asal.


"Hahaha, kamu ini Jun, ada ada saja, hutang itu jangan terlalu lama ditunda. Harus segera dibayar Juna." nasehat abi Ilyas, yang tahu bahwa Arjuna hanya bercanda.


Tak lama kemudian mobil yang dikemudian Zulfi tiba, lalu keduanya langsung memasukkan koper Arjuna dan beberapa barangnya, kemudian keduanya masuk ke dalam mobil.


Sepanjang perjalanan Arjuna menceritakan pengalaman nya selama di Kairo. Abi Ilyas juga sangat antusias dengan kisah putranya di sana. Empat tahun bukanlah waktu yang singkat bagi seorang ayah yang berpisah dengan putranya. Selain itu, abi Ilyas juga menceritakan pengalaman yang terjadi dj pesantren. Hingga akhirnya, mereka tiba di pesantren.


Warga pesantren sangat antusias menyambut kedatangan calon pimpinan pondok pesantren itu dengan suka cita. Begitupun dengan Hima dan Gusti.


Sepanjang perjalanan dari pintu gerbang menuju rumah utama, Arjuna berjalan sambil mencari-cari sosok yang diharapkan kehadirannya. Namun sampai di rumah utama, harapannya kandas. Orang yang diharapkan kehadirannya tidak tampak.


Sesampainya di rumah, Arjuna menerima sambutan itu dengan suka cita, dan mengatur kan terimakasih sebanyak-banyaknya. Kemudian setelah acara penyambutan selesai, Arjuna segera masuk ke kamarnya, direbahkannya tubuhnya yang terasa lelah diatas kasurnya. Kamarnya tetap rapi, dan bersih, dia menduga bahwa umi nya selalu membersihkan kamarnya, selama dia tinggal empat tahun lamanya.

__ADS_1


"Yaa Allah. Alhamdulillahirobbil'alamin." kata Arjuna.


Tok tok tok


Suara pintu kamar diketuk.


"Jun, boleh umi masuk?" kata Umi Ulfa.


"Ya umi." jawab Arjuna.


Pintu pun dibuka umi Ulfa, dilihatnya, Arjuna masih terbaring di kasur nya dengan terlentang.


"Mandi dulu nak, biar seger, lalu makan dulu, kami sudah siapkan makanan kesukaanku." kata umi Ulfa sambil memberikan handuk untuk Arjuna.


"Baik umi, terimakasih umi." kaya Arjuna bangun dari tidurnya dan menerima handuk itu.


Arjunapun segera bergegas melaksanakan perintah uminya. Setelah selesai mandi, Arjuna sudah wangi dan segar, diapun menyusul bergabung di ruang makan bersama keluarganya.


"Umi, boleh nambah ga sambal petainya?" tanya Arjuna yang merasakan kelezatan pada masakan yang dia rindukan, karena di Mesir tak ada petai.


"Boleh banget dong." kata umi Ulfa.


"Mas Juna, sambal petainya enak ya?" tanya Aisywa.


"Iya, enak banget." kata Arjuna dengan lahapnya mengunyah makanan yang dia makan dengan jari saja, tanpa sendok.


"Tau ga, siapa yang masak?" tanya Aisywa.


"Umi kan?" tanya Arjuna sambil memandang umi Ulfa. Namun ternyata umi Ulfa menggeleng.

__ADS_1


"Mbak Hima?" tanya Arjuna menoleh ke arah Hima. Dan Hima juga menggeleng.


"Oh, pasti kamu ya dek?" tanya Arjuna pada Aisywa.


"Bukan." jawab Aisywa.


"Terus, siapa?" tanya Arjuna.


"Mbak Diyah." jawab Aisywa.


"Diyah? Diyah siapa?" tanya Arjuna masih lupa-lupa ingat.


"Mbak Diyah, yang dulu pernah kejang di pesantren, terus mas yang nolongin dia itu, pas mbak Hima nikah." kata Aisywa.


"Diyah... diyah...Oh...Yang itu?"


"Iya."


"Bukannya dia harusnya udah lulus ya?" tanya Arjuna yang mengingat bahwa Diyah harusnya sudah lulus Sekolah, dan masa pengabidannya juga sudah habis sejak beberapa tahun lalu.


"Emang. Tapi, mendengar mas Juna mau pulang, mbak Diyah main ke sini mas, dia bantuin kita masak buat menyambut kedatangan mas." kata Aisywa.


"Oh..."


"Kok cuma oh sih?"


"Lha gimana?"


"Ga nanyain gitu mbak Diyah dimana? Atau titip salam gitu, bilang terimakasih." kata Aisywa yang memang ada niat untuk mencomblangkan Arjuna dengan Diyah.

__ADS_1


"Aisy... habiskan dulu makananmu. Biarkan mas mu istirahat dulu lah." kata abi Ilyas yang tau, sebenarnya hati Arjuna ada wanita lain.


"Hm... ya abi." kata Aisywa sedikit kecewa.


__ADS_2