Kisah Kasih Keluarga Dampit

Kisah Kasih Keluarga Dampit
C3B


__ADS_3

Sedangkan di sebuah rumah yang cukup megah, tampak seorang gadis sedang bingung memilih busana di kamarnya. Sehingga kamarnya berantakan.


"Astaga Jeni, elo belum apa-apa?" suara Zalva tiba-tiba memenuhi seisi ruangan kamar Anjani.


"Hem."


"Udah jam berapa ini Jen, katanya jam enam harus udah siap, ini udah hampir jam setengah tujuh Jeni." omel Zalva yang kemudian duduk dikasur Anjani sambil memegang beberapa gamis yang berantakan di sana.


"Ehm, Va. Menurut lo. Gamis yang cocok dipadukan sama jilbab ini, yang mana?" tanya Anjani sambil menunjukkan sebuah jilbab bergo berukuran lebar, berwarna navy.


"Ya ampun Jen, jadi sedari tadi elo tu cuma mau nyari gamis yang cocok buat di padukan sama jilbab itu?" tanya Zalva heran.


Anjani hanya mengangguk.


"Hem, elo ni ya, seorang owner busana muslimah, bisa-bisanya galau cuma masalah fashion?" tanya Zalva dengan wajah penuh keheranan.


"Ya kan beda, Va. Udah ayo, lo pilihin deh, gue pake yang mana?" tanya Anjani lagi.


"Harus ya pake jilbab itu?" tanya Zalva melihat jilbab dengan model polos yang dipegang Anjani.


"Hem? Iya, Pokoknya hari ini gue mau make jilbab ini. Nah elo pilihan gue pantes nya pake gamis yang mana?" tanya Anjani lagi.


"Elo tu mau nge date, apa mau kajian sih Jen? Heran gue." omel Zalva.


"Zalva, gue ga minta elo banyak bicara ya, sekarang juga elo pilihin, gue pake gamis yang mana. Gue bingung nih, cepetan." kata Anjani melihat jam yang sudah semakin siang.


"Hem, dasar Jeni, gitu amat ya orang kalo lagi jatuh cinta, pinginnya tampil perfec gitu?" kata Zalva sambil memilah milih gamis yang berserakan diatas kasur.


"Ni bagus Jen." kata Zalva menunjukkan sebuah gamis berwarna pink dusty dengan hiasan list berwarna biru di bagian bawah dan mensetnya.


"Yakin, gue cocok pake ini?" tanya Anjani sambil menjajal gamis itu di depan cermin.


"Yup. Coba aja." kata Zalva.


"Ya udah, sana keluar dulu deh. Gue pake dulu." kata Anjani mendorong tubuh Zalva keluar kamar.

__ADS_1


"Ish, dasar elo Jen." omel Zalva dengan terpaksa keluar dari kamar Anjani.


Zalvapun berjalan menuju ruang makan, ada sarapan yang disiapkan bu Nita disana.


"Lho, Va, Jeninya mana?" tanya bu Nita.


"Baru ganti baju tante." jawab Zalva yang sudah duduk di kursi makan.


"Baru ganti baju? Ya ampun, terua dari tadi dia dikamar ngapain? Dia udah mandi sejak abis subuh tadi lho." kata bu Nita menyiapkan sarapan.


"Ya gitulah tante, ga tau tu anak mau nge date apa mau kajian. Sampe galau gitu masalah fashion." kata Zalva.


"Ehm, gitu ya? Oya, Va. Ini, sarapan dulu, pasti belum sarapan kan?"kata bu Nita sambil memberikan piring kepada Zalva.


"Tau aja tante, hehehe." kata Zalva langsung menerima dan mengisi piringnya dengan nasi goreng buatan bu Nita.


Tak berapa lama kemudian, Anjani turun dari lantai atas menuju ruang makan.


"MaasyaaAllah, cantiknya anak mama, udah kaya Princess aja." kata bu Nita mengagumi kecantikan anaknya.


"Ah mama bisa aja." kata Anjani sambil mengambil segelas air putih untuk diminumnya.


"Lebay lu." komentar Anjani.


"Dah. sarapan dulu sayang." kata bu Nita mengambilkan piring Buat Anjani.


"Ya mah." jawab Anjani.


💞💞💞


Lantunan nasyid berkumandang mengisi masjid Al-Hikmah yang perlahan-lahan terisi oleh para remaja yang baru datang untuk mengikuti acara pengajian Remaja. Panitia kajian tampak lalu lalang dengan beberapa benda ditangannya, seperti halnya Arjuna yang sudah siap dengan lembaran biografi pembicara nya dan juga buku catatan. Arjuna tampak sedang berbincang dengan beberapa panitia, yang menjadi sie acara.


Tampak dari teras masjid, sebuah mobil brio berwarna putih memasuki halaman masjid. Mobil itu tak asing bagi Arjuna yang sedang berunding dengan panitia di teras masjid.


"Alhamdulillah, dia datang juga." batin Arjuna saat melihat mobil brio putih yang tak asing baginya.

__ADS_1


Tampak dua orang gadis keluar dari mobil itu, yang satu dengan gamis ungu tia dan jilbab oashmina ungu muda, dan yang satunya bergamis Dusty pink dan Berjilbab navy.


"Cantik juga kalau pakai gamis dan jilbab lebar begitu. Astaghfirullah." batin Arjuna yang kemudian menundukkan pandangan, lalu melanjutkan arahan dari panitia terkait jalannya acara yang akan dia pimpin.


Anjani dan Zalva berjalan menuju teras pendaftaran putri, dan mengisi daftar hadir di sana.


"Assalamualaikum. Silakan mengisi daftar hadir dulu ya kak. Jika memesan buku karyanya jsyad, bisa mengambil ke sebelah barat ya kak." kata panitia bagian pendaftaran memberi arahan.


"Wa'alaikumsalam. Ya kak.Terimakasih." jawab Anjani.


Anjani dan Zalva menuju meja buku, tempat buku ustadz yang bisa dibeli. Anjani mengambil dua buku, untuk dirinya dan untuk Zalva. Kemudian Mereka masuk ruang kajian.


"Va, duduk depan yuk. Masih kosong tuh." ajak Anjani.


"Ah, engga Jen, ga pede gue." tolak Zalva.


"Gapapa. Biar jelas liat ustadz nya, dan jelas pula penjelasannya." kata Anjani lagi.


"Engga ah Jen, elo aja yang ke sana. Gue disini aja." kata Zalva sudah nyaman duduk di belakang.


"Ah. Elo Va, ya udah. Gue kedepan ya." kata Anjani yang melangkah ke barisan depan sendiri.


Acara pun dimulai, hingga tiba saatnya Arjuna maju sebagai moderator.


"Dan acara akan dipimpin oleh moderator kita, Arjuna Ramayana, kepada mas Arjuna dipersilahkan." kata pembawa acara.


"Arjuna? Juna jadi moderator?"batin Anjani yang baru tau kalau moderatornya Laki-laki yang dia sukai.


"Okey, terimakasih saya ucapkan pada pembawa acara. Bismillah. Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh." sapa Arjuna sebagai moderator, menyapa para peserta kajian. Arjuna yang berdiri di panggung, bisa nampak jelas melihat ke peserta kajian, tampak olehnya sosok gadis yang mencuri hatinya telah duduk manis di barisan paling depan, denga balutan busana muslimah yang syar'i. Sesekali Arjuna melempar senyum ke arah Anjani, dan menyapu semua peserta.


Hingga akhirnya, pembicara menyampaikan materinya yang berisi tentang isian buku terbarunya yang berjudul Cowok Caper Cewek Baper.


"Banyak ya kita dapati, remaja cowok, suka caepr dengan motor nya, dengan fashionnya, dengan kegiatannya, dan bahkan ada yang caper dengan kenakalannya. Itu semua fitrah, yang memang tumbuh ketika orang itu masuk usia remaja.Fan begitulah dengan anak perempuan, anak gadis yang ketika si cowok caper, si cewek jadi baper. Mukanya bersemu merah, dia berbunga-bunga, dikiranya si cowok naksir tu sama dia." secuail kata-kata ustadz Burhan Shodiq sang pembicara mengisi materi kajian pagi itu.


"Sebenernya, apa sih Caper itu? Dan apa itu Baper?" tanya Ustadz Burhan Shodiq.

__ADS_1


💞💞💞


Hayo, reader tau ga tuh, Caper dan Baper itu apa?


__ADS_2