
Setelah prosesi pemakaman, Bu Erna mengajak Norma ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya dan USG. Karena mengingat bu Norma sering pingsan kemarin, bu Erna khawatir akan berpengaruh pada bayi dalam kandungannya.
"Dokter, tolong tetangga saya ini ya dok. Dia seorang janda, kemarin baru saja ditinggal suaminya meninggal dunia. Kemarin dia pingsan terus dok, saya khawatir dengan keadaan bayinya." kata bu Erna.
"Baik bu Erna."
Perut buncit Norma di beri gel lalu di tempelkanlah alat USG, tampak di layar dua kepala bayi saling berhadapan, dengan jenis kelamin yang berbeda. Bu Erna yang melihat itu sangat histeris dan menutup mulutnya yang sempat terbuka.
"MaasyaaAllah... bu Norma. Bayi ibu kembar Dampit ya bu. Ibu harus semangat, harus tetap sehat, demi anak-anak ini. Pasti mereka lucu-lucu. Mereka pintar bu, mereka sehat, dan aktif. Meski ibu kemarin sempat pingsan beberapa kali mereka tetap bertahan dengan baik bu. Jangan lupa makan yang banyak ya bu, demi mereka. Mereka anak hebat bu." Jelas bu Dokter Yuniar selaku dokter kandungan yang memeriksa Norma.
"Apa dok? Kembar Dampit? MaasyaaAllah. Alhamdulillah..." Norma terkejut dan dia terharu akan kabar itu.
"Iya bu, pokoknya ibu harus sehat terus makan yang banyak dan bergizi. Ingat selalu, ada dua bayi kembar yang siap berjumpa dengan ibu beberapa minggu nanti. Mereka pasti akan sangat bahagia melihat wajah cantik ibunya ini." kata bu Yuniar.
"Ya bu dokter. terimakasih."
"Nanti, bu Norma akan selalu di dampingi ibu Erna ya bu. Kalau ada apa-apa, jangan sungkan segera hubungi bu Erna atau saya. Ini kartu nama saya." kata bu Yuniar.
"Sekali lagi, terimkasih banyak bu dokter." kata Norma berbinar.
"Sama-sama bu. Sehat selalu ya."
💞💞💞
Waktu terus berlalu, semenjak Norma tau bahwa bayinya kembar dampit, dia lebih semangat dalam menjalani hidup. Meski sesekali dia teringat oleh suaminya, namun kembali dia teringat dengan kedua anak dalam kandungannya. Dia sangat bahagia dengan kandungannya ini, sehingga semua saran dokter dan bidan di lakukannya demi kesehatan kedua bayinya dan dirinya.
"Bu Norma, apa bu Norma sudah punya nama untuk kedua bayi ibu?" tanya bu Erna suatu ketika saat mereka sedang bersantai menikmati suasana sore.
"Alhamdulillah sudah bu. Malam itu, sebelum mas Ma'ruf bertugas di hari terakhirnya, dia sempat menyampaikan nama calon anaknya. kata beliau, kalau perempuan, namanya ANJANI. Dan kalau laki-laki namanya ARJUNA." kata Norma sambil membayangkan saat suaminya mengelus perut buncitnya sambil menyampaikan keinginan nama untuk anaknya.
__ADS_1
"Wah, bagus sekali itu bu namanya. Artinya apa bu?" tanya bu Erna lagi.
"Kalau Anjani, artinya wanita yang ulet, dan tidak mudah putus asa. Kalau Arjuna, artinya laki-laki tampan. Dan seperti tokoh wayang, Mas Ma'ruf ingin jika anak laki-lakinya nanti menjadi pahlawan pembela kebenaran." kata Norma menjelaskan.
"MaasyaaAllah... Semoga kalian nanti lahir dengan sehat dan selamat ya nak. Menjadi penghibur ibumu." kata Bu Erna sambil mengelus perut Norma yang semakin besar.
💞💞💞
Waktu terus berlalu, saat mendekati HPL, bu Erna menginginkan Norma untuk tinggal di rumahnya, supaya ada yang menjaganya. Namun, Norma menolaknya, dia tidak enak hati dengam suami bu Erna. Sehingga bu Erna tidak bisa memaksanya, namun Bu Erna tetap tidak kehilangan akal, dia mengutus ART nya untuk menemani Norma ketika malam hari.
Suatu hari, di pagi hari sekitar jam 9 pagi saat Norma sedang menjemuri pakaian, tiba-tiba Norma merasakan sakit di bagian perutnya. Saat itu, ART bu Erna sedang bertugas bersih-bersih di rumah bu Erna.
"Astaghfirullah. Kenapa ini? Kenapa sakit sekali?" kata Norma sambil memegang perutnya. Seketika Norma segera terduduk di kursi teras belakangnya. Dia mencoba menarik nafas panjang dan mengeluarkannya kembali.
Tak lama kemudian, rasa sakitnya perlahan hilang. Normapun segera ke kamarnya untuk mengambil ponselnya. Dia segera menghubungi bu Erna.
Tuuuut...tuuuut...tuuuut.
"Halo. Assalamu'alaikum dokter. Ini saya Norma dok. Saya mau tanya dok, ini tiba-tiba perut saya sakit sekali dok, tadi sudah sempat hilang, tapi ini mulai sakit lagi dok." kata Norma menceritakan keluhannya sambil mengelus-elus perutnya yang sudah terasa sakit lagi.
"Oh,ya bu. Bu Norma di rumah sama siapa?" tanya dokter Yuniar dari seberang.
"Tidak ada dok. Bu Bidan Erna juga Hapenya tidak aktif." kata Norma dengan menahan sakit.
"Baik, saya akan segera jemput ibu ya. Ibu tetap di rumah. Tenang. Kalau bisa segera cari bantuan ya bu." kata dokter Yuniar.
"Baik dok."
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya bu Dokter Yuniar sudah sampai dikediaman bu Norma. Di rumah sudah ada seorang wanita paruh baya sedang membanti Norma berdiri dan membawakan tas berisi pakaian bayi dan baju ganti Norma.
__ADS_1
"Selamat pagi bu. Mari kita langsung bawa saja ke rumah sakit ya." kata dokter Yuniar pada ART bu Erna yang tadi sempat mengantarkan sarapan untuk Norma.
"Baik dokter."
Saat di Mobil Ambulans.
"Bu, Bu bidan Erna ke mana ya bu? kenapa HPnya tidak aktif?" tanya dokter Yuniar kepada bu Tutik, ARTnya bu Erna.
"Biasanya kalau pagi seperti ini, beliau masih ada rapat di puskesmas bu. Atau sedang rapat di balai desa." jelas bu Tutik.
"Ow begitu ya bu?"
"Sakitnya sudah sering bu Norma?" tanya Dokter Yuniar.
"Iya bu." jawab Norma singkat karena menahan rasa sakit.
"Tahan dulu ya bu." kata Dokter Yuniar.
Setengau jam akhirnya mobil ambulans yang membawa Norma sudah tiba di Rumah Sakit swasta di kota itu. Norma segera dibawa oleh perawat dan dipandu oleh dokter Yuniar menuju ruang bersalin.
Sesampainya di ruang bersalin.
"Maaf bu, ibu tunggu di luar ya. Jika bu Erna sudah bisa di hubungi, tolong informasikan pada beliau bahwa bu Norma sudah akan melahirkan di rumah sakit ya bu." kata Dokter Yuniar.
"Baik dokter." jawab bu Tutik.
________________
Apa yang akan terjadi setelah ini??
__ADS_1
Tunggi di episode selanjutnya ya😍