Kisah Kasih Keluarga Dampit

Kisah Kasih Keluarga Dampit
Pengakuan


__ADS_3

Tiga bulan sudah berlalu, sejak kejadian senja itu kala kenyataan pedih bagi anak Dampit Anjani dan Arjuna. Kenyataan dimana rasa cinta yang sudah tertancap cukup dalam di hati keduanya, harus langsung di hempas dan bahkan dipupus karena suatu kenyataan yang tak mungkin mereka terjang.


Sejak kejadian itu, Anjani lebih murung dari biasanya, hari-harinya selalu didampingi Kaisar jika Kaisar sedang tidak bertugas. Kemanapun perginya Anjani selalu diantar dan didampingi Kaisar. Kaisar terus berusaha menghibur dan mengembalikan senyuman Anjani kembali. Senyuman adik kecil yang selama ini menemani hatinya meski jauh dari gadis itu.


Sedangkan Gusti, berusaha juga menghibur Anjani disaat Kaisar bertugas. Sesekali Gusti mengajak piknik Anjani beserta keluarga kecilnya, dengan bersama maupun tanpa Kaisar. Dan sesekali juga bersama bu Nita dan pak Pratama.


Namun, sejak kejadian itu, pak Pratama jadi sering jatuh sakit, namun juga tak pernah mau istirahat ketika sehat dari kegiatannya bekerja. Pak Pratama merasa sangat menyesal telah lama menyembunyikan kenyataan yang seharusnya segera dia sampaikan pada putri angkatnya itu. Sikap Anjani masih sangat dingin terhadapnya, yang membuat dirinya merasa down dengan sikap putrinya.


Arjuna di pesantren selalu dihibur Aisywa dengan mencocok cocokkan dirinya dengan santriwati di pesantren itu. Namun Arjuna tetap bersikap dingin terhadap para santriwati pilihan Aisywa. Hingga Arjuna memutuskan untuk minta ijin kepada abi Ilyas untuk menyepi dan lebih memperdalam ilmu agamanya di pesantren lain. Abi Ilyas dan Umi Ulfa mengirim Arjuna ke pondok Pesantren Darussalam di kota Ponorogo. Disana Arjuna diminta untuk menjadi pendidik dan menjadi pengurus Asrama.


Arjuna dan Anjani memang sengaja untuk lost contac. Mereka membutuhkan waktu untuk mengatur hati mereka dan menetralisir hati mereka satu sama lain. Hingga di bulan ke enam atas kejadia itu, Anjani sedang berolahraga, diajak Kaisar. Mereka berlari-lari ke taman kota. Sesampainya di taman kota, Anjani dan Kaisar beristirahat di bawah pohon dekat kolam air mancur.


"Jeni."


"Hem?"


"Ehm, apa elo masih bahagia dengan kesendirian lo?" tanya Kaisar.


"Emang kenapa kak? Kak Kaisar mau nyariin jodoh buat gue? Haduh, ga usah repot-repot kak, mending kak Kaisar cari jodoh buat diri lo sendiri deh." kata Anjani dengan sifat aslinya.


Kaisar tersenyum kecut menanggapi jawaban Anjani.


Menyadari bahwa Kaisar tidak menanggapi jawabannya, Anjani menoleh kepada Kaisar yang tak bergeming.


"Ehem. Kenapa kak?" tanya Anjani.


"Gapapa." jawab Kaisar.


"Kak, mau cilok ga?" tanya Anjani saat melihat ada tukang jualan cilok yang tak jauh dari tempat mereka duduk.


Kaisar mengikuti arah mata Anjani yang menoleh ke arah tukang cilok.


"Boleh."


"Aku beliin ya."


"Okey."


Saat Anjani melangkah menuju tukang cilok, Kaisar menatap punggung gadis pujaan nya. Sudah enam bulan lamanya Kaisar menemani hari-hari Anjani, tetapi dirinya belum memiliki keberanian untuk menyatakan perasaannya pada gadis pujaan nya. Ya, sejak kecil, hanya ada nama satu gadis yang mengisi hatinya. Dan sampai usianya hampir kepala empat, dia belum mau menikah juga. Dalam hatinya hanya ada satu nama yang ingin dia nikahi. Dan dia adalah Anjani, adik angkat dari sahabat karibnya, Gusti.


"Ini kak." kata Anjani memberikan cilok kepada Kaisar.


"Terimakasih Jen." jawab Kaisar sambil menerima cilok dari tangan Anjani.

__ADS_1


Saat sedang asyik memakan cilok, Saus menempel belepotan di bibir manis Anjani.


"Ehm, Jeni."


"Ya kak?"


"Itu sausnya belepotan di bibirmu." kata Kaisar sambil menunjuk bagian kotor di bibir Anjani


"Mana kak?" tanya Anjani sambil berusaha membersihkan kotoran yang dimaksud.


"Biar aku bersihkan." kata Kaisar sambil mendekatkan wajahnya dan tangannya semakin mendekat pada bibir ranum Anjani. Kaisar membersihkan saus pada bibir Anjani. Tiba-tiba jantung Anjani berdegup sangat kencang saat jarak dirinya dengan Kaisar sangat dekat.


Bagaimana dengan perasaan Kaisar?


Tentunya lebih dari yang dirasakan Anjani. Degup jantung begitu cepat, dan bahkan tak beraturan. Hembusan nafas Melati sangat terasa di wajahnya membuat Kaisar semakin tak karuan rasanya.


"Sudah." kata Kaisar saat sudah selesai mengelap saus di bibir Anjani.


"Terimakasih kak." kata Anjani tersipu malu saat adegan yang romantis tadi.


"Hem."


Cukup lama keduanya saling diam tanpa ada percakapan.


"Ya kak?" jawab Anjani menoleh ke arah Kaisar.


"Ehm...kalau... a..aku...su...suka sama kamu gimana?" tanya Kaisar dengan terbata.


Seketika Anjani menatap wajah tampan Kaisar yang berwibawa karena dia adalah seorang tentara. Namun, wajah yang ditatap Anjani justru masih tertunduk malu.


"Kak...kak Kaisar suka sama aku?" tanya Anjani.


"Ya."


"Hahaha, ya wajar dong kak. Bukankah dari dulu kita juga saling suka. Gue sukaa jadi adikmu, dan kau menganggap ku adik bukan?" tanya Anjani.


Seketika Kaisar menoleh ke arah Anjani.


"Sebatas itukah perasaanmu padaku Jen?" tanya Kaisar tanpa elo gue.


Anjani terdiam, mencoba menterjemahkan bahasa Kaisar.


"Aku suka sama kamu Jen. Aku Cinta sama kamu, Sudah lama aku mencintaimu. Dan hanya namamu yanh ku inginkan untuk menjadi istriku. Hanya kamu." kata Kaisar meluapkan semua isi hatinya.

__ADS_1


Anjani terkesiap dengan pernyataan sahabat dari kakaknya, yang sudah dia anggap sebagai kakak sendiri.


Anjani menatap Kaisar dengan instens, mencari ketulusan dan kejujuran dari sorot mata yang tajam dari sang tentara itu.


"Jadi, selama ini kak Kaisar ga segera menikah, karena kak Kaisar menungguku?" tanya Anjani.


"Iya."


"Kenapa ga dari dulu sih kak bilangnya?" protes Anjani.


"Lho. emang kenapa? Dulu kamu 'kan suka sama Juna." protes Kaisar.


"Sebelum itu?" tanya Anjani.


"Aku juga sudah mengagumi mu." jawab Kaisar.


"Kenapa baru sekarang bilangnya?" tanya Anjani.


"Karena.... karena..."


"Ga berani?" tebak Anjani.


Kaisar menoleh ke arah Anjani.


"Kenapa ga berani? Padahal ada hati yang menantikanmu kak." kata Anjani.


"Ada hati yang menantikanku? Siapa?" tanya Kaisar.


"Aku." jawab Anjani.


"Sebenarnya sudah lama juga aku suka sama kak Kaisar. Tapi, aku takut jatuh cinta dengan seorang tentara."


"Kenapa?"


"Karena... karena aku takut kehilanganmu kak" kata Anjani.


"Jadi?"


"Jadi apa?" tanya Anjani.


"Jadi. kamu Nerima aku?" tanya Kaisar.


"He.em." jawab Anjani mantab.

__ADS_1


__ADS_2